Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana tsunami terhadap daya tarik wisata Pantai Gandoriah Kota Pariaman serta mengidentifikasi upaya mitigasi yang diterapkan oleh para pemangku kepentingan dalam mengurangi risiko bencana. Pantai Gandoriah merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Pariaman yang berada pada wilayah pesisir dan memiliki potensi ancaman tsunami sehingga diperlukan upaya mitigasi untuk meningkatkan keselamatan wisatawan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri atas pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Dinas Pariwisata Kota Pariaman, masyarakat sekitar kawasan wisata, serta wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi data untuk menguji keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Gandoriah memiliki tingkat risiko tsunami yang cukup tinggi karena berada di kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan zona sumber gempa megathrust Mentawai. Upaya mitigasi yang telah diterapkan meliputi mitigasi struktural berupa penyediaan jalur evakuasi, rambu evakuasi, alat peringatan dini, dan pemanfaatan Pasar Rakyat sebagai lokasi evakuasi sementara. Sementara itu, mitigasi nonstruktural dilakukan melalui sosialisasi, edukasi kebencanaan, serta simulasi evakuasi tsunami. Namun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran rambu evakuasi masih terbatas, shelter tsunami khusus belum tersedia, dan sebagian besar masyarakat maupun wisatawan belum pernah mengikuti kegiatan sosialisasi maupun simulasi kebencanaan secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana mitigasi serta pemerataan edukasi kebencanaan guna mendukung keamanan dan keberlanjutan kawasan wisata Pantai Gandoriah.
References
Becken, S., & Hughey, K. F. D. (2013). Linking tourism into emergency management structures to enhance disaster risk reduction. Tourism Management, 36, 77–85.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2022). Katalog gempabumi merusak dan tsunami Indonesia. BMKG.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2021. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2022). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2020–2024. BNPB.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Gunn, C. A. (1994). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases (3rd ed.). Taylor & Francis.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Rangkuti, F. (2013). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Kedua). Alfabeta.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. UNDRR.
United Nations World Tourism Organization. (2015). UNWTO Annual Report 2015. UNWTO.
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At Risk: Natural Hazards, People's Vulnerability and Disasters (2nd ed.). Routledge.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT Pradnya Paramita.