UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE MENGGUNAKAN SERBUK GERGAJI DAN BIJI-BIJIAN PADA KELOMPOK B PAUD

Authors
  • Nurafni

    Institut Pendidikan dan Teknologi Aisyiyah Riau
    Author
  • Asri Neli Putri

    Institut Pendidikan dan Teknologi Aisyiyah Riau
    Author
Keywords:
kemampuan kognitif, kolase, serbuk gergaji, biji-bijian, anak usia dini
Abstract
Kemampuan kognitif merupakan fondasi penting bagi anak usia dini dalam mengenal konsep, memecahkan masalah, dan berpikir logis, namun pembelajaran kognitif di banyak lembaga PAUD masih didominasi lembar kerja anak (LKA) yang bersifat satu arah dan kurang melibatkan eksplorasi inderawi anak secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B melalui kegiatan kolase berbahan alam, yaitu serbuk gergaji dan biji-bijian, yang dipilih karena murah, mudah diperoleh, dan kaya tekstur sensorik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B TK Nabilla Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi, hasil karya kolase anak, dan lembar penilaian perkembangan kognitif, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kognitif anak meningkat dari kondisi awal 42,3% (kategori Mulai Berkembang menuju Belum Berkembang) menjadi 64,7% pada Siklus I (kategori Mulai Berkembang), dan mencapai 84,9% pada Siklus II (kategori Berkembang Sangat Baik), dengan 13 dari 15 anak (86,7%) mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar ≥75%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada kemampuan mengklasifikasikan bahan berdasarkan bentuk dan tekstur serta mengurutkan pola sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan kolase berbahan serbuk gergaji dan biji-bijian efektif meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B dan menawarkan alternatif media pembelajaran kontekstual, ramah lingkungan, serta berbiaya rendah bagi guru PAUD.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Anggraini, D., & Setiawan, H. (2020). Pengaruh penggunaan alat permainan edukatif tiga dimensi terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 112–125. https://doi.org/10.21009/JPAUD.082.03

Ayres, A. J. (2005). Sensory integration and the child: Understanding hidden sensory challenges (25th anniversary ed., diperbarui oleh P. S. Robbins). Western Psychological Services.

Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.

Hirsh-Pasek, K., Zosh, J. M., Golinkoff, R. M., Gray, J. H., Robb, M. B., & Kaufman, J. (2015). Putting education in “educational” apps: Lessons from the science of learning. Psychological Science in the Public Interest, 16(1), 3–34. https://doi.org/10.1177/1529100615569721

Ismail, A. (2016). Education games: Menjadi cerdas dan ceria dengan permainan edukatif. Pilar Media.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.

Lillard, A. S. (2017). Montessori: The science behind the genius (3rd ed.). Oxford University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldána, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Mills, G. E. (2018). Action research: A guide for the teacher researcher (6th ed.). Pearson.

Mudlofir, A., & Rusydiyah, E. F. (2016). Desain pembelajaran inovatif: Dari teori ke praktik. Rajawali Pers.

National Association for the Education of Young Children. (2020). Developmentally appropriate practice in early childhood programs (4th ed.). NAEYC.

Novitasari, W. (2020). Pengembangan APE berbasis sains untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 53–64. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.248

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.

Pratiwi, N., & Kristanto, A. (2021). Pengembangan media pembelajaran berbasis benda konkret untuk anak usia dini di TK Pembina. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 12(1), 1–10.

Rahmawati, Y. (2021). Efektivitas alat permainan edukatif berbahan kayu terhadap perkembangan kognitif dan motorik halus anak usia 3–5 tahun. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 8(1), 39–51. https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo.v8i1.10123

Santrock, J. W. (2019). Child development (15th ed.). McGraw-Hill Education.

Suyadi. (2014). Teori pembelajaran anak usia dini: Dalam kajian neurosains. Remaja Rosdakarya.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Weisberg, D. S., Hirsh-Pasek, K., & Golinkoff, R. M. (2013). Guided play: Where curricular goals meet a playful pedagogy. Mind, Brain, and Education, 7(2), 104–112. https://doi.org/10.1111/mbe.12015

Wulandari, H. (2022). Pengaruh stimulasi motorik halus melalui alat permainan edukatif terhadap perkembangan kemampuan menulis awal anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 11(1), 45–56. https://doi.org/10.21831/jpa.v11i1.45123

Yusuf, S. (2018). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.

Zosh, J. M., Hopkins, E. J., Jensen, H., Liu, C., Neale, D., Hirsh-Pasek, K., Solis, S. L., & Whitebread, D. (2017). Learning through play: A review of the evidence. The LEGO Foundation.

Cover Image
Downloads
Published
2026-07-18
Section
Articles

How to Cite

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE MENGGUNAKAN SERBUK GERGAJI DAN BIJI-BIJIAN PADA KELOMPOK B PAUD. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(8). https://doi.org/10.2238/7sw8pv41

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 180

You may also start an advanced similarity search for this article.