Habil Prasetyo Abrizal, Fara Salsa Refalina Sidarta (Author)
Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan spesies ikan air tawar anggota famili Poecilidae yang berasal dari kawasan Amerika Selatan bagian timur laut dan kini telah menyebar luas ke berbagai benua, termasuk Asia. Di Indonesia, ikan guppy dijumpai hampir di seluruh badan air tawar, mulai dari sungai, saluran irigasi, hingga genangan air yang tercemar sekalipun. Kesenjangan data antara penelitian Ikan guppy (Poecilia reticulata) dibanding dengan luas persebarannya menjadi persoalan tersendiri dalam upaya dokumentasi keanekaragaman hayati ikan air tawar Indonesia secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak genetik, hubungan filogenetik, dan struktur haplotype ikan guppy (Poecilia reticulata) berdasarkan sekuen gen cytochrome oxidase subunit I (COI) menggunakan pendekatan DNA barcoding. Data sekuen diperoleh dari GenBank NCBI dengan nomor akses KU692776.1 (Sukabumi, Indonesia), KU692774.1 (Banten, Indonesia), JX968694.1 (Republik Dominika), LC190039.1 (Myanmar), dan KU568970.1 (Afrika). Penyelarasan sekuen dilakukan menggunakan ClustalX 2.1, rekonstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining (NJ) dengan model Kimura 2-parameter pada perangkat lunak MEGA 6.0 (bootstrap 1000x), serta analisis haplotype network menggunakan median-joining network pada program Network 10.1.0.0. Hasil analisis jarak genetik menunjukkan bahwa nilai jarak genetik antar populasi berkisar antara 0,000 hingga 0,049. Nilai jarak genetik 0,000 ditemukan di antara pasangan populasi dari Indonesia, Myanmar, dan Republik Dominika, sedangkan nilai tertinggi yaitu 0,049 diperoleh pada perbandingan antara populasi Afrika dengan keempat populasi lainnya. Rekonstruksi pohon filogenetik membentuk dua kelompok utama, yaitu kelompok yang mencakup populasi Indonesia, Myanmar, dan Republik Dominika, serta kelompok terpisah yang beranggotakan populasi Afrika. Analisis haplotype network mengidentifikasi empat haplogroup dengan total lima haplotype, di mana populasi Sukabumi dan Banten dari Indonesia bergabung dalam satu haplogroup yang menunjukkan kekerabatan sangat dekat. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor lingkungan dan sejarah distribusi geografis berperan penting dalam pembentukan variasi genetik P. reticulata di tingkat populasi. Data ini diharapkan dapat menjadi rujukan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai biologi populasi dan konservasi ikan guppy di Indonesia.