Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 11, No. 3Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

Published July 31, 2026

Issue description

Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek adalah Jurnal ilmiah berisikan tentang multidisplin ilmu Sains dan Teknologi Industri diterbitkan oleh Institute Cahaya Ilmu Bangsa Jurnal ini diterbitkan tiap bulan. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek bertujuan menerbitkan makalah-makalah berkualitas tinggi di bidang Sains dan Teknologi Industri yang direview oleh beberapa orang reviewer di bidang Sains, Teknologi, Komunikasi dan Industri yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek menerima makalah yang merupakan hasil pemikiran original dan kontribusi yang signifikan yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Jurnal ini diterbitkan untuk Multidisiplin Ilmu Sains dan Teknologi

Articles

  1. EFISIENSI PEMADATAN WARM MIX ASPHALT (WMA) BERBASIS ZEOLIT SINTETIK (ADVERA): STUDI KOMPARATIF DENGAN HOT MIX ASPHALT (HMA) PADA VARIASI JUMLAH TUMBUKAN

    Warm Mix Asphalt (WMA) merupakan teknologi perkerasan jalan yang dikembangkan untuk menurunkan suhu pencampuran dan pemadatan sehingga dapat mengurangi konsumsi energi dibandingkan Hot Mix Asphalt (HMA). Penambahan Zeolit Sintetik (Advera) sebesar 0,2% diharapkan dapat meningkatkan kemudahan pemadatan (workability) sehingga karakteristik Marshall tetap memenuhi persyaratan pada energi pemadatan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik Marshall campuran HMA dan WMA, mengetahui perbedaan karakteristik kedua campuran, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan Advera 0,2%. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode Marshall pada campuran AC-WC dengan kadar aspal 6,0%. Variasi energi pemadatan yang digunakan yaitu 35, 50, dan 75 tumbukan dengan tiga benda uji pada setiap variasi. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, density, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas rata-rata campuran HMA sebesar 1017,84 kg, 874,37 kg, dan 740,95 kg, sedangkan campuran WMA sebesar 1840,02 kg, 1178,44 kg, dan 1086,85 kg pada variasi 75, 50, dan 35 tumbukan. Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018, nilai stabilitas minimum AC-WC adalah 800 kg. Pada parameter VIM, persyaratan yang ditetapkan adalah 3–5%. Nilai VIM WMA berada pada kisaran 3,76–4,58% sehingga memenuhi spesifikasi, sedangkan HMA berada pada kisaran 5,07–5,60% sehingga sebagian belum memenuhi persyaratan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan Advera 0,2% mampu meningkatkan workability campuran sehingga energi pemadatan dapat dikurangi hingga 35 tumbukan tanpa menurunkan karakteristik Marshall.
  2. Analisis Penyebab Engine Overheating Pada Unit Excavator Caterpillar 302.5

    Engine overheating merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada alat berat dan dapat menyebabkan kerusakan serius, salah satunya pada cylinder head. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab engine overheating, menganalisis hubungan sebab-akibat yang mengarah pada kerusakan cylinder head, menentukan akar penyebab menggunakan metode 5 Why Analysis, serta menyusun rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pemeriksaan komponen sistem pendingin pada Mini Excavator Caterpillar 302.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air biasa sebagai media pendingin serta tidak dilaksanakannya preventive maintenance sesuai Operation and Maintenance Manual (OMM) menyebabkan terbentuknya korosi dan endapan pada thermostat serta penyumbatan pada radiator. Kondisi tersebut mengakibatkan thermostat mengalami delay opening dan radiator mengalami clogging, sehingga pelepasan panas tidak berlangsung optimal dan memicu engine overheating. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya warpage pada cylinder head yang ditunjukkan oleh hasil pengukuran kerataan melebihi batas standar Caterpillar. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan coolant sesuai spesifikasi pabrikan, penerapan preventive maintenance secara berkala, serta inspeksi rutin terhadap komponen sistem pendingin untuk mencegah terulangnya kerusakan.
  3. ANALISIS PROSEDUR PEMELIHARAAN PREVENTIF PADA SISTEM SUSPENSI LEAF SPRING UNIT DUMP TRUCK FAW 350HP GUNA MENINGKATKAN UNIT AVAILABILITY

    Sistem suspensi leaf spring pada unit Dump Truck FAW 350HP di PT Lancarjaya Nusantara Enjiniring sering mengalami patah dini (premature failure) sebelum mencapai umur pakai standar (8.000–10.000 jam kerja). Masalah ini mengakibatkan tingginya unscheduled downtime dan menekan tingkat ketersediaan fisik unit (Physical Availability) hingga rata-rata 78%, berada di bawah target perusahaan sebesar 85%–90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab kegagalan suspensi, merumuskan prosedur pemeliharaan presisi berbasis kontrol torsi, dan mengukur peningkatannya terhadap ketersediaan unit. Metode penelitian menggunakan Root Cause Analysis (RCA) pada populasi 10 unit dump truck. Hasil audit menunjukkan dua faktor utama penyebab kegagalan: overload muatan (GVW 37,2–39,1 Ton) dan kondisi under-torque baut U-bolt (400–520 Nm). Penerapan prosedur pemeliharaan presisi dengan standar torsi U-bolt 650–750 Nm, pola pengencangan silang (cross-pattern), serta re-torque berkala pada 50–100 jam pertama terbukti menghilangkan fretting corrosion dan menaikkan Physical Availability (PA) unit sebesar 10%, dari 78% menjadi 88%. Di samping itu, nilai Mean Time Between Failures (MTBF) meningkat signifikan dari 93,6 jam menjadi 316,8 jam.
  4. Analisis Kekuatan Boom pada Alat Peraga EV (Electric Vehicle) Mini Excavator Menggunakan Metode Finite Element Analysis (FEA) SolidWorks Simulation

    Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan struktur boom pada alat peraga EV (Electric Vehicle) Mini Excavator menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) berbasis SolidWorks Simulation. Objek penelitian berupa boom berbahan baja ASTM A36 dengan ketebalan 2,5 mm yang dianalisis melalui simulasi pembebanan statis menggunakan kombinasi gaya aktuator dan beban kerja maksimum. Parameter yang dievaluasi meliputi tegangan von Mises, displacement, dan factor of safety (FoS). Hasil simulasi menunjukkan tegangan von Mises maksimum sebesar 108,916 MPa, masih berada di bawah yield strength ASTM A36 sebesar 250 MPa, sehingga struktur tetap berada pada daerah elastis. Nilai displacement maksimum sebesar 0,434 mm menunjukkan deformasi yang sangat kecil dan tidak memengaruhi fungsi struktural boom. Nilai factor of safety minimum sebesar 2,295 berada di atas batas aman yang direkomendasikan untuk struktur alat berat. Tegangan maksimum terkonsentrasi pada area pangkal boom di sekitar lubang bearing sebagai lokasi konsentrasi tegangan akibat perubahan geometri. Berdasarkan hasil tersebut, desain boom pada alat peraga EV (Electric Vehicle) Mini Excavator dinyatakan aman terhadap pembebanan statis yang disimulasikan dan layak digunakan sebagai dasar pengembangan desain maupun penelitian lanjutan.
  5. ANALISIS PERANCANGAN ORGANISASI BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL PADA PT PARAGON SPESIAL METAL BEKASI

    Perkembangan teknologi digital mendorong perusahaan manufaktur untuk melakukan transformasi organisasi guna meningkatkan efektivitas koordinasi, mempercepat aliran informasi, dan meningkatkan efisiensi operasional. PT Paragon Spesial Metal Bekasi masih menghadapi kendala berupa koordinasi antarbagian yang belum terintegrasi secara digital, keterlambatan penyampaian informasi, serta pencapaian target produksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi perancangan organisasi dan menyusun usulan perancangan organisasi berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan Analisis Perancangan Organisasi (APO) untuk mengidentifikasi kondisi organisasi saat ini dan menyusun usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi kerja yang masih bersifat manual menyebabkan keterlambatan pertukaran informasi dan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya, yang tercermin dari capaian produksi rata-rata 13 unit per hari dibandingkan target 15 unit per hari. Usulan berupa integrasi sistem informasi, digitalisasi alur komunikasi, dan penyempurnaan struktur koordinasi diproyeksikan mampu meningkatkan efektivitas proses kerja dan mendukung pencapaian target produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan organisasi berbasis digital dapat menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional PT Paragon Spesial Metal Bekasi.
  6. Analisis Pelaksanaan Preventive Maintenance dan Downtime Excavator Caterpillar 6015B di PT XYZ

    Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pemeliharaan excavator Caterpillar 6015B di PT XYZ menggunakan pendekatan Reliability, Availability, and Maintainability (RAM) serta mengidentifikasi komponen penyebab utama rendahnya kinerja pemeliharaan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa histori Preventive Maintenance, Downtime, Breakdown, dan asset utilization pada lima unit (E6101–E6105) periode Januari–Desember 2025. Analisis dilakukan melalui perhitungan indikator MTBF, MTTR, MA, PA, dan UA, dilanjutkan dengan Diagram Pareto, Diagram Fishbone, dan metode 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit E6105 memiliki kinerja pemeliharaan terendah, dengan MTBF 52,31 jam, MTTR 3,25 jam, MA 94,14%, dan PA 84,55%. Analisis Diagram Pareto menunjukkan bahwa komponen Undercarriage merupakan penyumbang kerusakan tertinggi dengan 19 dari 84 kejadian Breakdown (22,9%). Selanjutnya, Diagram Fishbone mengidentifikasi faktor Method sebagai akar penyebab dominan, didukung oleh faktor Machine, Material, dan Environment. Penelitian ini mengusulkan perbaikan berupa standardisasi dan penjadwalan pemeliharaan undercarriage melalui metode 5W+1H untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan unit.
  7. PREDIKSI RISIKO STROKE MENGGUNAKAN LOGISTIC REGRESSION DAN RANDOM FOREST PADA DATA TIDAK SEIMBANG DENGAN PENDEKATAN SMOTE DAN CROSS VALIDATION

    Stroke merupakan penyebab kematian dan disabilitas utama di dunia, hingga sistem deteksi dini jadi sangat krusial. Namun, dataset stroke seringkali mengalami ketidakseimbangan kelas yang ekstrem yang menghambat performa model prediksi. Ketidakseimbangan distribusi data (class imbalance) merupakan tantangan utama dalam pengembangan model prediktif untuk deteksi stroke, di mana kelas minoritas sering kali menyebabkan bias pada model klasifikasi. Riset berikut bermaksud guna mengevaluasi performansi algoritma Logistic Regression serta Random Forest didalam mendeteksi risiko stroke dengan membandingkan efektivitas penggunaan teknik Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) dan penyesuaian ambang batas keputusan (threshold tuning). Hasil eksperimen menunjukkan adanya fenomena Accuracy Paradox pada model tanpa SMOTE, di mana akurasi mencapai 95% namun memiliki nilai Recall mendekati 0%, yang menandakan kegagalan model dalam mengidentifikasi penderita stroke. Implementasi SMOTE dan penggunaan custom threshold sebesar 0,3 berhasil meningkatkan sensitivitas model secara signifikan, dengan nilai Recall melonjak hingga rentang 63% - 75% meskipun akurasi turun menjadi 74%. Secara komparatif, Logistic Regression menunjukkan keunggulan pada aspek sensitivitas (skor AUC-ROC 0,834), menjadikannya ideal untuk instrumen skrining awal. Sementara itu, Random Forest menunjukkan performansi yang lebih stabil dalam menyeimbangkan presisi dan deteksi dengan skor F1-Score sebesar 0,817. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan ketidakseimbangan data dan pemilihan model yang berorientasi pada kelas minoritas sangat krusial untuk menghasilkan model prediktif yang memiliki nilai guna klinis dalam mendukung keputusan medis.
  8. STUDI PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK DAN INTEGRASI PLTS ON-GRID PADA KANTOR DAN MESS PT. MAJU BERSAMA TEKNIK PONTIANAK

    Perencanaan instalasi listrik yang sesuai standar merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keamanan, keandalan, dan efisiensi sistem kelistrikan pada bangunan gedung perkantoran dan hunian. Selain itu, penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On-Grid dapat menjadi alternatif solutif untuk mengurangi konsumsi energi listrik dari jaringan PLN melalui pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan instalasi listrik dan sistem PLTS On-Grid pada Kantor dan Mess PT. Maju Bersama Teknik Pontianak sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2011) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode yang digunakan adalah metode perencanaan teknis (design planning) yang meliputi pengumpulan data ruangan dan beban, perhitungan kuat penerangan (iluminasi) serta kapasitas pendingin udara (AC), penentuan Kuat Hantar Arus (KHA) dan rating pengaman, perancangan sistem PLTS On-Grid, verifikasi parameter elektrik array, penyusunan gambar kerja AutoCAD, serta perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil penelitian menunjukkan total beban terpasang bangunan sebesar 14,22 kW (Lantai 1 sebesar 6.671 W dan Lantai 2 sebesar 7.546 W). Total armatur lampu yang dibutuhkan sebanyak 107 titik (daya 1.995 W) dan 7 unit AC (daya 6.240 W). Sistem PLTS On-Grid dirancang menggunakan 28 modul surya Monocrystalline PERCH Half-Cell 550 Wp (total daya 15,4 kWp) dengan konfigurasi 14 seri x 2 paralel serta inverter tiga fasa berkapasitas 15 kW (Huawei SUN2000-15KTL-M5). Total estimasi biaya investasi perencanaan (RAB) adalah sebesar Rp332.182.283,00. Perencanaan ini diharapkan menjadi acuan teknis yang andal dan aman dalam pelaksanaan konstruksi kelistrikan gedung.
  9. EVALUASI KINERJA SISTEM PENERANGAN HOTEL MERPATI PONTIANAK

    Sistem penerangan merupakan salah satu komponen vital pada bangunan gedung perhotelan yang berdampak langsung pada kenyamanan visual, keselamatan tamu, serta efisiensi penggunaan energi listrik secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem penerangan pada Hotel Merpati Pontianak berdasarkan standar Standar Nasional Indonesia (SNI 6197:2020) tentang Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan serta ketentuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2020). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, inventarisasi dimensi ruangan dan spesifikasi teknis armatur terpasang, serta perhitungan ulang tingkat iluminansi (lux) menggunakan metode lumen. Hasil perhitungan pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa mayoritas ruangan seperti koridor, kamar tidur tamu (Executive, Deluxe, Superior), ruang kantor pengelola, area dapur, serta restoran belum memenuhi standar kuat pencahayaan yang dipersyaratkan. Untuk mengatasinya, dilakukan perancangan ulang evaluatif dengan melakukan penyesuaian jumlah titik lampu dan pemeliharaan jenis armatur LED berorientasi efisiensi tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan total kebutuhan daya sistem penerangan dari kondisi eksisting sebesar 2.785 Watt menjadi 3.811 Watt (mengalami peningkatan sebesar 1.026 Watt atau 36,84%). Walaupun terjadi kenaikan daya total terpasang demi terpenuhinya ambang batas iluminansi sesuai fungsi ruang, seluruh nilai Kepadatan Daya Pencahayaan (Lighting Power Density / LPD) hasil rancangan evaluasi berada di bawah batas maksimum yang diizinkan oleh SNI 6197:2020. Dengan demikian, sistem penerangan hasil evaluasi berhasil memenuhi tolok ukur kenyamanan visual sesuai standar sekaligus menjaga aspek konservasi energi listrik.
  10. ANALISIS APLIKASI BRI MOBILE BANKING MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DIAGRAM DI PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) BSC PALEMBANG

    Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan pada aplikasi BRImo menggunakan metode Fishbone Diagram di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BSC Palembang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap pihak internal bank serta nasabah pengguna BRImo. Analisis dilakukan menggunakan Fishbone Diagram dengan kategori Man, Machine, Method, dan Environment untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kendala penggunaan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala penggunaan BRImo dipengaruhi oleh faktor manusia, sistem, prosedur, dan lingkungan. Faktor yang paling dominan berkaitan dengan rendahnya pemahaman pengguna terhadap fitur aplikasi, kendala pada proses verifikasi akun, serta gangguan yang dipengaruhi oleh kualitas jaringan internet dan performa sistem. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh beberapa rekomendasi perbaikan yang meliputi peningkatan edukasi digital bagi nasabah, optimalisasi sistem aplikasi, serta penyederhanaan prosedur layanan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam meningkatkan kualitas layanan digital BRImo.
  11. EVALUASI PENERAPAN PRINSIP BANGUNAN TAHAN GEMPA PADA RUMAH SWADAYA DI DESA JAMBUDIPA, KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Desa Jambudipa, Kabupaten Bandung Barat, berada pada kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas Sesar Lembang sehingga penerapan prinsip bangunan tahan gempa pada rumah swadaya menjadi aspek penting dalam upaya mitigasi risiko bencana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan prinsip bangunan tahan gempa pada rumah swadaya di Desa Jambudipa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara singkat, dan studi literatur. Lima rumah swadaya dipilih sebagai sampel untuk dianalisis berdasarkan kondisi elemen struktur, penggunaan material, serta keterhubungan sistem struktur (continuous load path). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumah menggunakan material konstruksi yang umum diterapkan pada rumah tinggal sederhana, seperti pondasi batu kali, kolom dan balok beton bertulang, dinding bata merah, serta rangka atap kayu. Namun, sebagian besar bangunan belum memenuhi prinsip bangunan tahan gempa karena elemen struktur belum membentuk sistem yang terintegrasi. Ketidakteraturan posisi kolom dan balok, jalur beban yang tidak menerus, serta pengembangan bangunan secara bertahap tanpa penyesuaian struktur meningkatkan kerentanan terhadap beban gempa. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sistem struktur merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan rumah swadaya di kawasan rawan gempa.
  12. STUDI PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK KANTOR DAN MESS PT. MAJU BERSAMA TEKNIK PONTIANAK

    Perencanaan instalasi listrik yang sesuai standar merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keamanan, keandalan, dan efisiensi sistem kelistrikan pada bangunan. Selain itu, penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On-Grid dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan energi listrik dari jaringan PLN melalui pemanfaatan energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan instalasi listrik dan sistem PLTS On-Grid pada Kantor dan Mess PT. Maju Bersama Teknik Pontianak sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode yang digunakan adalah metode perencanaan (design planning) yang meliputi pengumpulan data, analisis kebutuhan beban listrik, perencanaan instalasi listrik, perancangan sistem PLTS On-Grid, pemilihan komponen, penyusunan gambar kerja, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total beban terpasang sebesar 14,22 kW. Sistem PLTS On-Grid direncanakan menggunakan 28 modul surya berkapasitas 550 Wp dengan konfigurasi 14 seri dan 2 paralel serta inverter tiga fasa berkapasitas 15 kW. Perencanaan juga menghasilkan gambar teknik instalasi listrik, sistem proteksi PLTS, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp332.182.283,00. Hasil perencanaan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan instalasi listrik dan penerapan sistem PLTS On-Grid sesuai standar yang berlaku.
  13. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WEBSITE COMPANY PROFILE SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI PADA MADINAH COMPUTERS

