Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 6, No. 2Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

Published June 23, 2026

Issue description

Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata adalah jurnal pariwisata yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 Kali dalam setahun. Jurnal ini mengkaji bidang kepariwisataan baik nasional maupun global. Jurnal ini membuka kesempatan menulis bagi para praktisi dan akademisi dalam mengisi jurnal guna menambah khasanah bidang Kepariwisataan. Jurnal ini dikelola bekerja sama dengan akademisi dan praktisi  ahli terutama bidang kepariwisataan. Jurnal ini menerima hasil penelitian, kajian pustaka, maupun hasil diskusi atau FGD ilmiah. Tujuan dari penerbian ini selain mengembangkan kepariwisaataan dari sesi ilmiah, juga menambah khasanah ke dunia internasional tentang pesona panorama Indonesia. Jurnal ini selain menerima artikel berbahasa Indonesia, juga menerima artikel berbahasa Inggris. Penerbit berharap jurnal ini menjadi wadah dan saksi bagi perkembangan dunia pariwisata di Indonesia

Articles

  1. PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PRAKTIK PUNGUTAN LIAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG DI BUKIT GUNDALING BERASTAGI

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap praktik pungutan liar serta pengaruhnya terhadap minat kunjungan ulang di Bukit Gundaling Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Praktik pungutan liar yang masih ditemukan di kawasan wisata tersebut menjadi salah satu permasalahan yang dapat menurunkan kualitas pengalaman wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian diperoleh dari 109 responden yang pernah berkunjung ke Bukit Gundaling Berastagi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pungutan liar di Bukit Gundaling masih terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pungutan parkir tidak resmi, biaya masuk yang tidak jelas, serta pungutan tambahan yang dilakukan oleh oknum tertentu tanpa dasar yang jelas. Kondisi tersebut menimbulkan persepsi negatif di kalangan wisatawan karena dianggap mengurangi kenyamanan, kepuasan, dan rasa aman selama berkunjung. Selain itu, wisatawan mengharapkan adanya transparansi tarif dan peningkatan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merugikan pengunjung. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa praktik pungutan liar berpengaruh terhadap minat kunjungan ulang wisatawan. Pengalaman negatif akibat pungutan liar menyebabkan wisatawan mempertimbangkan kembali untuk berkunjung dan cenderung memilih destinasi wisata lain yang memberikan pelayanan lebih baik serta biaya yang transparan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penegakan aturan, transparansi biaya, dan kualitas pelayanan untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan minat kunjungan ulang wisatawan ke Bukit Gundaling Berastagi.
  2. REVITALISASI OBJEK WISATA LOKAL DI KABUPATEN TUBAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi objek wisata lokal di Kabupaten Tuban sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Kabupaten Tuban memiliki potensi pariwisata yang beragam, meliputi wisata alam, budaya, dan religi, namun pengelolaannya masih belum optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber data berupa jurnal ilmiah nasional dan dokumentasi resmi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi objek wisata mencakup perbaikan infrastruktur, penguatan manajemen, serta optimalisasi promosi digital yang berperan penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi. Strategi revitalisasi yang diterapkan meliputi pengembangan desa wisata kreatif, penerapan konsep ekowisata, peningkatan akses dan fasilitas, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga mendukung penentuan prioritas pengembangan destinasi secara lebih efektif. Dampak revitalisasi terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, serta perubahan sosial yang terjadi di lingkungan wisata. Revitalisasi juga berkontribusi dalam memperkuat citra Kabupaten Tuban sebagai destinasi wisata unggulan.
  3. STRATEGI PEMASARAN JALAN KESAWAN SEBAGAI DESTINASI WISATA SEJARAH DI KOTA MEDAN

