PT Daya Inovasi Mandiri menerapkan corrective maintenance yang berpotensi menyebabkan downtime akibat kerusakan mesin. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis perawatan dan interval maintenance komponen kritis menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Age Replacement. Berdasarkan data kerusakan Januari 2022–Oktober 2025, mesin Takisawa TAL-510 menjadi mesin paling kritis dengan 38 kerusakan dan downtime 472,5 jam. Hasil RCM melalui FMEA, LTA dan Task Selection menetapkan v-belt sebagai komponen kritis utama. Analisis Age Replacement menghasilkan interval penggantian optimal setiap 54 hari dengan downtime minimum. Berdasarkan interval tersebut disusun usulan jadwal preventive maintenance selama dua tahun untuk mengurangi risiko kerusakan mendadak dan mendukung kelancaran produksi.
References
1. Anthony M. Smith, & Glenn R. Hinchcliffe. (2003). RCM Gateway to World Class Maintenance
2. Charles E. Ebeling. (2003). An introduction to Reliability and Maintainability Engineering (E. Munson & J. Morris, Eds.). The Mc-Graw Hills Companies Inc., United States of America.
3. M. Carolina (2017). "Peranan Sektor Industri Manufaktur dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia," Buletin APBN, vol. 2
9. Ramadhan, I., & Widiasih, W. (2023). Analisis Penggantian dan Perawatan pada Papermachine Bagian Wiredan DryerMenggunakan Metode Reliability Centered Maintenancedan Age replacementPada PT.X. Jurnal Tekstil (JUTE), 6.
10. Saputra, Y., Widyantoro, M., & Rosihan, R. I. (2024). Perencanaan Perawatan Mesin dengan Metode Reliability Centered Maintenance dan Age Replacement. Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi Dan Teknologi, 10(2).
11. Walpole, R., Myers, R., & Myers Sharon. (2011). Probability & Statistics for Engineer & Scientist. Pearson.
12. Wibowo, T., Hidayatullah, S., & Malhadi, A. (2021). Analisis Sistem Perawatan Mesin Bubut Menggunakan Metode Rcm (Reliability Centered Maintenance) Di Cv. Jaya Perkasa Teknik. Jurnal Rekayasa Industri (JRI), 3.