    Perkembangan teknologi informasi menuntut organisasi dan instansi untuk memiliki media informasi digital yang dinamis dan interaktif guna mempromosikan layanan dan profil mereka. Penelitian ini membahas tentang rancang bangun sistem informasi Company Profile berbasis web yang dilengkapi dengan modul Content Management System (CMS) sederhana untuk memudahkan administrator dalam melakukan pembaruan konten tanpa perlu mengubah kode sumber. Sistem ini dikembangkan menggunakan kombinasi teknologi React.js di sisi frontend dan Express.js (Node.js) di sisi backend dengan database berbasis file JSON terkompresi. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode Agile Software Development dengan pendekatan Scrum, yang memungkinkan proses pengembangan lebih fleksibel, adaptif, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Agile berhasil mempercepat siklus rilis fitur utama seperti pemrosesan gambar client-side berbasis Base64 dan sistem autentikasi admin. Pengujian fungsionalitas sistem berjalan dengan baik dan dinilai efektif dalam menyajikan informasi profil perusahaan secara real-time. Kompresi gambar berbasis Canvas berhasil memperkecil ukuran file rata-rata 60-80% dari ukuran aslinya.
  14. EVALUASI USABILITY SISTEM PRESENSI PEGAWAI BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

    Penerapan sistem presensi berbasis mobile merupakan salah satu contoh transformasi digital yang membantu pengelolaan kehadiran pegawai secara efisien di suatu organisasi. Sistem digital memang menawarkan banyak manfaat dalam mencatat dan mengelola data kehadiran pegawai, tetapi keberhasilan penerapannya sangat bergantung pada usability sistem itu sendiri, yaitu sejauh mana pengguna dapat memahami dan menggunakan sistem tersebut secara efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat usability sistem presensi pegawai berbasis mobile dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 105 responden yang merupakan pengguna langsung sistem presensi tersebut. Data penelitian dikumpulkan melalui metode SUS berupa 10 pernyataan yang diukur dengan skala Likert lima tingkat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan skor SUS. Berdasarkan hasil evaluasi, sistem presensi pegawai berbasis mobile memperoleh skor SUS rata-rata sebesar 78,25. Skor tersebut termasuk dalam kategori Acceptable, yang berarti sistem diterima oleh pengguna dengan tingkat penerimaan yang cukup tinggi, memperoleh grade B, dan menurut skala adjective rating, dinilai sebagai Good. Dengan kata lain, sistem ini sudah memiliki tingkat usability yang memadai dan mampu memberikan pengalaman pengguna yang positif dalam kondisinya saat ini. Meski begitu, selalu ada ruang untuk perbaikan, terutama menyangkut kemudahan penggunaan, konsistensi antarmuka, dan kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan sistem. Penelitian ini memperkaya khazanah keilmuan di bidang Human-Computer Interaction (HCI), khususnya terkait evaluasi usability pada sistem informasi organisasi berbasis mobile.
  15. Penerapan ChatGPT sebagai Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Routing Statik Mikrotik di SMK Muhammadiyah Tasikmalaya

    Perkembangan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT menawarkan alternatif media pembelajaran interaktif, namun efektivitasnya pada materi kejuruan yang kompleks masih memerlukan pengujian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ChatGPT sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi konfigurasi routing statik Mikrotik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 53 siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Muhammadiyah Tasikmalaya, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (28 siswa) menggunakan ChatGPT dan kelas kontrol (25 siswa) dengan metode konvensional. Data dianalisis menggunakan uji-t sampel independen melalui aplikasi Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai akhir kelas eksperimen sebesar 53,2 dan kelas kontrol sebesar 50,0. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,660, yang membuktikan tidak terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok sampel. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki kapasitas yang setara dengan metode konvensional dalam mentransfer pengetahuan, namun efektivitasnya di masa depan memerlukan kesiapan literasi digital siswa. ChatGPT sangat potensial diterapkan sebagai media pendamping dalam pembelajaran campuran dengan tetap mempertahankan pendampingan intensif dari guru.
  16. AUDIT ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Penggunaan energi listrik pada gedung memerlukan pengelolaan yang efisien untuk mengurangi pemborosan energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Intensitas Konsumsi Energi (IKE), mengetahui konsumsi energi listrik, serta menentukan Peluang Hemat Energi (PHE) pada Gedung Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan adalah audit energi rinci berdasarkan SNI 6196:2011 melalui pengumpulan data luas bangunan, beban listrik, waktu operasi, dan konsumsi energi sistem pencahayaan serta tata udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKE rata-rata gedung ber-AC sebesar 6,13 kWh/m²/bulan, sedangkan gedung non-AC sebesar 0,75 kWh/m²/bulan yang secara umum termasuk kategori sangat efisien, kecuali Laboratorium Pengadilan Fakultas Hukum yang tergolong sangat boros. Konsumsi energi terbesar berasal dari sistem tata udara sebesar 10.419,2 kWh/bulan, sedangkan sistem pencahayaan sebesar 1.908 kWh/bulan. Analisis PHE menunjukkan bahwa strategi No Cost melalui pengurangan waktu operasi dan jumlah AC mampu menghemat energi sebesar 4.294,4 kWh/bulan, sedangkan strategi Low Cost melalui penggantian refrigeran Musicool menghasilkan penghematan sebesar 2.787,84 kWh/bulan dengan payback period 18,7 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program konservasi energi layak dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik pada gedung.
  17. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENJADWALAN OPERASIONAL DRIVER DAN MONITORING PENGIR IMAN BARANG BERBASIS WEBSITE PADA PT RUMAH KREASI IDEE

    Proses pengiriman barang di PT. Rumah Kreasi Idee menghadapi beberapa kendala dalam pengelolaan penjadwalan driver, pemantauan status pengiriman, dan penyusunan laporan operasional yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan informasi pengiriman belum terpusat, meningkatkan risiko kesalahan pencatatan, serta menyulitkan perusahaan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja driver. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Penjadwalan Operasional Driver dan Monitoring Proses Pengiriman Barang Berbasis Web guna mendukung pengelolaan operasional pengiriman yang lebih efektif dan terintegrasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pengembangan sistem menerapkan model Waterfall yang terdiri atas tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membantu admin dalam mengelola data driver, menyusun jadwal pengiriman, dan menghasilkan laporan secara terstruktur. Sistem juga memungkinkan driver menerima tugas pengiriman dan memperbarui status pengiriman, serta mendukung supervisor dalam memantau proses distribusi barang. Implementasi sistem ini meningkatkan efektivitas dan keteraturan pengelolaan pengiriman barang di PT. Rumah Kreasi Idee serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data.
  18. TANTANGAN PENGGUNAAN MATERIAL ALAMI PADA ARSITEKTUR KONTEMPORER DI KAWASAN PESISIR (STUDI KASUS: CASA NEMO BEACH, RESORT, AND SPA, SABANG)

    Perkembangan arsitektur kontemporer menunjukkan kecenderungan kuat terhadap penggunaan material alami sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Namun, dalam konteks kawasan pesisir tropis, efektivitas material alami dalam mendukung kinerja bangunan masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterbatasan penggunaan material alami dalam arsitektur kontemporer di kawasan pesisir melalui studi kasus pada Casa Nemo Beach Resort. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui analisis dokumentasi visual dan studi literatur, serta pendekatan performance-based untuk mengkaji hubungan antara karakteristik material dan tekanan lingkungan pesisir seperti kelembapan tinggi, salinitas, dan radiasi matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material alami seperti kayu dan rumbia memiliki keterbatasan dalam hal durabilitas dan umur pakai akibat percepatan degradasi di lingkungan pesisir, yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan perawatan. Sebagai respon, ditemukan adanya strategi hybridisasi material, yaitu kombinasi antara material alami dan material modern untuk menyeimbangkan estetika dan ketahanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan material alami dalam arsitektur kontemporer di kawasan pesisir tidak dapat diterapkan secara absolut, melainkan memerlukan pendekatan yang adaptif dan berbasis kinerja. Studi ini berkontribusi dalam memberikan perspektif kritis terhadap keterbatasan material alami serta menjadi dasar dalam pengembangan strategi material yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
  19. KAJIAN BEHAVIOUR SETTING PADA INTERIOR MUUN DONUTS DI KOTA LHOKSEUMAWE

    Perkembangan café telah mengubah fungsinya dari sekadar tempat menikmati makanan dan minuman menjadi ruang publik yang mendukung berbagai aktivitas, seperti belajar, bekerja, berdiskusi, dan bersosialisasi. Perubahan tersebut menjadikan desain interior sebagai salah satu aspek yang berperan dalam membentuk perilaku pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep behaviour setting pada interior Muun Donuts di Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan selama satu minggu. Data diperoleh dengan mengamati aktivitas pengunjung, pola sirkulasi, pembagian zona ruang, penataan furnitur, pencahayaan alami, dan batas fisik ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi kasir di dekat pintu masuk membentuk pola perilaku pengunjung untuk melakukan pemesanan sebelum memilih tempat duduk. Selain itu, pembagian area duduk mampu mengakomodasi berbagai tipe pengguna, sedangkan pencahayaan alami melalui bukaan kaca memberikan kenyamanan visual yang mendorong pengunjung melakukan aktivitas dalam durasi yang lebih lama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan fisik interior Muun Donuts membentuk pola perilaku pengguna yang relatif konsisten sesuai dengan konsep behaviour setting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perancangan interior ruang komersial yang lebih responsif terhadap perilaku pengguna.
  20. PEMENUHAN ASPEK KESELAMATAN BERLAYAR PADA KAPAL-KAPAL KEAGENAN PT BARRU SAMUDERA TIMUR DI BANYUWANGI

    Pemenuhan aspek keselamatan berlayar merupakan salah satu persyaratan utama untuk menjamin kapal dapat beroperasi secara aman dan sesuai dengan ketentuan sebelum melakukan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan aspek keselamatan berlayar pada kapal-kapal keagenan PT Barru Samudera Timur di Banyuwangi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri atas pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), PT Barru Samudera Timur, serta pihak kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan aspek keselamatan berlayar dilakukan melalui pemeriksaan administrasi sebelum kapal diberangkatkan, meliputi pemeriksaan dokumen kapal, dokumen awak kapal, dokumen muatan, dokumen pencegahan pencemaran, penandatanganan Master Sailing Declaration, pengajuan Warta Keberangkatan melalui Sistem SSM Pengangkut, verifikasi dokumen melalui Inaportnet, hingga penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). PT Barru Samudera Timur berperan dalam memastikan kelengkapan dokumen serta melakukan koordinasi dengan ship owner, nahkoda, dan KSOP sehingga seluruh persyaratan keselamatan dapat dipenuhi sebelum kapal memperoleh izin berlayar.
  21. PENGARUH LIMBAH ABU DAUN BAMBU SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON RAMAH LINGKUNGAN

    Kebutuhan beton sebagai material konstruksi utama terus bertambah sejalan dengan derasnya laju pembangunan infrastruktur, sementara pemakaian semen Portland dalam skala besar turut memicu persoalan emisi karbon sehingga mendorong pencarian material alternatif yang lebih hijau [15][17]. Kajian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penggantian sebagian semen dengan Abu Daun Bambu berdampak pada kuat tekan beton bermutu fc' 30 MPa, sekaligus mencari persentase penggantian yang paling ideal [10][12]. Pendekatan yang dipakai berupa uji eksperimental di laboratorium dengan sampel berbentuk silinder ukuran 15 cm x 30 cm, mencakup empat proporsi substitusi, yakni 0%, 11%, 16%, dan 21% terhadap berat semen, yang kemudian diuji tekan pada usia 7, 14, dan 28 hari mengikuti tata cara pengujian beton yang berlaku [3][9]. Data pengujian memperlihatkan kuat tekan tertinggi diperoleh dari beton tanpa substitusi, mencapai 36,06 MPa pada usia 28 hari, sementara campuran dengan kadar 11%, 16%, dan 21% memberikan hasil berturut-turut 27,69 MPa, 21,86 MPa, dan 13,74 MPa. Pola ini mengindikasikan bahwa peningkatan proporsi Abu Daun Bambu berbanding lurus dengan penurunan kuat tekan beton yang dihasilkan. Di antara seluruh proporsi yang diuji cobakan, kadar 11% terbukti paling mendekati target mutu yang direncanakan. Oleh karena itu, Abu Daun Bambu layak dipertimbangkan sebagai material pengganti sebagian semen, dengan catatan proporsinya tetap dijaga agar tidak menurunkan performa beton secara berarti.
  22. Implementasi dan Monitoring Absensi Akses Kontrol Pintu Menggunakan Fingerprint Berbasis Esp-32

    Perkembangan teknologi yang pesat meningkatkan kebutuhan akan sistem keamanan dan absensi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem absensi otomatis dan kontrol akses pintu menggunakan autentikasi sidik jari dan mikrokontroler ESP32. Metode Research and Development (R&D) diterapkan melalui tahapan studi literatur, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi autentikasi sidik jari sebesar 92,41% dengan waktu respons rata-rata 0,67 detik dan False Acceptance Rate (FAR) sebesar 0%. Kontrol akses pintu mencapai tingkat keberhasilan sebesar 98%, sedangkan pencatatan dan monitoring absensi mencapai keberhasilan sebesar 100%. Sistem mampu mencatat data kehadiran secara real-time, menyimpannya dalam database, dan menampilkannya melalui dashboard monitoring berbasis web.
  23. KAJIAN PENGARUH VARIASI RESIN EPOXY DAN FLY ASH 5% SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT LEKAT, PANJANG PENYALURAN, SUSUT KERING, DAN KARBONASI PADA POLYMER CEMENT CONCRETE .

    The continuously growing construction sector in Indonesia drives innovations in stronger, more durable, and environmentally friendly concrete materials. This study aims to analyze the effect of epoxy resin variations at 0%, 2%, 4%, and 6% of the total binder on Polymer Cement Concrete (PCC) with 5% fly ash substitution regarding bond strength, development length, drying shrinkage, and carbonation. An experimental method was conducted using 20 cm cube specimens for bond strength and development length testing via a Universal Testing Machine (UTM), along with beam and cylinder specimens for drying shrinkage and carbonation tests up to 28 days of concrete age. The results showed that the bond strength values were 14.64 MPa, 18.04 MPa, 21.28 MPa, and 16.68 MPa, respectively, with development lengths of 77.75 mm, 63.93 mm, 53.86 mm, and 67.94 mm. Meanwhile, the addition of epoxy resin significantly reduced drying shrinkage from 317 to 283, 233, and 217 microstrain, and decreased carbonation depth from 8.81 mm to 6.77 mm, 4.62 mm, and 2.17 mm, respectively. This improvement in durability and microstructure density is attributed to the epoxy resin filling the concrete pores and the pozzolanic reaction of fly ash producing additional C-S-H. The 4% level emerged as the optimum epoxy resin variation for mechanical properties, yielding the highest bond strength and the lowest development length. Excessive use of epoxy (above 4%) was proven to disrupt the cement hydration process, thereby reducing bond strength. In conclusion, the use of up to 6% epoxy resin alongside 5% fly ash is highly effective in enhancing the microstructure density and durability of PCC, with 4% being the optimum level for structural performance.
  24. RANCANG BANGUN APLIKASI RENCANA PERJALANAN PARIWISATA DI KEPULAUAN SANGIHE BERBASIS WEB

    Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki potensi pariwisata yang besar namun belum didukung oleh platform digital terintegrasi yang membantu wisatawan memperoleh informasi dan menyusun rencana perjalanan secara efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi rencana perjalanan pariwisata berbasis web yang dapat membantu wisatawan dalam menyusun itinerary, memperoleh informasi destinasi, serta menghitung estimasi biaya perjalanan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan deployment. Aplikasi dibangun menggunakan Next.js sebagai frontend, NestJS sebagai backend, Supabase PostgreSQL sebagai basis data, dan Firebase Storage sebagai media penyimpanan. Hasil penelitian berupa aplikasi web Sangihe Trip yang menyediakan fitur eksplorasi destinasi, perencanaan perjalanan interaktif, estimasi biaya, dan ulasan wisata. Pengujian Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan.
  25. ANALISIS PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KOTA CILEGON MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2021 DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM)

    Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Kota Cilegon mengalami keterlambatan sistemik yang memaksa penyelesaian proyek menyeberang ke masa perpanjangan kontrak pada Bulan ke-7. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lintasan kritis awal, menganalisis dinamika deviasi progres bulanan, mengevaluasi fenomena pergeseran jalur kritis (critical path method), serta merumuskan rekomendasi taktis pengendalian waktu berdasarkan perspektif administrasi kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Landasan teori yang digunakan berbasis pada manajemen kontrak konstruksi pemerintah dan hubungan linier volume terhadap durasi kegiatan. Metode penelitian yang diterapkan adalah audit forensik penjadwalan secara retrospektif dengan perangkat lunak Microsoft Project 2021 melalui algoritma Critical Path Method (CPM). Data sekunder yang dianalisis mencakup kurva-S rencana, laporan progres aktual, dokumen geoteknis, serta mutasi volume dari Mutual Check 0% (MC-0) menuju Mutual Check 100% (MC-100). Hasil penelitian menunjukkan akumulasi deviasi negatif mencapai puncaknya pada Bulan ke-5 sebesar -17,97%, yang memicu fenomena critical path switching pada Pekerjaan Dinding Lantai 2 akibat lonjakan volume MC-100 sebesar 1,09% sehingga berdampak domino pada keterlambatan pekerjaan arsitektural hilir dan MEP. Sebagai simpulan, penelitian ini merekomendasikan penerapan risk-adjusted scheduling dengan kontingensi waktu 15%-20%, serta teknik resource crashing dan fast-tracking pada aktivitas lintasan kritis.
  26. ANALISIS SENTIMEN OPINI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI PLATFROM X MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES CLASSIFIER

    Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai berbagai respons publik di media sosial X. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen masyarakat dan menguji pengaruh Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) pada performa algoritma Multinomial Naïve Bayes. Penelitian ini menggunakan 5.231 tweet hasil scraping yang melalui proses preprocessing, pelabelan oleh dua validator, pembobotan TF-IDF, dan pembagian data rasio 80:20. Pelatihan model memakai parameter alpha = 0,100 dengan evaluasi metrik akurasi, presisi, recall, serta F1-score. Hasil analisis mendapati sentimen negatif mendominasi sebanyak 2.788 data (53,30%), disusul sentimen positif 1.320 data (25,23%), dan sentimen netral 1.123 data (21,47%). Tanpa SMOTE, model mencatat akurasi 64,57%, presisi 61,60%, recall 64,57%, dan F1-score 61,74%. Angka tersebut meningkat setelah penerapan SMOTE menjadi akurasi 65,71%, presisi 64,65%, recall 65,71%, dan F1-score 64,85%. Penelitian menyimpulkan bahwa SMOTE efektif meningkatkan akurasi klasifikasi Multinomial Naïve Bayes, sementara riset lanjutan disarankan menambah jumlah data dan memperpanjang rentang waktu pengambilan sampel agar hasil analisis semakin representatif.
  27. APLIKASI EKSTRAK DAUN KEJIBELING (Strobilanthes crispa (L.) Blume) DALAM EDIBLE COATING BERBASIS PATI SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP DAYA SIMPAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.)

    Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura yang mudah mengalami kerusakan pascapanen sehingga memerlukan penanganan tepat untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kejibeling (Strobilanthes crispa) dalam edible coating berbasis pati sukun (Artocarpus altilis) terhadap mutu dan daya simpan cabai merah, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan lima taraf konsentrasi ekstrak (kontrol, 0%, 1%, 3%, dan 5%) yang diamati pada hari ke-3, ke-7, dan ke-10 penyimpanan, masing-masing diulang lima kali. Parameter yang diukur meliputi susut bobot, pH, total padatan terlarut, kadar vitamin C, dan sifat organoleptik (warna, kekisutan, tekstur, aroma). Data dianalisis menggunakan Anova dua arah dilanjutkan uji Tukey HSD (α = 0,05), sedangkan data organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa edible coating pati sukun dengan penambahan ekstrak daun kejibeling berpengaruh nyata terhadap mutu dan daya simpan cabai merah dibandingkan kontrol. Konsentrasi 5% paling efektif menekan susut bobot (33,13%) dan mempertahankan kadar vitamin C (3,27 mg/g) pada hari ke-10, konsentrasi 3% memberikan hasil terbaik pada kekisutan, tekstur, dan aroma, sedangkan konsentrasi 1% terbaik pada warna dan total padatan terlarut.
  28. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) UNTUK PENENTUAN PENERIMA BANTUAN PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) DI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH KUBANGKONDANG

    Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Namun, dalam pelaksanaannya, proses penentuan penerima bantuan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran, kurang objektif, serta memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam menentukan penerima bantuan PIP di MA Muhammadiyah Kubangkondang agar proses seleksi menjadi lebih efektif, objektif, dan transparan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Additive Weighting (SAW), yaitu metode pengambilan keputusan multikriteria melalui proses normalisasi dan perhitungan nilai preferensi berdasarkan bobot setiap kriteria. Data yang digunakan berupa data siswa calon penerima bantuan sebanyak 15 siswa serta kriteria penilaian yang meliputi kondisi ekonomi, prestasi akademik, dan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu menghasilkan peringkat siswa secara sistematis dan akurat, dimana Citra Pratiwi memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,869710. Perbandingan hasil perhitungan manual dan sistem menunjukkan adanya selisih yang relatif kecil, yang disebabkan oleh perbedaan pembulatan nilai, dimana perhitungan manual menggunakan tiga angka di belakang koma, sedangkan sistem menggunakan nilai desimal secara penuh sehingga menghasilkan nilai yang lebih presisi. Selain itu, berdasarkan pengujian Pre-Test dan Post-Test terhadap 5 responden, diperoleh peningkatan nilai rata-rata dari 10,6 menjadi 20,6, yang menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan efisiensi, kemudahan, dan objektivitas dalam proses pengambilan keputusan.
  29. ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI KATALIS ORGANIK DAN TEMPERATUR PACK CARBURIZING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN MIKROSTRUKTUR BAJA S45C SEBAGAI MATERIAL RODA GIGI

    Roda gigi membutuhkan material dengan kekerasan permukaan tinggi namun tetap memiliki ketangguhan inti yang baik agar tahan terhadap keausan dan beban tangensial-radial selama beroperasi. Baja S45C banyak digunakan untuk komponen roda gigi karena kemampuan mesin yang baik dan harga ekonomis, namun kekerasan permukaan awalnya masih perlu ditingkatkan melalui proses pack carburizing. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi katalis organik berbasis cangkang kerang darah (Anadara granosa) sebagai sumber CaCO₃ alternatif dan temperatur pack carburizing (850°C dan 900°C) terhadap kekerasan, kekuatan impak, dan struktur mikro baja S45C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pack carburizing meningkatkan kekerasan baja S45C secara signifikan dari 24,34 HRC (raw material) menjadi 52,18–61,50 HRC, dengan nilai tertinggi diperoleh pada temperatur 900°C dan konsentrasi katalis 25%. Pada temperatur 850°C, kekerasan meningkat secara bertahap seiring bertambahnya konsentrasi katalis, sedangkan pada 900°C ditemukan titik optimum pada konsentrasi 25%, sebelum menurun pada konsentrasi 35% akibat fenomena over-carburizing. Pengamatan metalografi menunjukkan transformasi bertahap dari struktur ferit-perlit menuju struktur yang didominasi martensit dan retained austenite seiring meningkatnya konsentrasi katalis dan temperatur. Hampir seluruh spesimen hasil pack carburizing telah memenuhi standar minimum kekerasan roda gigi case hardening grade 1 menurut AGMA 2001-D04 (55–64 HRC), yang membuktikan bahwa katalis organik dari cangkang kerang darah berpotensi digunakan sebagai katalis alternatif dalam proses pack carburizing.
  30. Prediksi Penurunan Motivasi Belajar Pada Pengguna Moodle Menggunakan Multilayer Perceptron (MLP)

    Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penurunan motivasi belajar mahasiswa berdasarkan aktivitas pengguna pada Learning Management System (LMS) Moodle menggunakan algoritma Multilayer Perceptron (MLP). Data penelitian berupa aktivitas login pengguna Moodle yang diproses melalui tahapan preprocessing meliputi pembersihan data, normalisasi, seleksi fitur, serta pembagian data latih dan data uji. Selanjutnya model MLP dibangun dan dilatih untuk mempelajari pola hubungan antara aktivitas login dengan kondisi motivasi belajar mahasiswa, kemudian dievaluasi menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma MLP mampu memberikan performa prediksi yang baik dalam mengidentifikasi mahasiswa yang berpotensi mengalami penurunan motivasi belajar berdasarkan pola aktivitas login pada Moodle. Model yang dihasilkan diharapkan dapat membantu pendidik melakukan deteksi dini terhadap penurunan motivasi belajar sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pembelajaran daring.
  31. STUDI PENGGUNAAN MATERIAL KAYU DAN BAMBU PADA BERBAGAI JOINT SPACE FRAME LIMAS SEGI-4

    Penelitian ini mengkaji potensi penggunaan material kayu dan bambu pada berbagai jenis joint (sambungan) dalam struktur space frame berbentuk limas segi empat. Fokus penelitian diarahkan pada karakteristik material, performa sambungan, kemudahan perakitan, serta kesesuaian kedua material tersebut sebagai alternatif struktur ringan berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi material, studi literatur, analisis tipologi joint, dan evaluasi konstruktif berdasarkan temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu dan bambu memiliki karakteristik mekanis dan fleksibilitas fabrikasi yang memungkinkan untuk diaplikasikan pada joint space frame, meskipun masing-masing memiliki keterbatasan terkait standar sambungan, konsistensi dimensi, dan kebutuhan penguatan tertentu. Studi ini memberikan pemahaman awal mengenai peluang penerapan kayu dan bambu pada sistem space frame limas segi-4 sebagai solusi struktur yang ramah lingkungan dan efisien.
  32. SISTEM PAKAR PENDETEKSI TINGKAT DEPRESI MENGGUNAKAN METODE RULE -BASED REASONING DAN VISUALISASI PELAPORAN DENGAN DEGREE OF MATCH

    Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja akhir dan dewasa awal, namun minimnya pemahaman masyarakat serta adanya stigma sosial sering kali menjadi hambatan dalam deteksi dini. Permasalahan ini diperkuat oleh terbatasnya akses konsultasi profesional di daerah tertentu seperti Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pakar berbasis web sebagai sarana deteksi dini tingkat depresi secara mandiri. Metode yang digunakan adalah Rule-Based Reasoning dengan mengadopsi instrumen standar klinis Beck Depression Inventory yang memuat 21 indikator gejala, serta mengintegrasikan perhitungan Degree of Match untuk visualisasi pelaporan statistik. Sistem pakar ini dikembangkan menggunakan kerangka kerja Laravel dan Filament. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar ini berhasil diimplementasikan dengan baik. Pengujian validasi aturan menghasilkan tingkat akurasi sebesar 100% yang selaras dengan diagnosis pakar psikolog, sedangkan pengujian User Acceptance Testing menghasilkan indeks kepuasan pengguna sebesar 87,20%, sehingga sistem ini dikategori sangat baik dan layak digunakan sebagai media penapisan awal kesehatan mental.
  33. EVALUASI KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG KELAS SD NEGERI 1 BANDA SAKTI MENGGUNAKAN METODE PMV DAN PPD

    Kondisi termal ruang kelas merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kenyamanan dan mendukung proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada ruang kelas SD Negeri 1 Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengukuran parameter lingkungan termal berupa temperatur udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, dan temperatur permukaan, serta mempertimbangkan faktor personal berupa aktivitas (MET) dan insulasi pakaian (CLO). Pengambilan data dilakukan pada empat ruang kelas selama 12 hari pada periode pagi, siang, dan sore dalam rentang waktu 08.00–16.00 WIB. Data hasil pengukuran kemudian diolah menggunakan CBE Thermal Comfort Tool untuk memperoleh nilai PMV dan PPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi termal ruang kelas cenderung berada pada kondisi panas dan belum memenuhi rentang kenyamanan termal yang direkomendasikan, yaitu PMV -0,5 hingga +0,5. Pada sampel 1 diperoleh nilai PMV maksimum sebesar 3,22 dengan PPD sekitar 100%, yang menunjukkan kondisi termal panas (hot) dan tingkat ketidakpuasan yang sangat tinggi. Sementara itu, sampel 2 memiliki nilai PMV maksimum sebesar 2,42 dengan PPD sekitar 92% dan termasuk dalam kategori warm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi termal ruang kelas SD Negeri 1 Banda Sakti masih belum memenuhi kriteria kenyamanan termal dan memerlukan upaya pengendalian kondisi lingkungan termal ruang.
  34. ANALISIS KETERKAITAN STRATEGI ARSITEKTURAL DAN PERILAKU PENGHUNI PINGGIR REL KERETA

    Permukiman informal di sempadan rel kereta api menghadapi tantangan kebisingan ekstrem yang memengaruhi kualitas hidup penghuni. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi antara strategi adaptasi arsitektural dan adaptasi perilaku warga dalam merespons kebisingan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, survei dilakukan terhadap 8 unit hunian di kawasan Maleber Utara, Bandung, yang terbagi dalam dua zona: zona dekat dan zona jauh. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas pola adaptasi yang signifikan. Pada zona dekat, meskipun 75% hunian telah menggunakan dinding bata, tingkat kebisingan 81,9 sampai dengan 90,8 dB tetap memaksa 75% penghuni melakukan adaptasi perilaku reaktif jeda bicara dan 50% mengalami gangguan tidur. Sebaliknya, pada zona jauh, kombinasi jarak dan orientasi bangunan berhasil meredam kebisingan hingga 52,3 sampai dengan 61,4 dB, sehingga 100% penghuni memiliki kualitas tidur yang baik tanpa perlu melakukan adaptasi perilaku signifikan. Penelitian menyimpulkan terbentuknya dua pola interaksi sistem ganda. Pola Komplementer Paksa pada zona dekat di mana defisit arsitektural membebani adaptasi perilaku, dan Pola Substitusi Efektif pada zona jauh di mana kualitas fisik bangunan menggantikan kebutuhan adaptasi perilaku. Rekomendasi teknis meliputi implementasi sistem Dinding Insulasi Lapis Ganda (Double Wall) dan pembangunan Pagar Bising Buatan (Artificial Noise Barrier) di batas Ruang Milik Jalur sebagai solusi prioritas untuk konteks lahan terbatas.
  35. PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PRODUKSI TAHU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI JARAK DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING PADA PABRIK TAHU PAK GIMEN

    Pabrik Tahu Pak Gimen merupakan salah satu industri rumahan yang bergerak di bidang produksi tahu. Penempatan fasilitas produksi yang kurang teratur pada pabrik ini menyebabkan jarak perpindahan material antar departemen menjadi tidak efisien, sehingga berdampak pada kelancaran dan kuantitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas produksi tahu menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) guna menghasilkan rekomendasi penempatan departemen yang baru untuk meminimalkan jarak antar departemen selama proses produksi. Perancangan tata letak dilakukan melalui tahapan Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan Blocplan, dengan batasan bahwa seluruh stasiun kerja dapat dipindahkan kecuali Perebusan, Penyaringan, Pencetakan, dan Penggorengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak usulan mampu mengurangi total jarak perpindahan material dari 43,98 meter menjadi 24,28 meter, atau setara dengan efisiensi jarak sebesar 43,42% serta mengurangi waktu perpindahan material dari 46 detik menjadi 24 detik, atau setara dengan efisiensi waktu sebesar 45,47%. Tata letak usulan juga berhasil mengurangi pergerakan bolak-balik (backtracking) yang sebelumnya terjadi pada tata letak awal, sehingga aliran material menjadi lebih teratur. Dengan demikian, metode Systematic Layout Planning terbukti mampu menghasilkan rancangan tata letak fasilitas produksi yang lebih optimal dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pabrik Tahu Pak Gimen dalam meningkatkan efisiensi proses produksinya.
  36. ROBOT PEMOTONG RUMPUT OTONOM BERTENAGA SURYA dan PENGINDARAAN OBJEK

    Penelitian ini bertujuan mengembangkan robot pemotong rumput otonom bertenaga surya yang dilengkapi dengan sistem pendeteksi objek. Pengembangan robot ini ditujukan untuk menyediakan solusi pemeliharaan rumput yang efisien dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia serta meminimalkan polusi yang biasanya dihasilkan oleh mesin pemotong rumput konvensional berbahan bakar.
  37. STRATEGI PENGENDALIAN RISIKO K3 PADA AKTIVITAS OPERASIONAL DI KAMPUNG SUMBER ALAM GARUT

    Keselamatan dan kesehatan kerja penting dalam operasional resort karena aktivitas Maintenance, Housekeeping, dan Cooking melibatkan paparan bahaya listrik, mekanik, fisik, kimia, biologis, dan ergonomi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, menentukan akar penyebab risiko prioritas, dan menyusun strategi pengendalian risiko pada aktivitas operasional Kampung Sumber Alam Garut. Pengumpulan data dilakukan pada Mei sampai Juni 2026 melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Penilaian risiko menggunakan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dengan parameter Likelihood, Exposure, dan Consequence. Risiko tinggi dan sangat tinggi dianalisis menggunakan 5 Why Analysis, kemudian pengendalian disusun berdasarkan Hierarchy of Control. Hasil penelitian mengidentifikasi 247 risiko yang terdiri atas 165 risiko rendah, 47 sedang, 31 besar, 2 tinggi, dan 2 sangat tinggi. Risiko prioritas ditemukan pada pemeriksaan instalasi listrik utama serta aktivitas menyalakan kompor dan memasak makanan. Penelitian menghasilkan empat strategi, yaitu peningkatan inspeksi dan preventive Maintenance instalasi listrik, peningkatan pemeriksaan area kerja sebelum memasak, peningkatan pengendalian penggunaan api, dan optimalisasi penggunaan APD. Strategi tersebut dilengkapi dokumen operasional untuk mendukung penerapan K3 yang lebih konsisten.
  38. STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH HOLDING TIME DAN KONSENTRASI CANE MOLASSES TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1018

    Baja karbon rendah AISI 1018 banyak digunakan pada komponen mesin, seperti roda gigi dan poros, karena memiliki keuletan yang baik serta kemudahan dalam proses pemesinan. Namun, kekerasan permukaannya yang relatif rendah membatasi penggunaannya pada kondisi beban dan gesekan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi holding time pada proses pack carburizing dan konsentrasi larutan cane molasses sebagai media quenching terhadap kekerasan permukaan baja karbon rendah AISI 1018. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan proses pack carburizing pada temperatur 900 °C menggunakan campuran 85% arang tempurung kelapa dan 15% serbuk cangkang kerang dara sebagai media karburasi. Selanjutnya, spesimen di-quenching menggunakan larutan cane molasses dengan konsentrasi 0%, 15%, dan 25%, kemudian ditempering pada temperatur 250 °C selama 30 menit. Variasi holding time yang digunakan adalah 1, 3, dan 5 jam. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan Rockwell C (HRC) sesuai ASTM E18 dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan holding time meningkatkan kekerasan permukaan dari 47,74 HRC menjadi 58,88 HRC. Pengamatan struktur mikro menunjukkan peningkatan fraksi martensit serta penurunan fraksi ferit–perlit seiring bertambahnya holding time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cane molasses berpotensi digunakan sebagai media quenching alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan, dengan pemilihan konsentrasi dan holding time yang tepat untuk menghasilkan kekerasan permukaan yang optimum.
  39. PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN KEMASAN PRODUK KRUPUK SUBUR YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

    Kemasan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas produk, memberikan kemudahan penggunaan, serta meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen. Krupuk Subur Yogyakarta masih menggunakan kemasan sederhana yang memiliki keterbatasan dalam hal penutupan kembali setelah kemasan dibuka, sehingga dapat memengaruhi kerenyahan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap kemasan Krupuk Subur Yogyakarta, menentukan prioritas karakteristik teknis kemasan, serta merancang kemasan usulan berdasarkan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) dengan alat analisis House of Quality (HoQ). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 8 responden dengan menggunakan skala Likert 1–4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen dengan tingkat kepentingan tertinggi adalah kemampuan kemasan dalam menjaga kerenyahan produk dengan nilai rata-rata sebesar 3,88, diikuti kemudahan membuka dan menutup kembali sebesar 3,75, keamanan bahan food grade sebesar 3,63, kekuatan kemasan sebesar 3,50, kejelasan informasi produk sebesar 3,38, dan desain kemasan sebesar 3,25. Berdasarkan hasil House of Quality, karakteristik teknis dengan prioritas tertinggi adalah penggunaan bread clip sebagai sistem penutup ulang dengan bobot 70,10, diikuti ketebalan plastik kemasan sebesar 68,00, material food grade sebesar 64,20, desain visual sebesar 52,90, dan informasi label sebesar 51,80. Rancangan kemasan usulan dilakukan dengan menambahkan bread clip pada bagian atas kemasan sehingga kemasan dapat dibuka dan ditutup kembali dengan lebih mudah serta membantu menjaga kerenyahan produk.
  40. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI KONSTRUKSI KUDA-KUDA PADA ELEMEN GAMBAR TEKNIK KELAS X DPIB SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT

    Pemahaman peserta didik kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Sumatera Barat terhadap materi konstruksi kuda-kuda pada elemen Gambar Teknik masih rendah karena pembelajaran didominasi metode ceramah dengan media statis (buku paket, modul, dan presentasi PowerPoint) yang belum mampu memvisualisasikan bentuk, fungsi, dan hubungan antarkomponen struktur secara utuh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran video animasi pada materi konstruksi kuda-kuda serta mengetahui tingkat validitas dan praktikalitasnya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas lima validator ahli materi, lima validator ahli media, tiga orang guru, dan 34 peserta didik kelas X DPIB. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli dan angket praktikalitas berskala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan indeks Aiken's V untuk validitas dan rumus persentase untuk praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dengan rata-rata Aiken's V sebesar 0,94, materi video animasi valid dengan V sebesar 0,93, dan media video animasi valid dengan V sebesar 0,92. Hasil uji praktikalitas menunjukkan persentase sebesar 90% dari peserta didik dan 93% dari guru, keduanya berada pada kategori sangat praktis. Dengan demikian, media pembelajaran video animasi pada materi konstruksi kuda-kuda dinyatakan valid dan sangat praktis untuk digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran pada elemen Gambar Teknik kelas X DPIB SMK Negeri 1 Sumatera Barat.
  41. EVALUASI KELAYAKAN STRUKTUR DAK BETON GEDUNG D FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG TERHADAP PENAMBAHAN BEBAN PLTS ATAP MENGGUNAKAN SAP2000

