PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN: INTERNALISASI NILAI-NILAI LOCAL WISDOM DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI

Authors
  • M. Erick Afani

    Universitas Al-Falah As-Sunniyah
    Author
  • Asnawan Asnawan

    Universitas Al-Falah As-Sunniyah
    Author
  • Muhaimin Asrori

    Universitas Al-Falah As-Sunniyah
    Author
  • Muhamad Masrukhin Ubaidilah

    Universitas Al-Falah As-Sunniyah
    Author
  • Kafi Anand Matur

    Universitas Al-Falah As-Sunniyah
    Author
Keywords:
pesantren, kebudayaan, local wisdom, pendidikan karakter, globalisasi
Abstract
Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki posisi strategis dalam perkembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Selain berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman, pesantren juga berperan sebagai agen pelestarian budaya melalui internalisasi nilai-nilai local wisdom dalam kehidupan santri. Di tengah arus globalisasi yang membawa perubahan sosial, budaya, dan teknologi secara cepat, keberadaan pesantren menjadi penting dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pesantren sebagai produk kebudayaan sekaligus mengkaji proses internalisasi nilai-nilai local wisdom dalam penguatan pendidikan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren merupakan hasil dialektika antara ajaran Islam dengan budaya lokal yang membentuk sistem pendidikan adaptif tanpa menghilangkan nilai-nilai fundamental Islam. Nilai-nilai local wisdom seperti religiusitas, kesederhanaan, kemandirian, gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada guru, toleransi, dan kepedulian sosial diinternalisasikan melalui keteladanan, pembiasaan, tradisi kepesantrenan, serta proses pembelajaran. Nilai-nilai tersebut berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter santri sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa di tengah tantangan globalisasi
Downloads
Download data is not yet available.
References

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.

Bruinessen, Martin van. (1994). Pesantren dan Ulama Jawa. Yogyakarta: LKiS.

Dhofier, Zamakhsyari. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (Edisi Revisi). Jakarta: LP3ES.

Geertz, Clifford. (1960). The Religion of Java. Chicago: University of Chicago Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Lickona, Thomas. (2013). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nata, A. (2019). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: Dari Keris, Tor-Tor sampai Industri Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Cover Image
Downloads
Published
2026-06-29
Section
Articles

How to Cite

PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN: INTERNALISASI NILAI-NILAI LOCAL WISDOM DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(7). https://doi.org/10.2238/33562t60

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

31-40 of 273

You may also start an advanced similarity search for this article.