Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 8, No. 3Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ISSN 3030-8496

Published June 23, 2026

Issue description

Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam adalah jurnal yang mempublish berbagai rumpun ilmu alam diataranya Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Jurnal ini diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun. Jurnal ini mengundang para akademisi dan praktisi untuk berperan serta mengisi jurnal ini agar dapat berkelanjutan kedepannya. jurnal ini direview oleh ahli berpengalaman di bidang nya agar dapat menghasilkan kualitas tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya

Articles

  1. ANALISIS PENGALAMAN BELAJAR SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN LUDO BARUNG PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR

    ABSTRAK Materi bangun ruang sisi datar pada jenjang SMP sering dianggap sulit oleh siswa karena bersifat abstrak dan memerlukan kemampuan visualisasi spasial. Salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami konsep tersebut adalah media permainan Ludo Barung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman belajar siswa terhadap penggunaan media Ludo Barung pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 25 siswa kelas VII B SMP Widiya Sakti Denpasar Tahun Pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan menggunakan instrumen User Experience Questionnaire (UEQ) yang terdiri atas enam aspek, yaitu daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan. Data dianalisis menggunakan UEQ Data Analysis Tool dan dibandingkan dengan benchmark UEQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek memperoleh kategori excellent. Aspek daya tarik dan ketepatan memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 2,44, sedangkan aspek kejelasan memperoleh skor rata-rata terendah sebesar 2,09. Temuan ini menunjukkan bahwa media Ludo Barung mampu memberikan pengalaman belajar yang sangat positif bagi siswa. Dengan demikian, media Ludo Barung layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi datar. Kata Kunci: Ludo Barung, Bangun Ruang Sisi Datar, Pengalaman Belajar, User Experience Questionnaire ABSTRACT The topic of polyhedrons in junior high school is often considered difficult by students because it is abstract and requires spatial visualization skills. One alternative learning medium that can be used to help students understand these concepts is the Ludo Barung game-based learning media. This study aimed to analyze students' learning experiences regarding the use of Ludo Barung media in learning polyhedrons. The research employed a descriptive quantitative approach involving 25 students of Class VII B at SMP Widiya Sakti Denpasar in the 2024/2025 academic year. Data were collected using the User Experience Questionnaire (UEQ), which consists of six aspects: attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, stimulation, and novelty. The data were analyzed using the UEQ Data Analysis Tool and compared with the UEQ benchmark. The results showed that all aspects achieved the **excellent** category. The attractiveness and dependability aspects obtained the highest mean score of 2.44, while the perspicuity aspect obtained the lowest mean score of 2.09. These findings indicate that the Ludo Barung media provides a highly positive learning experience for students. Therefore, the Ludo Barung media is feasible to be used as an alternative mathematics learning medium for teaching polyhedrons. Keywords: Learning Media, Ludo Barung, User Experience, UEQ, Polyhedrons.
  2. PENGARUH MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2025/2026

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika, pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika, serta pengaruh motivasi belajar dan kemandirian belajar secara simultan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Denpasar Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto yang bersifat asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Denpasar yang berjumlah 465 siswa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling. Data motivasi belajar dan kemandirian belajar dikumpulkan melalui angket, sedangkan data hasil belajar matematika diperoleh melalui tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda setelah memenuhi uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas, linearitas, dan multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika; (2) kemandirian belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika; dan (3) motivasi belajar dan kemandirian belajar secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, motivasi belajar dan kemandirian belajar merupakan faktor penting yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Kata kunci: Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar, Hasil Belajar Matematika, Siswa SMA. ABSTRACT This study aims to determine the effect of learning motivation on mathematics learning outcomes, the effect of learning independence on mathematics learning outcomes, and the simultaneous effect of learning motivation and learning independence on mathematics learning outcomes of grade X students at SMA Negeri 2 Denpasar in the 2025/2026 academic year. This study used a quantitative approach with an associative ex post facto research type. The study population was all 465 grade X students of SMA Negeri 2 Denpasar. The sample was determined using a proportional random sampling technique. Data on learning motivation and learning independence were collected through questionnaires, while data on mathematics learning outcomes were obtained through tests. The collected data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression after meeting the analysis prerequisite tests, namely normality, linearity, and multicollinearity. The results showed that: (1) learning motivation had a positive and significant effect on mathematics learning outcomes; (2) learning independence had a positive and significant effect on mathematics learning outcomes; and (3) learning motivation and learning independence simultaneously had a positive and significant effect on students' mathematics learning outcomes. Thus, learning motivation and learning independence are important factors that need to be developed to improve students' mathematics learning outcomes. Keywords: Learning Motivation, Learning Independence, Mathematics Learning Outcomes, High School Students.
  3. PENGARUH KEAKTIFAN DAN MOTIVASI BELAJAR SECARA SIMULTAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 DENPASAR

