ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji tantangan dalam implementasi rencana pembangunan rumah deret di Tamansari, Bandung, dengan fokus pada respons masyarakat setempat. Kota Bandung menghadapi masalah kepadatan penduduk dan permukiman informal yang terus meningkat, sehingga pemerintah menginisiasi proyek rumah deret untuk meningkatkan kualitas kawasan tanpa menggusur warga, dengan menawarkan masa sewa gratis selama lima tahun pertama. Studi ini mengeksplorasi kondisi sosial ekonomi warga di sepanjang Cikapundung, serta respons kognitif, afektif, dan konatif mereka terhadap proyek ini. Hasil penelitian menunjukkan berbagai pandangan, baik yang mendukung maupun menolak, yang mencerminkan dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat. Temuan ini memberikan wawasan bagi perencanaan kota yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.
References
[1] A. T. Pramesti, "Hubungan Rencana Pembangunan Rumah Deret di Kota Bandung terhadap Respon Masyarakat di Kelurahan Tamansari," Universitas Pendidikan Indonesia, 2018.
[2] I. M. Ihsan Nugraha, "Kajian Penanganan Permukiman Sempadan Sungai Cikapundung: Studi Kasus Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Tamansari," 2020.