Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 11, No. 5Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

Published October 1, 2026

Issue description

Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek adalah Jurnal ilmiah berisikan tentang multidisplin ilmu Sains dan Teknologi Industri diterbitkan oleh Institute Cahaya Ilmu Bangsa Jurnal ini diterbitkan tiap bulan. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek bertujuan menerbitkan makalah-makalah berkualitas tinggi di bidang Sains dan Teknologi Industri yang direview oleh beberapa orang reviewer di bidang Sains, Teknologi, Komunikasi dan Industri yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek menerima makalah yang merupakan hasil pemikiran original dan kontribusi yang signifikan yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Jurnal ini diterbitkan untuk Multidisiplin Ilmu Sains dan Teknologi

Articles

  1. OPTIMASI ARSITEKTUR DEEP NEURAL NETWORK (DNN) MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) UNTUK PREDIKSI NILAI EKSPOR KOPI DI INDONESIA

    Penelitian ini bertujuan memprediksi nilai ekspor kopi Indonesia menggunakan Deep Neural Network (DNN) dan mengoptimalkan arsitekturnya menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO). Dataset diperoleh dari Trade Map untuk periode 2021–2025 dengan variabel input Quantity (Ton), Unit Value (US$/Ton), dan Growth in Value (%), sedangkan target penelitian adalah Value (US$). Tahapan penelitian meliputi pembersihan data, normalisasi Min-Max, pembentukan data untuk pemodelan, pembagian data menjadi training, validation, dan testing, pembangunan tiga arsitektur DNN, serta optimasi arsitektur menggunakan PSO. Tiga arsitektur DNN diuji dengan dua, tiga, dan empat hidden layer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa DNN empat hidden layer memberikan hasil terbaik sebelum optimasi, dengan MSE 21.467.553,21, MAE 3.242,41, dan R² 0,9145. Optimasi PSO menggunakan delapan partikel dan 100 iterasi menghasilkan konfigurasi terbaik berupa 113 neuron pada hidden layer pertama, 46 neuron pada hidden layer kedua, 19 neuron pada hidden layer ketiga, serta learning rate 0,000896. Model DNN-PSO menghasilkan MSE 1.703.856,56, MAE 798,74, dan R² 0,9932. Dibandingkan DNN empat hidden layer, MSE turun 92,06%, MAE turun 75,36%, dan R² meningkat 8,61%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa PSO mampu membantu pencarian arsitektur DNN yang lebih optimal dan menghasilkan prediksi yang lebih mendekati nilai aktual.
  2. IMPLEMENTASI ALGORITMA DECISION TREE UNTUK PREDIKSI PERMINTAAN PRODUK SI BAJU BATIK BERBASIS WEBSITE

    Konveksi Syauqi Production menghadapi tantangan dalam perencanaan produksi akibat tingginya volatilitas permintaan dan perubahan tren musiman pada produk batik. Selama ini, penentuan jumlah produksi hanya mengandalkan intuisi pemilik dan arsip faktur fisik yang belum terkelola secara sistematis, sehingga memunculkan risiko penumpukan stok (overproduction) maupun kekurangan barang (underproduction). Penelitian ini bertujuan membangun sistem pendukung keputusan berbasis web dengan menerapkan algoritma Decision Tree Regressor untuk memprediksi jumlah produksi batik bulanan. Menggunakan data historis transaksi periode 2001 hingga 2024 sebanyak 3.551 rekaman data, pengolahan diawali dengan tahap pembersihan data, rekayasa fitur (lag features, rolling average, serta pemetaan siklus bulan), dan transformasi data. Evaluasi model menghasilkan nilai Koefisien Determinasi (R^2) sebesar 0,724, Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 325,89, dan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 274,29. Model prediktif ini berhasil diintegrasikan ke dalam aplikasi web berbasis PHP, MySQL, dan Python untuk membantu pihak manajemen beralih dari perkiraan intuitif menuju perencanaan produksi berbasis data yang lebih objektif.
  3. Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk Menentukan Lokasi Tempat Usaha Retail pada Alfamart Kecamatan Pulo Ampel

    Pemilihan lokasi usaha merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan dan keuntungan usaha retail. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu menentukan lokasi usaha Alfamart terbaik di Lingkungan Salira, Kecamatan Pulo Ampel. Metode yang digunakan adalah Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), yaitu metode pengambilan keputusan multikriteria yang menentukan alternatif berdasarkan jarak terdekat terhadap solusi ideal positif dan jarak terjauh terhadap solusi ideal negatif. Kriteria yang digunakan dalam penelitian meliputi jarak ke pasar, kepadatan penduduk, jarak dari pabrik, harga sewa, dan akses jalan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil perhitungan TOPSIS terhadap tiga alternatif lokasi menunjukkan bahwa PA03 (Pulo Ampel) memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,76256, kemudian PA01 (Pulorida) sebesar 0,69392 dan PA07 (Pulo Kali) sebesar 0,68366. Hasil pengujian sistem menggunakan Black Box Testing menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%, sedangkan User Acceptance Test (UAT) memperoleh nilai sebesar 94,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menentukan lokasi usaha Alfamart.
  4. KLASIFIKASI RATING ULASAN INSTAGRAM BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL LINEAR DAN ENSEMBLE POHON DENGAN INTERPRETASI SHAP

