Kemasan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas produk, memberikan kemudahan penggunaan, serta meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen. Krupuk Subur Yogyakarta masih menggunakan kemasan sederhana yang memiliki keterbatasan dalam hal penutupan kembali setelah kemasan dibuka, sehingga dapat memengaruhi kerenyahan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap kemasan Krupuk Subur Yogyakarta, menentukan prioritas karakteristik teknis kemasan, serta merancang kemasan usulan berdasarkan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) dengan alat analisis House of Quality (HoQ). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 8 responden dengan menggunakan skala Likert 1–4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen dengan tingkat kepentingan tertinggi adalah kemampuan kemasan dalam menjaga kerenyahan produk dengan nilai rata-rata sebesar 3,88, diikuti kemudahan membuka dan menutup kembali sebesar 3,75, keamanan bahan food grade sebesar 3,63, kekuatan kemasan sebesar 3,50, kejelasan informasi produk sebesar 3,38, dan desain kemasan sebesar 3,25. Berdasarkan hasil House of Quality, karakteristik teknis dengan prioritas tertinggi adalah penggunaan bread clip sebagai sistem penutup ulang dengan bobot 70,10, diikuti ketebalan plastik kemasan sebesar 68,00, material food grade sebesar 64,20, desain visual sebesar 52,90, dan informasi label sebesar 51,80. Rancangan kemasan usulan dilakukan dengan menambahkan bread clip pada bagian atas kemasan sehingga kemasan dapat dibuka dan ditutup kembali dengan lebih mudah serta membantu menjaga kerenyahan produk.
References
[1] Afris, W.H. & Fadhilah, N. (2022). “Pengembangan desain kemasan benur dengan metode Quality Function Deployment (QFD) pada PT Esaputlii Prakarsa Utama Kabupaten Barru.” Journal of Agro-Industry Engineering Research, 1(2), 19–23.
[2] Amanda, E. (2025). Rancangan usulan kemasan roti coklat lezat dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) pada UD. Zia Bakery. Skripsi, Universitas Malikussaleh.
[3] Arifin, A.A., Indarmawan, K.B. & Patriawan, D.A. (2022). “Perancangan dan pengembangan produk CNC mini 2 axis dengan metode Quality Function Deployment (QFD).” Elemen: Jurnal Teknik Mesin, 9(2), 90–98.
[4] Emilia, D.S., Amilia, W. & Rudianto, A.S. (2024). “Perancangan ulang desain kemasan Bagiak Oreng Osing oleh-oleh khas Banyuwangi menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).” Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia, 3(1), 290–302.
[5] Ernawati, S., Muhammad, K. & Asyari, H. (2024). “Redesain kemasan keripik tempe menggunakan metode Quality Function Deployment dan Value Engineering.” INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal on Agroindustry, 5(2), 74–87.
[6] Fauzul, M.A.F., Safi’i, I. & Widodo, S.R. (2023). “Pengembangan kemasan Baso Aci Tata Snack menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).” Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP), 1(2), 85–90.
[7] Hamzah, M.F. (2024). “Implementation of Quality Function Deployment on e-bekal as cashless payment to enhance the quality of boarding school services.” Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity, 2(1), 1427–1433.
[8] Irawati, L. (2024). Usulan perbaikan desain kemasan produk kripik pisang dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House of Quality (HoQ) pada UD Sumber Rejeki Jombang. Skripsi, UPN “Veteran” Jawa Timur.
[9] Nalhadi, A., Subentar, B. & Supriyadi, S. (2022). “Perancangan kemasan produk Kue Gipang Pangrih menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).” JiTEKH: Jurnal Ilmiah Teknologi Harapan, 10(2), 52–59.
[10] Padma, S.M., Prihastari, Z.S., Sari, A.R., Revulaningtyas, I.R. & Norsita, D.I. (2021). “Pengembangan produk pangan lokal Talas Bogor (Colocasia esculenta) sebagai bahan baku pembuatan donat menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).” Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 9(2), 148–157.
[11] Pratama, M.R.Y. (2024). “Perbaikan desain kemasan UMKM Tanghiban menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).” Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 2(3), 168–175.
[12] Priyono, P. & Yuamita, F. (2022). “Pengembangan dan perancangan alat pemotong daun tembakau menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).” Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 1(3), 137–144.
[13] Rahmanulia, B., Solekha, A., Hapsari, S.D. & Al Faritsy, A.Z. (2023). “Perencanaan dan pengembangan produk pouch bag menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) (studi kasus: Bank Sampah Gemah Ripah Bantul).” Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 2(3), 168–175.
[14] Salsabila, K.N. (2023). Redesain kemasan produk UMKM rengginang Minilo menggunakan Quality Function Deployment (QFD) untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Skripsi.
[15] Situmorang, E.V.A., Siregar, Z.H. & Harahap, U.N. (2021). “Perbaikan dan pengembangan produk baby chair menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) (studi kasus: PT Casa Woodworking Industry).” Jurnal Vorteks, 2(2), 91–99.
[16] Sya’bani, M.F. & Syakhroni, A. (2025). “Inovasi kemasan bawang goreng UMKM Rivana guna mengoptimalisasi daya saing produk menggunakan metode QFD.” Journal of Engineering Environmental Energy and Science, 4(2), 99–108.
[17] Taha, R.R. & Nusran, M. (2024). “Inovasi kemasan produk kopi UMKM Robin: menyelaraskan preferensi konsumen melalui pendekatan Quality Function Deployment.” JAPSI: Jurnal Aplikasi dan Pengembangan Sistem Industri, 2(2), 86–96.