Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 7, No. 1Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

Published September 1, 2026

Issue description

Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata adalah jurnal pariwisata yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 Kali dalam setahun. Jurnal ini mengkaji bidang kepariwisataan baik nasional maupun global. Jurnal ini membuka kesempatan menulis bagi para praktisi dan akademisi dalam mengisi jurnal guna menambah khasanah bidang Kepariwisataan. Jurnal ini dikelola bekerja sama dengan akademisi dan praktisi  ahli terutama bidang kepariwisataan. Jurnal ini menerima hasil penelitian, kajian pustaka, maupun hasil diskusi atau FGD ilmiah. Tujuan dari penerbian ini selain mengembangkan kepariwisaataan dari sesi ilmiah, juga menambah khasanah ke dunia internasional tentang pesona panorama Indonesia. Jurnal ini selain menerima artikel berbahasa Indonesia, juga menerima artikel berbahasa Inggris. Penerbit berharap jurnal ini menjadi wadah dan saksi bagi perkembangan dunia pariwisata di Indonesia

Articles

  1. PENGEMBANGAN PRODUK FURNITUR BERBASIS LIMBAH PELEPAH PISANG DAN KAYU JATI UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI

    Penelitian ini berfokus pada pengembangan set meja dan kursi teras berbahan limbah pelepah pisang yang dikombinasikan dengan kayu jati sebagai elemen interior berkelanjutan. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi tanaman pisang yang melimpah, namun pemanfaatan limbah pelepahnya belum optimal. Di sisi lain, industri furnitur global saat ini mulai bertransformasi menuju konsep keberlanjutan (sustainability) dan ekonomi sirkular. Kondisi tersebut membuka peluang inovasi desain furnitur dengan memanfaatkan limbah organik sebagai material alternatif yang ramah lingkungan. Metode perancangan yang digunakan meliputi observasi lapangan dan wawancara di Merangin, Jambi, untuk memetakan potensi bahan baku lokal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode 5W+1H guna menentukan arah pengembangan produk. Proses pengolahan material diawali dengan pengeringan pelepah pisang dan pemintalannya menjadi tali, yang selanjutnya diaplikasikan pada rangka kayu jati sebagai struktur utama. Tahapan visualisasi desain dilakukan secara sistematis melalui penyusunan moodboard, visual chart, studi kompetitor, color chart, life activity, blocking 3D, sketsa alternatif, penentuan desain terpilih, hingga pembuatan purwarupa (prototype). Hasil perancangan ini diharapkan menghasilkan produk furnitur teras yang memenuhi nilai fungsional, estetika, ergonomi, dan keberlanjutan. Selain itu, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah lokal, membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, serta mendukung pengembangan industri furnitur hijau di Indonesia.
  2. PENGELOLAAN SOLO BATIK CARNIVAL 2025 DALAM PERSPEKTIF FUNGSI MANAJEMEN EVENT (POAC) SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA SURAKARTA

    Solo Batik Carnival is one of Surakarta City's flagship cultural events and a major tourist attraction. This study aims to understand the management of Solo Batik Carnival 2025 based on event management functions, which include Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC), as well as to identify its challenges and solutions. This research uses a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The research informants were chosen using purposive sampling, including the Field Coordinator Chairperson, Secretariat Coordinator Committee, General Coordinator Committee, Staff of the Surakarta City Department of Culture and Tourism, Participants, and Visitors. The results show that the management of Solo Batik Carnival 2025 has applied the POAC management functions at every stage of the event. However, there are still some challenges in implementing the activities, such as coordination between parties, limited staff, the licensing process, and funding. This challenge is overcome through improved regular coordination, clearer division of tasks, inter-agency communication, and post-activity evaluations. Implementing the POAC management functions supports the organization of the Solo Batik Carnival as a tourist attraction in the city of Surakarta.
  3. PENGARUH PROMOSI MEDIA INSTAGRAM DAN LAYANAN EDUKASI TERHADAP KEPUTUSAN KUNJUNGAN WISATAWAN KONSERVASI PENYU PANGUMBAHAN, UJUNG GENTENG

