Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 6 No. 2 (2026): Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN DI KAWASAN ULU MUSI SUNGAI TROKON REJANG LEBONG

DOI:
https://doi.org/10.2238/ttrpbr76
Submitted
July 19, 2026
Published
2026-07-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan wisatawan di kawasan Ulu Musi Sungai Trokon, Kabupaten Rejang Lebong, serta mengidentifikasi upaya pengelola dalam meminimalkan risiko tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola, masyarakat, dan wisatawan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung aplikasi NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko keselamatan wisatawan tergolong cukup tinggi, dengan potensi bahaya berupa arus sungai yang deras, batuan licin, kedalaman air yang tidak merata, tebing sungai, serta keterbatasan fasilitas keselamatan dan rendahnya kepatuhan wisatawan terhadap aturan. Pengelola telah melakukan berbagai upaya pengendalian, seperti penyediaan pelampung, kotak P3K, rambu peringatan, pengawasan, perbaikan fasilitas, dan sistem peringatan dini banjir. Namun, upaya tersebut belum optimal karena masih terdapat keterbatasan fasilitas serta kesenjangan persepsi antara pengelola dan wisatawan mengenai tingkat keamanan kawasan wisata.

References

  1. Anggela, & Isnaini. (2023). Pengembangan Potensi Wisata Sungai Trokon di Desa Cawang Lama Kecamatan Curup Timur. Jurnal Pariwisata Nusantara, 2(1), 45-56.
  2. ANTARA. (2023). Pemerintah Provinsi Bengkulu Fokus Kembangkan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal. Antaranews.com.
  3. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu. (2025). Statistik Kunjungan Wisatawan Nusantara Provinsi Bengkulu 2020-2024. Bengkulu: BPS.
  4. Breda, Z., & Costa, C. (2006). Safety and Security Issues in Tourism: The Case of Portugal. Journal of Travel & Tourism Marketing, 19(2-3), 85-98.
  5. Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2008). Tourism: Principles and Practice (4th ed.). London: Pearson Education.
  6. Damasdino, F., Afrini, S., & Prihatno, E. (2021). Manajemen Risiko Keamanan dan Keselamatan pada Destinasi Wisata Berbasis Air. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 4(2), 112-120.
  7. Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong. (2026). Data Statistik Kunjungan Wisatawan Objek Wisata Ulu Musi Trokon Tahun 2023-2025. Rejang Lebong: Dinas Pariwisata.
  8. Fandeli, C. (2002). Perencanaan Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
  9. Fandeli, C. (2014). Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Kawasan Wisata. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  10. Fandeli, C., & Mukhlison. (2000). Pengusahaan Ekowisata. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
  11. Gabrienda, et al. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Desa Cawang Lama Melalui Pengembangan Wisata Ulu Musi Trokon Sebagai Ikon Desa Wisata. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 210-223.
  12. Gromang, F. (2002). Manajemen Keselamatan Wisatawan. Jakarta: Pradnya Paramitha.
  13. Ismayanti. (2020). Pengantar Pariwisata. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  14. ISO 31000. (2018). Risk Management — Guidelines. Geneva: International Organization for Standardization.
  15. Kompas. (2026, April 3). Wisatawan Tewas Tenggelam di Sungai Air Seluma Bengkulu Saat Hendak Menolong Rekannya. Kompas, hal. 12.
  16. Kompas.com. (2025). Evaluasi Standar Keselamatan Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Perairan Bengkulu. Diakses dari https://kompas.com/2025/insiden-kapal-bengkulu.
  17. Kővári, I., & Zimányi, K. (2011). Safety and Security in the Age of Global Tourism. Applied Studies in Agribusiness and Commerce, 5(3-4), 59-64.
  18. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Dunia Usaha Perjalanan Wisata.
  19. Rakyat Bengkulu. (2026, April 2). Kronologi Dua Wisatawan Hanyut di Sungai Air Seluma, Satu Korban Meninggal Dunia. Rakyat Bengkulu.
  20. Riani, A. (2021). Industri Pariwisata sebagai Pendorong Ekonomi Nasional dan Penyedia Lapangan Kerja. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 18(3), 142-155.
  21. Rifai, A. (2022). Tuntutan Global Terhadap Jaminan Keamanan dan Keselamatan Destinasi Wisata. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 27(1), 34-45.
  22. Radio Republik Indonesia (RRI). (2026). Wahana Seluncuran Baru Penambah Daya Tarik Trokon. Diakses dari https://rri.co.id/daerah/1433376/wahana-seluncuran-baru-penambah-daya-tarik-trokon.
  23. Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.
  24. Sutaryo, & Yolandari. (2025). Diversifikasi Atraksi Wisata Sejarah dan Alam di Provinsi Bengkulu guna Meningkatkan Daya Saing Daerah. Jurnal Destinasi Pariwisata, 13(1), 78-89.
  25. TikTok @ulumusi_trokon. (2026). Uji Coba Wahana Seluncuran Air Sungai Trokon 135 Meter [Video]. TikTok. Diakses dari https://www.tiktok.com/@ulumusi_trokon/video/7485648014560775429.
  26. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan.
  27. Xiaobin, et al. (2021). Tourism Safety and Security Management in the Post-Pandemic Era: A Systematic Review. International Journal of Hospitality Management, 95, 102-115.
  28. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
  29. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Ed. 2). Bandung: Alfabeta.
  30. Ultavia, U., Malahati, M., Jannati, J., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). Analisis Fenomena Sosial Secara Kontekstual dan Deskriptif Melalui Pendekatan Kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian Sosial, 1(2), 89-102.
  31. Arisudana, D. M., & Rohmadin, S. (2025). Manajemen risiko keselamatan pada destinasi wisata bahari ekstrem: Studi kasus Broken Beach Nusa Penida. Jurnal Pariwisata Kontemporer, 12(1), 45–58.
  32. Ayunita, R. (2025). Analisis keselamatan wisata alam berbasis air terjun dan mitigasi bencana berbasis masyarakat. Jurnal Pengelolaan Destinasi Wisata, 8(2), 112–126.
  33. Fuchs, G., & Reichel, A. (2011). An exploratory inquiry into destination risk perceptions and risk reduction strategies of tourist types. Tourism Management, 32(2), 266–276. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2010.01.012
  34. Pemerintah Desa Cawang Lama. (2026). Profil dan rencana tata ruang desa wisata Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang. Dokumen Internal Pemerintah Desa (Tidak Diterbitkan).
  35. Tarlow, P. E. (2006). Tourism security: Strategies for effectively managing travel risk and safety. In Wilks, J., Pendergast, D., & Leggat, P. A. (Eds.), Tourism in turbulent times: Towards safe experiences for visitors (pp. 93–104). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-044666-0.50013-4