Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 2 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS PENGGUNAAN BANK KAPASITOR UNTUK PERBAIKAN TEGANGAN DI PENYULANG PANGSUMA DAN TOMEN PT. PLN UP3 MEMPAWAH

DOI:
https://doi.org/10.2238/wfa41z87
Submitted
July 20, 2026
Published
2026-07-20

Abstract

Saluran transmisi dan distribusi yang terlalu panjang akan berpotensi menimbulkan fenomena jatuh tegangan yang terjadi akibat impedansi saluran berupa resistansi dan reaktansi. Jatuh tegangan adalah terjadi perbedaan tegangan antara sisi kirim dan sisi terima. Pada SPLN T6.001:2013 menetapkan tegangan tertinggi dan tegangan terendah perbedaannya tidak boleh lebih besar dari ±10%. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi tegangan dan menganalisa potensi jatuh tegangan pada Penyulang Pangsuma dan Tomen UP3 Mempawah, serta melakukan upaya perbaikan dengan pemasangan bank kapasitor pada bus dengan tegangan terendah apabila kondisi jatuh tegangan penyulang melewati batas toleransi. Metode yang digunakan adalah simulasi aliran daya menggunakan program komputer MATLAB. Pada kondisi eksisting Penyulang Tomen terbagi menjadi dua sistem penyulang yaitu Tomen 1 dan Tomen 2. Hasil simulasi kondisi eksisting masing-masing penyulang menunjukkan Penyulang Pangsuma dan Penyulang Tomen 1 mengalami kondisi jatuh tegangan yang melebihi batas standar toleransi. Pada Penyulang Pangsuma tegangan terendah sebesar 15,87kV (jatuh tegangan 20,86%) terjadi pada bus 162 dan pada Penyulang Tomen 1 tegangan terendah sebesar 17,45 kV (jatuh tegangan 12,76%) terjadi pada bus 130. Sedangkan untuk Penyulang Tomen 2 kondisi tegangan sudah sangat stabil dengan tegangan terendah sebesar 18,17 kV (jatuh tegangan 9,15%) pada bus 93. Upaya perbaikan tegangan pada Penyulang Pangsuma dilakukan dengan 3 skenario pemasangan bank kapasitor. Pada Skenario 1 perbaikan Penyulang Pangsuma dengan pemasangan satu bank kapasitor kapasitas 1000 kVAR pada bus 162 menunjukkan hasil tegangan terendah menjadi 17,33 kV (jatuh tegangan 13,35%) pada bus 114. Pada Skenario 2 pemasangan 2 bank kapasitor pada bus 162 dan bus 114 dengan kapasitas 1000 kVAR dan 500 kVAR, hasil menunjukkan tegangan terendah menjadi 17,86 kV (jatuh tegangan 10,70%) pada bus 94. Kemudian skenario 3 pemasangan 3 bank kapasitor pada bus 162, bus 114 dan bus 94 dengan kapasitas 1000 kVAR, 500 kVAR dan 250 kVAR hasil menunjukkan tegangan terendah menjadi 18,09 kV (jatuh tegangan 9,57%), ini merupakan hasil paling optimal dari semua skenario perbaikan. Sedangkan untuk perbaikan tegangan Penyulang Tomen 1 hanya dilakukan dengan 1 skenario pemasangan bank kapasitor. pemasangan satu bank kapasitor berkapasitas 750 kVAR pada bus 130 berhasil meningkatkan tegangan terendah menjadi 18,31 kV (jatuh tegangan 8,44%). Untuk Penyulang Tomen 2 dilakukan skenario pemasngan satu bank kapasitor berkapasitas 500 kVAR pada bus 93 dengan tujuan meningkatkan performansi. Hasil yang didapat tegangan terendah meningkat menjadi 18,78 kV dan jatuh tegangan menjadi 7,50%.

References

  1. [1] PT PLN Persero. Statistik PLN 2024. Data Operasional Unaudited. Jakarta. 2025.
  2. [2] A. Muntaha, I. Darmawan, A. Jaya, & D. Maulidyawati. Simulasi Perbaikan Drop Tegangan Dan Susut Pada Gardu Induk Alas Dengan Penambahan Kapasitor Bank. Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks), 7(2), 516-525, Mei 2025.
  3. [3] Tegangan-Tegangan Standar. SPLN T6.001:2013. 10 Mei 2013.
  4. [4] R.T Winarko, R. Gianto, & Z. Abidin. Perbaikan Profil Tegangan Pada Penyulang Kelam Di Jaringan Distribusi 20 Kv PT. PLN (Persero) ULP Sintang. Kohesi: Jurnal Sains Dan Teknologi, 10(5), 191-200, September 2025.
  5. [5] S. Daman, Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Padang: Universitas Negeri Padang. 2009.
  6. [6] PT PLN Persero. Buku Pedoman Pemeliharaan Kapasitor. Jalan Trunojoyo Blok M I/135. Jakarta. 2014.
  7. [7] H. Saadat, Power System Analysis. New York: McGraw-Hill Book, 1999.
  8. [8] R. Gianto. Diktat Kendali dan Kestabilan Sistem Tenaga. Universitas Tanjungpura.
  9. [9] B. Cahyono. Penggunaan Software Matrix Laboratory (MATLAB) dalam Pembelajaran Aljabar Linier. Jurnal Phenomenon, 1(1), 45-62. Juli 2013.

Similar Articles

1-10 of 117

You may also start an advanced similarity search for this article.