Tingginya intensitas curah hujan yang melanda Kampus III UIN Imam Bonjol Padang di akhir tahun 2025 menyebabkan massa tanah mencapai kondisi jenuh air, sehingga memicu terjadinya kelongsoran yang mengindikasikan ketidakstabilan lereng secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng eksisting menggunakan software Plaxis 2D dan perhitungan manual Metode Fellenius, guna mengevaluasi nilai Safety Factor serta mengidentifikasi mekanisme keruntuhan secara komprehensif. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lereng eksisting berada pada kondisi tidak stabil dan gagal memenuhi kriteria keamanan desain geoteknik. Analisis menggunakan Plaxis 2D menghasilkan nilai SF sebesar 1,019, sedangkan perhitungan manual menggunakan Metode Fellenius memberikan estimasi yang lebih konservatif dengan nilai SF sebesar 0,957 akibat karakteristik inheren metode yang mengabaikan gaya antar -irisan tanah. Berdasarkan visualisasi perilaku deformasi dari hasil analisis, mekanisme keruntuhan yang terbentuk teridentifikasi sebagai kelongsoran global dengan bidang gelincir membusur (circular slip surface). Kegagalan stabilitas ini murni dipicu oleh gaya pendorong massa tanah yang melampaui kapasitas kuat geser maksimum pada lapisan tanah dasar. Luaran pemodelan numerik ini secara akurat merepresentasikan dan memvalidasi kronologi pergerakan tanah faktual yang terjadi di lapangan sebelum studi ini dilakukan.