    Kesawan Street is one of the most prominent historical heritage areas in Medan City, North Sumatra, with significant potential to be developed as a historical tourism destination. The area is characterized by colonial-era architecture, multicultural historical values, and its strategic role in the economic development of Medan during the plantation era. Despite its considerable tourism potential, Kesawan Street has not been optimally promoted due to limited marketing efforts, insufficient destination branding, and a lack of integrated tourism management. This study aims to analyze the tourism potential of Kesawan Street and formulate effective marketing strategies to strengthen its position as a historical tourism destination in North Sumatra. The research employs a qualitative descriptive method through literature review and secondary data analysis. The findings indicate that destination branding, digital marketing, heritage-based cultural events, stakeholder collaboration, and integrated tourism package development are effective strategies for enhancing destination competitiveness and increasing tourist arrivals. Therefore, sustainable and collaborative marketing efforts are essential to preserve the historical value of Kesawan Street while supporting tourism development and local economic growth.
  4. ANALISIS DAYA TARIK KONSEP TEMPAT DAN SUASANA CAFE ROSE THREE DALAM MENUNJANG WISATAWAN DI JLS PANTAI SINE KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tarik konsep tempat dan suasana Cafe Rose Three dalam menunjang wisatawan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas pengelola kafe dan pengunjung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama Cafe Rose Three terletak pada konsep tempat yang estetik, suasana yang nyaman, pemandangan laut yang menarik, serta desain interior yang instagrammable. Unsur-unsur tersebut mampu menciptakan pengalaman berkunjung yang menyenangkan dan mendorong wisatawan untuk membagikan pengalaman mereka di media sosial. Selain itu, pelayanan yang ramah dan lingkungan yang bersih turut meningkatkan kenyamanan pengunjung. Keberadaan Cafe Rose Three juga berkontribusi dalam mendukung pengembangan pariwisata di kawasan JLS Pantai Sine sebagai daya tarik wisata pendukung.
  5. PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN JALUR LINTAS SELATAN DALAM MENINGKATKAN AKSESIBILITAS PARIWISATA PANTAI SINE TULUNGAGUNG

    Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan masyarakat terhadap pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) dalam meningkatkan aksesibilitas pariwisata Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tiga orang masyarakat sekitar Pantai Sine yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai kondisi sebelum dan sesudah pembangunan JLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memberikan respons positif terhadap pembangunan JLS karena dinilai mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperpendek akses menuju kawasan pesisir, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata. Meskipun demikian, masyarakat juga mengemukakan beberapa kendala, seperti kerusakan jalan akibat aktivitas proyek, peningkatan debu dan kebisingan, serta kekhawatiran terhadap perubahan sosial dan lingkungan di masa mendatang. Oleh karena itu, penyelesaian pembangunan JLS dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan diperlukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.
  6. ANALISIS PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI KELUARGA DI KAMPUNG SUSU DINASTY: STUDI KASUS DI DESA SIDEM, KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Educational tourism is a popular tourism sector today. Kampung Susu Dinasty is an educational tourism destination that integrates dairy farming with elements of recreation, learning, and hands-on experience. The purpose of this study is to analyze the process, strategies, and impacts of Kampung Susu Dinasty tourism development. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The results show that Kampung Susu Dinasty was initially just a dairy farm that later developed into a tourist destination. The development of Kampung Susu Dinasty was carried out in stages. Tourism development began with high distribution costs and limited marketing reach for dairy products. Strategies used to increase the number of visitors include word-of-mouth promotion, distributing brochures to schools, developing educational and tourism packages, and utilizing social media as a promotional tool. The attractive advantage of Kampung Susu Dinasty is the presence of a dairy farm that provides educational facilities and shares direct experiences for visitors. However, behind this advantage, several obstacles are still experienced, such as limited infrastructure, marketing strategies, and suboptimal community participation. The development of the Dinasty Milk Village has had a positive impact on the community in economic, educational, and environmental aspects, as well as increasing local employment. This aligns with the principles of Community-Based Tourism (CBT). Therefore, the Dinasty Milk Village has the potential to become a model for sustainable, community-based educational tourism.
  7. ANALIS PERAN MASYARAKAT PANTAI SINE DALAM PENGELOLAAN KEBERSIHAN DAN KEAMANAN PADA DESTINASI WISATA PANTAI SINE KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Pantai Sine yang terletak di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar di kawasan pesisir selatan Jawa Timur. Keberhasilan pengelolaan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada pemerintah dan pengelola, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat lokal, khususnya dalam aspek kebersihan dan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat Pantai Sine dalam pengelolaan kebersihan dan keamanan kawasan destinasi wisata, mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat keterlibatan masyarakat tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam kepada pengelola kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sekitar Pantai Sine memiliki tingkat partisipasi yang cukup tinggi dalam menjaga kebersihan dan keamanan kawasan wisata, yang didorong oleh ketergantungan ekonomi terhadap sektor pariwisata. Pengelolaan kebersihan dilakukan melalui kegiatan pembersihan rutin tiga kali seminggu dengan melibatkan masyarakat setempat, sementara keamanan dijaga melalui sistem penjagaan 24 jam yang melibatkan pemuda lokal. Faktor pendukung meliputi kesadaran kolektif masyarakat, kerja sama dengan pemerintah desa melalui BUMDes, serta adanya media edukasi lingkungan. Adapun faktor penghambat utama adalah kondisi alam seperti musim hujan dan pasang air laut yang menyebabkan penumpukan sampah kiriman, serta keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan fasilitas keamanan yang belum memadai. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan wisata berbasis masyarakat sebagai pilar keberlanjutan destinasi wisata Pantai Sine.
  8. Strategi Pengelola dalam Pengembangan Infrastruktur Destinasi Wisata Coban Rambat (Lumber Camp) di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek

    Kabupaten Trenggalek memiliki potensi wisata alam yang besar, salah satunya Coban Rambat, destinasi wisata air terjun di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, yang kini dikenal dengan nama Lumber Camp. Ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan pengunjung dan daya saing destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi infrastruktur destinasi wisata Lumber Camp serta menganalisis strategi pengelola dalam mengembangkan infrastruktur tersebut secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles, Huberman, dan Saldana serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur Lumber Camp telah berkembang cukup signifikan apabila ditinjau melalui konsep 5A pariwisata, yang meliputi atraksi, aksesibilitas, amenitas, aktivitas, dan akomodasi. Strategi pengembangan yang dilakukan pengelola meliputi membangun kerja sama kelembagaan dengan Perhutani dan Pemerintah Desa Dompyong, pengembangan infrastruktur secara bertahap berdasarkan skala prioritas, mengikuti tren wisata alam melalui konsep glamping, meningkatkan promosi digital melalui media sosial, merancang setiap sudut destinasi agar menarik secara visual, serta menjaga kelestarian alam. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan pengelolaan yang kolaboratif dan berorientasi keberlanjutan dapat memperkuat daya saing serta keberlangsungan destinasi wisata alam dalam jangka panjang.
  9. ANALISIS RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN DI KAWASAN ULU MUSI SUNGAI TROKON REJANG LEBONG

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan wisatawan di kawasan Ulu Musi Sungai Trokon, Kabupaten Rejang Lebong, serta mengidentifikasi upaya pengelola dalam meminimalkan risiko tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola, masyarakat, dan wisatawan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung aplikasi NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko keselamatan wisatawan tergolong cukup tinggi, dengan potensi bahaya berupa arus sungai yang deras, batuan licin, kedalaman air yang tidak merata, tebing sungai, serta keterbatasan fasilitas keselamatan dan rendahnya kepatuhan wisatawan terhadap aturan. Pengelola telah melakukan berbagai upaya pengendalian, seperti penyediaan pelampung, kotak P3K, rambu peringatan, pengawasan, perbaikan fasilitas, dan sistem peringatan dini banjir. Namun, upaya tersebut belum optimal karena masih terdapat keterbatasan fasilitas serta kesenjangan persepsi antara pengelola dan wisatawan mengenai tingkat keamanan kawasan wisata.
  10. ANALISIS RISIKO BENCANA TSUNAMI DI DAYA TARIK WISATA PANTAI GANDORIAH KOTA PARIAMAN