    Ulasan aplikasi menyediakan data tekstual yang kaya untuk memahami evaluasi pengguna terhadap produk digital. Namun, penggunaan rating bintang sebagai proksi label sentimen dapat menghasilkan ketidakselarasan antara skor dan isi teks, sehingga hasil klasifikasi perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Penelitian ini mengevaluasi klasifikasi sentimen berbasis rating pada 1.000 ulasan aplikasi Instagram berbahasa Indonesia dengan membandingkan Regresi Logistik, Random Forest, XGBoost, dan LightGBM. Model dilatih menggunakan representasi gabungan TF-IDF n-gram dan fitur leksikal/sintaksis sehingga menghasilkan 5.130 fitur. Interpretabilitas model berbasis pohon dianalisis menggunakan SHAP TreeExplainer untuk mengidentifikasi kontribusi fitur pada tingkat global dan lokal. Pada satu stratified hold-out split 80:20, akurasi model berada pada rentang 49,5–50,5%, sedangkan weighted F1 berada pada rentang 41,5–48,3%. Regresi Logistik memperoleh weighted F1 tertinggi sebesar 48,3%, tetapi hasil ini tidak diperlakukan sebagai bukti keunggulan umum karena evaluasi belum menggunakan repeated atau k-fold cross-validation. Lima fitur dengan mean absolute SHAP terbesar adalah 'kenapa', 'yang', 'bisa', 'bagus', dan 'untuk'. Temuan tersebut menunjukkan bahwa fitur leksikal yang dominan secara frekuensi dapat memengaruhi keputusan model dan bahwa interpretasi SHAP perlu dibaca bersama karakteristik representasi TF-IDF. Kontribusi penelitian terletak pada benchmarking yang transparan dan auditabilitas interpretasi model pada korpus ulasan aplikasi berbahasa Indonesia, sekaligus mendokumentasikan keterbatasan label berbasis rating, ketidakseimbangan kelas, ukuran sampel, dan ketidakstabilan estimasi akibat single split.
  5. PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN PRESTASI SISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE SAW DI SDN RAWACANA

    Penilaian prestasi siswa merupakan bagian penting dalam kegiatan akademik karena menggambarkan hasil belajar dan perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penilaian prestasi siswa berbasis web menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) di SDN Rawacana. Penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data, sedangkan pengembangan sistem mengacu pada tahapan SDLC. Perancangan sistem menggunakan UML dan basis data MySQL, dengan implementasi menggunakan framework Laravel. Metode SAW menerapkan empat kriteria benefit, yaitu nilai akademik (C1), sikap (C2), kehadiran (C3), dan ekstrakurikuler (C4), dengan bobot masing-masing 0,400; 0,250; 0,200; dan 0,150. Nilai dinormalisasi berdasarkan nilai tertinggi pada setiap kriteria dan kemudian dihitung menjadi nilai preferensi. Hasil implementasi menunjukkan sistem dapat mengelola data siswa, kelas, mata pelajaran, nilai, kriteria, perhitungan SAW, ranking, laporan, serta sertifikat Top 10 dengan pembagian hak akses Admin, Guru, dan Kepala Sekolah. Pada data uji, A3 memperoleh nilai preferensi 0,9651, A2 sebesar 0,9601, dan A1 sebesar 0,9583. Verifikasi manual dan sistem menghasilkan selisih 0,0000 pada seluruh alternatif, sedangkan pengujian black-box pada fungsi utama menunjukkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan.
  6. Implementasi Pelacak Sepeda Motor Berbasis IoT Dengan Fitur Geofencing Dan Notifikasi Real Time Menggunakan Ublox NEO-6M Berbasis Android

    Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor menuntut adanya sistem keamanan cerdas yang proaktif. Sistem keamanan konvensional dinilai pasif karena tidak mampu memberikan informasi lokasi maupun peringatan jarak jauh secara langsung kepada pemilik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pelacak sepeda motor berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan notifikasi SMS real-time. Sistem ini dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32 DevKit, modul GPS Ublox NEO-6M sebagai penentu koordinat, modul SIM800L Ver.2 sebagai pengirim pesan, serta terintegrasi dengan Web Dashboard dan Firebase Realtime Database untuk pemantauan lokasi terpusat. Berdasarkan hasil pengujian, modul Ublox NEO-6M menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik dengan rata-rata selisih jarak (margin error) sebesar 2,41 meter dibandingkan koordinat referensi. Fitur geofencing berhasil beroperasi secara presisi dalam memicu peringatan saat kendaraan melewati batas radius 1 kilometer yang telah dikonfigurasi. Pengujian waktu tunda (delay) pengiriman SMS peringatan menunjukkan waktu respons rata-rata antara 4 hingga 7,1 detik pada kondisi sinyal stabil. Selain itu, penerapan logika anti-spam (flag boolean) terbukti sangat efektif dalam menahan pengiriman pesan berulang saat kendaraan terus menjauh, serta mampu melakukan reset otomatis saat kendaraan kembali ke zona aman. Secara keseluruhan, sistem ini mampu memberikan perlindungan proaktif, pemantauan akurat, dan peringatan dini yang andal.
  7. KENYAMANAN PSIKOLOGIS PENGUNJUNG DALAM RUANG TERBUKA HIJAU: STUDI KASUS KIARA ARTHA PARK

    Ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan serta kenyamanan psikologis masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor spasial yang membentuk kenyamanan psikologis pengunjung di Kiara Artha Park Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi lapangan pada tiga periode waktu, wawancara semi-terstruktur terhadap 30 pengunjung yang dipilih secara purposive, dan dokumentasi visual. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis dan thematic analysis dengan mengacu pada Attention Restoration Theory (ART), Stress Recovery Theory (SRT), place attachment, dan proxemics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan psikologis pengunjung terbentuk melalui lima faktor utama, yaitu vegetasi dan elemen alam, pencahayaan, kebersihan dan kerapihan, keamanan, serta fasilitas sosial. Vegetasi menjadi faktor paling dominan dengan skor kepuasan sebesar 4,5 dari 5, diikuti kebersihan dan kerapihan sebesar 4,2, fasilitas sosial 4,1, keamanan 3,9, dan pencahayaan 3,8. Vegetasi memberikan pengalaman sejuk, tenang, dan segar yang mendukung pengalaman restoratif pengunjung. Selain itu, kualitas pencahayaan, keterawatan lingkungan, visibilitas, konfigurasi ruang, dan fleksibilitas fasilitas duduk turut memengaruhi persepsi kenyamanan serta pola interaksi sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan psikologis pada RTH merupakan konstruk multidimensional yang terbentuk melalui keterkaitan antara kualitas fisik ruang, pengalaman psikologis, dan interaksi sosial. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam perancangan dan pengelolaan RTH perkotaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis dan sosial pengguna.
  8. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PRODUK HUKUM DAERAH (SIMPORDA) SEBAGAI UPAYA DIGITALISASI PROSES LEGISLASI DI BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KOTA PALEMBANG

    Transformasi digital pada sektor pemerintahan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk pada proses pengelolaan produk hukum daerah. Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Palembang sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam penyusunan produk hukum masih menghadapi beberapa kendala, seperti proses administrasi yang dilakukan secara semi-manual, pengelolaan dokumen yang belum terintegrasi, koordinasi antarperangkat daerah yang kurang efisien, serta terbatasnya media partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan peraturan daerah. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe Sistem Informasi Manajemen Produk Hukum Daerah (SIMPORDA) sebagai solusi konseptual untuk mendukung digitalisasi proses legislasi daerah. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta pemeliharaan. Hasil penelitian berupa rancangan prototipe SIMPORDA yang memiliki beberapa fitur utama, yaitu pengelolaan peraturan daerah, pengelolaan draft peraturan, manajemen dokumen digital, monitoring proses penyusunan produk hukum, konsultasi publik, serta dashboard informasi. Rancangan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses administrasi, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, memperluas partisipasi masyarakat, serta mendukung pengelolaan arsip hukum secara digital. Dengan demikian, SIMPORDA dapat menjadi alternatif solusi dalam mendukung transformasi digital penyelenggaraan pemerintahan daerah menuju tata kelola yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada prinsip good governance.
  9. PENGENALAN GESTURE TANGAN BERBASIS MEDIAPIPE HANDS UNTUK KENDALI PERANGKAT INTERNET OF THINGS

    Penelitian ini menyajikan sistem pengenalan gesture tangan berbasis MediaPipe Hands sebagai antarmuka real-time untuk mengendalikan perangkat Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan kamera sebagai media masukan, MediaPipe Hands untuk mengekstraksi 21 titik landmark tangan, dan klasifikasi berbasis aturan (rule-based) untuk mengenali empat gesture statis, yaitu Open Palm, Fist, One Finger, dan Two Finger. Setiap hasil klasifikasi divalidasi dengan mekanisme stabilisasi gesture, kemudian dikonversi menjadi perintah dan dikirim melalui protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) kepada mikrokontroler ESP32 yang menggerakkan lampu melalui relay dan motor servo sebagai representasi pintu. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental berbasis rekayasa sistem dengan evaluasi pada tingkat keberhasilan pengenalan, nilai confidence, frame rate, waktu respons, serta keberhasilan komunikasi MQTT dan pengendalian perangkat. Hasil pengujian menunjukkan gesture Open Palm dan Fist dikenali dengan tingkat keberhasilan 100%, sedangkan One Finger dan Two Finger sebesar 95,24%, sehingga tingkat keberhasilan keseluruhan mencapai 97,59% dari 83 percobaan. Nilai confidence berada pada rentang 90,67% hingga 99,02%, frame rate sekitar 27,8 FPS, dan waktu respons yang tercatat 9,12-9,31 ms. Seluruh payload MQTT diterima ESP32 dan dieksekusi dengan benar oleh relay maupun motor servo. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan rule-based yang ringan dapat menjadi antarmuka kendali tanpa sentuhan yang praktis bagi perangkat IoT sederhana pada kondisi pengujian yang digunakan.
  10. OPTIMASI ALAT BERAT PROYEK JALAN TOL KEDIRI–TULUNGAGUNG RUAS AKSES BANDARA DHOHO KEDIRI SEKSI 2

    Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung Ruas Akses Bandara Dhoho Kediri Seksi 2 mencakup pekerjaan tanah dan struktur dengan volume besar, sehingga pemilihan dan pengelolaan alat berat yang kurang tepat berpotensi menimbulkan pemborosan biaya dan keterlambatan pekerjaan. Permasalahan tersebut muncul akibat ketidaksesuaian jenis alat dengan kondisi pekerjaan, produktivitas alat yang belum optimum, serta tingginya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi item pekerjaan yang menggunakan alat berat, menentukan jenis dan tipe alat, menghitung produktivitas dan biayanya, menyusun beberapa alternatif kombinasi, serta menentukan kombinasi alat berat paling optimum pada pekerjaan galian, timbunan, borepile, pilecap, kolom, dan perkerasan kaku. Metode penelitian meliputi penyusunan Work Breakdown Structure, perhitungan volume pekerjaan berdasarkan shop drawing, perhitungan produktivitas dan biaya alat berat mengacu pada Permen PUPR No. 8 Tahun 2023 dan HSPK Jawa Timur 2025, penyusunan alternatif kombinasi alat, serta optimasi program linier metode simpleks berbantuan LINDO (Linier Interactive Discrete Optimizer) 6.1, dengan mempertimbangkan kendala produktivitas, area kerja, ketergantungan antaralat, dan ketidaknegatifan variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pekerjaan pada proyek ini terdiri atas pekerjaan galian sebesar 201.039,99 m³, timbunan sebesar 278.394,41 m³, bore pile sebesar 25.414,58 m³, pile cap sebesar 25.642,77 m³, kolom sebesar 2.775,99 m³, dan perkerasan kaku sebesar 27.706,3 m³. Produktivitas masing-masing alat berat bervariasi tergantung jenis dan kapasitasnya; sebagai contoh, Excavator SANY135C memiliki produktivitas sebesar 81,122 m³/jam dengan biaya sewa sebesar Rp457.063,82/jam. Hasil optimasi menunjukkan kombinasi alat berat paling optimum dengan biaya sebesar Rp4.096.108.081,11 untuk pekerjaan galian, Rp9.201.871.073,08 untuk timbunan, Rp9.812.600.753,87 untuk bore pile, Rp12.742.801.953,52 untuk pile cap, Rp3.749.948.451,30 untuk kolom, dan Rp7.349.791.111,53 untuk perkerasan kaku, sehingga total biaya alat berat optimum untuk keseluruhan proyek sebesar Rp46.953.121.424,41. Hasil ini membuktikan bahwa program linier metode simpleks mampu menghasilkan kombinasi alat berat yang efisien dari segi biaya tanpa mengabaikan target produktivitas dan durasi pekerjaan, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan objektif dalam perencanaan proyek jalan tol berskala besar.
  11. MONITORING TORSI MOTOR BLDC SKALA LABORATORIUM

    Motor Brushless Direct Current (BLDC) merupakan salah satu jenis motor listrik yang banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri dan penelitian karena memiliki efisiensi tinggi, umur pakai yang panjang, serta kebutuhan perawatan yang rendah. Dalam kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium, pemantauan nilai torsi motor BLDC secara real-time sangat penting untuk mengetahui karakteristik kerja motor pada berbagai kondisi pembebanan. Namun, proses pengukuran torsi masih banyak dilakukan secara manual sehingga kurang efektif dalam memperoleh data yang akurat dan berkesinambungan. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor arus PZEM-017, sensor proximity sebagai pendukung analisis konsumsi daya, serta mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data dan media komunikasi. Data hasil pengukuran diproses oleh ESP32 dan ditampilkan pada antarmuka monitoring sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan pengamatan dan pengambilan data. Metode penelitian meliputi tahap perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, integrasi sistem, pengujian sensor, serta pengujian keseluruhan sistem pada beberapa variasi pembebanan motor BLDC. Dengan demikian, sistem yang dirancang dapat digunakan sebagai media praktikum maupun penelitian untuk mendukung analisis motor BLDC secara lebih efektif dan efisien. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan beban mekanis memengaruhi parameter operasional motor BLDC, di mana peningkatan beban berbanding lurus dengan kenaikan arus dan torsi terhitung pada setpoint kecepatan 100, 200, dan 300 RPM. Sistem monitoring berbasis IoT berhasil merekam dinamika respon transien saat motor awal berjalan maupun kondisi tunak (steady-state) terhadap variasi pembebanan 2–20 kg secara kuantitatif pada setiap perubahan beban per kilogram.
  12. MONITORING TORSI MOTOR BLDC SKALA LABORATORIUM

    Motor Brushless Direct Current (BLDC) merupakan salah satu jenis motor listrik yang banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri dan penelitian karena memiliki efisiensi tinggi, umur pakai yang panjang, serta kebutuhan perawatan yang rendah. Dalam kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium, pemantauan nilai torsi motor BLDC secara real-time sangat penting untuk mengetahui karakteristik kerja motor pada berbagai kondisi pembebanan. Namun, proses pengukuran torsi masih banyak dilakukan secara manual sehingga kurang efektif dalam memperoleh data yang akurat dan berkesinambungan. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor arus PZEM-017, sensor proximity sebagai pendukung analisis konsumsi daya, serta mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data dan media komunikasi. Data hasil pengukuran diproses oleh ESP32 dan ditampilkan pada antarmuka monitoring sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan pengamatan dan pengambilan data. Metode penelitian meliputi tahap perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, integrasi sistem, pengujian sensor, serta pengujian keseluruhan sistem pada beberapa variasi pembebanan motor BLDC. Dengan demikian, sistem yang dirancang dapat digunakan sebagai media praktikum maupun penelitian untuk mendukung analisis motor BLDC secara lebih efektif dan efisien. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan beban mekanis memengaruhi parameter operasional motor BLDC, di mana peningkatan beban berbanding lurus dengan kenaikan arus dan torsi terhitung pada setpoint kecepatan 100, 200, dan 300 RPM. Sistem monitoring berbasis IoT berhasil merekam dinamika respon transien saat motor awal berjalan maupun kondisi tunak (steady-state) terhadap variasi pembebanan 2–20 kg secara kuantitatif pada setiap perubahan beban per kilogram.
  13. Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Limbah Abu Ampas Kopi Arabika Sebagai Substitusi Semen

    Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur karena memiliki kuat tekan yang tinggi dan daya tahan yang baik. Meningkatnya kebutuhan pembangunan menyebabkan penggunaan semen terus bertambah sehingga berpotensi meningkatkan eksploitasi sumber daya alam dan dampak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan material alternatif ramah lingkungan, salah satunya pemanfaatan limbah abu ampas kopi sebagai bahan substitusi sebagian semen pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu ampas kopi terhadap kuat tekan beton mutu f’c 30 MPa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen di laboratorium dengan variasi substitusi abu ampas kopi sebesar 0%, 6%, 12%, dan 18% dari berat semen. Benda uji berupa silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan total 36 sampel. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari sesuai SNI 1974:2023. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan pada umur 28 hari, beton normal memiliki nilai kuat tekan sebesar 36,06 MPa. Penambahan abu ampas kopi sebesar 6%, 12%, dan 18% menurunkan kuat tekan beton secara berturut-turut menjadi 19,44 MPa, 10,07 MPa, dan 8,20 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase abu ampas kopi menyebabkan penurunan kuat tekan beton secara signifikan, sehingga seluruh variasi substitusi belum mampu memenuhi mutu beton rencana.
  14. ANALISIS KEKUATAN DAN KESTABILAN KABEL UTAMA JEMBATAN KACA BENDUNGAN SUKAMAHI MENGADOPSI DESAIN ZHANGJIAJIE GLASS BRIDGE

    Penelitian ini menganalisis kekuatan dan kestabilan kabel utama Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi dengan mengadopsi konsep desain Zhangjiajie Glass Bridge. Objek analisis berupa sistem wire rope tipe IWRC berdiameter 52 mm dengan 14 strand pada dua sisi, tegangan tarik ultimit 1.770 MPa, modulus elastisitas efektif sekitar 1,2 × 10^5 MPa, dan berat per meter sekitar 10,2 kg/m. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan SAP2000 berdasarkan data DED, hasil pengujian material, dan pembebanan mengacu pada SNI 1725:2016, SNI 2833:2016, serta Surat Edaran Menteri PUPR No. 02/SE/M/2010. Beban yang ditinjau meliputi beban mati tambahan sebesar 5,52 kN/m, beban hidup pejalan kaki 5 kPa, beban angin dasar 1,3 kN/m² dengan gaya total rangka 1.171 kN, beban temperatur dengan ∆T 20 °C, serta beban gempa dengan PGA 0,354 g, Ss 0,718, S1 0,277, Fa 1,1, Fv 1,52, As 0,3894 g, SDS 0,7898 g, dan SD1 0,42104 g. Hasil analisis menunjukkan distribusi tegangan kabel utama pada kondisi pembebanan umum berada pada rentang 76–304 MPa, sedangkan kondisi paling kritis mencapai ±1.240,39 MPa. Gaya tarik maksimum sebesar 473,24 kN terjadi pada elemen kabel nomor 823. Dengan kapasitas putus minimum 1.700 kN, faktor keamanan diperoleh sebesar 3,59 sehingga memenuhi kriteria aman (SF > 2,0). Hasil ini menunjukkan bahwa adaptasi desain Zhangjiajie pada kondisi lokal Sukamahi secara numerik masih aman dan layak ditinjau lebih lanjut untuk pengembangan jembatan kaca di Indonesia.
  15. PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN

    Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan mendorong penggunaan media pembelajaran interaktif sebagai salah satu sarana untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media pembelajaran interaktif dalam mendukung proses pembelajaran, meliputi jenis media yang digunakan, manfaat terhadap hasil belajar, motivasi, keterlibatan, pemahaman, serta kemampuan kognitif peserta didik dan faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan proses seleksi dan pelaporan yang mengacu pada prinsip Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Literatur yang relevan diseleksi berdasarkan kesesuaian dengan topik penelitian, ketersediaan informasi penelitian, serta relevansinya terhadap pemanfaatan media pembelajaran interaktif dan digital. Sebanyak 18 artikel digunakan sebagai sumber utama dalam sintesis dan dianalisis secara naratif berdasarkan beberapa tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang digunakan dalam penelitian terdahulu meliputi multimedia berbasis komputer, video interaktif, mobile learning, simulasi, permainan edukatif, dan berbagai bentuk media digital. Secara umum, penggunaan media pembelajaran interaktif menunjukkan kecenderungan positif dalam mendukung hasil belajar, meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta membantu pemahaman konsep dan kemampuan kognitif. Namun, efektivitas media dipengaruhi oleh kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, kualitas desain, kompetensi pendidik, kesiapan peserta didik, ketersediaan perangkat, akses internet, dan kondisi infrastruktur. Media pembelajaran interaktif dapat menjadi sarana pendukung yang efektif apabila digunakan secara terencana dan diintegrasikan dengan strategi pembelajaran serta karakteristik peserta didik.
  16. Analisis Pemamfaatan Website Portal Satu Data Sumatera Selatan Menggunakan Framework PIECES

