Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV berisiko tinggi mengalami kegagalan isolasi akibat sambaran petir. Penelitian ini menganalisis karakteristik tegangan puncak tower, perbandingan arus gangguan ke tanah antara sistem pentanahan Direct Grounding System (DGS) dan non-DGS, serta pengaruhnya pada parameter isolator menggunakan simulasi Electromagnetic Transients Program (EMTP) dengan injeksi arus petir 50 kA, 100 kA, dan 200 kA. Hasil simulasi menunjukkan implementasi DGS secara signifikan meningkatkan keandalan transmisi. Pada resistansi 10 Ω, DGS mereduksi tegangan surja puncak hingga 28% (2228,88 kV menjadi 1594,82 kV). DGS juga menaikkan efisiensi proteksi melalui pembagian jalur peluahan, sehingga arus gangguan ke tanah pada resistansi 1 Ω turun dari 169,610 kA menjadi 110,194 kA. Pada kondisi non-DGS, Tower 4 mengalami loncatan balik (back flashover) bersamaan pada Fasa S (1161,53 kV) yang melampaui nilai CFO aktual (1086,43 kV), serta Fasa T (1060,89 kV). Fasa T tetap gagal secara fisis akibat pengaruh tegangan jepit isolator, kondisi tegangan operasi AC sesaat, serta kecuraman gelombang kurva volt-waktu yang memicu stres dielektrik lebih besar. Sebaliknya, penerapan DGS berhasil mengondisikan Tower 3 dalam status 'Aman' di mana tegangan seluruh fasa berada di bawah ambang batas CFO. Penggunaan DGS terbukti efektif mengeliminasi risiko kegagalan elektrik dan menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik.
References
[1] Muhammad Suheri. 2022. 'Analisis Penurunan Gangguan Akibat Petir Pada Transmisi 150 KV Penghantar Maninjau-Simpang Empat Menggunakan DGS (Direct Grounding System )'. Universitas Muhammadiyah, Sumatera Barat.
[2] Sigit Setya Wiwaha. 2021. 'Evaluasi Pentanahan Terhadap Sambaran Petir Pada SUTT 70 kV Menggunakan Electromagnetic Transient Program (EMTP)'. Jurnal sistem kelistrikan. Vol.8 No.3,ISSN: 2407-232X, E-ISSN: 2407-2338.
[3] Luntungan, P, Renaldi (2018). 'Analisa Daerah Lindung dan Grounding Pada Tower Transmisi Akibat Terjadinya Back Flashover'. Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado.
[4] B. Eko Prasetyo and P. Surya Harijanto, 'Analisis Perbaikan Sistem Pentanahan Pada Tower Transmisi 150 kV Terhadap Sambaran Petir Menggunakan Simulasi Alternative Transient Program (Atp) ', Jtia, vol. 3, no. 2, pp. 61–68, Oct. 2022.
[5] Dennis Cristian Salamba. 2024. 'Evaluasi sistem pentanahan tower Transmisi saluran udara tegangan tinggi SUTT 150 kV wilayah sulawesi untuk mitigasi gangguan sambaran petir'. Universitas Hasanudin
[6] KEPDIR No. 0520 K/DIR/2014 Pedoman Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Tenaga Listrik PT PLN (Persero).
[7] P. S. Harijanto and R. Zoro, 'Analysis of lightning strike to overhead EHV 500 kV transmission system Jawa-Bali Crossing,' 2016 3rd Conference on Power Engineering and Renewable Energy (ICPERE), 2016, pp. 275-280, doi: 10.1109/ICPERE.2016.7904880.
[8] Zoro, Reynaldo. 2018. Sistem Proteksi pada Sistem Tenaga Listrik. Remaja Rosdakarya.
[9] IEEE. (1997). IEEE Guide for Improving the Lightning Performance of Transmission Lines. IEEE Std 1243-1997. New York: IEEE.