ANALISIS KELAIKAN FUNGSI BANGUNAN HOTEL KINGS PARK BERAU, KALIMANTAN TIMUR, BERDASARKAN PENGUJIAN NON -DESTRUCTIVE TEST SERVICEABILITY ASSESSMENT OF KINGS PARK HOTEL BUILDING, BERAU, EAST KALIMANTAN, BASED ON NON-DESTRUCTIVE TESTING
Bangunan gedung bertingkat memerlukan kondisi material struktur yang baik agar dapat digunakan secara aman dan sesuai fungsinya. Hotel Kings Park Berau (Mess Kings Park PT. Berau Coal), Kalimantan Timur, merupakan bangunan bertingkat fungsi publik seluas ± 4.302 m² yang terdiri atas enam blok tiga lantai dan memerlukan evaluasi kelaikan fungsi menyeluruh setelah periode operasional tertentu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu material beton dan baja pada elemen struktur bangunan tersebut melalui pengujian Non-Destructive Test (NDT), serta mengaitkan temuan kuantitatif tersebut dengan hasil pemeriksaan visual kondisi fisik bangunan. Metode yang digunakan adalah Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) tipe PUNDIT PV A1410 pada 30 titik elemen kolom, balok, pelat, sloof, dan pondasi dengan metode indirect transmission, serta Hardness Test metode Leeb (ASTM A956) pada 5 titik profil H-Beam dan tulangan ulir yang dikonversi menjadi kuat tarik berdasarkan ASTM E140. Nilai indirect velocity dikoreksi ke direct velocity dengan faktor 1,1 kemudian dikorelasikan terhadap kuat tekan beton (fc') mengacu ASTM C597-16 dengan asumsi rasio Poisson 0,15 dan densitas 2.400 kg/m³. Hasil pengujian menunjukkan nilai direct velocity berkisar 3.127–3.255 m/s, seluruhnya masuk kategori "Medium" menurut BS 1881: Part 203: 1986, dengan estimasi fc' berkisar 22,37–26,24 MPa (rata-rata 23,96 MPa), memenuhi syarat minimum 21 MPa pada SNI 2847:2019. Hasil Hardness Test menunjukkan kuat tarik rata-rata 497,75 MPa untuk H-Beam (syarat minimum 400 MPa, SNI 1729:2020) dan 378 MPa untuk tulangan ulir (syarat minimum 350 MPa, SNI 2052:2017), keduanya memenuhi syarat. Sebaliknya, pemeriksaan visual mengidentifikasi kegagalan fungsi non-struktural yang signifikan berupa kerusakan sistem waterproofing atap dan fasad, disfungsi drainase, serta keruntuhan plafon di beberapa area, yang berpotensi memicu korosi tulangan jangka panjang meskipun material struktur eksisting masih andal. Disimpulkan bahwa keandalan material struktural tidak secara otomatis menyatakan bangunan laik fungsi secara menyeluruh; diperlukan pengujian destruktif (core drill) untuk verifikasi lanjutan pada titik dengan nilai fc' terendah serta perbaikan segera pada selubung bangunan sebagai prasyarat penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
References
1. ASTM International, "ASTM C597-16: Standard test method for pulse velocity through concrete," ASTM International, 2016.
2. ASTM International, "ASTM A956/A956M: Standard test method for Leeb hardness testing of steel products," ASTM International, 2017.
3. ASTM International, "ASTM E140: Standard hardness conversion tables for metals relationship among Brinell hardness, Vickers hardness, Rockwell hardness, superficial hardness, Knoop hardness, Scleroscope hardness, and Leeb hardness," ASTM International, 2019.
4. British Standards Institution, "BS 1881: Part 203: Recommendations for measurement of velocity of ultrasonic pulses in concrete," BSI, 1986.
5. Direktorat Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, "Panduan audit teknis bangunan gedung," 2020.
6. A. Goeritno, D. Wulandari, M. Lutfi, E. Hadi Purwanto, R. Waluyo, N. Chayati, R. Irawan, A. Rahman, A. Suhaedi, and L. Dianarini, "Observasi awal: Model pengabdian pada masyarakat oleh dosen melalui kegiatan mandiri di sekolah Aliya Bogor," Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 13, no. 4, pp. 594–604, 2020.
7. S. Janizar, F. Setiawan, and E. Kurniawan, "Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung rumah sakit," Jurnal Teknik Sipil Cendekia, vol. 1, no. 1, 2020. doi: 10.51988/vol1no1bulanjulitahun2020.v1i1.8.
8. M. Lutfi, N. Chayati, R. Rulhendri, R. Ariyanti, and M. Khaerul Insan, "The reliability level of women's dormitory building Ibn Khaldun University Bogor," Astonjadro, vol. 13, no. 1, pp. 1–11, 2024. doi: 10.32832/astonjadro.v13i1.
9. M. Lutfi and A. Maulana, "Analysis of structure reliability of Utsman Bin Affan Building (Case study: Sekolah Islam Terpadu Aliya Bogor)," Astonjadro, vol. 9, no. 2, p. 93, 2020. doi: 10.32832/astonjadro.v9i2.3111.
10. M. Lutfi and E. Rusandi, "Evaluasi struktur bangunan ruko akibat penambahan beban atap berupa mini tower," Astonjadro, vol. 8, no. 2, p. 87, 2020. doi: 10.32832/astonjadro.v8i2.2790.
11. M. Lutfi and B. N. Syaifullah, "Analisis kelayakan bangunan gedung pasar Sukasari Bogor melalui pendekatan laik fungsi bangunan," Astonjadro, vol. 9, no. 1, p. 14, 2020. doi: 10.32832/astonjadro.v9i1.2726.
12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.
13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
14. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung.
15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas.
17. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung.
18. T. I. Praganimrum, N. L. M. A. M. Pradnyadari, and P. O. M. Firanthi, "Analisis keandalan bangunan gedung (Studi kasus: Bangunan gedung Rektorat Universitas Mahasaraswati Denpasar)," 2023.
19. M. Priyo and I. H. Wijatmiko, "Evaluasi keandalan fisik bangunan gedung (Studi kasus di wilayah Kabupaten Sleman)," 2011.
20. SNI 03-4430-1997, "Metode Pengujian Kuat Tekan Elemen Struktur Beton dengan Alat Palu Beton Tipe N dan NR."