    Konservasi Penyu Pangumbahan, Ujung Genteng merupakan destinasi ekowisata berbasis konservasi yang memanfaatkan promosi melalui media Instagram dan layanan edukasi untuk mendorong kunjungan wisatawan, namun masih menghadapi kendala konsistensi promosi dan penyampaian layanan edukasi yang perlu dikaji pengaruhnya terhadap keputusan kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh promosi media Instagram dan layanan edukasi terhadap keputusan kunjungan wisatawan pada Konservasi Penyu Pangumbahan, baik secara parsial maupun simultan, sebagai upaya mendukung internasionalisasi destinasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif melalui pendekatan asosiatif kausal. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada wisatawan yang pernah berkunjung serta mengikuti atau mengetahui akun Instagram resmi konservasi, dengan sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi), regresi linear berganda, koefisien determinasi, serta uji t dan uji F dengan bantuan SPSS 25. Hasil analisis deskriptif menunjukkan variabel promosi media Instagram (mean 39,36), layanan edukasi (mean 39,79), dan keputusan kunjungan wisatawan (mean 40,30) memperoleh penilaian yang baik dari responden. Hasil regresi linear berganda menghasilkan persamaan Y = 3,673 + 0,396X1 + 0,529X2. Uji t menunjukkan promosi media Instagram berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,807; Sig. 0,007) dan layanan edukasi berpengaruh positif dan signifikan (t = 3,910; Sig. 0,000) terhadap keputusan kunjungan wisatawan, dengan layanan edukasi sebagai faktor yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 155,592; Sig. 0,000) dengan kontribusi sebesar 82,4% (Adjusted R² = 0,824). Kebaruan penelitian terletak pada integrasi promosi media Instagram dan layanan edukasi pada destinasi ekowisata konservasi penyu yang berorientasi pada internasionalisasi. Hasil ini berimplikasi pada perlunya optimalisasi konsistensi konten promosi Instagram dan peningkatan kualitas layanan edukasi, termasuk penyediaan konten dwibahasa, guna mendukung Konservasi Penyu Pangumbahan sebagai destinasi konservasi berskala internasional.
  4. PENGARUH PRAKTIK KERJA LAPANGAN TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK SAHID SURAKARTA JURUSAN PERHOTELAN

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta menguji pengaruhnya terhadap kesiapan kerja siswa SMK Sahid Surakarta Jurusan Perhotelan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian terdiri atas 66 siswa kelas XII Jurusan Perhotelan yang telah menyelesaikan PKL, sedangkan sampel sebanyak 43 siswa dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, observasi, dokumentasi, dan wawancara pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKL telah berjalan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pembimbingan, monitoring, serta evaluasi dan pelaporan. Seluruh item instrumen dinyatakan valid dan reliabel, sedangkan residual memenuhi asumsi normalitas. Hasil regresi menghasilkan persamaan Y = 56,095 + 1,951X. Uji t menghasilkan nilai t hitung sebesar 5,217 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga PKL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa. Nilai R Square sebesar 0,399 menunjukkan bahwa PKL memberikan kontribusi sebesar 39,9% terhadap kesiapan kerja, sedangkan 60,1% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan PKL yang terencana dan didukung pembimbingan serta monitoring yang berkelanjutan.
  5. KONSISTENSI PENERAPAN SEQUENCE OF SERVICE PRAMUSAJI DALAM PELAYANAN BREAKFAST PADA CRYSTAL SAPPHIRE RESTAURANT DI HOTEL GRAND MERCURE SOLO BARU

    Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan mengkaji penerapan sequence of service pramusaji, mengidentifikasi hambatannya, serta menganalisis upaya mempertahankannya pada pelayanan breakfast di Crystal Sapphire Restaurant Hotel Grand Mercure Solo Baru. Data diperoleh melalui observasi partisipatif enam bulan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldana serta divalidasi menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjuk kan penerapan sequence of service telah mengacu pada SOP, di mana empat tahapan (greeting, presenting the buffet, farewell guest, cleaning & re set-up table) terlaksana konsisten, sedangkan tiga tahapan lainnya (escorting guest, offering tea/coffee, checking satisfaction) belum konsisten. Hambatan utama meliputi lonjakan tamu peak hour, keterbatasan rasio staf, koordinasi tim, special request, dan tingginya prioritas kerja operasional lain. Kesimpulannya, untuk menjaga konsistensi pelayanan, manajemen menerapkan morning briefing, pembagian section, pengawasan intensif, evaluasi harian, training SOP berkala, dan peningkatan komunikasi tim
  6. PERSEPSI GUEST TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RESEPSIONIS DI HOTEL HARRIS SOLO

    Resepsionis merupakan garda terdepan pelayanan hotel yang berperan penting dalam membentuk kesan pertama tamu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan resepsionis di Hotel Harris Solo berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan tamu yang dipilih berdasarkan prinsip kejenuhan data, serta didukung observasi partisipan pasif dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap transkripsi, pengkodean, dan identifikasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tamu terhadap pelayanan resepsionis cenderung positif pada seluruh dimensi SERVQUAL. Tangibles menjadi aspek yang paling menonjol melalui kebersihan, kerapian, pencahayaan, tata ruang, dan penampilan staf yang profesional. Assurance dan empathy juga dinilai baik karena resepsionis mampu memberikan informasi yang akurat, bersikap sopan, serta merespons kebutuhan individual tamu. Responsiveness terlihat dari kecepatan dan sikap proaktif dalam membantu tamu. Reliability dinilai baik melalui ketepatan proses check-in, check-out, dan pembayaran, meskipun terdapat catatan mengenai efisiensi administratif saat periode ramai. Secara keseluruhan, pelayanan resepsionis dipersepsikan positif dan mendukung pengalaman menginap tamu.
  7. PERSEPSI GUEST TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RESEPSIONIS DI HOTEL HARRIS SOLO

    Resepsionis merupakan garda terdepan pelayanan hotel yang berperan penting dalam membentuk kesan pertama tamu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan resepsionis di Hotel Harris Solo berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan tamu yang dipilih berdasarkan prinsip kejenuhan data, serta didukung observasi partisipan pasif dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap transkripsi, pengkodean, dan identifikasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tamu terhadap pelayanan resepsionis cenderung positif pada seluruh dimensi SERVQUAL. Tangibles menjadi aspek yang paling menonjol melalui kebersihan, kerapian, pencahayaan, tata ruang, dan penampilan staf yang profesional. Assurance dan empathy juga dinilai baik karena resepsionis mampu memberikan informasi yang akurat, bersikap sopan, serta merespons kebutuhan individual tamu. Responsiveness terlihat dari kecepatan dan sikap proaktif dalam membantu tamu. Reliability dinilai baik melalui ketepatan proses check-in, check-out, dan pembayaran, meskipun terdapat catatan mengenai efisiensi administratif saat periode ramai. Secara keseluruhan, pelayanan resepsionis dipersepsikan positif dan mendukung pengalaman menginap tamu.
  8. PERAN KOMUNIKASI TERHADAP OPERASIONAL DEPARTEMEN HOUSEKEEPING DI HOTEL ROYAL AMBARRUKMO

    Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan komunikasi, kendala komunikasi pada section Housekeeping, dan upaya mengatasi kendala agar operasional serta kualitas pelayanan tetap efektif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Supervisor Housekeeping dan dua staf Housekeeping yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi operasional menggunakan briefing, logbook, WhatsApp Group, handy talky (HT), sistem status kamar, dan komunikasi verbal. Kendala terutama muncul ketika beberapa permintaan datang secara bersamaan, terjadi perubahan prioritas, tindak lanjut terlambat, atau penyelesaian pekerjaan belum dikonfirmasi. Upaya mengatasi kendala dilakukan melalui double-check langsung, penggunaan pesan tertulis yang detail, pemberian deadline atau estimasi waktu, feedback kepada pihak yang meminta, serta pembagian prioritas berdasarkan urgensi dan kemampuan staf. Komunikasi berperan sebagai penghubung informasi, sarana koordinasi, dasar pembagian prioritas, pengendalian tindak lanjut, dan penyesuaian terhadap perubahan kondisi operasional Housekeeping.
  9. Potensi Daya Tarik Sate Cucuk Manis sebagai Wisata Gastronomi di Kota Palembang

    Identifying the characteristics and uniqueness as a local culinary product, describing tourists’ and business owners’ perceptions of its potential as gastronomic tourism, and identifying the supporting and inhibiting factors in its development. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving informants related to Sate Cucuk Manis and gastronomic tourism activities. The results show that Sate Cucuk Manis has distinctive characteristics and uniqueness in its sweet taste derived from palm sugar, the use of spices, beef as the main ingredient, the marination or stewing process, charcoal grilling technique, meat size and texture, and its serving with various side dishes. In addition, its history and recipe have been passed down through generations, providing authenticity and cultural value that strengthen the identity of Sate Cucuk Manis as a local culinary product of Palembang. Tourists’ and business owners’ perceptions of Sate Cucuk Manis tend to be positive, particularly regarding its unique taste, texture, presentation, and culinary experience that differs from other types of satay. The supporting factors include its unique taste, recipe authenticity, historical value, positive tourist responses, and the involvement of academics and tourism travel parties. Meanwhile, the inhibiting factors include limited promotion, inadequate facilities and comfort, cleanliness and site management issues, limited points of sale, and suboptimal government support. Therefore, Sate Cucuk Manis has the potential to be developed as an alternative gastronomic tourism attraction in Palembang City by maintaining its authenticity, historical and cultural values, and local characteristics while improving promotion, facilities, and management.
  10. ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA BUDAYA SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA BUDAYA LINGGA, KABUPATEN KARO

    Desa Budaya Lingga, Kabupaten Karo, memiliki berbagai sumber daya budaya yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber daya budaya di Desa Budaya Lingga, menganalisis potensinya sebagai daya tarik wisata, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner daring pertanyaan terbuka yang melibatkan tiga informan yang dipilih secara purposive, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, pengelompokan, perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Karo (Siwaluh Jabu) merupakan salah satu daya tarik budaya yang menonjol, didukung oleh keberadaan geriten, jambur, museum, serta tradisi dan kesenian Karo. Bentuk yang khas, nilai sejarah, dan identitas budaya menunjukkan potensi sumber daya tersebut sebagai daya tarik wisata. Peluang pengembangan didukung oleh minat wisatawan dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya, sedangkan tantangannya meliputi kerusakan bangunan, keterbatasan dana dan fasilitas, serta pengelolaan, pemasaran, dan promosi yang belum optimal. Oleh karena itu, Desa Budaya Lingga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pariwisata budaya dengan tetap memperhatikan pelestarian budaya dan keterlibatan masyarakat.
  11. JEJAK EKSPRESI ANAK PADA PERMAINAN MASA LALU DALAM GAMBAR DENGAN TEKNIK SHADING