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan belajar, motivasi belajar, serta pengaruh keduanya secara simultan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 7 Denpasar Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 38 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data keaktifan belajar dan motivasi belajar dikumpulkan melalui angket, sedangkan data hasil belajar matematika diperoleh melalui tes materi fungsi kuadrat. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika. Motivasi belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika. Secara simultan, keaktifan belajar dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,979 menunjukkan bahwa 97,9% variasi hasil belajar matematika dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dengan demikian, peningkatan keaktifan dan motivasi belajar dapat mendukung peningkatan hasil belajar matematika siswa. Kata kunci: Keaktifan Belajar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika, Siswa SMA. ABSTRACT This study aims to determine the influence of learning engagement and learning motivation as well as their simultaneous effect on the mathematics learning outcomes of Grade X students at SMA Negeri 7 Denpasar during the 2025/2026 academic year. The study employs a quantitative approach using the ex post facto method. The sample consists of 38 students selected through proportional random sampling. Data on learning engagement and learning motivation were collected via questionnaires, while data on mathematics learning outcomes were obtained through a test on quadratic functions. Data analysis was conducted using multiple regression. The results indicate that learning engagement has a positive and significant effect on mathematics learning outcomes. Learning motivation also has a positive and significant effect on mathematics learning outcomes. Simultaneously, learning engagement and learning motivation have a positive and significant effect on mathematics learning outcomes. The coefficient of determination (R²) value of 0.979 indicates that 97.9% of the variation in mathematics learning outcomes can be explained by these two variables. Thus, increasing learning engagement and motivation can support the improvement of students' mathematics learning outcomes. Keywords:Learning Engagement, Learning Motivation, Mathematics Learning Outcomes, High School Students
  4. PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU BELAJAR PESERTA DIDIK

    Perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan peserta didik telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku belajar dalam dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap perilaku belajar peserta didik, mengidentifikasi dampak positif dan negatifnya, serta mendeskripsikan strategi pemanfaatan media sosial secara edukatif. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber referensi relevan mengenai media sosial dan pembelajaran digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh positif berupa kemudahan akses informasi, peningkatan kreativitas, pembelajaran kolaboratif, serta penguatan komunikasi akademik peserta didik. Namun, media sosial juga menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya konsentrasi belajar, munculnya perilaku prokrastinasi, ketergantungan digital, serta perubahan pola belajar yang cenderung instan dan multitasking. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital, pengawasan dari guru dan orang tua, serta pemanfaatan media sosial secara bijak agar penggunaannya dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik di era digital.
  5. KEKHASAN JENIS KUPU-KUPU LOKAL KAWASAN HUTAN DESA PURWOREJO, KECAMATAN PUNGGING, KABUPATEN MOJOKERTO

