Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 6 No. 2 (2026): Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

MANITIANG BAYANG JO BUNI: RE-INTERPRETASI FENOMENA MUSIKAL SIROMPAK DALAM KOMPOSISI MUSIK KARAWITAN

Submitted
August 26, 2026
Published
2026-08-26

Abstract

Artikel ini membahas proses penciptaan komposisi musik karawitan “Manitiang Bayang Jo Buni” yang bersumber dari kesenian Sirompak di Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Penciptaan berangkat dari ketertarikan terhadap beberapa fenomena musikal dalam penyajian Sirompak, khususnya kebebasan perjalanan melodi (free rhythm), hubungan wilayah range nada antara saluang dan vokal, dis-harmoni, serta aksentuasi pada ujung frase yang ditafsirkan sebagai terminal accent. Fenomena tersebut tidak dihadirkan kembali dalam bentuk tradisi aslinya, tetapi ditafsirkan ulang melalui pendekatan re-interpretasi tradisi. Proses penciptaan dilakukan melalui observasi, diskusi, kerja studio, eksplorasi bunyi, penyusunan material musikal, dan penyelesaian karya. Media ungkap yang digunakan meliputi saluang Sirompak, vokal, gitar elektrik, instrumen handmade Ranun dan Lolong, perangkat perkusi, serta media Digital Audio Workstation (DAW) dan instalasi visual bayangan. Karya dibangun dalam dua bagian dengan pengolahan range A1, A2, dan A3, paralelisme linear, poliritmik, dis-harmoni, dan berbagai bentuk terminal accent. Instalasi visual bayangan digunakan untuk memperluas pengalaman audio-visual dan menghadirkan ruang pertemuan dua medium. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa fenomena musikal Sirompak dapat menjadi sumber pengembangan komposisi baru tanpa harus mempertahankan struktur dan gaya penyajian tradisinya secara utuh.

References

  1. Agung, Pratama. (2003). Sirompak Bawah Tanah. Laporan karya Institut Seni Indonesia Padang Panjang.
  2. Berry, Wallace. (1987). Terminal Accent.
  3. Chandra, Dicky. (2024). Manyampai. Laporan karya Institut Seni Indonesia Padang Panjang.
  4. Chion, Michel. (1994). Audio-Vision: Sound on Screen.
  5. Clayton, Martin R. L. (1996). Free Rhythm: Ethnomusicology and the Study of Music Without Metre.
  6. Elizar. (2004). Tengah Dua Sisi. Laporan karya seni komposisi musik inovatif. Institut Seni Indonesia Padang Panjang.
  7. Nettl, Bruno. (2005). The Study of Ethnomusicology.
  8. Rouget, Gilbert. (1985). Music and Trance: A Theory of the Relations Between Music and Possession.
  9. Supanggah, Rahayu. (2009). Bothekan Karawitan II: Garap. Surakarta: Program Pascasarjana ISI Surakarta.
  10. Warman Putra, Ricki. (2025). SIJUNDAI. Laporan Karya Program Pascasarjana ISI Solo.