    Peningkatan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap pada bangunan memerlukan perhatian terhadap kemampuan struktur dalam menerima beban tambahan dari sistem panel surya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan struktur dak beton Gedung D Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang terhadap penambahan beban PLTS atap menggunakan SAP2000. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan membandingkan dua kondisi, yaitu kondisi eksisting dan kondisi setelah penambahan beban PLTS. Beban PLTS sebesar 0,337 kN/m² diterapkan pada area dak seluas 561 m² sebagai beban mati tambahan (superimposed dead load). Evaluasi dilakukan terhadap Demand/Capacity Ratio pada balok, PMM Ratio pada kolom, defleksi pelat, simpangan antar lantai (story drift), dan simpangan maksimum (maximum displacement). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan beban PLTS memberikan perubahan relatif kecil terhadap respons struktur. Nilai PMM Ratio maksimum meningkat dari 0,575 menjadi 0,595 atau sebesar 3,538%. Defleksi maksimum meningkat dari 9,570 mm menjadi 9,683 mm atau sebesar 1,18%, dan masih berada di bawah batas lendutan 25 mm. Seluruh nilai story drift masih berada di bawah batas yang diizinkan berdasarkan SNI 1726:2019. Simpangan maksimum arah X meningkat 0,339%, sedangkan arah Y menurun 1,249%. Berdasarkan hasil evaluasi, struktur Gedung D masih memenuhi persyaratan kekuatan dan layan terhadap penambahan beban PLTS yang ditinjau.
  42. ANALISIS KOMPARATIF ALGORITMA NAIVE BAYES DAN DECISION TREE UNTUK PREDIKSI PENYAKIT DIABETES BERBASIS WEB

    The number of people living with diabetes keeps rising worldwide, and many cases still go unnoticed until complications emerge. This study compared two classification algorithms, Naive Bayes and Decision Tree, for predicting a patient's diabetes status from five clinical measurements: age, glucose level, blood pressure, insulin level, and body mass index. Records were drawn from the Pima Indians Diabetes Dataset (768 patients) and split into training and testing subsets at an 80:20 ratio while preserving class proportion through stratified sampling. Prior to modeling, the data went through missing-value handling and feature scaling, after which both algorithms were tuned through Stratified 5-Fold Cross Validation combined with GridSearchCV. Each model's performance was examined through its confusion matrix, focusing on accuracy, sensitivity, and specificity. After tuning, the Decision Tree clearly surpasses Naive Bayes, reaching 87.01% accuracy, 80.40% sensitivity, and 88% specificity, while Naive Bayes only reaches 71.43% accuracy, 60.28% sensitivity, and 80% specificity. Given its stronger detection ability, the tuned Decision Tree is embedded into a web-based application that lets health workers run a quick diabetes risk screening. The resulting output serves purely as supporting information and is not meant to substitute a physician's clinical judgment.
  43. ANALISIS PERBANDINGAN OPTIMISASI DESAIN TOPOLOGI SWING ARM YAMAHA VIXION NVL 2014 UNTUK MENGURANGI MASSA STRUKTUR DENGAN VARIASI MATERIAL

    Swing arm merupakan komponen unsprung mass pada sepeda motor yang berperan menopang roda belakang dan berpengaruh terhadap kenyamanan serta stabilitas kendaraan. Massa swing arm pabrikan yang relatif besar berpotensi menurunkan performa dinamis kendaraan, sehingga diperlukan upaya pengurangan massa tanpa mengorbankan kekuatan struktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh optimisasi desain topologi dan variasi material terhadap tegangan, factor of safety (FoS), dan massa swing arm Yamaha Vixion NVL 2014. Metode yang digunakan adalah simulasi Computer Aided Engineering (CAE) berbasis Finite Element Analysis (FEA) menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2023, dengan tiga variasi material yaitu AISI 1020 (material pabrikan), Aluminium 6061-T6, dan Aluminium 7075-T6. Proses optimisasi topologi dilakukan pada area dengan tegangan rendah (non-kritis), kemudian hasilnya dibandingkan dengan desain awal melalui simulasi statik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain topologi dengan material AISI 1020 mengalami peningkatan tegangan maksimum sebesar 1,44% (dari 194,4 MPa menjadi 197,2 MPa) dan penurunan FoS dari 1,809 menjadi 1,783, disertai peningkatan massa sebesar 2,53%. Sebaliknya, variasi material Aluminium 6061-T6 dan 7075-T6 menghasilkan pengurangan massa yang signifikan, masing-masing 64,96% dan 63,53% dibandingkan desain pabrikan. Material Aluminium 7075-T6 memberikan kombinasi performa terbaik dengan tegangan maksimum 196,3 MPa, FoS 2,573, dan massa 1221,42 gram, sehingga direkomendasikan sebagai alternatif material swing arm yang lebih ringan namun tetap aman secara struktural.
  44. DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala) SEBAGAI PEWARNA ALAMI MENGGUNAKAN METODE FOAM MAT DRYING DENGAN PENGERINGAN MICROWAVE

    Daun petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang mengandung zat aktif, yang berupa alkaloid, saponin, flavonoida dan tannin yang merupakan pigmen tumbuhan penimbul warna yang dapat dijadikan pewarna alam. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu mase rasi yang optimal untuk ekstrasi tanin terhadap daun petai cina dan menentukan jenis pelarut antara Asam Sitrat 0,02%. Penelitian dimulai preparasi bahan, kemudian maserasi sebanyak 25 g daun petai cina menggunakan aquadest sebanyak 250 ml dengan variasi waktu 36,42,48,54 dan 60 jam dan penambahan pelarut 10 ml. Hasil maserasi disaring dan dicentrifuge. Pada metode foam mat drying ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin dengan konsentrasi 10% dan bahan pembusa tween 80 dengan konsentrasi 1,5%. Didapatkan waktu optimum maserasi terhadap ekstrak tanin yaitu waktu 60 jam dan jenis pelarut yang terbaik untuk ekstrak tanin daun petai cina yaitu Asam Sitrat 0,02% dengan menghasilkan nilai kadar tanin 1,69 ppm, menghasilkan nilai rendemen 17,70%, kadar air dengan nilai yaitu 6,33%, kelarutan dengan nilai yaitu 97,88%.
  45. ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH PDAM TIRTA DELI DI KECAMATAN HAMPARAN PERAK

    The demand for clean water continues to increase along with population growth and the development of community activities. Hamparan Perak District is one of the service areas of PDAM Tirta Deli that experiences annual population growth, which has the potential to increase clean water demand in the future. This study aims to analyze population projections, calculate community clean water demand until 2044, and evaluate the suitability of PDAM Tirta Deli’s production capacity and raw water availability in meeting clean water demand within the SPAM IKK Hamparan Perak service area. The research method used is descriptive quantitative analysis utilizing both primary and secondary data. Population projections were calculated using arithmetic, geometric, and least square methods, after which the best method was selected based on correlation coefficient and standard deviation values. The clean water demand analysis was carried out based on domestic and non-domestic water demand, water losses, maximum daily factors, and peak hour factors in accordance with the standards of the Directorate General of Human Settlements. The analysis results indicate that the population within the SPAM IKK Hamparan Perak service area will continue to increase until 2044. This growth directly affects the annual increase in clean water demand. Total clean water demand is projected to rise from 106.695 L/s in 2024 to 114.303 L/s in 2044. Meanwhile, the current production capacity of PDAM Tirta Deli Hamparan Perak is 70 L/s with a raw water capacity of 90 L/s, which is insufficient to meet clean water demand under both existing and projected conditions. Therefore, efforts to develop production capacity and optimize the clean water supply system are required to sustainably fulfill community water needs.
  46. PENGARUH PENERAPAN ABSENSI DIGITAL E-PLUS BY GAJI.ID DAN SISTEM REWARD TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI PT. MITRAPARK ERAMANDIRI

    Perkembangan teknologi informasi mendorong perusahan menerapkan sistem absensi digital untuk meningkat efektivitas pengelolaan kehadiran dan disiplin kerja karyawan. PT Mitrapak Eramandiri telah menggunakan aplikasi E-Plus by Gaji.id dengan sistem reward sebagai absensi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan abensi digital E-plus by Gaji.id terhadap disiplinkerja karyawan di PT Mitrapak Eramandiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sampel penelitian berjumlah 165 karyawan yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan absensi digital E-Plus by Gaji.id berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja karyawan dengan nilai t hitung sebesar 5.336 dan variabel sistem reward dengan nilai t hitung sebesar 7.974 dengan signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,805 menunjukkan bahwa penerapan absensi digital dan sistem reward mampu menjelaskan 50% variasi disiplin kerja karyawan. Dengan demikian, penerapan absensi digital E-Plus by Gaji.id dan sistem reward terbukti mampu meningkatkan disiplin kerja karyawan di PT Mitrapak Eramandiri.
  47. KOMBINASI SISTEM AMELIORASI TANAH BERBASIS BIOCHAR DAN FOLIAR APPLICATION GIBERELIN DALAM MENINGKATKAN SURVIVAL RATE ZIZIPHUS MAURITIANA DI AREA KONSERVASI IT PALEMBANG

    Bidara (Ziziphus Mauritiana) dikenal sebagai tumbuhan yang toleran terhadap kondisi lahan yang marginal. Akan tetapi, di area konservasi PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Palembang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan bibit sangat rendah. Banyak tanaman yang mengalami gagal tumbuh akibat dari keasaman tanah, kekurangan hara, dan struktur tanah liat yang padat, sehingga akar sulit untuk berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas dari kombinasi sistem ameliorasi tanah berbasis biochar dan foliar application giberelin dalam meningkatkan survival rate bidara (Ziziphus Mauritiana). Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan teknik deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini bersumber dari buku, artikel, jurnal ilmiah, dan dokumen internal PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Palembang. Temuan studi ini menunjukkan bahwa inovasi program kombinasi sistem ameliorasi tanah berbasis biochar dan giberelin mampu meningkatkan survival rate tanaman bidara (Ziziphus Mauritiana). Pendekatan inovatif melalui ameliorasi tanah berbasis biochar untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah yang kemudian dikombinasikan dengan aplikasi giberelin secara foliar mampu untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif. Dengan dukungan biochar yang memperbaiki kondisi tanah gambut dan aplikasi foliar giberelin yang dapat mempercepat pertumbuhan vegetatif, bibit bidara (Ziziphus Mauritiana) mampu melewati fase kritis adaptasi pada lingkungan marginal. Maka dari itu, terjadi peningkatan survival rate bibit menjadi 60-70% disertai percepatan pertumbuhan daun dan batang dalam 2-3 bulan awal penanaman. Kondisi ini membuktikan bahwa integrasi ameliorasi tanah dengan biochar dan aplikasi foliar giberelin memberikan sinergi yang kuat dalam memperbaiki produktivitas konservasi bidara (Ziziphus Mauritiana) di lahan gambut.
  48. PENERAPAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI K3 BERBASIS WEBSITE

    Occupational safety and health (OSH) is an important aspect of machining activities because the use of machinery involves various hazards that may cause occupational accidents. This study aimed to identify hazards, assess risk levels, analyze the causes of hazards, determine risk controls, and develop a web-based OSH risk management information system in the Production Process Laboratory of the Industrial Engineering Study Program. The methods included hazard identification on milling machines, lathes, and 3D printing machines, risk assessment using the AS/NZS 4360:2004 method, root cause analysis using the 5 Whys method, and information system development using the Laravel framework and MySQL database. The results showed that 166 potential hazards were identified throughout the machining processes. Risk assessment identified four risk categories: acceptable, priority 3, substantial, and priority 1, with acceptable and priority 3 being the most frequently identified categories. The 5 Whys analysis indicated that the main causes included the absence of machine-specific SOPs for personal protective equipment (PPE), the lack of written work instructions, and limited availability of work aids. Recommended risk controls included developing SOPs and work instructions, regulating work methods, and providing PPE according to the hazards associated with each work process. The developed system also fulfilled the main functional requirements based on Black Box Testing.
  49. PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR DC TERHADAP HASIL TANGKAPAN PERANGKAP SERANGGA BERBASIS ARDUINO UNO R3

    Serangan hama pada tanaman padi masih menjadi salah satu permasalahan yang dapat menurunkan produktivitas pertanian. Pengendalian menggunakan pestisida kimia secara berlebihan berisiko menimbulkan resistansi hama serta berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem light trap otomatis berbasis Arduino Uno R3 dengan motor DC sebagai penggerak kipas hisap untuk meningkatkan jumlah tangkapan serangga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimental melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, pengujian sistem energi, pengujian kecepatan motor, serta perbandingan hasil tangkapan dengan dan tanpa kipas. Sistem menggunakan Arduino Uno R3, Real-Time Clock DS3231, driver Motor DC, motor DC 795, lampu UV, panel surya, Solar Charge Controller, dan baterai LiFePO4. Motor dikendalikan menggunakan metode Pulse Width Modulation, yaitu duty cycle 50% pada pukul 18.00–23.59 WIB dan 30% pada pukul 00.00–06.00 WIB. Hasil pengujian panel surya selama tujuh hari memperoleh tegangan rata-rata 13,52 V, arus 2,70 A, daya 35,36 W, dan energi harian 314,67 Wh. Pengujian motor menghasilkan kecepatan 3.702 RPM pada duty cycle 50% dan 3.028 RPM pada duty cycle 30%. Selama 12 jam pengujian efektivitas, alat tanpa kipas memperoleh 11 serangga, sedangkan alat dengan kipas memperoleh 42 serangga.. Dengan demikian, sistem dapat bekerja secara otomatis dan penggunaan kipas mampu meningkatkan jumlah tangkapan serangga. Namun, serangga yang tertangkap belum dapat diidentifikasi secara pasti sebagai wereng sehingga efektivitas alat secara khusus terhadap hama wereng belum dapat dibuktikan.
  50. PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK PENGELOMPOKAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) BERMASALAH DI KELURAHAN BINJAI ESTATE

    Wajib pajak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kelurahan Binjai Estate jumlahnya terus bertambah setiap tahun, namun data yang ada selama ini hanya digunakan untuk pencatatan dan administrasi rutin tanpa diolah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data wajib pajak PBB bermasalah berdasarkan variabel pekerjaan, status pembayaran, dan ketetapan PBB. Proses pengelompokan dilakukan melalui tahapan Knowledge Discovery in Database (KDD), yaitu data selection, preprocessing, transformation, data mining, dan evaluation, dengan bantuan aplikasi MATLAB melalui interface yang dibangun menggunakan MATLAB GUIDE. Proses perhitungan dalam algoritma ini menggunakan pengukuran Euclidean Distance untuk menentukan tingkat kedekatan antar data terhadap titik pusat cluster. Data yang digunakan sebanyak 600 data wajib pajak PBB periode 2021 –2025, yang diolah menggunakan interface yang telah diterapkan dengan dua jumlah cluster, yaitu k=2 dan k=3. Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang paling dominan dan konsisten muncul pada kedua jumlah cluster adalah wajib pajak yang memiliki pekerjaan petani, dengan kondisi pembayaran diragukan serta ketetapan PBB berkisar Rp51.000 hingga Rp150.000. Interface yang dibangun mampu menampilkan jumlah anggota tiap cluster, nilai centroid, hasil pengelompokan, dan grafik 3 dimensi, sehingga dapat membantu Kelurahan Binjai Estate melakukan efisiensi penagihan PBB.
  51. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS PENERIMA BANTUAN SARANA PRODUKSI TANAMAN PADI MENGGUNAKAN METODE MOORA

    The Langkat Regency Agriculture and Food Security Office in determining the priority of recipients of rice plant production facility assistance still faces obstacles in the process of manually processing data and assessment. These conditions can cause the process of determining aid recipients to take time and be less structured. This research aims to build a Decision Support System that can help prioritize recipients of rice plant production facility assistance by implementing the Multi-Objective Optimization on the Base of Ratio Analysis (MOORA) method. The data used consists of 20 alternative sub-districts with four assessment criteria, namely rice production, land area, number of farmer groups, and frequency of previous assistance. The stages of the MOORA method are carried out through decision matrix formation, matrix normalization, weighting, optimization value calculation, and alternative summarization. Research results show that MOORA methods can be used to help the process of determining the priority of beneficiaries in a more structured manner based on predetermined criteria. Based on the results of the calculation, Secanggang District received the highest value of 0.3268 and ranked first as a prioritized alternative to receiving assistance in rice plant production facilities. With this system, the process of prioritizing aid recipients can be carried out in a more direct manner and assist the Agriculture Office in making decisions. Kabupaten Langkat dalam menentukan prioritas penerima bantuan sarana produksi tanaman padi masih menghadapi kendala dalam proses pengolahan data dan penilaian yang dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dapat menyebabkan proses penentuan penerima bantuan membutuhkan waktu dan kurang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan yang dapat membantu menentukan prioritas penerima bantuan sarana produksi tanaman padi dengan menerapkan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA). Data yang digunakan terdiri dari 20 alternatif kecamatan dengan empat kriteria penilaian, yaitu produksi padi, luas lahan, jumlah kelompok tani, dan frekuensi bantuan sebelumnya. Tahapan metode MOORA dilakukan melalui pembentukan matriks keputusan, normalisasi matriks, pemberian bobot, perhitungan nilai optimasi, dan perangkingan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MOORA dapat digunakan untuk membantu proses penentuan prioritas penerima bantuan secara lebih terstruktur berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil perhitungan, Kecamatan Secanggang memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,3268 dan menempati peringkat pertama sebagai alternatif yang diprioritaskan untuk menerima bantuan sarana produksi tanaman padi. Dengan adanya sistem ini, proses penentuan prioritas penerima bantuan dapat dilakukan secara lebih terarah dan membantu pihak Dinas Pertanian dalam mengambil keputusan.
  52. ANALISIS SENTIMEN PUBLIK TERHADAP ISU DANANTARA PADA MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

    Pembentukan BPI Danantara memicu dinamika opini publik di media sosial X yang memerlukan analisis objektif karena persebaran data yang tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan sentimen publik terhadap isu Danantara ke dalam kategori positif, negatif, dan netral serta mengevaluasi performa algoritma Support Vector Machine (SVM). Menggunakan kerangka CRISP-DM, data opini publik diproses melalui tahap preprocessing, pelabelan otomatis dengan InSet Lexicon, ekstraksi fitur TF-IDF, klasifikasi SVM, serta visualisasi berbasis Streamlit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma SVM mampu menghasilkan akurasi sebesar 78.07% Distribusi sentimen publik didominasi oleh sentimen negatif sebesar 59% diikuti oleh sentimen positif sebesar 29,7% dan sentimen netral sebesar 11.3% Hasil ini memberikan gambaran objektif mengenai persepsi masyarakat yang dapat dijadikan acuan evaluasi bagi pemangku kepentingan.
  53. RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI SANTRI MENGGUNAKAN ESP32 BERBASIS RFID DI PONPES DAARUL HUDA SUKOHARJO

