Imam Anas Mubarok, Priyanka Ratulangi Hargandi, Dewi Yanti, Janna Aulia Pulung Sari, Yuniar Mughayyirah, Neng Dyah Surya Pratama, Nadziratul Ulya, Melly Dwi Desvita (Author)
Transformasi digital pada sektor pendidikan tinggi telah mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan tata kelola akademik yang lebih efektif, efisien, dan berbasis teknologi informasi guna mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan (Bond et al., 2024). Salah satu bentuk implementasi transformasi digital tersebut adalah pengembangan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) terintegrasi yang mampu menghubungkan berbagai proses akademik, administrasi, dan manajerial dalam satu platform yang saling terintegrasi (Alenezi, 2021). Keberadaan Sistem Informasi Akademik terintegrasi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data akademik, mempercepat proses pelayanan kepada mahasiswa dan dosen, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data oleh pimpinan perguruan tinggi (UNESCO, 2023). Meskipun demikian, masih banyak perguruan tinggi yang menghadapi berbagai kendala dalam implementasi sistem informasi, seperti rendahnya integrasi antarunit kerja, kualitas data yang belum konsisten, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia yang belum optimal dalam memanfaatkan teknologi digital (OECD, 2022). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Sistem Informasi Akademik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi manajemen yang diterapkan oleh perguruan tinggi (Ifinedo, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen perguruan tinggi dalam mengembangkan dan mengoptimalkan Sistem Informasi Akademik terintegrasi sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan data, kualitas pelayanan akademik, dan kepuasan sivitas akademika (Altbach & de Wit, 2021). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai proses perencanaan, implementasi, evaluasi, serta pengembangan Sistem Informasi Akademik di lingkungan perguruan tinggi (Creswell & Poth, 2023). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur terhadap berbagai kebijakan serta dokumen pendukung implementasi sistem informasi akademik (Yin, 2023). Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan temuan yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Miles, Huberman, & Saldaña, 2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen yang efektif dalam pengembangan Sistem Informasi Akademik meliputi penyusunan perencanaan strategis teknologi informasi yang selaras dengan visi perguruan tinggi, penerapan tata kelola teknologi informasi yang baik, penguatan integrasi basis data akademik, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur digital yang memadai, serta pelaksanaan evaluasi sistem secara berkelanjutan (ISACA, 2023). Implementasi strategi tersebut mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data akademik melalui pengurangan duplikasi data, percepatan proses administrasi, peningkatan akurasi informasi, serta kemudahan akses data bagi seluruh unit kerja (Laudon & Laudon, 2022). Selain itu, Sistem Informasi Akademik terintegrasi terbukti meningkatkan kualitas pelayanan akademik karena proses registrasi, pengisian kartu rencana studi, penilaian hasil belajar, penyusunan jadwal perkuliahan, hingga pelaporan akademik dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan akurat (Kemendikbudristek, 2023). Optimalisasi sistem informasi juga berdampak positif terhadap peningkatan kepuasan sivitas akademika karena mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memperoleh layanan yang lebih responsif, mudah diakses, serta didukung oleh informasi yang akurat dan terkini (Alenezi, 2021). Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Sistem Informasi Akademik harus dipandang sebagai bagian dari strategi manajemen perguruan tinggi dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan berbasis transformasi digital (Bond et al., 2024).