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana tsunami terhadap daya tarik wisata Pantai Gandoriah Kota Pariaman serta mengidentifikasi upaya mitigasi yang diterapkan oleh para pemangku kepentingan dalam mengurangi risiko bencana. Pantai Gandoriah merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Pariaman yang berada pada wilayah pesisir dan memiliki potensi ancaman tsunami sehingga diperlukan upaya mitigasi untuk meningkatkan keselamatan wisatawan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri atas pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Dinas Pariwisata Kota Pariaman, masyarakat sekitar kawasan wisata, serta wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi data untuk menguji keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Gandoriah memiliki tingkat risiko tsunami yang cukup tinggi karena berada di kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan zona sumber gempa megathrust Mentawai. Upaya mitigasi yang telah diterapkan meliputi mitigasi struktural berupa penyediaan jalur evakuasi, rambu evakuasi, alat peringatan dini, dan pemanfaatan Pasar Rakyat sebagai lokasi evakuasi sementara. Sementara itu, mitigasi nonstruktural dilakukan melalui sosialisasi, edukasi kebencanaan, serta simulasi evakuasi tsunami. Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran rambu evakuasi masih terbatas, shelter tsunami khusus belum tersedia, dan sebagian besar masyarakat maupun wisatawan belum pernah mengikuti kegiatan sosialisasi maupun simulasi kebencanaan secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana mitigasi serta pemerataan edukasi kebencanaan guna mendukung keamanan dan keberlanjutan kawasan wisata Pantai Gandoriah.
  11. TRANSFORMASI PENAMANAN PADI KE BUDIDAYA STROBERI SEBAGAI AGROWISATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL

    Desa Sembalun Bumbung mengalami transformasi sistem pertanian yang ditandai dengan peralihan komoditas utama dari padi menjadi stroberi. Perubahan tersebut tidak hanya mengubah orientasi ekonomi petani, tetapi juga menimbulkan implikasi terhadap ketahanan pangan lokal, sehingga perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi penanaman padi ke budidaya stroberi, faktor-faktor yang mendorong transformasi tersebut, serta implikasinya terhadap ketahanan pangan lokal masyarakat Desa Sembalun Bumbung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap petani, perangkat desa, pelaku UMKM, serta masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang didukung perangkat lunak NVivo 15 melalui fitur Word Frequency dan Hierarchy Chart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi penanaman berlangsung secara bertahap, dimulai dari introduksi budidaya stroberi melalui PT Agrindo, proses adopsi oleh petani, hingga stroberi menjadi komoditas utama. Transformasi tersebut didorong oleh efisiensi budidaya stroberi yang memiliki masa tanam lebih singkat, panen berulang, harga jual lebih tinggi, serta berkembangnya agrowisata yang menciptakan sumber pendapatan baru melalui wisata petik dan berbagai usaha mikro masyarakat. Di sisi lain, transformasi menyebabkan penurunan produksi padi lokal, namun tidak menurunkan ketahanan pangan masyarakat karena kebutuhan pangan tetap dapat dipenuhi melalui mekanisme pasar yang didukung oleh meningkatnya daya beli masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi penanaman di Desa Sembalun Bumbung tidak hanya mengubah komoditas pertanian, tetapi juga mengubah orientasi ekonomi masyarakat menuju pertanian berbasis pasar dan agrowisata. Ketahanan pangan lokal mengalami pergeseran dari ketergantungan pada produksi sendiri menuju kemampuan mengakses pangan melalui peningkatan pendapatan.
  12. PENGARUH PENGEMBANGAN AKOMODASI PARIWISATA TERHADAP ASPEK KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DESA CANGGU

    Perkembangan pesat akomodasi pariwisata—berupa vila, hotel, homestay, guesthouse, serta co-working space—di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, telah mengubah wajah desa yang semula bercorak agraris dan nelayan menjadi kawasan urban berorientasi pariwisata. Bab ini bertujuan menganalisis pengaruh pengembangan akomodasi pariwisata terhadap aspek kehidupan sosial masyarakat Desa Canggu, mencakup pola interaksi sosial, struktur mata pencaharian dan solidaritas komunal, pergeseran nilai dan tradisi budaya, serta persoalan sosial yang muncul sebagai konsekuensi dari pertumbuhan pariwisata yang masif. Kajian ini disusun melalui studi kepustakaan atas hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai dinamika sosial Desa Canggu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan akomodasi pariwisata membawa dampak ganda: di satu sisi meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pemerataan ekonomi melalui kepemilikan unit akomodasi oleh warga; di sisi lain memicu alih fungsi lahan pertanian, pergeseran mata pencaharian tradisional, komodifikasi tradisi seperti Ngayah, kepadatan dan kemacetan lalu lintas, serta gejala touristification yang mengubah ruang publik dan pola relasi sosial antara masyarakat lokal (host) dan wisatawan (guest). Simpulan bab ini menegaskan pentingnya tata kelola pariwisata yang berimbang agar manfaat ekonomi akomodasi pariwisata tidak mengorbankan keberlanjutan sosial-budaya masyarakat Desa Canggu.
  13. REVITALISASI PENGELOLAAN DESTINASI WISATA CURUG CITALAHAB MELALUI PEMBENTUKAN KEMBALI KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DAN PENINGKATAN AKSESIBILITAS DI DESA TARIKOLOT KECAMATAN JATINUNGGAL KABUPATEN SUMEDANG

