PERENCANAAN MANAJEMEN RISIKO TERKAIT PERUBAHAN VOLUME PEKERJAAN STRUKTUR DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYIS (FMEA) PADA PROYEK MUSEUM DAN MONUMEN REOG PONOROGO TAHAP 1
Perubahan volume pekerjaan struktur pada proyek konstruksi dapat terjadi akibat perubahan desain, ketidaktepatan perencanaan, kondisi lapangan, serta dinamika koordinasi dan pelaksanaan proyek yang berpotensi memengaruhi biaya, waktu, dan pengendalian pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi permasalahan pada Proyek Pembangunan Museum dan Monumen Reog Ponorogo yang memiliki kompleksitas desain dan mengalami perubahan volume pekerjaan struktur selama pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dan variabel risiko perubahan volume pekerjaan struktur, menentukan tingkat prioritas risiko, serta menyusun strategi mitigasi terhadap risiko dominan pada proyek tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Identifikasi risiko dilakukan melalui kajian literatur dan analisis dokumen proyek, kemudian divalidasi berdasarkan penilaian panel ahli. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap 10 panel ahli yang terlibat langsung dalam proyek, meliputi unsur manajemen proyek, teknis, pengendalian mutu, estimasi, pelaksanaan, logistik, dan pengawasan. Sebanyak 20 variabel risiko dinilai berdasarkan parameter Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) dengan skala 1–10, kemudian dihitung menggunakan Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa 14 risiko (70%) berada pada kategori sangat tinggi, 5 risiko (25%) pada kategori tinggi, dan 1 risiko (5%) pada kategori sedang, tanpa ditemukan risiko berkategori rendah maupun sangat rendah. Risiko dengan prioritas tertinggi adalah perubahan desain yang menyebabkan perubahan volume pekerjaan dengan nilai RPN 378,00, diikuti pembengkakan biaya proyek (RPN 371,28), perubahan desain akibat permintaan Owner (RPN 367,20), penambahan item pekerjaan baru berupa shear wall (RPN 343,995), dan lemahnya manajemen perubahan (RPN 335,53). Strategi mitigasi diarahkan pada penguatan pengendalian sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, serta administratif dan kontraktual melalui design review berjenjang, validasi BOQ, penerapan Building Information Modeling (BIM), mekanisme change control, koordinasi lintas disiplin, dan sistem approval tracking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian perubahan sejak tahap awal perencanaan menjadi aspek strategis dalam mengurangi risiko perubahan volume pekerjaan struktur.
References
1. Cleland, D. I., & King, W. R. (1983). Systems analysis and project management (3rd ed.). McGraw-Hill.
2. Ervianto, W. I. (2011). Manajemen proyek konstruksi. ANDI.
3. Martanti, M., & Hardjomuljadi, S. (2018). Analisis penyebab Contract Change order terhadap kinerja proyek konstruksi. Jurnal Konstruksi, 16(2), 45 -56. DOI: https://doi.org/10.22441/jrs.2018.v07.i1.03
4. Palilati, S., dkk. (2022). Dampak Contract Change order pada pembangunan gedung pendidikan di Provinsi Gorontalo. Jurnal Rekayasa Sipil, 18(1), 112-120. tautan akses: https://pasca-umi.ac.id/index.php/kons/article/view/1108
5. Noviana, L., & Rahayu, S. (2025). Analisis change order ratio pada pekerjaan struktur Gedung BTN Kanwil 1 Jawa Barat. Jurnal Infrastruktur, 11(2), 34 -45. DOI: https://doi.org/10.21009/jmenara.v20i2.54892
6. Ramadhan, J. S., & Waty, M. (2025). Analisis dampak change orders terhadap biaya dan waktu proyek konstruksi di Indonesia. Engineering, Technology & Applied Science Research (ETASR). DOI: https://doi.org/10.48084/etasr.9449
7. Permatasari, I., et al. (2023). Dampak perubahan volume pekerjaan terhadap jadwal dan koordinasi proyek SDN 2 Panjer. Jurnal Teknik Sipil, 12(3), 89-98.
8. Daniswari, D. (2025). Dinamika pembangunan infrastruktur budaya daerah: Studi kasus Monumen Reog Ponorogo. Kompas.com.
10. Alnuaimi, A. S., Taha, R. A., Al Mohsin, M., & Al-Harthi, A. S. (2010). Causes, effects, benefits, and remedies of change orders on public construction projects in Oman. Journal of Construction Engineering and Management, 136(5), 615 –622. DOI: https://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0000154
11. Project Management Institute. (2021). A guide to the project management body of knowledge (PMBOK guide) (7th ed.).
12. Stamatis, D. H. (2003). Failure mode and effect analysis: FMEA from theory to execution (2nd ed.). ASQ Quality Press.
13. McDermott, R. E., Mikulak, R. J., & Beauregard, M. R. (2009). The basics of FMEA (2nd ed.). CRC Press.
14. International Organization for Standardization. (2018). Risk management — Guidelines (ISO 31000:2018).
15. Simbung, S. (2023). Aplikasi metode FMEA dalam mengidentifikasi cacat dominan pada proyek pembangunan apartemen. Jurnal Manajemen Proyek, 8(1), 22-31.
16. Septiani, R., dkk. (2025). Analisis risiko waktu dan biaya proyek Hotel Aston Inn 2 Batu menggunakan metode FMEA. Jurnal Konstruksi Gedung, 14(1), 78-87.
17. Soltanzadeh, A., Zarei, E., Mahdinia, M., Hosseinzadeh, K., & Sadeghi-Yarandi, M. (2025). Introducing FMEA plus method for comprehensive safety risk assessment in the steel industry. PLOS ONE, 20(10), e0331748. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0331748
18. Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.
19. Legendre, P. (2005). Species associations: The Kendall coefficient of concordance revisited. Journal of Agricultural, Biological, and Environmental Statistics, 10(2), 226–245. DOI: https://doi.org/10.1198/108571105X46642