    Kupu-kupu merupakan kelompok serangga dari ordo Lepidoptera yang berperan penting sebagai polinator dan bioindikator kualitas lingkungan pada ekosistem tropis. Kawasan Hutan Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto memiliki struktur vegetasi heterogen yang berpotensi mendukung keanekaragaman kupu-kupu, namun belum terdokumentasikan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan mendeskripsikan karakter morfologi khas kupu-kupu yang ditemukan di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan selama tiga minggu pada bulan September 2023 menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik sweeping net dan metode jelajah pada tiga stasiun pengamatan yang berbeda karakteristik vegetasinya. Spesimen yang berhasil ditangkap diawetkan menggunakan teknik pelebaran sayap (spreading) dan diidentifikasi secara morfologis berdasarkan karakter pola, warna, dan bentuk sayap. Hasil identifikasi menunjukkan ditemukan tiga spesies kupu-kupu dari dua famili, yaitu Graphium doson (Papilionidae), Hypolimnas bolina, dan Euploea mulciber (Nymphalidae). Famili Nymphalidae mendominasi komposisi spesies yang ditemukan. Setiap spesies memiliki karakter diagnosis morfologi sayap yang khas dan dapat dibedakan secara visual: G. doson dicirikan oleh bercak biru tunggal di dalam sel diskal sayap depan dengan warna dasar hitam pekat; H. bolina dicirikan oleh pola tiga warna hitam–oranye–biru iridesen yang mencolok; dan E. mulciber dicirikan oleh kilau biru metalik menyeluruh pada sayap depan yang kontras dengan sayap belakang berwarna cokelat seragam. Penelitian ini menyediakan data dasar taksonomi kupu-kupu lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan pemantauan ekologi di kawasan hutan desa yang belum terdokumentasi sebelumnya.
  6. PENERAPAN SANKSI SOSIAL TERHADAP ANAK PEREMPUAN DI BAWAH UMUR AKIBAT RESIDIVIS BISNIS NARKOBA DI KOTA BOGOR JAWA BARAT

    Peredaran narkoba yang melibatkan pelaku residivis di wilayah perkotaan tidak hanya menimbulkan dampak hukum, melainkan juga menghasilkan konsekuensi sosial yang kompleks bagi lingkungan terdekat pelaku, termasuk anak-anak yang secara tidak langsung terseret dalam stigma sosial akibat relasi keluarga dengan pelaku. Di Kota Bogor, fenomena ini mencuat sebagai persoalan sosial yang mendesak karena anak perempuan di bawah umur dari keluarga residivis narkoba kerap menanggung beban sanksi sosial dari komunitas sekitarnya, meskipun mereka bukan pelaku kejahatan. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika interaksi sosial yang timpang dan berpotensi menghambat perkembangan psikososial anak secara jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk sanksi sosial yang dialami anak perempuan di bawah umur sebagai dampak dari keterlibatan orang tua atau anggota keluarga dalam bisnis narkoba residivisme di Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode life story dan berpijak pada teori interaksi simbolik untuk menelusuri bagaimana makna, label, dan simbol sosial dikonstruksi serta direproduksi dalam interaksi antara subjek dengan lingkungannya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap subjek utama serta sepuluh informan pendukung, meliputi aparat penegak hukum, pekerja sosial dan pengelola lembaga rehabilitasi, anggota keluarga, tetangga, serta teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi sosial termanifestasi dalam bentuk pengucilan, cut off hubungan sosial, stigmatisasi, pembatasan interaksi, dan diskriminasi akses sosial yang bersumber dari berbagai aktor di lingkungan keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, dan lembaga rehabilitasi, bahkan tetap melekat pasca proses rehabilitasi selesai. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kebijakan perlindungan anak berbasis komunitas yang lebih responsif terhadap dampak tidak langsung dari kejahatan residivisme.
  7. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN ORANG TUA MEMILIH PROGRAM LES KUMON SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA (Studi Kasus Kumon Merpati Residence)

    Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pentingnya potensi akademik setiap anak Indonesia mempengaruhi banyaknya lembaga kursus yang bersaing di pasaran, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk menarik minat orang tua dalam memilih program les di Kumon. Setiap Kumon harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan orang tua dalam memilih program les Kumon serta faktor yang paling dominan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis faktor eksploratori (EFA) dengan teknik Principal Component Analysis (PCA) dan rotasi Varimax. Sampel penelitian berjumlah 80 orang tua siswa di Kumon Merpati Residence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 variabel yang dianalisis terbentuk 2 faktor utama yang mempengaruhi keputusan orang tua. Faktor 1 memiliki eigenvalue sebesar 3,138 dengan variance sebesar 44,827%, dan Faktor 2 memiliki eigenvalue sebesar 2,509 dengan variance sebesar 35,844%. Kedua faktor tersebut secara kumulatif mampu menjelaskan 80,671% variasi data. Faktor yang paling dominan adalah Faktor 1, yaitu Kebutuhan Akademik dan Motivasi Orang Tua, dengan variance sebesar 44,827%. Temuan ini menegaskan bahwa lembaga bimbingan belajar tidak cukup hanya mengandalkan reputasi akademik, tetapi juga harus membuktikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku dan karakter belajar siswa.
  8. EFEKTIVITAS LANTUNAN AL-QUR’AN TERHADAP KECEMASAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA

    Kecemasan matematika merupakan keadaan psikologis yang muncul ketika seseorang mengalami rasa gelisah, tekanan, serta ketakutan saat berhadapan dengan kegiatan yang berhubungan dengan matematika. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana efektivitas penggunaan audio murottal Al-Qur’an dalam memengaruhi tingkat kecemasan serta kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal matematika. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen, yang melibatkan 88 siswa SMP Islam Al-Fajar pada tahun ajaran 2025/2026, dengan pembagian 49 siswa pada kelompok eksperimen dan 39 siswa pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner kecemasan matematika yang dimodifikasi dari instrumen Cavanagh dan Sparrow serta tes kemampuan menyelesaikan soal matematika. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U dan Independent Samples T-Test setelah dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas. Hasil analisis penelitian memperlihatkan adanya variasi yang signifikan pada taraf kecemasan matematika (signifikansi = 0,002 < 0,05; effect size = 0,75, kategori sedang) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian, penggunaan audio lantunan Al-Qur'an efektif terhadap kecemasan siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Mathematics anxiety is a psychological condition characterized by feelings of unease, tension, and fear when individuals are confronted with activities related to mathematics. This study aimed to examine the effectiveness of Qur’anic recitation (murottal) audio in influencing students’ levels of anxiety as well as their ability to solve mathematics problems. The study employed a quantitative approach with an experimental design, involving 88 students from SMP Islam Al-Fajar in the 2025/2026 academic year, consisting of 49 students in the experimental group and 39 students in the control group. Data were collected using a mathematics anxiety questionnaire adapted from the instruments developed by Cavanagh and Sparrow, as well as a mathematics problem-solving test. The data were analyzed using the Mann–Whitney U test and the Independent Samples t-test after conducting prerequisite tests in the form of a normality test. The results of the analysis revealed a statistically significant difference in mathematics anxiety levels (Signifikansi = 0.002 < 0.05; effect size = 0.75, medium category) between the experimental and control groups. Therefore, the use of Qur’anic recitation audio was found to be effective in reducing students’ anxiety in solving mathematics problems.
  9. Studi In Silico Senyawa Flavonoid dari Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Inhibitor Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-4) pada Diabetes Melitus Tipe 2