    Curug Citalahab merupakan salah satu potensi wisata alam yang dimiliki Desa Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Meskipun memiliki daya tarik berupa air terjun dengan kondisi lingkungan yang masih alami, keberadaan destinasi ini belum berkembang secara op timal akibat belum adanya pengelolaan yang terstruktur. Jalur menuju lokasi masih tertutup semak, tidak tersedia papan penanda arah, belum pernah dilakukan peresmian destinasi, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sebelumnya dibentuk telah vakum selama kurang lebih dua tahun. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar masyarakat belum mengetahui keberadaan Curug Citalahab sebagai aset wisata desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses revitalisasi pengelolaan Curug Citalahab melalui peningkatan aksesibilitas, pembentukan kembali Pokdarwis, serta peresmian destinasi sebagai langkah awal pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapan gan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta partisipasi langsung peneliti selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa Tarikolot, Ketua Pokdarwis, perangkat desa, anggota Pokdarwis, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembersihan jalur wisata, pemasangan papan penanda, pembentukan kembali Pokdarwis, serta peresmian Curug Citalahab mampu meningkatkan kesiapan destinasi untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis masyarakat. Pembentukan kembali Pokdarwis berhasil menghidupkan kembali kelembagaan pengelola yang sebelumnya tidak aktif sehingga membuka peluang terciptanya pengelolaan destinasi yang lebih terorganisasi, partisipatif, dan berkelanjutan. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki desa serta menjadi langkah awal dalam pengembangan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
  14. IMPLEMENTASI GREEN PURCHASING PADA HOTEL RENAISSANCE BALI NUSA DUA RESORT

    Industri perhotelan menghadapi tuntutan untuk menerapkan praktik operasional yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui penerapan green purchasing. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi green purchasing pada Renaissance Bali Nusa Dua Resort berdasarkan indikator green product, green process, dan green supplier serta mengacu pada Marriott International Responsible Sourcing Guide. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang berasal dari bagian Purchasing dan Receiving. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Renaissance Bali Nusa Dua Resort telah menerapkan praktik green purchasing melalui penggunaan produk yang relatif ramah lingkungan, penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle, penggunaan reusable box, digitalisasi dokumen untuk mengurangi penggunaan kertas, serta kerja sama dengan pemasok lokal guna meningkatkan efisiensi distribusi. Hotel juga telah mengimplementasikan beberapa indikator dalam Marriott International Responsible Sourcing Guide, seperti penggunaan cage-free egg, sustainable coffee, dan sustainable seafood. Implementasi tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat keterbatasan pemasok yang memiliki sertifikasi lingkungan serta belum tersedianya sistem green procurement yang diterapkan secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai penerapan green purchasing pada industri perhotelan sekaligus menjadi masukan bagi manajemen hotel dalam memperkuat praktik pengadaan yang mendukung keberlanjutan.
  15. PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN WISATAWAN PADA PANTAI PINTU KOTA DI DESA AIR LOUW KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON

    Tourism destination development is closely related to the level of tourist satisfaction. Pintu Kota Beach, located in Air Louw Village, Nusaniwe District, Ambon City, has considerable natural potential that can be further developed as a tourism destination. However, the success of destination development needs to be evaluated from the perceptions and experiences of tourists as the primary users who directly experience the tourism products and services provided. This study aims to determine whether there is a relationship between tourism destination development and tourist satisfaction at Pintu Kota Beach, Air Louw Village, Nusaniwe District, Ambon City. This research was conducted at Pintu Kota Beach, Air Louw Village, Nusaniwe District, Ambon City. The population consisted of tourists who visited Pintu Kota Beach during the previous two months, totaling 164 tourists. The sample was determined using purposive sampling, with the criteria that respondents had visited Pintu Kota Beach and were willing to participate in the interview and questionnaire process. Based on the Slovin formula with a 2% margin of error, a sample of 63 respondents was obtained. Data were collected through questionnaires and interviews, while the data were analyzed using inferential statistics with the Pearson Product-Moment Correlation technique. The results indicate that tourism destination development has a strong correlation with tourist satisfaction at Pintu Kota Beach, Air Louw Village, Nusaniwe District, Ambon City. Furthermore, the coefficient of determination shows that tourism destination development contributes 96.83% to tourist satisfaction, while the remaining 3.17% is influenced by other variables that were not examined in this study. These findings indicate that improvements in tourism destination development are closely associated with increased tourist satisfaction at Pintu Kota Beach.
  16. DEVELOPING BILINGUAL STORYTELLING VIDEO AS PROMOTIONAL MEDIUM TO PROMOTE MALANG CHINATOWN AREA

    Malang Chinatown is a historical district with significant cultural, historical, and culinary value. Despite its tourism potential, the area lacks engaging bilingual promotional media capable of reaching both domestic and international audiences. This study aimed to develop a bilingual storytelling promotional video as a tourism promotion medium for Malang Chinatown. The research employed Design and Development Research (DDR) using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through interviews, observations, documentation, expert validation, and field testing involving 55 respondents, including 37 Indonesian and 18 international participants. The developed product was evaluated by language and content experts before being implemented. The field-testing results indicated an overall mean score of 4.55 (91.04%), demonstrating that the promotional video was perceived as effective in presenting the historical, cultural, and culinary attractions of Malang Chinatown. The combination of storytelling, bilingual communication, and audiovisual elements enhanced the promotional value of the destination and improved audience engagement. The findings suggest that the developed bilingual storytelling promotional video is a feasible and effective tourism promotion medium that can support destination branding and increase the visibility of Malang Chinatown among domestic and international tourists.
  17. PERMAINAN PAPAN NGEDEPROK SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KOTA DEPOK UNTUK GENERASI Z

    Kota Depok memiliki berbagai potensi berupa destinasi, kuliner, dan fenomena sosial budaya, namun pengenalannya masih belum optimal karena persepsi masyarakat sering kali dipengaruhi oleh informasi viral dan stereotip yang membentuk citra kurang utuh terhadap kota. Penelitian ini bertujuan menghasilkan permainan papan Ngedeprok sebagai media untuk memperkenalkan Kota Depok secara lebih interaktif kepada Generasi Z. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan design thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data diperoleh melalui teknik studi literatur, wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan papan Ngedeprok mampu memperkenalkan identitas Kota Depok melalui konten destinasi, kuliner, dan fenomena sosial, serta meningkatkan ketertarikan pemain terhadap Kota Depok melalui pengalaman bermain yang interaktif.
  18. MANITIANG BAYANG JO BUNI: RE-INTERPRETASI FENOMENA MUSIKAL SIROMPAK DALAM KOMPOSISI MUSIK KARAWITAN