    Pondok Pesantren Daarul Huda Sukoharjo still relies on a manual handwritten attendance system, which is prone to recording errors, data loss risks, slow recapitulation, and potential attendance manipulation. This study aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based automated attendance system utilizing Radio Frequency Identification (RFID) technoLogy and the ESP32 microcontroller to enhance the accuracy and efficiency of student attendance recording. The development methodoLogy employed is the Waterfall model, comprising requirement analysis, design, implementation, testing, and maintenance. The hardware architecture integrates the RFID RC522 sensor, ESP32, a Buzzer, and LED indicators, while the software infrastructure leverages the Python Flask Framework for the backend server and Web Monitoring Dashboard. The built Python Flask-based Web monitoring application successfully delivers core features, including a Real-Time attendance monitoring Dashboard, data visualization through daily and weekly charts, and attendance Log recapitulation tables, facilitating pondok administrators in digitally managing, filtering, and tracking student discipline. Black Box Testing results demonstrate that all system functions executed successfully with 100% functional accuracy in card recognition and attendance recording. Performance testing indicates a highly responsive system, achieving an average data transmission latency of 1.17 seconds and an optimal RFID reading range of 0–5 cm. Under extreme condition testing, the system achieved a 74% Success Rate, which rose to 90% under normal operating conditions, complemented by a Wi-Fi auto-reconnection feature with a 100% Success Rate. The implementation of this system has successfully digitized attendance administration for 17 students and simplified Real-Time discipline monitoring.
  54. ANALISIS SENTIMEN PUBLIK TERHADAP KEBIJAKAN EFISIENSI ANGGARAN PEMERINTAH TAHUN 2025 MENGGUNAKAN ALGORITMA LONG SHORT-TERM MEMORY (LSTM)

    Kebijakan efisiensi anggaran merupakan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk memastikan pemanfaatan sumber daya negara dapat dilakukan secara optimal, efisien, dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, baik yang mendukung maupun yang mengeritik. Pendapat masyarakat tersebut banyak disampaikan melalui media sosial Twitter (X). Penelitian ini menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) untuk menganalisis sentimen. Hasil menunjukkan bahwa sentimen masyarakat di dominasi oleh sentimen negatif. Berdasarkan hasil pengujian, model LSTM berhasil memperoleh nilai Akurasi sebesar 83%, Precision sebesar 82%, Recall sebesar 83%, dan F1-Score sebesar 82%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model LSTM mampu mengklasifikasikan sentimen dengan cukup baik.
  55. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI E – ORDERING ROTI DAN STOCK BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE AGILE (STUDI KASUS: INDOSARI BAKERY)

    Indosari Bakery is a bread production business located in Jatiuwung, Tangerang Regency, with a high production volume reaching 6,000 pcs per day. However, this large production capacity is not supported by an adequate recording system, as it still relies on paper notes and logbooks. Consequently, operational obstacles arise, such as transaction data recording errors, service delays, and discrepancies between warehouse stock and the number of orders due to the lack of real-time monitoring. This study aims to design a web-based bread e-ordering information system to facilitate computerised and real-time management of order data, stock monitoring, and sales reports. The system development method employed is the Agile method, chosen for its flexible and adaptive nature toward changing user requirements, as well as its capability for continuous iteration. The result of this study is a web-based e-ordering information system that allows customers to place orders easily without visiting the store, while providing an effective and efficient solution for the owner to monitor stock and sales reports. The implementation of this system is expected to minimize human error, optimize operational efficiency, and enhance service professionalism at Indosari Bakery. Keywords: E-Ordering, Stock, Information System, Agile Method, Website. Abstrak Indosari Bakery merupakan usaha produksi roti di Jatiuwung, Kota Tangerang, dengan volume produksi tinggi mencapai 6.000 pcs per hari. Namun, tingginya kapasitas produksi ini belum didukung oleh sistem pencatatan yang memadai karena masih menggunakan nota kertas dan buku catatan. Akibatnya, muncul kendala operasional seperti kesalahan pencatatan data transaksi, keterlambatan pelayanan, serta ketidaksesuaian stok gudang dengan jumlah pesanan karena belum dapat dipantau secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem informasi e-ordering roti berbasis web yang dapat membantu mengelola data pesanan, pemantauan stok, hingga laporan penjualan secara komputerisasi dan real-time. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Agile karena sifatnya yang fleksibel, adaptif terhadap perubahan kebutuhan pengguna, serta memungkinkan proses iterasi yang berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi e-ordering berbasis web yang mempermudah pelanggan dalam melakukan pemesanan tanpa harus datang ke toko, sekaligus memberikan solusi yang efektif dan efisien bagi pemilik dalam memantau stok dan laporan penjualan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meminimalisir human error, mengoptimalkan efisiensi operasional, dan meningkatkan profesionalitas pelayanan pada Indosari Bakery.
  56. ANANLISIS SENTIMEN TWITTER TERHADAP EVENT ONE PRIDE MMA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES

    Perkembangan media sosial menjadikan platform X sebagai salah satu sumber utama untuk mengetahui opini masyarakat terhadap suatu peristiwa, termasuk event One Pride MMA di Indonesia. Banyaknya data berupa tweet yang dihasilkan setiap hari memerlukan metode klasifikasi yang mampu mengelompokkan sentimen secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naïve Bayes dalam menganalisis sentimen masyarakat terhadap event One Pride MMA di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari platform X. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data (crawling), preprocessing yang terdiri dari cleaning, case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming, dilanjutkan dengan pembobotan TF-IDF, pembagian data menjadi data latih dan data uji, serta proses klasifikasi menggunakan algoritma Naïve Bayes. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion matrix dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian terhadap 1.000 tweet menunjukkan bahwa sentimen positif merupakan kategori yang paling dominan dengan 400 tweet (40%), sedangkan sentimen negatif dan netral masing-masing berjumlah 300 tweet (30%). Analisis tren harian memperlihatkan bahwa sentimen positif cenderung stabil selama periode 12–24 Juni. Selain itu, distribusi keyakinan model menunjukkan 61,8% hasil klasifikasi memiliki tingkat confidence minimal 80%, dengan kelompok terbesar berada pada rentang 90–100% sebanyak 338 tweet (33,8%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa algoritma Naïve Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen masyarakat dengan tingkat keyakinan yang tinggi dan memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap event One Pride MMA di Indonesia.
  57. PENGELOMPOKAN DATA PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING (STUDI KASUS: BPP SELESAI KABUPATEN LANGKAT)

    The Agricultural Extension Office (BPP) of Selesai District, Langkat Regency holds a large volume of Agricultural Extension Program data with varying characteristics of Commodity, Land Area, and Production, which makes manual grouping difficult and hinders the preparation of well-targeted extension programs. This study aims to apply a Data Mining approach using the Clustering technique with the K-Means Algorithm to group Agricultural Extension Program data at BPP Selesai, Langkat Regency, based on the variables of Commodity, Land Area (Ha), and Production (Ton). The dataset consists of 555 records from 2023-2025, processed through the Knowledge Discovery in Database (KDD) stages of data selection, preprocessing, transformation, data mining, and evaluation, and computed using the MATLAB application. The developed program allows the user to select the number of clusters (K), run the clustering process repeatedly, and keep the result with the smallest SSE (Sum of Squared Error) as the best result. With K=3 clusters, the results yield a best SSE of 294.3742, where Cluster 1 consists of 309 records characterized by Corn with low land area and production, Cluster 2 consists of 201 records characterized by Rice with moderate land area and production, and Cluster 3 consists of 45 records characterized by Rice with high land area and production. These clustering results can serve as supporting information for agricultural extension workers in formulating more targeted extension programs.
  58. PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PARKIR PUSAT PERBELANJAAN BERDASARKAN PETA GEMPA 2024 (Studi Kasus: Pasar Pusat Kota Padang Panjang)

    Defisit kapasitas parkir yang terus berlangsung di kawasan Pasar Pusat Kota Padang Panjang, ditambah terbitnya pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024, mendorong perlunya perencanaan struktur gedung parkir tiga lantai berbasis baja dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dibandingkan Peta Gempa 2017 yang menjadi dasar SNI 1726:2019, Peta Gempa 2024 menaikkan nilai percepatan spektral periode pendek (Ss) sebesar 8,15% dan, yang lebih signifikan, percepatan spektral periode 1 detik (S1) sebesar 72,81% pada lokasi penelitian, yang selanjutnya menaikkan parameter desain SD1 dari 0,79 g menjadi 1,36 g. Kondisi tanah diklasifikasikan sebagai Kelas Situs SD (tanah sedang) berdasarkan data N-SPT yang tersedia (N = 16,5 pada kedalaman sekitar 6,00 m). Pemodelan struktur dan analisis respons spektrum dilakukan menggunakan ETABS v22, dilanjutkan dengan pemeriksaan kapasitas elemen balok dan kolom berdasarkan SNI 1729:2020. Hasil penelitian menunjukkan periode fundamental sebesar 0,7328 detik (arah X) dan 0,3738 detik (arah Y), rasio gaya geser dasar dinamik terhadap statik sebesar 99,99% pada kedua arah, partisipasi massa ragam kumulatif yang telah melampaui 90% pada ragam ke-4 (arah X) dan ke-5 (arah Y), simpangan antar tingkat maksimum sebesar 9,03 mm (izin 72 mm), koefisien stabilitas P-Delta maksimum sebesar 0,001368 (batas 0,0625), serta faktor pembesaran torsi maksimum sebesar 1,0128 (batas 1,2). Pemeriksaan kapasitas menunjukkan seluruh elemen balok dan kolom berada dalam rasio kebutuhan terhadap kapasitas yang aman, dengan rasio balok tertinggi 0,907 dan rasio interaksi P-M kolom tertinggi 0,558. Temuan ini menegaskan bahwa struktur baja yang direncanakan stabil secara dinamik sekaligus memenuhi persyaratan kekuatan struktural berdasarkan parameter bahaya gempa terbaru Tahun 2024.
  59. SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT REMATIK ARTRITIS MENGGUNAKAN METODE CASE BASED REASONING (STUDI KASUS: KLINIK SEHAT SEJATI)

    Penyakit Rematik Artritis merupakan salah satu penyakit yang menyerang persendian dan dapat menyebabkan nyeri, peradangan, penurunan fungsi fisik, hingga kecacatan apabila tidak ditangani secara tepat. Proses diagnosis penyakit ini memerlukan pengetahuan dan pengalaman seorang pakar, sehingga pada fasilitas kesehatan dengan keterbatasan tenaga medis sering terjadi keterlambatan dalam penentuan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pakar yang mampu membantu proses diagnosis penyakit Rematik Artritis menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) pada Klinik Sehat Sejati. Metode CBR bekerja dengan membandingkan kasus baru dengan kasus-kasus yang telah tersimpan dalam basis kasus berdasarkan tingkat kemiripan gejala, sehingga dapat memberikan hasil diagnosis beserta solusi penanganan awal. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data penyakit dan gejala, pembangunan basis pengetahuan, perancangan sistem, implementasi metode CBR, serta pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu melakukan proses diagnosis penyakit Rematik Artritis berdasarkan gejala yang dipilih pengguna, menampilkan tingkat kemiripan kasus (similarity), memberikan informasi penyakit, solusi penanganan awal, serta menyediakan fitur pencetakan hasil diagnosis dalam bentuk PDF. Selain itu, sistem juga menyediakan fasilitas pengelolaan data penyakit, gejala, aturan, dan basis kasus melalui halaman administrator. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, sistem pakar yang dibangun dapat membantu proses diagnosis awal penyakit Rematik Artritis secara lebih cepat, mudah, dan terstruktur, serta dapat dijadikan sebagai media pendukung keputusan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat dalam melakukan deteksi dini penyakit Rematik Artritis.
  60. SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK MEMBANTU PASIEN MENGAMBIL KEPUTUSAN AWAL

    Dental health problems in Indonesia continue to increase, while limited public access to dental professionals often delays the initial consultation process. This condition highlights the need for a system that can provide the public with fast and accessible preliminary information regarding possible dental diseases. This research aims to design and develop a web-based expert system for diagnosing dental diseases using the Certainty Factor (CF) method as an initial decision-support tool for patients at UPTD Puskesmas Kota Binjai. The system was developed using the Waterfall methodology, which consists of data collection, requirements analysis, system design, implementation, testing, and evaluation. The knowledge base was obtained through interviews with a professional dentist and supported by relevant literature studies. The system processes 25 symptoms to diagnose five types of dental diseases: dental caries, pulpitis, gingivitis, periodontitis, and dental abscess, by applying rule-based reasoning and expert-validated Certainty Factor weights. The results of this study indicate that the expert system was successfully implemented as a web application capable of calculating the confidence level of a diagnosis based on the symptoms selected by users. The system displays the Certainty Factor percentage along with recommendations for initial treatment. It enables patients to obtain preliminary diagnoses more quickly, facilitates independent consultations, and serves as a decision-support tool before undergoing a direct examination by a dentist.
  61. KLASIFIKASI TINGKAT KESEHATAN IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE KNN

    Pregnancy is a condition that requires regular health monitoring to determine the mother's health status and support early detection of potential health problems. This study aims to apply the K-Nearest Neighbor (KNN) method to classify the health status of pregnant women based on medical examination data. The variables used include age, gestational month, body weight, systolic blood pressure, diastolic blood pressure, patient symptoms or complaints, and hemoglobin (HB) level. The system was developed using MATLAB GUIDE R2015b with 150 training data and 50 testing data. The classification process consisted of data preprocessing, Euclidean distance calculation, determination of the three nearest neighbors (K=3), and classification based on the nearest neighbors. The classification categories consisted of Healthy, Less Healthy, and Unhealthy. The implementation results showed that the system was able to process data, perform classification, display a Confusion Matrix, and calculate Precision, Recall, and F1-Score. Testing on 50 testing data resulted in 41 correct predictions and 9 incorrect predictions, achieving an accuracy rate of 82%. These results indicate that the KNN method can be applied to assist in classifying the health status of pregnant women based on medical examination data.
  62. ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PRAKTIK PENGELASAN DI BENGKEL TEKNIK PENGELASAN SMK NEGERI 1 GUGUAK

    Kegiatan praktik pengelasan di Bengkel Teknik Pengelasan SMK Negeri 1 Guguak masih menghadapi permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), antara lain penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang belum optimal, ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), kondisi lingkungan bengkel yang belum sepenuhnya aman, serta adanya tindakan dan kondisi tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan tingkat risiko berdasarkan nilai Probability dan Severity, mengelompokkan kategori tingkat risiko berdasarkan matriks HIRARC, serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko berdasarkan Hierarchy of Control. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kegiatan praktik pengelasan kelas XI TP 1 dan XI TP 2. Masing-masing kelas diamati sebanyak tiga kali dengan melibatkan dua observer. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan Probability (P) dan Severity (S), kemudian dihitung menggunakan rumus R = P × S dan diklasifikasikan berdasarkan matriks risiko HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 60 potensi bahaya pada empat tahapan praktik pengelasan, yaitu persiapan, pemeriksaan peralatan, pelaksanaan pengelasan, serta finishing dan pembersihan area kerja. Potensi bahaya terdiri atas bahaya fisik, kimia, listrik, mekanik, ergonomi, kebakaran, unsafe action, dan unsafe condition. Sebanyak 8 potensi bahaya (13,33%) termasuk kategori rendah, 29 (48,33%) sedang, 19 (31,67%) tinggi, dan 4 (6,67%) ekstrem. Risiko ekstrem meliputi radiasi UV, asap las, risiko kebakaran, dan jalur evakuasi terhalang. Pengendalian yang direkomendasikan meliputi perbaikan ventilasi dan sistem kelistrikan, penataan area kerja, pemasangan welding screen, penerapan SOP dan safety briefing, peningkatan pengawasan, serta penggunaan APD yang sesuai.
  63. STUDI KELAYAKAN MUTU BETON LAPANGAN BERDASARKAN PERBANDINGAN UJI SILINDER DAN CORE DRILL PADA KONDISI TIDAK DIRAWAT DAN TERGANGGU

    Beton yang digunakan di lapangan tidak selalu mengalami kondisi pengerasan yang sama dengan benda uji yang dirawat secara terkontrol di laboratorium. Ketiadaan perawatan beton (curing) dan adanya gangguan kendaraan pada usia awal beton dapat menyebabkan perbedaan antara mutu beton yang direpresentasikan oleh benda uji laboratorium dan mutu beton aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kuat tekan dan kuat tarik belah beton f’c 22,5 MPa serta membandingkan hasil pengujian silinder laboratorium dengan Core Drill pada kondisi terawat dan terganggu kendaraan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pengujian silinder pada umur 7, 14, dan 28 hari serta Core Drill pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan rata-rata silinder sebesar 20,27 MPa, 26,09 MPa, dan 38,74 MPa pada umur 7, 14, dan 28 hari. Kuat tekan core terawat sebesar 30,71 MPa dan core terganggu sebesar 29,71 MPa, dengan penurunan sebesar 3,27%. Kuat tarik belah silinder berturut-turut sebesar 2,58 MPa, 3,36 MPa, dan 3,09 MPa, sedangkan core terawat dan terganggu masing-masing sebesar 1,54 MPa dan 2,49 MPa. Hasil menunjukkan bahwa kedua kondisi core masih melampaui mutu tekan rencana 22,5 MPa, sedangkan perbedaan kuat tarik belah menunjukkan variasi yang lebih besar antarkondisi.
  64. KORELASI DATA FAKTOR PRODUKSI TERHADAP CAPAIAN PRODUKSI KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE APRIORI (STUDI KASUS: PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II KEBUN TANJUNG JATI)

    Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang produksinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti luas lahan, usia tanaman, curah hujan, hari hujan, capaian pemupukan, dan rotasi panen. PT Perkebunan Nusantara IV Regional II Kebun Tanjung Jati memiliki data historis faktor produksi dan capaian produksi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menemukan pola hubungan antarvariabel. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma Apriori untuk mengidentifikasi aturan asosiasi antara faktor produksi dengan capaian produksi kelapa sawit. Data yang digunakan merupakan data periode 2023–2025 sebanyak 1.692 instances. Pengolahan dilakukan menggunakan perangkat lunak WEKA dengan minimum support 5% dan minimum confidence 90%. Hasil pengujian menghasilkan 585 association rules, kemudian diseleksi berdasarkan kesesuaian tujuh variabel penelitian dan diperoleh 12 rule dengan 7-itemset. Selanjutnya, seleksi berdasarkan struktur faktor produksi sebagai antecedent dan capaian produksi sebagai consequent menghasilkan dua kandidat rule. Best rule diperoleh pada Rule No. 147 dengan kombinasi luas lahan sempit, usia tanaman remaja, curah hujan tinggi, hari hujan sedang, capaian pemupukan cukup, dan rotasi panen banyak menuju capaian produksi rendah. Rule tersebut memiliki support 6,74% dan confidence 100%. Hasil penelitian dapat menjadi informasi pendukung dalam evaluasi kondisi produksi dan pengambilan keputusan berbasis data.
  65. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENCATATAN JAM LEMBUR PEGAWAI “LEMBURKU” PADA ULP AMPERA

