Daun petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang mengandung zat aktif, yang berupa alkaloid, saponin, flavonoida dan tannin yang merupakan pigmen tumbuhan penimbul warna yang dapat dijadikan pewarna alam. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu mase rasi yang optimal untuk ekstrasi tanin terhadap daun petai cina dan menentukan jenis pelarut antara Asam Sitrat 0,02%. Penelitian dimulai preparasi bahan, kemudian maserasi sebanyak 25 g daun petai cina menggunakan aquadest sebanyak 250 ml dengan variasi waktu 36,42,48,54 dan 60 jam dan penambahan pelarut 10 ml. Hasil maserasi disaring dan dicentrifuge. Pada metode foam mat drying ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin dengan konsentrasi 10% dan bahan pembusa tween 80 dengan konsentrasi 1,5%. Didapatkan waktu optimum maserasi terhadap ekstrak tanin yaitu waktu 60 jam dan jenis pelarut yang terbaik untuk ekstrak tanin daun petai cina yaitu Asam Sitrat 0,02% dengan menghasilkan nilai kadar tanin 1,69 ppm, menghasilkan nilai rendemen 17,70%, kadar air dengan nilai yaitu 6,33%, kelarutan dengan nilai yaitu 97,88%.
References
AOAC. (1995). Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists. Washington.
Asiah, Sebodo, & Presetyaningrum. (2012). Aplikasi Metode Foam-Mat Drying Pada Proses Pengeringan Spirulina. J Teknologi Kimia Industry, 1(1), 461–467.
Bahri, S., Jalaluddin, J., & Rosnita, R. (2018). Pembuatan Zat Warna Alami dari Kulit Batang Jamblang (Syzygium Cumini) Sebagai Bahan Dasar Pewarna Tekstil. Urnal Teknologi Kimia Unimal, 1(6), 10.
Browning, B, & L. (1966). Methods Of Wood Chemistry. Interscience Publishers. New York, 1,2.
Desmiaty, Y., H, R., M.A, D., & R, A. (2008). Penentuan Jumlah Tanin Total Pada Daun Jati Belanda (Guazuma Ulmifolia Lamk) Dan Daun Sambang Darah (Excoecaria Bicolor Hassk.) Secara Kolorimetri Dengan Pereaksi Biru Prusia. Ortocarpus, 8, 106–109.
Dewi, R. (2011). Uji Kualitatif dan Kuantitatif Tanin pada Kulit Batang dan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.) Secara Spektrofotometri Menggunakan Pereaksi Biru Prusia. Universitas Surabaya.
Ekaputra, T., & Pramitasari, R. (2020). Evaluation Of Physicochemical Properties Of Anthocyanin Extracts And Powders From Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L.). Food Research, 4(6).
Estytia Mayanti, Ahmad M Fuadi, & Agus Haerudin. (2022). Pengaruh Jenis Dan Variasi Konsentrasi Fiksasi Terhadap Kualitas Warna Batik Pewarna Alami Daun Petai Cina. Program Studi Teknik Kimia, Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia, 2(1), 22–28.
Fardhyanti, Selvia, D., & Riski, R. D. (2015). Pemungutan Brazilin Dari Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L) Dengan Metode Maserasi Dan Aplikasinya Untuk Pewarnaan Kain. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 4(1), 8–17.
Kartika, E., H., K., A., Putri, A., T., M., & A., Pendidikan J., & Keluarga, K. (2021). Fashion And Fashion Education Journal Pembuatan Bubuk Warna Ekstrak Daun Petai Cina (Laucaena Leucocephala) Sebagai Pewarna Alami Kain. In Ffej, 10(1).
Permatasari, N. A., & Afifah, F. (2020). Pembuatan dan Pengujian Stabilitas Bubuk Pewarna Alami dari Daun Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss.),. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri. Tersedia Pada: Https://Doi.Org/10.24843/Jrma.2020.V08.I03.P10. , 3(8), 409.
Prawitasari, H., & Yuniwati, M. (2019). Pembuatan Serbuk Pewarna Alami Tekstil Dari Ekstrak Daun Jati Muda (Tectona Grandis Linn. F.) Metode Foam-Mat Drying Dengan Pelarut Etano. Jurnal Inovasi Proses, 1(4).
Rizky Amelia, F. (2015). Penentuan Jenis Tanin dan Penetapan Kadar Tanin Dari Buah Bungur Muda (Lagerstroemia Speciosa Pers.) Secara Spektrofotometri dan Permanganometri,. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(4), 1.
Tama, J. B. , K. S. dan M. A. F. (2014). Studi Pembuatan Bubuk Pewarna Alami Dari Daun Konsentrasi Maltodekstrin Dan Mgco 3,. Jurnal Industria, 1(3), 73–82.