    Setiap manusia dewasa memiliki kenangan masa lalu yang tak bisa terlupakan. Dalam penulisan ini, akan diajak bagaimana kenangan permaianan masa lalu menjadi sebuah kenangan manis yang tak terlupakan. Dalam penulisan ini juga akan dijelaskan dampak positif dari permainan masa lalu yang masih cukup relevan untuk tetap dipertahankan sampai sekarang. Tujuan dibuatnya karya dan penelitian ini yaitu untuk diperkenalkan kembali ke generasi sekarang jenis-jenis permainan tradisional masa lalu dan cara memainkannya agar tidak punah tergerus waktu. Metrodologi yang digunakan melalu pendekatan berbasis riset (reseach base creation) yaitu penciptaan karya yang diawali dengan penelitian akademis yang ilmiah, atau pengamatan mendalam terhadap suatu fenomena sosial dan budaya. Dari hasil pengamatan yang mendalam didapati perbedaan perilaku anak-anak terdahulu dengan anak zaman sekarang ditinjau dari permainan yang mereka mainkan. Disitulah letak urgensi perlu diangkat kembali permainan tradisional masa lalu untuk mempertahankan karakter positif generasi kini dan mendatang.
  12. DEVELOPING A BILINGUAL WEBSITE WITH PROMOTIONAL VIDEO CONTENT FOR DE SAPPHIRE GUEST HOUSE

    De Sapphire Guest House, Malang, is an accommodation provider that serves both local and international guests. However, its promotional activities were primarily carried out through social media, limiting the availability of comprehensive and accessible information for prospective guests. To address this issue, this research developed a bilingual website integrated with promotional videos to support the guest house's digital promotion and provide complete information in both Indonesian and English. This research aimed to develop a bilingual website integrated with promotional videos as a digital promotional medium for De Sapphire Guest House. It employed the Design and Development Research (DDR) method proposed by Richey and Klein (2014), which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The bilingual website was developed using Wix.com, while the promotional videos were produced using CapCut. The website consists of several pages, namely Home, About Us, Our Rooms, Facilities, Gallery, Articles, Guests' Reviews, and Contact Information, with the promotional videos integrated into the website to enhance the presentation of information. The developed products were validated by a content validator from De Sapphire Guest House, an IT expert validator, and a language expert validator. After the revision process, field testing was conducted by distributing questionnaires to local and international prospective guests to evaluate the quality, usability, and effectiveness of the developed products. The results showed that the developed bilingual website and promotional videos received excellent evaluations from both the expert validators and the prospective guests. The products were considered appropriate, user-friendly, and effective in providing comprehensive information and supporting the digital promotion of De Sapphire Guest House.
  13. ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN WISATA HERITAGE DI TJONG A FIE MANSION MEDAN

    Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan, kondisi, pemeliharaan, dan pemanfaatan sarana prasarana dalam mendukung pengembangan wisata heritage di Tjong A Fie Mansion Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pengelola dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana tersedia dalam kondisi baik, terawat, bersih, aman, serta tetap mempertahankan keaslian bangunan heritage. Pemeliharaan dilakukan melalui SOP kebersihan dua kali sehari, perawatan fisik berkala, dan pengawasan keamanan. Pemanfaatan fasilitas mendukung kegiatan edukasi dan pengalaman wisata sejarah. Disarankan pengelola terus mengembangkan fasilitas sesuai kebutuhan wisatawan tanpa mengurangi nilai heritage. Implikasi penelitian ini, pengelolaan berkelanjutan dapat memperkuat kualitas pengalaman wisata.
  14. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN TAMU YANG MENGINAP

    Kepuasan tamu merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan usaha akomodasi karena mencerminkan sejauh mana pengalaman yang diterima sesuai dengan harapan tamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan tamu yang menginap di villa yang dikelola Lalita Properties. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik. Data diperoleh dari 65 responden yang pernah menginap di Lalita Properties dan berinteraksi langsung dengan pelayanan serta fasilitas yang disediakan. Penentuan responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin, didukung observasi dan studi dokumentasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, korelasi parsial, koefisien determinasi, uji t, dan uji F menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan tamu (t = 0,188; p = 0,851), sedangkan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan tamu (t = 5,761; p = 0,001). Secara simultan, kualitas pelayanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan tamu (F = 48,410; p = 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,610 menunjukkan bahwa 61,0% variasi kepuasan tamu dapat dijelaskan oleh kualitas pelayanan dan fasilitas, sedangkan 39,0% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fasilitas merupakan faktor yang lebih dominan secara parsial, sedangkan kualitas pelayanan dan fasilitas secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap kepuasan tamu.