    Sistem informasi memiliki peran krusial dalam mengelola sumber daya manusia secara terstruktur, khususnya pada organisasi operasional yang membutuhkan aktivitas di luar jam kerja normal. ULP Ampera, sebagai unit pelayanan PT PLN (Persero), seringkali menugaskan teknisinya untuk bekerja lembur guna menangani gangguan atau melakukan pemeliharaan jaringan listrik. Namun, proses pencatatan lembur yang berjalan saat ini masih mengandalkan sistem manual yang belum terintegrasi. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan rekapitulasi data, serta menyulitkan proses verifikasi dan monitoring oleh pihak manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Pencatatan Jam Lembur Pegawai “Lemburku” berbasis web guna mendigitalisasi seluruh alur administrasi lembur. Perancangan sistem ini menggunakan metode Object-Oriented Analysis and Design (OOAD) dengan pendekatan Unified Modeling Language (UML) serta model pengembangan Prototype. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan arsitektur sistem yang komprehensif, mencakup Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Entity Relationship Diagram (ERD), dan Business Process Model and Notation (BPMN), yang divisualisasikan dalam bentuk antarmuka pengguna (UI) melalui Figma. Uji coba prototipe menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengakomodasi kebutuhan pengajuan, verifikasi, manajemen data, dan pelaporan secara efektif tanpa memerlukan perbaikan signifikan.
  66. PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH MARMER TERHADAP SIFAT FISIK DAN DAYA DUKUNG TANAH EKSPANSIF

    Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang memiliki potensi kembang-susut tinggi akibat perubahan kadar air sehingga dapat menurunkan kestabilan dan daya dukung pondasi bangunan. Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah dengan indikasi tanah ekspansif yang berpotensi menimbulkan permasalahan konstruksi pada pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah marmer terhadap perubahan sifat fisis dan mekanis tanah ekspansif. Pengujian laboratorium meliputi uji sifat fisis (kadar air, berat jenis, analisa saringan, batas Atterberg, dan pemadatan Proctor) serta uji mekanis menggunakan Direct Shear dan daya dukung tanah dengan metode terzaghi. Variasi campuran limbah marmer yang digunakan yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah marmer mampu menurunkan plastisitas tanah, ditandai dengan penurunan Plasticity Index dari 24,88% menjadi 18,33% pada campuran 10%. Selain itu, nilai kuat geser tanah meningkat dengan kenaikan kohesi dari 8,312 kPa menjadi 11,984 kPa serta sudut geser dalam dari 19,37° menjadi 22,34°. Peningkatan parameter kuat geser tersebut menyebabkan kenaikan daya dukung ultimit tanah hingga 312,26 kPa. Campuran limbah marmer sebesar 10% menunjukkan kondisi paling optimum dalam meningkatkan stabilitas tanah.
  67. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN RESERVASI TIKET TAMAN WISATA TIRTA SANITA BERBASIS WEB DENGAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)

    Taman Wisata Tirta Sanita yang berada di Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor merupakan salah satu objek wisata yang proses reservasi tiket dan administrasinya masih sebagian dilakukan secara manual. Reservasi dilakukan melalui WhatsApp atau telepon, pencatatan transaksi menggunakan buku, dan bukti pembayaran masih berupa kuitansi konvensional. Kondisi tersebut menimbulkan risiko kesalahan pencatatan, kesulitan pencarian data transaksi, keterlambatan rekapitulasi, serta pelayanan yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi manajemen dan reservasi tiket berbasis web yang mengintegrasikan proses reservasi, pencatatan transaksi pembayaran, penerbitan kuitansi digital, dan pengelolaan tiket. Metode pengembangan yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) karena mendukung pembuatan prototipe secara cepat, evaluasi berulang, dan keterlibatan pengguna. Sistem dirancang menggunakan PHP dengan framework CodeIgniter dan MySQL sebagai basis data. Hasil penelitian berupa sistem yang memungkinkan pengunjung melakukan reservasi secara online serta membantu admin dan kasir mengelola reservasi, pembayaran, transaksi, dan tiket secara lebih terstruktur. Pengujian Black Box menunjukkan bahwa fungsi utama sistem berjalan sesuai kebutuhan fungsional.
  68. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT (STUDI KASUS: BUTIK CAHAYA 31)

    Butik Cahaya 31 menghadapi tantangan dalam proses penilaian kinerja karyawan yang selama ini masih dilakukan secara konvensional, subjektif, dan rentan terhadap ketidakkonsistenan data. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pemilihan Karyawan Terbaik yang objektif, transparan, dan efisien. Metode Weighted Product (WP) diterapkan untuk mengevaluasi 8 alternatif karyawan berdasarkan 6 kriteria baku, yang terdiri dari kriteria benefit (Kehadiran, Pelayanan, Kesesuaian Kerja, Pakaian) dan kriteria cost (Keterlambatan, Komplain). Sistem ini diimplementasikan berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP Native berorientasi objek (Object Oriented Programming / OOP), arsitektur Model-View-Controller (MVC), basis data MySQL, serta framework Bootstrap untuk hak akses Single-Admin oleh supervisor. Pengujian fungsionalitas menggunakan Black Box Testing menunjukkan seluruh modul berjalan dengan valid, dan pengujian User Acceptance Testing (UAT) menyatakan sistem layak dan diterima oleh pihak manajemen. Berdasarkan hasil kalkulasi matematis metode WP dengan total nilai Vektor S sebesar 21.7, sistem berhasil merekomendasikan Haerurojah (A5) sebagai karyawan terbaik dengan perolehan nilai preferensi Vektor V tertinggi sebesar 0,1387. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa SPK berbasis website dengan metode WP mampu mengeliminasi unsur subjektivitas dan mempercepat proses pengambilan keputusan secara akurat.
  69. EVALUASI VISIBILITAS PENGEMUDI PADA KENDARAAN PROTOTYPE SATU PENUMPANG BERDASARKAN PROSEDUR TECHNICAL INSPECTION KONTES MOBIL HEMAT ENERGI

    Kendaraan prototype pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) memiliki desain bodi ramping dan posisi mengemudi setengah rebah yang berpotensi membatasi visibilitas pengemudi terhadap lingkungan sekitar kendaraan. Peraturan KMHE mensyaratkan pemenuhan jangkaua n pandang tertentu melalui prosedur Technical Inspection, namun evaluasi visibilitas pada kendaraan prototype selama ini umumnya dilakukan melalui pemodelan digital berbasis data geometris atau antropometri, sementara pengujian langsung terhadap pengemudi pada kendaraan nyata masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan identifikasi objek oleh pengemudi pada tujuh titik uji visibilitas, serta menentukan kesesuaiannya terhadap Peraturan KMHE Pasal 27 dan standar internasional SAE J1050. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengujian langsung terhadap lima responden pada kendaraan prototype satu penumpang, menggunakan media target berupa angka yang diidentifikasi pada tujuh titik uji (depan, depan kanan, depan kiri, samping kanan, samping kiri, belakang kanan, belakang kiri) mengacu pada prosedur Technical Inspection KMHE, kemudian hasil diolah menjadi persentase keberhasilan identifikasi objek. Hasil penelitian menunjukkan persentase keberhasilan tertinggi pada arah depan (100%), diikuti arah belakang (80%), dan terendah pada arah samping (40%), dengan pola yang simetris antara sisi kanan dan sisi kiri kendaraan. Observasi selama pengujian menunjukkan bahwa keberhasilan pada titik samping dicapai melalui pergerakan badan, bukan hanya pergerakan kepala, sehingga tidak sesuai dengan Peraturan KMHE Pasal 27 maupun definisi head turn pada SAE J1050. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visibilitas kendaraan prototype belum merata pada seluruh arah pengamatan, dengan area samping menjadi bagian yang paling memerlukan perhatian dalam pengembangan desain kendaraan selanjutnya.
  70. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE DENGAN PERSONALISASI GAYA BELAJAR DAN EVALUASI TERINTEGRASI PADA MATA PELAJARAN INFORMATIKA KELAS X SMKN 3 PADANG

    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran Informatika di SMKN 3 Padang yang masih didominasi oleh presentasi PowerPoint dan penjelasan lisan sehingga belum mampu mengakomodasi perbedaan gaya belajar peserta didik serta belum memberikan pengalaman belajar yang interaktif. Kondisi ini diperkuat oleh data awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki kesiapan perangkat digital yang sangat baik, namun masih mengalami kesulitan memahami konsep, khususnya pada materi algoritma, serta cenderung memiliki preferensi belajar kinestetik yang belum terakomodasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website dengan personalisasi gaya belajar dan evaluasi terintegrasi yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif pada mata pelajaran Informatika kelas X SMKN 3 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan ( Research and Development) yang menggunakan model 4D, meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Produk dikembangkan menggunakan platform Canva, khususnya fitur Canva Sites dan Canva AI, dengan fokus materi Dasar-Dasar Algoritma yang mencakup pengertian dan karakteristik algoritma, pseudocode, flowchart, serta penerapan algoritma dalam pemecahan masalah sederhana. Validitas media dinilai oleh tiga orang ahli media dan validitas materi dinilai oleh tiga orang ahli materi menggunakan instrumen validasi dengan analisis Aiken's V. Uji praktikalitas dilakukan oleh tiga orang guru dan 32 peserta didik kelas X menggunakan angket praktikalitas skala Likert 4 poin. Uji efektivitas dilakukan menggunakan desain One Group Pretest–Posttest dengan analisis N-Gain, setelah instrumen tes divalidasi dan diuji validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya beda soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh validitas media dan materi dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas dari guru dan peserta didik berada pada kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik dengan N-Gain pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran interaktif berbasis website dengan personalisasi gaya belajar dan evaluasi terintegrasi dinyatakan valid, sangat praktis, dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran Informatika kelas X SMKN 3 Padang.
  71. SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT KUCING MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC

    Cat diseases are one of the most common health problems faced by pet owners. However, limited knowledge of disease symptoms often leads to delays in diagnosis and proper treatment. This study aims to design and develop an Expert System for Diagnosing Cat Diseases Using the Fuzzy Logic Method to assist users in identifying diseases based on the symptoms experienced by cats. The system was developed as a web-based application by utilizing a knowledge base obtained from veterinary experts and a rule-based inference system that represents the relationship between symptoms and diseases. The method employed in this research is Fuzzy Logic, consisting of the stages of fuzzification, rule-based inference, and defuzzification to determine the probability level of each disease. The system incorporates 33 symptoms and 7 types of cat diseases, namely Scabies, Dermatitis, Otitis (Ear Inflammation), Poisoning, Eye Inflammation, Worm Infestation, and Rabies. Each disease is modeled using fuzzy membership sets categorized into low, medium, and high severity, enabling the system to accommodate uncertainty during the diagnostic process. The testing results demonstrate that the expert system is capable of generating membership values and probability scores for each disease based on the symptoms selected by the user. In the case study, the system identified Dermatitis as the most probable disease with a score of 0.90, followed by Scabies with a score of 0.592, while the remaining diseases showed relatively low probability values. These findings indicate that the Fuzzy Logic method is effective as a decision-making approach in expert systems, as it provides a more flexible representation of diagnostic confidence compared to binary logic.
  72. SISTEM PAKAR PENENTUAN KUALITAS BIBIT UNGGUL JAMBU MADU MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER

    Jambu madu merupakan salah satu komoditas buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak diminati masyarakat. Keberhasilan dalam budidaya jambu madu sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit yang digunakan. Namun, proses pemilihan bibit unggul masih menjadi kendala bagi petani maupun masyarakat umum karena membutuhkan pengetahuan dan pengalaman seorang ahli pertanian. Keterbatasan akses terhadap pakar menyebabkan proses seleksi bibit sering dilakukan berdasarkan perkiraan sehingga berisiko menghasilkan bibit yang kurang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pakar yang dapat membantu pengguna dalam menentukan kualitas bibit unggul jambu madu secara objektif dengan menerapkan metode Dempster Shafer. Metode Dempster Shafer digunakan sebagai metode inferensi untuk menangani ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan gejala atau karakteristik bibit yang diberikan pengguna. Sistem yang dikembangkan berbasis website dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL sebagai media penyimpanan data. Basis pengetahuan sistem diperoleh dari sumber pakar dan studi kasus pada Cipta Karya Tani. Pengembangan sistem dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, penerapan algoritma Dempster Shafer, serta perancangan antarmuka aplikasi. Hasil penelitian berupa sistem pakar yang mampu memberikan rekomendasi kualitas bibit unggul jambu madu berdasarkan gejala yang dipilih pengguna serta menghasilkan nilai tingkat keyakinan terhadap keputusan yang diberikan. Sistem ini diharapkan dapat membantu petani dan masyarakat dalam melakukan seleksi bibit secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap konsultasi langsung dengan pakar, serta meningkatkan peluang keberhasilan budidaya jambu madu.
  73. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN ARTIKEL JURNAL ILMIAH MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DENGAN MULTI-KRITERIA

    Proses pemilihan artikel jurnal ilmiah di LPPM KAPUTAMA masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan dapat menyebabkan penilaian kurang objektif. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk membantu pemilihan artikel jurnal ilmiah menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Kriteria yang digunakan meliputi substansi artikel, scope, gaya penulisan, dan plagiasi dengan bobot masing-masing 35%, 30%, 20%, dan 15%. Hasil penelitian terhadap 10 artikel menunjukkan bahwa metode TOPSIS mampu menghasilkan perankingan berdasarkan nilai preferensi, dengan A8 sebagai alternatif yang menempati peringkat pertama. Sistem yang dibangun dapat membantu proses pemilihan artikel jurnal ilmiah menjadi lebih terstruktur dan objektif.
  74. USULAN PENJADWALAN MAINTENANCE MESIN DENGAN METODE RCM DAN AGE REPLACEMENT DI PT DAYA INOVASI MANDIRI

    PT Daya Inovasi Mandiri menerapkan corrective maintenance yang berpotensi menyebabkan downtime akibat kerusakan mesin. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis perawatan dan interval maintenance komponen kritis menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Age Replacement. Berdasarkan data kerusakan Januari 2022–Oktober 2025, mesin Takisawa TAL-510 menjadi mesin paling kritis dengan 38 kerusakan dan downtime 472,5 jam. Hasil RCM melalui FMEA, LTA dan Task Selection menetapkan v-belt sebagai komponen kritis utama. Analisis Age Replacement menghasilkan interval penggantian optimal setiap 54 hari dengan downtime minimum. Berdasarkan interval tersebut disusun usulan jadwal preventive maintenance selama dua tahun untuk mengurangi risiko kerusakan mendadak dan mendukung kelancaran produksi.
  75. USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN KOMPONEN KRITIS MESIN MILLING BERDASARKAN PENGGANTIAN PREVENTIF (STUDI KASUS PT DAYA INOVASI MANDIRI)

    PT Daya Inovasi Mandiri merupakan perusahaan manufaktur komponen turbin PLTA yang masih menerapkan corrective maintenance, sehingga kerusakan mesin milling menyebabkan downtime, peningkatan biaya perawatan dan gangguan produksi. Penelitian ini bertujuan menentukan interval penggantian pencegahan dengan metode age replacement sebagai dasar pengendalian persediaan suku cadang kritis menggunakan model joint replenishment. Hasil penelitian menunjukkan interval penggantian optimal sebesar 75 hari untuk v-belt, 91 hari untuk pulley, 183 hari untuk spindle bearing, 175 hari untuk thrust bearing dan 147 hari untuk gear shaft. Pengendalian persediaan menghasilkan basic cycle sebesar 0,685 tahun dengan inventory level masing-masing 3, 3, 1, 1 dan 1 unit serta safety stock sebesar 2, 3, 1, 1 dan 1 unit. Usulan kebijakan menghasilkan total ongkos persediaan gabungan sebesar Rp14.014.474,04, lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp15.722.741,67. Dengan demikian, diperoleh penghematan sebesar Rp1.708.267,63 atau 10,86%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan age replacement dan joint replenishment dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjamin ketersediaan suku cadang kritis.
  76. USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN BUBUT MENGGUNAKAN METODE OEE DAN FMEA UNTUK MENGURANGI SIX BIG LOSSES DI PT. XYZ

    PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang menggunakan mesin bubut dalam proses produksinya. Permasalahan yang terjadi adalah efektivitas mesin belum optimal akibat rendahnya kecepatan operasi yang menyebabkan peningkatan waktu proses dan berpotensi menghambat pencapaian target produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas mesin bubut dan menentukan prioritas perbaikan untuk mengurangi losses. Metode yang digunakan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, diagram fishbone dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata OEE selama September–Desember 2025 sebesar 57,82%, masih di bawah standar World Class sebesar 85%. Performance Rate menjadi faktor terendah dengan rata-rata 68,99%. Analisis Six Big Losses menunjukkan Reduced Speed Losses sebagai kerugian terbesar sebesar 26,62%. Berdasarkan FMEA, tiga penyebab dengan RPN tertinggi adalah pemeriksaan kondisi mesin dan komponen tidak dilakukan secara berkala sebesar 504, inspeksi dan perawatan tidak konsisten sebesar 448, serta pelumasan komponen tidak rutin sebesar 392. Rekomendasi perbaikan berupa penerapan checklist pemeriksaan harian dan pembaruan SOP pemeriksaan mesin.
  77. ANALISIS PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE AKTIF PADA KOLAM PENGENDAPAN LUMPUR PT LEMATANG COAL LESTARI MUARA ENIM SUMATERA SELATAN

    Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang timbul akibat kegiatan pertambangan batubara dan perlu dikelola sebelum dialirkan ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengelolaan AAT menggunakan metode active treatment serta menentukan dosis optimal kapur tohor (CaO) dan chemical coagulant pada Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) PT Lematang Coal Lestari, Gunung Raja, Muara Enim, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan, pengukuran pH, pengumpulan data debit air, dosis bahan kimia, serta jar test. Hasil pengukuran selama tujuh hari menunjukkan bahwa pH AAT pada saluran inlet berkisar 4,27–4,78, sedangkan pH pada outlet meningkat menjadi 6,4–6,9 dan telah memenuhi rentang baku mutu pH 6–9. Hasil jar test menunjukkan dosis optimal kapur tohor sebesar 32 mL/L dan chemical coagulant sebesar 0,05 mL/L. Berdasarkan debit air sebesar 32.123,52 m³/hari, kebutuhan operasional bahan kimia mencapai 10.279,44 kg kapur tohor atau sekitar 206 karung berukuran 50 kg dan 1.606,08 L chemical coagulant atau sekitar 65 jerigen berukuran 25 L per hari. Pengelolaan AAT dengan kombinasi netralisasi dan koagulasi-pengendapan efektif dalam meningkatkan pH dan mendukung proses pengendapan material tersuspensi.
  78. RANCANG BANGUN MESIN LABELING OTOMATIS PADA MINUMAN BERBASIS ESP32