    Portal Satu Data Sumatera Selatan merupakan website pemerintah daerah yang digunakan untuk menyediakan dan menyebarluaskan data serta informasi publik melalui platform digital. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan portal berdasarkan PIECES Framework yang mencakup enam aspek, yaitu Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung dan dokumentasi terhadap menu, navigasi, dataset, publikasi, akses operator, fasilitas pencarian, dan layanan yang tersedia pada website. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa portal menyediakan berbagai sumber informasi, antara lain dataset, Berita Resmi Statistik, Produk Statistik OPD, infografis, dokumen perencanaan, publikasi, dan informasi geospasial. Pengelompokan data berdasarkan topik dan fasilitas pencarian menyediakan sarana untuk menelusuri informasi, sedangkan fasilitas login operator membedakan akses untuk kebutuhan pengelolaan data. Aspek Economy dan Control dianalisis secara terbatas berdasarkan fitur yang dapat diamati. Penelitian ini tidak melakukan perhitungan biaya secara kuantitatif maupun pengujian keamanan teknis. Secara keseluruhan, portal menyediakan beragam data, informasi, dan fasilitas layanan yang mendukung akses publik terhadap informasi pemerintah daerah. Temuan dibatasi pada fitur yang diamati dan tidak dimaksudkan sebagai pengukuran kuantitatif terhadap performa teknis, penghematan biaya, keamanan sistem, atau kepuasan pengguna.
  17. ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN RAYA TAMBUN SELATAN

    Ruas Jalan Raya Tambun Selatan merupakan salah satu jalur utama yang melayani pergerakan masyarakat, khususnya pada kawasan sekitar Pasar Tambun Selatan. Tingginya aktivitas di sisi jalan berupa kendaraan berhenti, kendaraan keluar-masuk kawasan komersial, aktivitas pejalan kaki, serta angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang berpotensi menimbulkan hambatan samping yang memengaruhi kinerja lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume lalu lintas, menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja lalu lintas, serta mengetahui derajat kejenuhan pada ruas Jalan Raya Tambun Selatan STA 0+750 sampai STA 0+950. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan dan analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, hambatan samping, dan waktu tempuh kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 07.00–08.00 WIB, yaitu sebesar 2.098,65 smp/jam pada arah Bekasi–Tambun dan 2.101,05 smp/jam pada arah Tambun–Bekasi. Hambatan samping pada arah Bekasi–Tambun memiliki frekuensi berbobot sebesar 597,4 dan termasuk kategori tinggi (H), sedangkan arah Tambun–Bekasi sebesar 379,2 dan termasuk kategori sedang (M). Nilai derajat kejenuhan sebesar 1,606 dan 1,608. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus lalu lintas telah melebihi kapasitas jalan dan tingkat pelayanan berada pada kategori F.
  18. PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI APPSHEET DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP EFISIENSI PROSES MAINTENANCE DI PT BERKAT UTAMA

    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi AppSheet dan kualitas informasi terhadap efisiensi proses maintenance di PT Berkat Utama, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada karyawan yang terlibat dalam proses maintenance, serta didukung observasi dan wawancara. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AppSheet berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi proses maintenance (B = 0,337; t = 5,054; p < 0,05). Kualitas informasi juga berpengaruh positif dan signifikan (B = 0,847; t = 11,458; p < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap efisiensi proses maintenance (F = 709,155; p < 0,05). Nilai R Square sebesar 0,904 menunjukkan bahwa model menjelaskan 90,4% variasi efisiensi proses maintenance. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan AppSheet yang didukung informasi akurat, lengkap, relevan, dan tepat waktu untuk mendukung efisiensi operasional.
  19. ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN MASYARAKAT KOTA TANGERANG TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI SHOPEE MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI)

    Penggunaan aplikasi Shopee yang semakin meningkat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi secara daring. Namun, masih ditemukan berbagai keluhan pelanggan, seperti keterlambatan pengiriman, ketidaksesuaian produk, serta lambannya respons customer service, sehingga diperlukan pengukuran terhadap tingkat kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur tingkat kepuasan pelanggan masyarakat Kota Tangerang terhadap penggunaan aplikasi Shopee menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 101 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan berdasarkan enam atribut layanan, yaitu kemudahan penggunaan, kualitas layanan, promosi, keamanan transaksi, pengiriman, dan customer service. Instrumen penelitian telah dinyatakan valid dan memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,947–0,954. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 82,05%, yang termasuk dalam kategori sangat puas dan berada di atas nilai ambang hipotesis sebesar 66%. Atribut keamanan transaksi memperoleh tingkat kepuasan tertinggi, sedangkan atribut kualitas layanan memperoleh nilai terendah sehingga perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kualitas layanan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kota Tangerang sebagai pengguna aplikasi Shopee berada pada tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan mempertahankan kepuasan pelanggan.
  20. BIOOPTIMA INTELLIGENCE: KERANGKA KONSEPTUAL INTEGRASI AI, MACHINE LEARNING, DAN IOT UNTUK PEMETAAN DAN OPTIMASI PEMANFAATAN BIOMASSA

    Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan limbah perkotaan. Namun, keragaman karakteristik bahan, persebaran geografis, kondisi logistik, serta perbedaan kebutuhan teknologi konversi menyulitkan penentuan alternatif pemanfaatan dan lokasi fasilitas pengolahan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan merumuskan BioOptima Intelligence sebagai kerangka konseptual yang mengintegrasikan pemetaan biomassa, Internet of Things (IoT), Machine Learning (ML), dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung perencanaan pemanfaatan biomassa berbasis data. Metode penelitian menggunakan structured literature review dan analisis konseptual terhadap literatur terkait biomassa, bioenergi, AI/ML, IoT, rantai pasok, dan sistem pendukung keputusan. Hasil sintesis dirumuskan menjadi kerangka yang menghubungkan pemetaan dan karakterisasi biomassa, akuisisi serta validasi data, analitik ML, rekomendasi berbasis AI, dan mekanisme pemantauan serta umpan balik. Secara konseptual, BioOptima Intelligence dirancang menghasilkan peta dan basis data biomassa, analisis kesesuaian wilayah, estimasi potensi energi berdasarkan ketersediaan data, serta rekomendasi alternatif teknologi konversi dan kandidat lokasi fasilitas pengolahan. Kontribusi konseptual penelitian terletak pada integrasi komponen tersebut dalam satu alur pengambilan keputusan adaptif. Namun, kerangka ini belum diuji secara empiris. Penelitian lanjutan diperlukan untuk membangun dataset, mengembangkan prototipe, memvalidasi model, dan menguji kelayakan rekomendasi pada kondisi operasional.
  21. ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN SISTEM INFORMASI PADA WEBSITE RLOG EXPRESS MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL TAM

    Website RLog Express menyediakan fitur pelacakan resi dan pengecekan ongkos kirim untuk mendukung layanan pengiriman paket internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penilaian pelanggan terhadap website serta menguji pengaruh persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan sikap penggunaan terhadap minat penggunaan. Kepuasan pelanggan dalam penelitian ini dibahas melalui respons penerimaan teknologi pada konstruk Technology Acceptance Model, bukan sebagai variabel terpisah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 64 tanggapan diterima, tujuh tanggapan dikeluarkan karena responden belum pernah menggunakan website, sehingga 57 tanggapan dianalisis. Instrumen terdiri atas 18 pernyataan berskala Likert dan pengolahan data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics. Seluruh butir dinyatakan valid karena nilai korelasi melebihi r tabel 0,261. Nilai Cronbach’s Alpha berkisar antara 0,782 sampai 0,891 sehingga seluruh variabel reliabel. Nilai rata-rata variabel adalah 4,214 untuk persepsi kemanfaatan, 4,284 untuk persepsi kemudahan penggunaan, 4,307 untuk sikap penggunaan, dan 4,320 untuk minat penggunaan. Model regresi dinyatakan layak dengan F hitung 23,729 dan signifikansi kurang dari 0,001. Nilai R Square sebesar 0,573 menunjukkan bahwa 57,3% variasi minat penggunaan dijelaskan oleh ketiga variabel bebas. Secara parsial, persepsi kemanfaatan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan (Sig. 0,703), sedangkan persepsi kemudahan penggunaan (Sig. 0,046) dan sikap penggunaan (Sig. < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan sikap positif pelanggan merupakan faktor utama yang perlu dipertahankan, sedangkan kemanfaatan website perlu ditingkatkan melalui pembaruan informasi kiriman, estimasi waktu tiba, dan notifikasi status.
  22. ANALISIS KUALITAS AIR PADA SUMBER AIR PAMSIMAS DI DESA AHUANGGULURI KECAMATAN BAITO, KABUPATEN KONAWE SELATAN

    Keberadaan aktivitas masyarakat dalam pengambilan hasil hutan dapat mempengaruhi kualitas air PAMSIMAS. Aktivitas yang beragam ini dapat berupa pengambilan kayu, bambu dan rotan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air berdasarkan kualitas fisika, kimia dan mikrobiologi juga bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran air di wilayah tersebut dibandingkan dengan standar baku air yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2025. Analisis mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Dengan menganalisis 13 parameter indikator fisika, kimia, dan mikrobiologi yang diamati yaitu suhu, warna, TSS, TDS, pH, DO, COD, BOD, Nitrat, Amonia, Besi (Fe) Terlarut, Total Nitrogen, dan Total Coliform. Metode penelitian ini mengacu pada standar baku mutu kelas II yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stasiun I masuk dalam kategori cemar ringan yaitu sebesar 1,86 pada Stasiun I, 1,32 di Stasiun II dan 1,16 di Stasiun III. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa status mutu air PAMSIMAS secara umum masuk dalam klasifikasi cemar ringan. Namun, terdapat satu parameter kima yang tidak memenuhi baku mutu, yaitu Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada Stasiun I dengan nilai sebesar 5,80, Stasiun II 4,40 dan Stasiun III mendapatkan nilai 3,90 mg/l.
  23. Analisis Pengendalian Kualitas untuk Mengurangi Cacat Produk Mukena Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di CV Jaya Karyana Sejahtera

    CV. Jaya Karyana Sejahtera merupakan perusahaan manufaktur di bidang konveksi yang menerapkan sistem produksi make to order. Dalam proses produksi mukena pada periode November 2025 hingga Februari 2026, perusahaan menghadapi permasalahan kualitas dengan ditemukannya rata-rata persentase cacat produk sebesar 5,43%, yang mana angka ini melampaui standar batas toleransi perusahaan sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan, menentukan prioritas risiko kegagalan, dan menganalisis akar penyebab kecacatan menggunakan alat pengendalian kualitas. Metode yang digunakan meliputi Diagram Pareto, Fishbone Diagram, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil analisis Diagram Pareto menunjukkan bahwa 'Jahitan Tidak Rapi' merupakan jenis cacat yang paling dominan, menyumbang 48,03% dari total kecacatan. Evaluasi menggunakan FMEA menempatkan ketidakstabilan pengaturan tensi benang dan sekoci pada mesin jahit sebagai prioritas perbaikan tertinggi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 688. Lebih lanjut, analisis FTA mengungkapkan bahwa kecacatan ini diakibatkan oleh kombinasi kegagalan sistemik yang saling berkaitan, yaitu lemahnya preventive maintenance mesin, menurunnya konsentrasi visual operator akibat kelelahan lembur dan pencahayaan redup, serta ketiadaan pelatihan terstandar. Usulan perbaikan yang direkomendasikan mencakup penerapan Standard Operating Procedure (SOP) harian untuk pemeliharaan mesin, pembuatan modul pelatihan khusus pekerja, penyesuaian jam lembur untuk mencegah kelelahan, serta penambahan lampu kerja (task lighting) di area penjahitan.
  24. TATA KELOLA TRANSISI SUMBER DAYA ALAM TERBARUKAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA