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa bioaktif daun kelor (Moringa oleifera) sebagai inhibitor protein Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-4) menggunakan pendekatan in silico. Analisis dilakukan menggunakan SwissADME, ProTox-3.0, dan molecular docking dengan PyRx terhadap protein DPP-4 (PDB ID: 1X70). Senyawa yang diuji meliputi ellagic acid, p-coumaric acid, rhamnetin, apigenin, dan salicylic acid dengan sitagliptin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa memenuhi aturan Lipinski dan memiliki profil toksisitas yang relatif baik. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa rhamnetin memiliki afinitas pengikatan terbaik di antara senyawa uji dengan nilai binding affinity sebesar −8,1 kcal/mol, mendekati sitagliptin (−8,6 kcal/mol). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rhamnetin berpotensi menjadi kandidat inhibitor DPP-4 dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui pengujian in vitro dan in vivo.
  10. DNA BARCODE DAN HAPLOTYPE NETWORK IKAN GUPPY (POECILIA RETICULATA) BERDASARKAN GEN COI

    Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan spesies ikan air tawar anggota famili Poecilidae yang berasal dari kawasan Amerika Selatan bagian timur laut dan kini telah menyebar luas ke berbagai benua, termasuk Asia. Di Indonesia, ikan guppy dijumpai hampir di seluruh badan air tawar, mulai dari sungai, saluran irigasi, hingga genangan air yang tercemar sekalipun. Kesenjangan data antara penelitian Ikan guppy (Poecilia reticulata) dibanding dengan luas persebarannya menjadi persoalan tersendiri dalam upaya dokumentasi keanekaragaman hayati ikan air tawar Indonesia secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak genetik, hubungan filogenetik, dan struktur haplotype ikan guppy (Poecilia reticulata) berdasarkan sekuen gen cytochrome oxidase subunit I (COI) menggunakan pendekatan DNA barcoding. Data sekuen diperoleh dari GenBank NCBI dengan nomor akses KU692776.1 (Sukabumi, Indonesia), KU692774.1 (Banten, Indonesia), JX968694.1 (Republik Dominika), LC190039.1 (Myanmar), dan KU568970.1 (Afrika). Penyelarasan sekuen dilakukan menggunakan ClustalX 2.1, rekonstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining (NJ) dengan model Kimura 2-parameter pada perangkat lunak MEGA 6.0 (bootstrap 1000x), serta analisis haplotype network menggunakan median-joining network pada program Network 10.1.0.0. Hasil analisis jarak genetik menunjukkan bahwa nilai jarak genetik antar populasi berkisar antara 0,000 hingga 0,049. Nilai jarak genetik 0,000 ditemukan di antara pasangan populasi dari Indonesia, Myanmar, dan Republik Dominika, sedangkan nilai tertinggi yaitu 0,049 diperoleh pada perbandingan antara populasi Afrika dengan keempat populasi lainnya. Rekonstruksi pohon filogenetik membentuk dua kelompok utama, yaitu kelompok yang mencakup populasi Indonesia, Myanmar, dan Republik Dominika, serta kelompok terpisah yang beranggotakan populasi Afrika. Analisis haplotype network mengidentifikasi empat haplogroup dengan total lima haplotype, di mana populasi Sukabumi dan Banten dari Indonesia bergabung dalam satu haplogroup yang menunjukkan kekerabatan sangat dekat. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor lingkungan dan sejarah distribusi geografis berperan penting dalam pembentukan variasi genetik P. reticulata di tingkat populasi. Data ini diharapkan dapat menjadi rujukan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai biologi populasi dan konservasi ikan guppy di Indonesia.
  11. EKSPLORASI KOMUNITAS BAKTERI TANAH PADA DAERAH TERCEMAR BESI DI KAWASAN TAMAN, SIDOARJO

    Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik amplifikasi DNA secara in vitro yang banyak digunakan dalam analisis molekuler, termasuk untuk mengidentifikasi komunitas mikroorganisme pada sampel lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi DNA total dari tanah tercemar besi di kawasan Taman, Sidoarjo, serta mengamplifikasi gen 16S rRNA menggunakan primer universal 27F dan 1492R sebagai tahap awal eksplorasi komunitas bakteri. Sampel tanah diambil dari tiga titik pada area tercemar besi di halaman pabrik besi PT Ispatindo, kemudian DNA diisolasi menggunakan ZymoBIOMICS™ DNA Miniprep Kit, diamplifikasi dengan PCR, dan divisualisasikan melalui elektroforesis gel agarosa 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA total berhasil diisolasi dari seluruh sampel, sedangkan amplifikasi gen 16S rRNA menghasilkan pita DNA yang masih tipis sehingga menunjukkan bahwa proses amplifikasi belum berlangsung secara optimal. Rendahnya intensitas pita diduga dipengaruhi oleh kemurnian DNA template, keberadaan senyawa penghambat (PCR inhibitors), maupun kondisi PCR yang masih memerlukan optimasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa isolasi DNA dan amplifikasi gen 16S rRNA dari tanah tercemar besi berhasil dilakukan sebagai langkah awal eksplorasi komunitas bakteri. Namun, identifikasi taksonomi dan analisis keanekaragaman bakteri memerlukan penelitian lanjutan melalui sekuensing gen 16S rRNA.
  12. HUBUNGAN KEKERABATAN VARIETAS TANAMAN SIRIH (PIPER BETLE, PIPER ORNATUM, PIPER BETLE L) DI WILAYAH SUKO, KECAMATAN SUKODONO, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR

    Sirih merupakan tumbuhan merambat dengan bentuk daun menyerupai jantung dan dapat dijumpai di seluruh Indonesia salah satunya di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Sukodono. Berberapa jenis Sirih yang dapat dijumpai didaerah ini yaitu sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper ornatum), dan sirih hitam (Piper betle L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan 3 varietas tanaman sirih, uji klorofil dan uji paradermal. Teknik analisis data menggunakan software Ntsys dalam pembuatan dendogram, analisis klaster dengan Principal Component Analiysis (PCA), serta eksperimen uji klorofil dan uji paradermal. Diperoleh hasil kadar klorofil paling tinggi dimiliki oleh sirih merah sebesar 32,28 mg/l sedangkan kadar klorofil paling rendah dimiliki oleh sirih hitam sebesar 3,59 mg/l. Berdasarkan indeks kemiripan kekerabatan antara sirih hijau dan sirih hitam berkerabat dekat dengan presentase sebesar 92% sedangkan pada sirih merah berkerabat lebih jauh dari sirih hitam dan sirih hijau dengan presentase sebesar 76%.
  13. KAJIAN ANALISIS GAYA GESEK FLUIDA VISKOS PADA PIPA KAPILER MENGGUNAKAN FORMULASI LAGRANGIAN DAN FUNGSI DISIPASI RAYLEIGH

    Aliran fluida viskos dalam pipa kapiler melibatkan gaya gesek internal yang menyebabkan disipasi energi mekanik dan memengaruhi distribusi kecepatan fluida. Analisis gaya gesek pada skala kapiler umumnya menggunakan pendekatan mekanika fluida berbasis pers amaan momentum, sedangkan pendekatan mekanika analitis berbasis energi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan gaya gesek fluida viskos pada pipa kapiler menggunakan Persamaan Euler–Lagrange yang dilengkapi fungsi disipasi Rayleigh serta memperoleh profil kecepatan aliran secara analitis. Penelitian menggunakan desain analitis-teoretis dengan pendekatan kuantitatif berbasis pemodelan matematis. Model dibangun dengan asumsi fluida Newtonian, inkompresibel, laminar, mantap, dan berkembang penuh dalam pipa silinder. Fungsi Lagrangian dan fungsi disipasi Rayleigh disusun, kemudian disubstitusikan ke dalam Persamaan Euler–Lagrange tergeneralisasi untuk memperoleh persamaan aliran dan solusi profil kecepatan. Hasil pemodelan menunjukkan profil kecepatan berbentuk parabola dengan kecepatan maksimum di pusat pipa dan mendekati nol pada dinding. Distribusi tegangan geser meningkat secara linier dari pusat menuju dinding. Hasil tersebut menunjukkan kesesuaian dengan teori Navier–Stokes/Hagen–Poiseuille, sehingga pendekatan Lagrangian–Rayleigh dapat merepresentasikan gaya gesek dan disipasi energi pada aliran fluida viskos secara konsisten. Penelitian ini memberikan kerangka analitis berbasis energi untuk memahami dinamika aliran viskos pada pipa kapiler.
  14. PENERAPAN AHP DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN WILAYAH PRIORITAS PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH

    Angka anak putus sekolah yang tinggi pada jenjang pendidikan umum (SD hingga SMA) di Kabupaten Jayapura memerlukan penanganan taktis yang berbasis data (data-driven policy). Para pemangku kepentingan di wilayah pemerintah Distrik Sentani memerlukan mekanisme intervensi penanganan yang tepat sasaran dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan wilayah prioritas penanganan Anak Putus Sekolah di wilayah Distrik Sentani. Model pengembangan sistem yang digunakan adalah Metodologi RAD (Rapid Application Development). Sistem dirancang dengan pemodelan basis data menggunakan MySQL dan rancangan antarmuka yang responsif berbasis Bootstrap. Bahasa Pemrrograman yang digunakan adalah PHP. Kriteria dalam pengolahan data AHP merupakan tujuh (7) faktor penyebab anak putus sekolah. Penilaian ini dilakukan terhadap 10 wilayah alternatif di Distrik Sentani, meliputi 3 Kelurahan dan 7 Kampung. Berdasarkan proses perhitungan matematis backend, metode AHP berhasil menyusun pembobotan dengan tingkat konsistensi yang valid (Consistency Ratio < 0,1). Hasil penelitian ini berupa visualisasi urutan prioritas intervensi wilayah secara real-time pada dashboard web yang dapat dimanfaatkan oleh pemangku kebijakan di daerah untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam upaya penanganan masalah Anak Putus Sekolah.
  15. HUBUNGAN POROSITAS DAN SIFAT MEKANIK PADA HIDROKSIAPATIT BIOGENIK SEBAGAI BIOMATERIAL TULANG: TINJAUAN NARATIF

    Kerusakan tulang akibat trauma, tumor, infeksi, dan penyakit degeneratif terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi lanjut usia, sehingga mendorong pengembangan biomaterial pengganti tulang yang aman dan efektif. Hidroksiapatit (HA) biogenik, yang diekstraksi dari sumber hayati seperti tulang mamalia, cangkang telur, cangkang moluska, cangkang krustasea, sisik ikan, dan tulang cumi, menjadi kandidat unggulan karena kemiripannya dengan mineral tulang alami. Salah satu tantangan utama dalam pengembangan HA sebagai scaffold tulang adalah menyeimbangkan porositas dan kekuatan mekanik, dua sifat yang secara inheren saling bertentangan. Tinjauan naratif ini bertujuan menganalisis hubungan antara porositas dan kekuatan tekan HA biogenik dari berbagai sumber hayati berdasarkan 30 artike yang dipublikasikan dari tahun 2014 hingga 2026. Hasil tinjauan menunjukkan rentang porositas 28,6-89% dan kekuatan tekan 0,51-171 MPa di antara sumber-sumber HA biogenik yang ditelaah. Secara umum, peningkatan porositas berbanding terbalik dengan kekuatan tekan, namun morfologi pori, metode fabrikasi, dan penambahan fase komposit (polimer atau keramik lain) terbukti mampu menggeser keseimbangan tersebut. Porositas 50 -70% dengan ukuran pori interkonek 100-300 mikrometer dan kekuatan tekan 2-12 MPa dinilai optimal untuk aplikasi tulang cancellous. Diperlukan standardisasi metode karakterisasi porositas serta validasi in vivo lebih lanjut untuk menerjemahkan temuan-temuan ini ke aplikasi klinis.