Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 3 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS KETERKAITAN STRATEGI ARSITEKTURAL DAN PERILAKU PENGHUNI PINGGIR REL KERETA

DOI:
https://doi.org/10.2238/skyj0550
Submitted
August 12, 2026
Published
2026-08-12

Abstract

Permukiman informal di sempadan rel kereta api menghadapi tantangan kebisingan ekstrem yang memengaruhi kualitas hidup penghuni. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi antara strategi adaptasi arsitektural dan adaptasi perilaku warga dalam merespons kebisingan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, survei dilakukan terhadap 8 unit hunian di kawasan Maleber Utara, Bandung, yang terbagi dalam dua zona: zona dekat dan zona jauh. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas pola adaptasi yang signifikan. Pada zona dekat, meskipun 75% hunian telah menggunakan dinding bata, tingkat kebisingan 81,9 sampai dengan 90,8 dB tetap memaksa 75% penghuni melakukan adaptasi perilaku reaktif jeda bicara dan 50% mengalami gangguan tidur. Sebaliknya, pada zona jauh, kombinasi jarak dan orientasi bangunan berhasil meredam kebisingan hingga 52,3 sampai dengan 61,4 dB, sehingga 100% penghuni memiliki kualitas tidur yang baik tanpa perlu melakukan adaptasi perilaku signifikan. Penelitian menyimpulkan terbentuknya dua pola interaksi sistem ganda. Pola Komplementer Paksa pada zona dekat di mana defisit arsitektural membebani adaptasi perilaku, dan Pola Substitusi Efektif pada zona jauh di mana kualitas fisik bangunan menggantikan kebutuhan adaptasi perilaku. Rekomendasi teknis meliputi implementasi sistem Dinding Insulasi Lapis Ganda (Double Wall) dan pembangunan Pagar Bising Buatan (Artificial Noise Barrier) di batas Ruang Milik Jalur sebagai solusi prioritas untuk konteks lahan terbatas.

References

  1. Anisa, A., Ashadi, A., Lissimia, F., & Bimatukmaru, R. F. (2023). Identifikasi Adaptasi Spasial Pada Hunian Vernakular. Kasus Studi : Rumah-Rumah Di Kota Lama Kudus. NALARs, 22(2), 153. https://doi.org/10.24853/nalars.22.2.153-160
  2. Fitriani, F., & Prasetyo, S. A. (2024). Upaya Masyarakat dalam Menghadapi Kebisingan pada Permukiman Tepi Rel Kereta Api (Studi Kasus : Permukiman Tepi Rel Kereta Api, Stasiun Cikarang - Stasiun Bekasi). Jurnal Teknik Sipil , 5(1), 13–18. https://doi.org/10.37366/jts.v5i1.5059
  3. Indonesia, K. P. U. dan P. R. (2022). Pola Permukiman di Sepanjang Jalur Kereta Api Kota Medan TALENTA Conference Series Pola Permukiman di Sepanjang Jalur Kereta Api Kota Medan. 5(1). https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1508
  4. Kementerian Sekretariat Negara. (2007). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PERKERETAAPIAN, 3(September).
  5. M, U. (n.d.). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/Prt/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan.
  6. Mahroini, Z. (2021). Persebaran Tingkat Kebisingan Kereta Api Dan Upaya Masyarakat Menghadapi Kebisingan 2019. July.
  7. Morihara, T., Yokoshima, S., & Matsumoto, Y. (2021). Effects of Noise and Vibration Due to the Hokuriku Shinkansen Railway on the Living Environment : A Socio-Acoustic Survey One Year after the Opening.
  8. Railfans, D. (2026). Jadwalkeretaapi. https://jadwalkeretaapi.com/
  9. Renterghem, T. Van, & Aletta, F. (2021). Changes in the Soundscape of the Public Space Close to a Highway by a Noise Control Intervention.
  10. SK. 1405/MenKes RI/XI/2002. (2002).
  11. Tan, W. H., Amares, S., Faridah, W., & Heng, W. K. (2021). Analysis of Noise Level and Sound Transmission Loss ( STL ) of Noise Barrier Material for the Construction Site. 4, 151–162.
  12. Theofilus D.S Fahik, Agung Witjaksono, A. M. G. (n.d.). PENATAAN ULANG KAWASAN PERMUKIMAN PADA SEMPADAN REL KERETA API DI KECAMATAN LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG. 1(c).

Similar Articles

1-10 of 337

You may also start an advanced similarity search for this article.