    Proses pelabelan botol secara manual masih membutuhkan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan penempatan label. Sistem otomasi berbasis mikrokontroler dapat meningkatkan presisi dan efisiensi, namun penelitian ini difokuskan pada integrasi ESP32, sensor, motor, dan konveyor dalam satu prototipe. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan mesin labeling botol otomatis berbasis ESP32 yang mampu mendeteksi botol, menghitung jumlah botol, dan menempelkan label pada jalur konveyor. Sistem menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler utama, dua driver motor L298N, modul step-down XL4015, dua sensor infrared, LCD I2C, serta tiga motor DC untuk menggerakkan conveyor, menarik stiker, dan memutar botol. Pengujian sensor infrared menunjukkan tegangan output rata-rata 4,85 V saat tidak ada objek dan 0,18 V saat ada objek, dengan selisih rata-rata 4,66 V sehingga logika HIGH dan LOW dapat terbaca konsisten. Motor konveyor menunjukkan tegangan rata-rata 11,85 V dan arus 0,80 A; motor pemutar botol 11,89 V dan 0,74 A; sedangkan motor penarik stiker 11,78 V dan 0,66 A. Hasil pengujian menunjukkan distribusi tegangan dan arus relatif stabil selama proses kerja. Sistem berhasil menjalankan fungsi utama pelabelan otomatis pada skala prototipe. Abstract The manual bottle labeling process is still time-consuming and prone to label placement errors. Microcontroller-based automation can improve precision and efficiency. This study focuses on integrating an ESP32, sensors, motors, and a conveyor into an automatic labeling prototype. The system is designed to detect bottles, count processed bottles, and apply labels along the conveyor. The system uses an ESP32 as the main microcontroller, two L298N motor drivers, an XL4015 step-down module, two infrared sensors, an I2C LCD, and three DC motors for the conveyor, sticker pulling mechanism, and bottle turning mechanism. Infrared sensor testing produced an average output voltage of 4.85 V when no object was detected and 0.18 V when an object was detected, with an average difference of 4.66 V, indicating consistent HIGH and LOW logic. The conveyor motor showed an average voltage of 11.85 V and current of 0.80 A; the bottle-turning motor 11.89 V and 0.74 A; and the sticker-pulling motor 11.78 V and 0.66 A. The voltage and current distribution remained relatively stable during operation. The system successfully performed the main automatic labeling functions at prototype scale.
  79. ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA SUB DAS DARA'UA, KECAMATAN ALASA, KABUPATEN NIAS UTARA MENGGUNAKAN METODE USLE DAN SDR

    Erosion is the process of soil particle detachment and transport caused by natural agents such as water and wind, as well as by human activities. This study analyzes the erosion hazard level in the Dara'ua Sub-Watershed, Alasa District, North Nias Regency, to determine the magnitude of the erosion hazard occurring in the area. This research is a quantitative study employing a descriptive approach and Geographic Information System (GIS)-based spatial analysis, using the Universal Soil Loss Equation (USLE) and the Sediment Delivery Ratio (SDR) methods. The USLE calculation yielded an erosion rate of 190.87 tons/ha/year, indicating a high potential for soil loss in the study area. Based on the erosion hazard classification, this value falls into the severe (heavy) erosion hazard class, so that conservation measures are required to reduce the erosion rate and prevent further land degradation. The estimated sediment yield from the study area was 29.20 tons/ha/year, indicating that only part of the eroded material is transported to the river body, while the remainder is deposited before reaching the stream flow.
  80. PENGEMBANGAN TES UJI PENGETAHUAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) BERDASARKAN TEORI TES KLASIK DAN MODERN

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kualitas instrumen tes uji pengetahuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) yang dikhususkan bagi mahasiswa calon guru Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB). Kesenjangan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah belum tersedianya instrumen TPACK yang secara spesifik dirancang untuk memotret penguasaan teknologi keteknikan seperti Building Information Modeling (BIM), AutoCAD, dan perangkat lunak analisis struktur, karena instrumen TPACK yang ada selama ini masih bersifat umum dan berbasis self-report. Penelitian pengembangan (Research and Development) ini menyusun instrumen tes pilihan ganda yang mengukur tujuh domain TPACK, disintesis dari kerangka Mishra dan Koehler (2006), Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2007. Kualitas instrumen diuji melalui validitas isi (Aiken's V), Teori Tes Klasik menggunakan ANATES, dan Teori Tes Modern (Model Rasch) menggunakan JMetrik, terhadap 60 mahasiswa PTB FT UNP yang telah atau sedang menempuh mata kuliah Metode Mengajar Khusus. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks Aiken's V sebesar 0,891, dengan instrumen final berjumlah 32 butir setelah 8 butir digugurkan pada tahap uji coba lapangan. Instrumen memiliki reliabilitas split-half sangat tinggi (0,94), daya pembeda kuat pada seluruh butir (rata-rata 60,55%), dan tingkat kesukaran yang didominasi kategori mudah hingga sedang tanpa satu pun butir sukar. Berdasarkan Model Rasch, tingkat kesukaran butir berkisar antara -1,44 hingga 1,23 logit, dengan 26 dari 32 butir (81,25%) dinyatakan fit terhadap model. Instrumen ini dapat dimanfaatkan sebagai alat diagnostik kesiapan TPACK mahasiswa PTB sebelum memasuki Praktik Lapangan Kependidikan.
  81. TOFU PRODUCTION FACILITY LAYOUT REDESIGN USING SLP TO REDUCE MATERIAL HANDLING DISTANCE AND COST

    This study aims to redesign the production facility layout of Usaha Tahu Pak Suryono to reduce material handling distance and material handling cost. The observed problem was an irregular initial layout that caused detours, long movement routes, and inefficient relationships among production areas. The research used Systematic Layout Planning (SLP) supported by BLOCPLAN90. Primary data were collected through field observation, interviews, and documentation of production flow, work area dimensions, material movement distance, movement frequency, and labor-based material handling cost. The SLP stages included process identification, activity relationship analysis, worksheet preparation, activity relationship diagram development, space requirement analysis, alternative layout generation, and comparison of the initial and proposed layouts. The selected third layout alternative obtained an adjacency score of 1.00 and a relative distance score of 0.94. The proposed layout reduced daily material handling distance from 516 m to 348 m and decreased material handling cost from IDR 74,562 to IDR 50,286, representing an efficiency improvement of 32.56%. Therefore, the proposed layout can improve material flow and production efficiency.
  82. PERANCANGAN SISTEM DIGITALISASI PROSES SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL (Studi Kasus: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang)

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang masih menjalankan sertifikasi kompetensi kerja secara manual, sehingga proses administrasi berjalan lambat, rentan kesalahan pencatatan, dan berisiko kehilangan data. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem digitalisasi sertifikasi kompetensi kerja berbasis web menggunakan framework Laravel, sehingga proses pendaftaran, verifikasi dokumen, penjadwalan asesmen, penginputan nilai, hingga penerbitan sertifikat digital dapat dilakukan secara terintegrasi. Metode pengembangan menggunakan Waterfall, dengan perancangan sistem menggunakan UML dan basis data MySQL yang dirancang menggunakan ERD dan LRS. Sistem diuji menggunakan Black Box Testing, White Box Testing, User Acceptance Testing (UAT), dan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu mendigitalisasi seluruh alur sertifikasi hingga penerbitan sertifikat digital yang dilengkapi QR code untuk validasi keaslian, dengan seluruh fungsi utama berjalan sesuai harapan dan nilai SUS rata-rata 55,6 pada kategori "OK/Acceptable". Sistem ini diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan, akurasi data, dan transparansi proses sertifikasi kompetensi kerja di DLH Kabupaten Serang.
  83. PERANCANGAN SIGN SYSTEM UNTUK KEMUDAHAN AKSES DI MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL JAKARTA

    Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum bersejarah yang berfungsi sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah kebangkitan nasional Indonesia. Berdasarkan observasi, sistem penunjuk arah di museum masih menghadapi keterbatasan berupa jumlah directional sign yang terbatas, belum tersedianya orientation sign yang memadai, serta penempatan dan ukuran beberapa signage yang kurang optimal. Penelitian/perancangan ini bertujuan merancang sign system yang fungsional, komunikatif, dan sesuai dengan identitas Museum Kebangkitan Nasional. Metode perancangan menggunakan tahapan MASKER, yaitu Mengumpulkan Data, Analisis Data, Skema Desain, Konsep Desain, Eksekusi Desain, dan Rencana Produksi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola museum, dokumentasi, serta studi komparasi museum sejenis. Analisis alur pengunjung dan decision point digunakan sebagai dasar penentuan lokasi orientation sign, directional sign, identification sign, dan regulatory sign. Konsep visual yang diterapkan adalah Modern Colonial Heritage melalui penggunaan bentuk geometris sederhana, tipografi Poppins, pola dekoratif yang diadaptasi dari elemen lantai museum, serta ikon outline bergaya monoline. Hasil perancangan berupa skema penempatan sign, sistem ikon, desain empat kategori sign, spesifikasi material, serta prototype/mockup. Rancangan ini diharapkan memperjelas navigasi dan informasi ruang, mengurangi potensi kebingungan pengunjung, serta mempertahankan karakter historis Museum Kebangkitan Nasional. Evaluasi pengguna secara langsung masih diperlukan sebelum implementasi final.
  84. PENERAPAN SUPER ENKRIPSI ALGORITMA AFFINE CIPHER, VERNAM CIPHER DAN RAIL FENCE CIPHER PADA PENGAMANAN DATA

    Perkembangan teknologi informasi menyebabkan pengelolaan data perpustakaan mengalami perubahan dari sistem manual menjadi sistem digital. Perubahan tersebut memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, namun juga meningkatkan risiko terhadap keamanan informasi seperti pencurian, manipulasi, dan akses tidak sah terhadap data perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu mekanisme pengamanan yang mampu menjaga kerahasiaan dan integritas data. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode super enkripsi dengan mengombinasikan algoritma Affine Cipher, Vernam Cipher, dan Rail Fence Cipher pada sistem pengamanan data perpustakaan berbasis web. Metode penelitian yang digunakan adalah metode waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta pemeliharaan sistem. Sistem yang dibangun berupa aplikasi Perpus Secure berbasis PHP dan MySQL yang mampu melakukan pengelolaan data per pustakaan serta memberikan perlindungan terhadap data sensitif seperti data buku, data anggota, deskripsi koleksi, dan file e-book PDF. Proses pengamanan dilakukan melalui tiga tahapan enkripsi berlapis, yaitu Affine Cipher sebagai proses substitusi karakter, Vernam Cipher sebagai proses enkripsi berbasis kunci, dan Rail Fence Cipher sebagai proses transposisi karakter menggunakan pola zig-zag. Hasil implementasi menunjukkan bahwa metode super enkripsi Affine Cipher, Vernam Cipher, dan Rail Fence Cipher berhasil diterapkan pada sistem informasi perpustakaan berbasis web. Data yang telah melalui proses enkripsi disimpan dalam bentuk ciphertext sehingga tidak dapat dibaca secara langsung oleh pihak yang tidak memiliki hak akses. Sistem juga dilengkapi dengan mekanisme keamanan tambahan berupa autentikasi pengguna, pembatasan hak akses, perlindungan CSRF, prepared statement, audit log, serta verifikasi hash SHA-256 untuk menjaga integritas file e-book. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu menjalankan proses enkripsi, penyimpanan ciphertext, dan dekripsi data sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
  85. USULAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SEPATU NEW BALANCE DENGAN METODE PDCA DAN KAIZEN DI PT XYZ

    Kualitas produk menjadi faktor penentu daya saing perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat (defect) terbesar, menganalisis faktor penyebabnya, serta menyusun dan menerapkan usulan perbaikan pada proses produksi sepatu New Balance di PT XYZ menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) yang dipadukan dengan pendekatan Kaizen 5S. Data yang digunakan merupakan data produksi dan data defect periode Januari-Desember 2025 dengan total produksi 262.650 pcs dan total defect 11.295 pcs. Pengolahan data pada tahap Plan menggunakan check sheet, histogram, diagram pareto, fishbone diagram, dan checklist 5S. Hasil analisis menunjukkan tiga jenis defect dominan, yaitu Dirty (48%), Bonding (38%), dan Broken Stitching (14%), dengan akar penyebab utama pada faktor manusia (Man), mesin (Machine), metode (Method), dan material (Material). Pada tahap Do, usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W+1H dan diimplementasikan melalui briefing SOP kepada operator selama lima hari kerja, difokuskan pada faktor Man. Hasil evaluasi pada tahap Check menunjukkan penurunan defect Dirty sebesar 8,91% dan defect Bonding sebesar 7,41%. Pada tahap Action, disusun rencana standardisasi briefing dan pengawasan berkelanjutan. Penerapan Kaizen 5S pada kategori Seiso dan Shitsuke turut mendukung penurunan defect tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PDCA dan Kaizen efektif digunakan sebagai kerangka perbaikan kualitas berkelanjutan.
  86. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI PENJUALAN LENGKUAS MENGGUNAKAN METODE TOPSIS

    Penentuan segmentasi pasar yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penjualan hasil pertanian, khususnya komoditas lengkuas. Proses penentuan pasar yang masih didasarkan pada pengalaman dan pertimbangan subjektif dapat menyebabkan kurang optimalnya pemilihan target pasar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu menentukan rekomendasi segmentasi pasar penjualan lengkuas dengan menerapkan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi data penjualan lengkuas pada petani di Kecamatan Namu Ukur, Langkat. Kriteria yang digunakan dalam proses penilaian terdiri dari harga beli, harga jual, biaya pemasaran, keuntungan, dan margin pemasaran. Metode TOPSIS digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan kedekatan terhadap solusi ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif. Sistem dibangun berbasis web menggunakan PHP dan basis data MySQL/MariaDB. Berdasarkan hasil perhitungan terhadap empat alternatif pasar, diperoleh Toko Sayur Modern (A4) sebagai alternatif terbaik dengan nilai preferensi sebesar 0,709727, diikuti Pasar Kebun Lada Binjai (A3) sebesar 0,307140, Pasar Tavip Binjai (A2) sebesar 0,295818, dan Pasar Tradisional Binjai Kota (A1) sebesar 0,253032. Hasil pengujian black-box menunjukkan bahwa fungsi login, pengelolaan data, penilaian, proses perhitungan TOPSIS, dan laporan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan sistem. Verifikasi perhitungan juga menunjukkan bahwa hasil pemeringkatan pada aplikasi sama dengan perhitungan manual. Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menentukan segmentasi pasar penjualan lengkuas secara lebih terstruktur dan objektif.
  87. PREDIKSI JUMLAH KELAHIRAN BAYI PADA KLINIK DOA IBU PERSADA MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION

    Prediksi jumlah kelahiran bayi diperlukan sebagai informasi pendukung bagi klinik dalam mempersiapkan pelayanan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Klinik Doa Ibu Persada memiliki data historis jumlah kelahiran bayi bulanan yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkirakan jumlah kelahiran pada periode mendatang. Penelitian ini bertujuan menerapkan Jaringan Saraf Tiruan (JST) menggunakan algoritma Backpropagation untuk memprediksi jumlah kelahiran bayi berdasarkan pola data historis. Data yang digunakan berupa jumlah kelahiran bayi bulanan dari Januari sampai Desember tahun 2021–2025. Data tahun 2021–2023 digunakan sebagai data masukan pelatihan, sedangkan data tahun 2025 digunakan sebagai target pelatihan. Tahapan penelitian meliputi normalisasi data, pembentukan arsitektur jaringan, proses pelatihan menggunakan fungsi aktivasi sigmoid biner, penyimpanan model, pengujian, denormalisasi hasil, serta visualisasi menggunakan MATLAB R2015b. Arsitektur jaringan terdiri dari 3 neuron input layer, 5 neuron hidden layer, dan 1 neuron output layer. Dengan parameter learning rate 0,2, target error 0,01, dan maksimum 10.000 epoch, proses pelatihan menghasilkan nilai MSE sebesar 0,00998496 pada epoch ke-6.335. Hasil pengujian menggunakan data historis tahun 2023–2025 menghasilkan prediksi jumlah kelahiran bayi tahun 2026 sebesar 659 kelahiran, meningkat dibandingkan tahun 2025 sebanyak 499 kelahiran. Sistem yang dibangun dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam membantu manajemen Klinik Doa Ibu Persada melakukan perencanaan kebutuhan tenaga medis, fasilitas pelayanan, dan ketersediaan stok obat-obatan medis.
  88. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI FINITE STATE MACHINE (FSM) PENGENALAN PEMBELAJARAN ANGKA PADA ANAK DISABILITAS

    Pengenalan angka merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dalam proses pembelajaran anak disabilitas tunagrahita. Namun, proses pembelajaran memerlukan media yang dapat menyajikan materi secara visual, audio, interaktif, dan terstruktur sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun media pembelajaran pengenalan angka berbasis website serta mengimplementasikan metode Finite State Machine (FSM) untuk mengatur alur pembelajaran. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi, wawancara, analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Media pembelajaran dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL dengan menyediakan materi pengenalan angka, latihan soal, quiz, data siswa, dan penilaian hasil belajar. Metode FSM diterapkan melalui beberapa state yang mengatur proses mulai dari beranda, pemilihan siswa, materi, latihan, evaluasi, quiz, hingga penyimpanan hasil penilaian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa FSM mampu mengatur perpindahan proses pembelajaran berdasarkan event secara terstruktur. Hasil latihan dan quiz juga berhasil disimpan pada tabel tb_penilaian. Pengujian menggunakan Black Box Testing menunjukkan bahwa fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan skenario yang ditentukan. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan dapat mendukung proses pengenalan angka secara lebih terstruktur dan interaktif.
  89. PENERAPAN METODE PREFERENCE SELECTION INDEX DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PENANGANAN ANCAMAN PENCEMARAN LINGKUNGAN PADA BIDANG PPLH DINAS LINGKUNGAN HIDUP

    Penentuan prioritas penanganan ancaman pencemaran lingkungan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai. Banyaknya sumber pencemaran dengan tingkat risiko yang berbeda menyebabkan proses penentuan prioritas masih membutuhkan pengolahan data yang objektif dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Preference Selection Index (PSI) dalam menentukan prioritas penanganan ancaman pencemaran lingkungan. Kriteria yang digunakan meliputi tingkat bahaya pencemaran, dampak terhadap masyarakat, luas wilayah terdampak, frekuensi kejadian, dan tingkat urgensi penanganan. Sistem dibangun berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Metode PSI diterapkan melalui tahapan pembentukan matriks keputusan, normalisasi, perhitungan variasi preferensi, penentuan bobot kriteria, nilai preferensi, dan perangkingan alternatif. Hasil penelitian terhadap 10 alternatif menunjukkan bahwa OG Hospital (PT. Ojie Graha Medika) memperoleh nilai PSI tertinggi sebesar 0,9999 sehingga menjadi prioritas utama penanganan. Sistem yang dibangun mampu menghasilkan rekomendasi secara objektif dan membantu proses pengambilan keputusan pada Bidang PPLH.
  90. TRANSFORMASI TIPOLOGI HUNIAN MENJADI MIXED -USE SKALA MIKRO: KAJIAN KRITIK ARSITEKTUR NORMATIF

