Lailatul Fazli, Jasman, Fiki Efendi, Fathir Aspar (Author)
Kegiatan praktik pengelasan di Bengkel Teknik Pengelasan SMK Negeri 1 Guguak masih menghadapi permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), antara lain penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang belum optimal, ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), kondisi lingkungan bengkel yang belum sepenuhnya aman, serta adanya tindakan dan kondisi tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan tingkat risiko berdasarkan nilai Probability dan Severity, mengelompokkan kategori tingkat risiko berdasarkan matriks HIRARC, serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko berdasarkan Hierarchy of Control. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kegiatan praktik pengelasan kelas XI TP 1 dan XI TP 2. Masing-masing kelas diamati sebanyak tiga kali dengan melibatkan dua observer. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan Probability (P) dan Severity (S), kemudian dihitung menggunakan rumus R = P × S dan diklasifikasikan berdasarkan matriks risiko HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 60 potensi bahaya pada empat tahapan praktik pengelasan, yaitu persiapan, pemeriksaan peralatan, pelaksanaan pengelasan, serta finishing dan pembersihan area kerja. Potensi bahaya terdiri atas bahaya fisik, kimia, listrik, mekanik, ergonomi, kebakaran, unsafe action, dan unsafe condition. Sebanyak 8 potensi bahaya (13,33%) termasuk kategori rendah, 29 (48,33%) sedang, 19 (31,67%) tinggi, dan 4 (6,67%) ekstrem. Risiko ekstrem meliputi radiasi UV, asap las, risiko kebakaran, dan jalur evakuasi terhalang. Pengendalian yang direkomendasikan meliputi perbaikan ventilasi dan sistem kelistrikan, penataan area kerja, pemasangan welding screen, penerapan SOP dan safety briefing, peningkatan pengawasan, serta penggunaan APD yang sesuai.