Sejarah Peradaban dan Kebudayaan Islam pada Masa Dinasti Abbasiyyah (750–1258 M)

Authors
  • Sirojul Fuadi

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • Khairul Ihsan

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • M. Ridho Anugrah

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • M. Adlin

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • Muhammar Rizki

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • Nabil Alfiza

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • M. Kelvin

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • Fauzi Al Fachri

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
  • Firza Azmi

    STKIP Al Maksum Langkat
    Author
Keywords:
Dinasti Abbasiyyah, Peradaban Islam, Kebudayaan Islam, Baitul Hikmah, Sejarah Islam.
Abstract
Dinasti Abbasiyyah (750–1258 M) merupakan salah satu periode paling penting dalam sejarah peradaban Islam yang ditandai oleh kemajuan di bidang pemerintahan, ilmu pengetahuan, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan. Masa ini dikenal sebagai era keemasan Islam karena berhasil melahirkan berbagai inovasi intelektual yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan peradaban dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyyah, sistem pemerintahan yang diterapkan, perkembangan wilayah kekuasaan, serta kemajuan peradaban dan kebudayaan Islam pada masa pemerintahannya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai sumber pustaka, seperti buku, artikel ilmiah, dan literatur sejarah yang relevan, kemudian dianalisis secara sistematis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai perkembangan Dinasti Abbasiyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Dinasti Abbasiyyah tidak hanya ditentukan oleh keberhasilannya menggantikan Dinasti Umayyah melalui revolusi politik, tetapi juga oleh kemampuannya membangun sistem pemerintahan yang efektif, memperkuat administrasi negara, dan menciptakan stabilitas yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Berdirinya Baitul Hikmah di Baghdad menjadi tonggak penting dalam gerakan penerjemahan dan pengembangan berbagai disiplin ilmu, seperti matematika, astronomi, kedokteran, filsafat, dan teknologi. Selain itu, kemajuan dalam bidang seni, arsitektur, sastra, dan pendidikan turut memperkuat posisi Baghdad sebagai pusat peradaban dunia. Meskipun mengalami kemunduran akibat konflik internal dan serangan Mongol pada tahun 1258 M, warisan intelektual Dinasti Abbasiyyah tetap memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern. Oleh karena itu, Dinasti Abbasiyyah merupakan salah satu fondasi penting dalam sejarah perkembangan peradaban dan kebudayaan Islam.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Bosworth, C. E. (2021). The New Islamic Dynasties: A Chronological and Genealogical Manual. Edinburgh University Press.

Hassan, A. Y. (2021). Science and Technology in Islam: The Exact and Natural Sciences. Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO).

Hitti, P. K. (2020). History of the Arabs (Revised ed.). Red Globe Press.

Kennedy, H. (2021). The Prophet and the Age of the Caliphates: The Islamic Near East from the Sixth to the Eleventh Century (3rd ed.). Routledge.

Khalid, T. (2022). Classical Arab Islam: The Culture and Heritage of the Golden Age. Darwin Press.

Lapidus, I. M. (2021). A History of Islamic Societies (3rd ed.). Cambridge University Press.

Rosenthal, F. (2022). The Classical Heritage in Islam. Routledge.

Syalabi, A. (2022). Sejarah dan Kebudayaan Islam: Dinasti Abbasiyyah. Pustaka Al-Husna Baru.

Cover Image
Downloads
Published
2026-07-01
Section
Articles

How to Cite

Sejarah Peradaban dan Kebudayaan Islam pada Masa Dinasti Abbasiyyah (750–1258 M) . (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(8). https://doi.org/10.2238/01ap7w83

Similar Articles

1-10 of 207

You may also start an advanced similarity search for this article.