Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 6 No. 2 (2026): Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN JALUR LINTAS SELATAN DALAM MENINGKATKAN AKSESIBILITAS PARIWISATA PANTAI SINE TULUNGAGUNG

DOI:
https://doi.org/10.2238/krefrj16
Submitted
July 2, 2026
Published
2026-07-02

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan masyarakat terhadap pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) dalam meningkatkan aksesibilitas pariwisata Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tiga orang masyarakat sekitar Pantai Sine yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai kondisi sebelum dan sesudah pembangunan JLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memberikan respons positif terhadap pembangunan JLS karena dinilai mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperpendek akses menuju kawasan pesisir, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata. Meskipun demikian, masyarakat juga mengemukakan beberapa kendala, seperti kerusakan jalan akibat aktivitas proyek, peningkatan debu dan kebisingan, serta kekhawatiran terhadap perubahan sosial dan lingkungan di masa mendatang. Oleh karena itu, penyelesaian pembangunan JLS dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan diperlukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.

References

  1. Diartho HC. 2020. Dampak dari pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) terhadap kawasan pesisir pantai di Kabupaten Malang Selatan. Ecoplan. 3(2). https://doi:10.20527/ecoplan.v3i2.174.
  2. Fawwa EDM, Azzahra A, Yunita I, Habibah L. 2024. Pemanfaatan Jalur Lintas Selatan Tulungagung terhadap potensi pariwisata Kecamatan Besuki. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora. 3(2):150–170. https://doi:10.30640/dewantara.v3i2.2614.
  3. Imamah MN, Iman KS, Alfiansyah AD. 2023. Analisis penghematan nilai waktu tempuh dan derajat kejenuhan jalan eksisting dengan Jalur Lintas Selatan Brumbun–Pantai Sine di Kabupaten Tulungagung. Composite: Journal of Civil Engineering. 2(1):1–7. https://doi:10.26905/jtsc.v2i1.9455.
  4. Marshendalia C, Basuki P, Suriadi I. 2026. Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) terhadap ekonomi masyarakat di Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan (JEMPPER). 5(2):725–734. https://doi:10.55606/jempper.v5i2.6800.
  5. Maula DM, Hurin'in S, Setiawan RY. 2024. Strategi pengelolaan lingkungan untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan di destinasi Pantai Sine. Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora. 2(5):195–200.
  6. Nurchahyati EV. 2021. Perubahan sosial ekonomi masyarakat Desa Keboireng pasca pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS). Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial. 5(1):1–16. https://doi:10.38043/jids.v5i1.2995.
  7. Rohani S, Mardoni A, Juliman. 2024. Evaluasi kebijakan pengembangan wisata Embung Sukowono Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas. Jurnal PASIRA.
  8. Saputra AW, Hendrayansyah PA, Zahir LA. 2024. Evaluasi dampak lingkungan dari proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan di Tulungagung. Jurnal Daktilitas. 4(2). https://doi:10.36563/daktilitas.v4i2.1372.
  9. Sasongko WD. 2016. Strategi pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dalam pengembangan pariwisata. Warta Penelitian Perhubungan. 28(2):92–102. https://doi:10.25104/warlit.v28i2.692.
  10. Sugiyono. 2020. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung (ID): Alfabeta.