    Perkembangan kawasan perkotaan dan keterbatasan lahan di pusat kota mendorong masuknya fungsi komersial ke dalam lingkungan permukiman. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada bangunan berskala besar, tetapi juga skala kecil melalui penggabungan fungsi hunian dan komersial dalam satu tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian penerapan tipologi bangunan mixed-use pada skala mikro melalui studi kasus Sawo Rontgent Coffee Shop di Kota Bandung dengan metode kualitatif dan pendekatan kritik arsitektur normatif berbasis tipologi. Analisis dilakukan terhadap konteks lingkungan makro dan mikro, serta kesesuaian bangunan berdasarkan kriteria bangunan mixed-use menurut Dimitri Procos dan Robert Schwanke. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen tata ruang, observasi kondisi bangunan serta lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sawo Rontgent Coffee Shop berada di kawasan permukiman yang berdekatan dengan kawasan komersial dan perkantoran. Bangunan ini merepresentasikan pergeseran fungsi ruang pada skala mikro, juga menunjukkan kesesuaian penerapan tipologi bangunan mixed-use hunian dan komersial dalam satu tapak.
  91. PERFORMANCE ANALYSIS OF A SPIRAL COIL CONDENSER USING COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)-BASED NUMERICAL SIMULATION IN A SYNTHETIC FUEL PRODUCTION FACILITY

    The energy crisis and increasing plastic waste have encouraged the development of thermochemical conversion technologies through pyrolysis. The pyrolysis process produces hydrocarbon vapor that must be condensed into liquid fuel, making condenser performance an important factor in determining the effectiveness of the condensation process. This study aims to analyze the effect of spiral coil diameter variation with a constant number of turns on condenser performance and to determine the most optimal configuration. A numerical method based on Computational Fluid Dynamics (CFD) was employed using ANSYS Fluent. The condenser was modeled in a shell-and-spiral-coil configuration with diameter variations of 10 cm, 20 cm, and 30 cm, while the number of turns was kept constant at 10. The simulations were performed under a counter-flow configuration using pyrolysis vapor as the hot fluid and water as the cooling fluid. The analyzed performance parameters included temperature distribution, heat transfer rate, overall heat transfer coefficient, Number of Transfer Units (NTU), and condenser effectiveness. The simulation results show that increasing the spiral coil diameter reduced the pyrolysis vapor outlet temperature from 24.376 °C at a diameter of 10 cm to 22.107 °C at 20 cm and 21.902 °C at 30 cm. The heat transfer rate increased from 197.144 W to 208.155 W and 209.150 W, while the NTU increased from 2.792 to 4.682 and 5.385. Condenser effectiveness also increased from 93.82% to 99.06% and 99.53%. The overall heat transfer coefficient decreased from 74.17 W/m²·K to 51.88 W/m²·K as the spiral coil diameter increased. Based on the overall performance parameters, the 30 cm diameter with 10 turns provided the most optimal configuration under the simulated conditions. These results provide a technical basis for the development of spiral-coil condenser designs for plastic waste pyrolysis systems.
  92. THE EFFECT OF PLASTICK WASTE TYPE ON THE QUALITY OF PYROLYSIS OIL

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis plastik—Polypropylene (PP), Polystyrene (PS), Low Density Polyethylene (LDPE), dan High Density Polyethylene (HDPE)—terhadap kualitas minyak pirolisis berdasarkan parameter densitas, viskositas, nilai kalor, dan titik nyala. Setiap jenis plastik dipanaskan pada suhu optimumnya, yaitu 330°C untuk PP, 350°C untuk PS, 400°C untuk LDPE, dan 450°C untuk HDPE, dalam kondisi minim oksigen. Setelah itu, minyak yang dihasilkan diuji di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PS menghasilkan nilai tertinggi pada hampir semua parameter, dengan densitas 811,72 kg/m³, viskositas 5,487 cSt, nilai kalor 41,43 MJ/kg, dan titik nyala 33°C. Hasil ini berkaitan dengan struktur PS yang memiliki cincin aromatik. Sebaliknya, PP menghasilkan densitas paling rendah, yaitu 705,11 kg/m³, serta nilai kalor terendah sebesar 37,87 MJ/kg. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh struktur alifatik PP yang memiliki percabangan gugus metil. Jika dibandingkan dengan bensin dan solar komersial, densitas minyak pirolisis relatif mendekati bensin, tetapi viskositasnya masih lebih tinggi daripada kedua jenis bahan bakar tersebut. Oleh karena itu, minyak pirolisis masih memerlukan proses pemurnian lebih lanjut, seperti distilasi fraksional atau catalytic cracking, sebelum dapat digunakan pada mesin pembakaran. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa jenis plastik sangat menentukan kualitas minyak pirolisis dan bahwa pirolisis berpotensi menjadi salah satu cara untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
  93. RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMESANAN KAMAR GUEST HOUSE ANDALUSIA DARUNNAJAH DENGAN METODE WATERFALL

    Guest House Andalusia Darunnajah merupakan salah satu fasilitas penginapan yang melayani wali santri, tamu, dan pihak lain yang berkepentingan dengan lingkungan Pondok Pesantren Darunnajah. Proses pemesanan kamar yang selama ini dilakukan secara manual melalui komunikasi langsung dan pencatatan konvensional menimbulkan sejumlah kendala, antara lain pengelolaan data pemesanan yang kurang efektif, sulitnya memperoleh informasi ketersediaan kamar secara langsung, serta risiko terjadinya pemesanan ganda (double booking). Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi pemesanan kamar berbasis web yang membantu customer melakukan pemesanan secara mandiri sekaligus membantu admin mengelola data kamar dan pemesanan secara lebih terstruktur. Sistem dikembangkan menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian, dengan Next.js sebagai framework frontend dan Supabase sebagai layanan backend-as-a-service. Sistem yang dihasilkan menyediakan informasi Guest House Andalusia dan Guest House Andalusia 54, informasi kamar dan fasilitas, pemesanan kamar dan layanan transit, pengunggahan bukti pembayaran, serta pengelolaan data pemesanan oleh admin, termasuk mekanisme pencegahan pemesanan ganda berdasarkan rentang tanggal pemesanan. Pengujian sistem dilakukan dengan metode black box testing yang melibatkan pengguna, admin, dan penguji ahli. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 90% pada pengujian oleh pengguna (18 dari 20 skenario), 100% pada pengujian oleh admin, dan 91,67% pada pengujian oleh penguji ahli (11 dari 12 skenario), dengan satu temuan berupa bukti pembayaran yang masih bersifat opsional. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat menjalankan fungsi utama pemesanan kamar secara terstruktur, meskipun masih terdapat aspek validasi yang perlu disempurnakan pada pengembangan selanjutnya.
  94. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN SANKSI PELANGGARAN SISWA MENGGUNAKAN METODE TOPSIS PADA SMK NEGERI 2 BINJAI

    Penentuan sanksi terhadap pelanggaran siswa di SMK Negeri 2 Binjai masih memerlukan pertimbangan dari berbagai aspek sehingga proses pengambilan keputusan dapat membutuhkan waktu dan berpotensi dipengaruhi oleh subjektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam menentukan sanksi pelanggaran siswa menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada bagian Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Negeri 2 Binjai. Kriteria yang digunakan dalam proses penilaian meliputi jenis pelanggaran, frekuensi pelanggaran, dampak pelanggaran, dan tingkat penyesalan siswa. Metode TOPSIS diterapkan melalui tahapan pembentukan matriks keputusan, normalisasi, pembobotan, penentuan solusi ideal positif dan negatif, perhitungan jarak setiap alternatif terhadap solusi ideal, serta perhitungan nilai preferensi untuk menentukan peringkat alternatif sanksi. Sistem dikembangkan berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan proses perhitungan dan pemeringkatan alternatif sanksi berdasarkan nilai preferensi, sehingga menghasilkan rekomendasi sanksi yang lebih objektif, terstruktur, dan sesuai dengan kondisi pelanggaran siswa. Hasil pengujian menggunakan metode black-box testing menunjukkan bahwa fungsi login, validasi data, proses perhitungan TOPSIS, pemeringkatan, dan pencetakan laporan dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi pihak kesiswaan dan Guru BK dalam menentukan sanksi pelanggaran siswa secara lebih konsisten, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  95. Firm Low-Carbon Electricity Systems: A France–Germany Comparative Analysis and an Integrated Transition Framework for Indonesia

    The global electricity transition presents a persistent challenge: expanding renewable energy does not always lead to lower carbon emissions, stronger electricity-system reliability, or lower total system costs. This study compares the electricity-transition pathways of France and Germany to identify the factors behind their different outcomes and to develop an integrated policy framework for Indonesia's long-term electricity decarbonization. The study compares the long-term performance of nuclear- and renewable-based electricity systems, examines the structural factors that shape transition outcomes, and develops an adaptive framework for reliable, affordable, and low-carbon electricity development. The research uses a descriptive-analytical approach and a comparative longitudinal design covering 1970–2022. The analysis draws on secondary data from international energy databases, government publications, and scientific literature. Comparative historical analysis, techno-economic assessment, geological resource evaluation, and institutional diagnostics based on the DPSIR framework support the analysis. Three findings stand out. First, rapid renewable expansion does not necessarily produce the lowest carbon intensity. Second, lower generation costs for renewable technologies do not automatically translate into lower whole-system electricity costs because high renewable penetration requires additional storage, transmission, reserve generation, and balancing capacity. Third, electricity systems that retain standardized firm low-carbon generation show greater long-term operational stability than systems that rely predominantly on variable renewable resources. Based on these findings, the study proposes the Integrated Firm Low-Carbon Transition Framework (IFLTF), which combines renewable energy, firm low-carbon generation, supporting infrastructure, and institutional capacity within a single transition strategy. The study argues that Indonesia's electricity decarbonization strategy should consider national resource conditions, institutional capacity, and long-term infrastructure requirements alongside renewable deployment.
  96. PEMANTAUAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BERBASIS WHATSAPP PADA PENERANGAN JALAN UMUM

    Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan PLTS pada PJU berbasis WhatsApp untuk memantau kondisi baterai dan panel surya. Sistem menggunakan ESP32, INA219 untuk mengukur tegangan dan arus baterai, serta PZEM-017 untuk mengukur tegangan dan arus panel surya. Data dikirim melalui MQTT dan diproses menggunakan Node.js sebelum ditampilkan melalui WhatsApp. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil sensor dengan multimeter serta mengukur waktu respons pada jarak 1 –5 meter. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata waktu respons sebesar 1,982 detik, dengan rata-rata selisih tegangan INA219 sebesar 0,102 V dan PZEM-017 sebesar 0,312 V, sedangkan rata-rata selisih arus masing-masing sebesar 0,37 A dan 0,342 A. Pengujian panel bersih dan kotor juga menunjukkan perbedaan nilai arus dan tegangan, untuk selisih rata-rata arus sebesar 1,36A sedangkan untuk tegangan sebesar 1,83V. Sedangkan untuk waktu respon notifikasi sebesar 1,5 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat digunakan untuk membantu pemantauan kondisi PLTS PJU melalui WhatsApp.
  97. RANCANG BANGUN PEMBANGKIT DAYA PIEZOELEKTRIK MENGGUNAKAN LANGKAH KAKI PADA ANAK TANGGA RUANG PUBLIK

    Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun pembangkit daya piezoelektrik yang memanfaatkan tekanan langkah kaki pada anak tangga ruang publik sebagai sumber energi listrik untuk menyalakan lampu LED. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi berat badan dan tekanan pada permukaan anak tangga. Parameter yang diuji meliputi tegangan, arus, daya, dan kestabilan keluaran listrik. Sistem menggunakan elemen piezoelektrik yang diintegrasikan dengan mekanisme pegas, rangkaian penyearah menggunakan dioda 1N5819, kapasitor sebagai penyimpan sementara, serta beban LED 5 V. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan beban secara umum meningkatkan tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan. Pada beban 68 kg, sistem mampu mencapai daya sekitar 5 W, sedangkan pada beban satu kaki 76 kg daya rata-rata mencapai 8,32 W. Namun, keluaran listrik masih mengalami fluktuasi sehingga kestabilan sistem belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan langkah kaki dapat dikonversikan menjadi energi listrik dan dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk penerangan anak tangga ruang publik.
  98. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN DAN ADMINISTRASI PENJUALAN PERUMAHAN PURI CEMPAKA BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE WATERFALL

    Transformasi digital menjadi salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan pengelolaan administrasi pada sektor properti. Perumahan Puri Cempaka Serang masih menghadapi kendala berupa pemasaran yang didominasi metode konvensional serta pencatatan administrasi penjualan menggunakan spreadsheet. Kondisi tersebut menyebabkan penyebaran informasi properti kurang optimal, informasi ketersediaan unit belum dapat diperoleh secara real-time, serta meningkatkan risiko kesalahan dalam pencatatan dan penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi pemasaran dan administrasi penjualan perumahan berbasis website yang mampu mengintegrasikan pengelolaan informasi properti dan transaksi penjualan. Pengembangan sistem menerapkan metode Waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan menggunakan Unified Modeling Language (UML), implementasi dengan PHP dan MySQL, serta pengujian sistem. Sistem yang dikembangkan menyediakan sejumlah fungsi utama, antara lain katalog properti, informasi ketersediaan unit, kalkulator EMI, pengajuan booking secara daring, pelacakan transaksi, pengelolaan cicilan, verifikasi dokumen, dan penyusunan laporan secara otomatis. Hasil Black Box Testing menunjukkan seluruh skenario pengujian berjalan sesuai dengan fungsi yang dirancang dengan tingkat keberhasilan 100%. Sementara itu, User Acceptance Testing (UAT) memperoleh nilai 85,84% yang menunjukkan bahwa sistem berada pada kategori sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis website yang dikembangkan dapat mendukung perluasan akses informasi pemasaran, meningkatkan efisiensi administrasi penjualan, serta menyediakan informasi yang lebih akurat untuk menunjang proses pengambilan keputusan.
  99. PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUT BESI TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI

    Beton mutu tinggi (HSC) memiliki kelemahan pada rasio kuat tarik dan lentur yang tidak meningkat proporsional seiring kenaikan kuat tekan, sehingga diperlukan inovasi bahan tambah untuk meningkatkan sifat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah bubut besi terhadap workability dan sifat mekanis beton, serta mengevaluasi potensinya sebagai material alternatif dalam teknologi beton serat. Perencanaan campuran (mix design) dilakukan menggunakan ACI 211.1-91 untuk beton normal 30 MPa dan ACI 211.4R-08 untuk beton mutu tinggi 45 MPa dan 50 MPa, dengan penambahan limbah bubut besi sepanjang ±3 cm pada kadar 1%, 2%, dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap workability, dengan penurunan nilai slump yang masih dalam toleransi ACI 117 ± 2,5 cm. Namun, terjadi peningkatan sifat mekanis yang positif: kuat tekan tertinggi pada penambahan 2% (beton 30 MPa naik 11,6%; 45 MPa naik 3,24%; 50 MPa naik 5,99%), kuat tarik meningkat konsisten dengan kenaikan tertinggi masing-masing mutu (30 MPa: 25,16% pada 3%; 45 MPa: 24,52% pada 2%; 50 MPa: 59,09% pada 3%), serta kuat lentur meningkat signifikan (tertinggi pada beton 45 MPa dengan 3% sebesar 41,56% dan beton 50 MPa dengan 1% sebesar 25,83%). Dengan demikian, limbah bubut besi berpotensi diaplikasikan sebagai bahan tambah beton untuk meningkatkan kinerja mekanis beton normal maupun mutu tinggi, asalkan dilakukan pemadatan yang tepat.
  100. Sistem Informasi Pengajuan dan Pembiayaan Layanan Storage Serta Lift On/Lift off Berbasis Web Menggunakan Incremental (Studi Kasus: PT Samudera Express Transindo)

    Perkembangan teknologi informasi mendorong sektor logistik untuk bertransformasi digital, namun proses pengajuan dan pembiayaan layanan Storage serta Lift On/Lift Off (LoLo) kontainer di PT Samudera Express Transindo masih dilakukan secara manual melalui formulir fisik dan spreadsheet, sehingga rawan kesalahan pencatatan, keterlambatan pelaporan, dan minim transparansi. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan mengevaluasi sistem informasi berbasis web yang mengintegrasikan proses pengajuan, persetujuan, pembiayaan, invoice, monitoring, dan pelaporan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif pada tahap analisis kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta model pengembangan Incremental yang membagi pembangunan sistem ke dalam lima increment, yaitu autentikasi dan hak akses, pengajuan layanan, persetujuan dan pembiayaan, dashboard dan pelaporan, serta integrasi dan pengujian akhir. Hasil pengujian Black-Box menunjukkan seluruh skenario fungsional berjalan sesuai rancangan, sedangkan evaluasi pengguna melalui kuesioner skala Likert menunjukkan skor sangat baik pada aspek usability (4,8), fungsionalitas (4,7), dan tampilan antarmuka (4,6). Sistem yang dihasilkan terbukti layak secara teoretik maupun empiris, mampu mengurangi kesalahan pencatatan data, mempercepat proses administrasi, dan menyediakan informasi secara real-time bagi Divisi Operasional dan Accounting. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi efisiensi operasional perusahaan sekaligus kontribusi akademis pada penerapan metode Incremental dalam pengembangan sistem informasi logistik.
  101. PERENCANAAN MANAJEMEN RISIKO TERKAIT PERUBAHAN VOLUME PEKERJAAN STRUKTUR DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYIS (FMEA) PADA PROYEK MUSEUM DAN MONUMEN REOG PONOROGO TAHAP 1

    Perubahan volume pekerjaan struktur pada proyek konstruksi dapat terjadi akibat perubahan desain, ketidaktepatan perencanaan, kondisi lapangan, serta dinamika koordinasi dan pelaksanaan proyek yang berpotensi memengaruhi biaya, waktu, dan pengendalian pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi permasalahan pada Proyek Pembangunan Museum dan Monumen Reog Ponorogo yang memiliki kompleksitas desain dan mengalami perubahan volume pekerjaan struktur selama pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dan variabel risiko perubahan volume pekerjaan struktur, menentukan tingkat prioritas risiko, serta menyusun strategi mitigasi terhadap risiko dominan pada proyek tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Identifikasi risiko dilakukan melalui kajian literatur dan analisis dokumen proyek, kemudian divalidasi berdasarkan penilaian panel ahli. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap 10 panel ahli yang terlibat langsung dalam proyek, meliputi unsur manajemen proyek, teknis, pengendalian mutu, estimasi, pelaksanaan, logistik, dan pengawasan. Sebanyak 20 variabel risiko dinilai berdasarkan parameter Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) dengan skala 1–10, kemudian dihitung menggunakan Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa 14 risiko (70%) berada pada kategori sangat tinggi, 5 risiko (25%) pada kategori tinggi, dan 1 risiko (5%) pada kategori sedang, tanpa ditemukan risiko berkategori rendah maupun sangat rendah. Risiko dengan prioritas tertinggi adalah perubahan desain yang menyebabkan perubahan volume pekerjaan dengan nilai RPN 378,00, diikuti pembengkakan biaya proyek (RPN 371,28), perubahan desain akibat permintaan Owner (RPN 367,20), penambahan item pekerjaan baru berupa shear wall (RPN 343,995), dan lemahnya manajemen perubahan (RPN 335,53). Strategi mitigasi diarahkan pada penguatan pengendalian sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, serta administratif dan kontraktual melalui design review berjenjang, validasi BOQ, penerapan Building Information Modeling (BIM), mekanisme change control, koordinasi lintas disiplin, dan sistem approval tracking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian perubahan sejak tahap awal perencanaan menjadi aspek strategis dalam mengurangi risiko perubahan volume pekerjaan struktur.