Public services that still use manual queue systems often cause various problems such as long waiting times, disorganized service processes, and lack of information transparency for the public. These conditions reduce service efficiency and decrease user satisfaction. This study aims to design a prototype of a digital queue management application for public services that can assist in managing queues more effectively, quickly, and systematically. The methods used in this research are the User-Centered Design (UCD) approach and Prototype Development to produce a system that meets user needs. The system was developed as a web-based application with main features including digital queue number retrieval, real-time queue monitoring, counter management, service scheduling, notifications, reporting, and system settings. System quality evaluation was conducted using the ISO/IEC 25010 standard covering functional suitability, usability, performance efficiency, and reliability aspects.
Pelayanan publik yang masih menggunakan sistem antrian manual sering menimbulkan berbagai permasalahan seperti waktu tunggu yang lama, ketidakteraturan proses pelayanan, serta kurangnya transparansi informasi bagi masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya efisiensi pelayanan dan menurunkan tingkat kepuasan pengguna layanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah prototype aplikasi manajemen antrian digital pada layanan publik yang mampu membantu proses pengelolaan antrian secara lebih efektif, cepat, dan terstruktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan User-Centered Design (UCD) dan Prototype Development untuk menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem dikembangkan berbasis web dengan fitur utama seperti pengambilan nomor antrian, monitoring antrian real-time, pengelolaan loket, jadwal layanan, notifikasi, laporan, serta pengaturan sistem. Evaluasi kualitas sistem dilakukan menggunakan standar ISO/IEC 25010 yang meliputi aspek functional suitability, usability, performance efficiency, dan reliability.
References
Anwar, C., & Hartono, R. (2025). Konsep dan Implementasi ISO/IEC 25010 dalam Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak. Jakarta: Penerbit Teknologi Informasi Indonesia.
Anwar, C., Farizy, S., & Wijayanto, S. (2025). Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Menggunakan Standar ISO/IEC 25010. Bandung: Media Informatika Nusantara.
Putra, A. R., & Nugroho, S. (2023). Evaluasi kualitas perangkat lunak menggunakan standar ISO/IEC 25010 pada sistem informasi berbasis web. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 10(2), 112–120.
Hidayat, T., & Pratama, Y. (2022). Implementasi User Centered Design pada pengembangan aplikasi pelayanan publik digital. Jurnal Informatika dan Sistem Informasi, 8(1), 45–53.
Maulana, I., & Prasetyo, J. A. (2024). Perancangan sistem antrian digital berbasis web untuk meningkatkan efisiensi layanan publik. Jurnal Sistem Informasi Indonesia, 9(3), 77–86.
Saputra, D., & Kurniawan, R. (2021). Pengembangan aplikasi antrian online berbasis web menggunakan metode prototype. Jurnal Teknologi dan Informasi, 7(4), 150–158.
Lestari, N., & Wijaya, A. (2020). Penerapan metode prototype dalam perancangan sistem informasi pelayanan publik. Jurnal Ilmiah Komputer, 6(2), 98–105.
Firmansyah, M., & Setiawan, B. (2022). Analisis usability pada sistem informasi berbasis web menggunakan pendekatan ISO/IEC 25010. Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak, 11(1), 33–41.
Pratama, R., & Sari, D. P. (2023). Sistem informasi antrian digital pada instansi pelayanan publik berbasis web. Jurnal Informatika Terapan, 9(2), 65–74.
Wibowo, A., & Santoso, H. (2021). Penerapan User Centered Design dalam pengembangan aplikasi layanan masyarakat. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi, 5(3), 120–128.
Rahman, F., & Sari, M. (2020). Evaluasi sistem informasi menggunakan ISO/IEC 25010 pada aplikasi berbasis web. Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, 4(1), 25–32.
Kurnia, D., & Handayani, L. (2024). Perancangan sistem informasi pelayanan publik berbasis digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 12(1), 55–63.