    Artikel ini membahas proses penciptaan komposisi musik karawitan “Manitiang Bayang Jo Buni” yang bersumber dari kesenian Sirompak di Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Penciptaan berangkat dari ketertarikan terhadap beberapa fenomena musikal dalam penyajian Sirompak, khususnya kebebasan perjalanan melodi (free rhythm), hubungan wilayah range nada antara saluang dan vokal, dis-harmoni, serta aksentuasi pada ujung frase yang ditafsirkan sebagai terminal accent. Fenomena tersebut tidak dihadirkan kembali dalam bentuk tradisi aslinya, tetapi ditafsirkan ulang melalui pendekatan re-interpretasi tradisi. Proses penciptaan dilakukan melalui observasi, diskusi, kerja studio, eksplorasi bunyi, penyusunan material musikal, dan penyelesaian karya. Media ungkap yang digunakan meliputi saluang Sirompak, vokal, gitar elektrik, instrumen handmade Ranun dan Lolong, perangkat perkusi, serta media Digital Audio Workstation (DAW) dan instalasi visual bayangan. Karya dibangun dalam dua bagian dengan pengolahan range A1, A2, dan A3, paralelisme linear, poliritmik, dis-harmoni, dan berbagai bentuk terminal accent. Instalasi visual bayangan digunakan untuk memperluas pengalaman audio-visual dan menghadirkan ruang pertemuan dua medium. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa fenomena musikal Sirompak dapat menjadi sumber pengembangan komposisi baru tanpa harus mempertahankan struktur dan gaya penyajian tradisinya secara utuh.
  19. PARADOKS DAYA TARIK WISATA: PENGARUH PERCEIVED CROWDING TERHADAP KEPUASAN GENERASI Z DI SOLO STREET ART MARKET KORIDOR GATOT SUBROTO KOTA SURAKARTA

    Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik diferensiasi produk dan aktivitas interaktif pada tenant UMKM di Solo Street Art Market (SOSAM) serta menguji dampak perceived crowding terhadap kepuasan pengunjung Generasi Z dengan ekspektasi sebagai variabel moderasi. Isu persepsi keramaian di destinasi pariwisata malam berbasis budaya sering kali menjadi pedang bermata dua, di mana fenomena ini menciptakan paradoks daya tarik wisata yang rumit bagi segmen wisatawan muda. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang bersifat cross-sectional. Pengumpulan data kualitatif juga didukung dengan metode wawancara semi -terstruktur bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta serta Ketua Paguyuban Solo is Solo. Analisis data statistik dalam studi ini memanfaatkan metode SmartPLS 4. Studi ini menemukan bahwa fenomena perceived crowding dapat meningkatkan kepuasan Generasi Z karena motivasi kunjungan yang sesuai untuk kebutuhan konten media sosial dan bersosialisasi. Akan tetapi, variabel ekspektasi berfungsi sebagai pengurang (negative moderation); ini berarti jika harapan pengunjung mengenai kenyamanan fisik terlalu tinggi, kenyataan keramaian di lapangan akan membuat kepuasan menurun secara signifikan.
  20. PENGARUH KUALITAS PENGELOLAAN DAN DAYA TARIK MUSEUM DALAM SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN PADA MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pengelolaan dan daya tarik museum dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap minat berkunjung wisatawan pada Museum Geologi Bandung, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatori yang dikombinasikan dengan pendekatan kuantitatif. Kuesioner daring disebarkan kepada wisatawan yang pernah dan belum pernah mengunjungi Museum Geologi Bandung. Pendekatan analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis verifikatif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan kualitas pengelolaan, daya tarik museum, dan minat berkunjung wisatawan, sedangkan analisis verifikatif digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dengan menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Daya tarik museum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Secara simultan, kualitas pengelolaan dan daya tarik museum memengaruhi minat berkunjung wisatawan pada Museum Geologi Bandung. Dengan demikian, kualitas pengelolaan dan daya tarik museum memainkan peran penting dalam menarik pengunjung ke Museum Geologi Bandung.
  21. PENGARUH KUALITAS PENGELOLAAN DAN DAYA TARIK MUSEUM DALAM SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN PADA MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pengelolaan dan daya tarik museum dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap minat berkunjung wisatawan pada Museum Geologi Bandung, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatori yang dikombinasikan dengan pendekatan kuantitatif. Kuesioner daring disebarkan kepada wisatawan yang pernah dan belum pernah mengunjungi Museum Geologi Bandung. Pendekatan analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis verifikatif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan kualitas pengelolaan, daya tarik museum, dan minat berkunjung wisatawan, sedangkan analisis verifikatif digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dengan menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Daya tarik museum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Secara simultan, kualitas pengelolaan dan daya tarik museum memengaruhi minat berkunjung wisatawan pada Museum Geologi Bandung. Dengan demikian, kualitas pengelolaan dan daya tarik museum memainkan peran penting dalam menarik pengunjung ke Museum Geologi Bandung.