    Peralihan ke sumber daya alam yang bisa diperbarui kini menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan Indonesia. Motivasi ini datang dari berbagai sumber: perubahan iklim yang semakin jelas terasa, persediaan energi fosil yang semakin berkurang, serta komitmen dunia untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia benar-benar memiliki potensi yang sangat besar, tetapi proses peralihan ini tidak bisa dianggap hanya sebagai masalah teknologi semata. Yang tidak kalah penting adalah pengelolaannya, yaitu siapa yang memiliki wewenang mengurus, bagaimana kebijakan diatur bersama, serta bagaimana manfaat dan risikonya didistribusikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara pengelolaan transisi sumber daya alam terbarukan di Indonesia, mengidentifikasi tantangan utamanya, serta menentukan arah pengembangan pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan cara membaca buku referensi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan menganalisis peraturan, artikel ilmiah, dan laporan dari lembaga yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengelolaan transisi masih menghadapi masalah tumpang tindih dalam wewenang, aturan yang belum jelas, keterbatasan dana, ketergantungan yang masih tinggi pada energi fosil, serta partisipasi dan keadilan bagi masyarakat yang terkena dampak masih kurang memadai. Oleh karena itu, peningkatan tata kelola harus didasarkan pada kerja sama antar sektor dan antar tingkat pemerintahan, kepastian hukum, pendanaan yang kreatif, partisipasi masyarakat yang berarti, serta penerapan prinsip transisi yang adil.
  25. PERANCANGAN APLIKASI GO GREEN WASH SEBAGAI SISTEM PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERBASIS ANDROID

    Pengelolaan bank sampah merupakan salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan sampah melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomis. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelolaan bank sampah masih berpotensi menghadapi kendala, seperti pencatatan transaksi yang belum terintegrasi, pengelolaan data nasabah, serta pemantauan saldo tabungan sampah yang kurang efektif apabila dilakukan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem informasi yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan bank sampah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi Go Green Wash sebagai sistem pengelolaan bank sampah berbasis Android. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses pengelolaan data nasabah, pencatatan transaksi sampah, pengelolaan saldo tabungan, serta penyampaian informasi terkait aktivitas bank sampah. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model Waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, hingga pengujian aplikasi. Dengan adanya aplikasi Go Green Wash, diharapkan proses pengelolaan bank sampah dapat dilakukan secara lebih terstruktur, akurat, dan efisien serta memudahkan nasabah dalam mengakses informasi mengenai tabungan sampah mereka. Aplikasi ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
  26. Pengembangan Game Edukasi Pencegahan Child Grooming Berbasis Web Mobile Menggunakan Metode Branching Narrative Untuk Simulasi Pengambilan Keputusan

    Online child grooming merupakan kejahatan siber yang menyasar anak-anak melalui pendekatan dan manipulasi secara bertahap di ruang digital, sementara kesadaran keamanan siber anak masih rendah dan metode edukasi konvensional dinilai kurang efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan gim edukasi pencegahan child grooming berbasis Web Mobile dengan metode Branching Narrative untuk simulasi pengambilan keputusan bagi anak usia 7–12 tahun. Skenario ancaman grooming direpresentasikan dalam struktur graf berarah (pohon keputusan), sedangkan transisi narasi dikendalikan menggunakan Finite State Machine (FSM) yang dibangun dengan HTML5, CSS3, dan Vanilla JavaScript (DOM). Hasil permainan dikirim melalui Fetch API ke peladen Node.js dan disimpan pada basis data SQLite. Pengujian fungsionalitas dengan metode Black Box menunjukkan bahwa seluruh skenario berjalan sesuai dengan keluaran yang diharapkan, dan evaluasi menggunakan Kuesioner Kesadaran Siber berskala Likert 4 poin menunjukkan klasifikasi kesadaran siber "Sangat Baik". Dengan demikian, gim yang dikembangkan layak digunakan sebagai media simulasi untuk meningkatkan kewaspadaan anak terhadap online child grooming.
  27. OPTIMASI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH LAHAN PARKIR BDF SINGOSARI

    Pekerjaan tanah merupakan tahapan awal yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Penggunaan alat berat yang kurang optimal dapat menyebabkan tingginya biaya operasional dan rendahnya efisiensi pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan alat berat berdasarkan perhitungan manual, menyusun model optimasi menggunakan metode Linear Programming, membandingkan hasil penggunaan alat berat pada kondisi eksisting, perhitungan manual, dan optimasi, serta mengetahui biaya dan durasi pelaksanaan pekerjaan tanah pada Proyek Pembangunan Lahan Parkir BDF Singosari. Analisis dilakukan melalui perhitungan produktivitas alat, kebutuhan alat, durasi, dan biaya operasional, kemudian disusun model matematis berupa fungsi tujuan dan fungsi kendala yang diselesaikan menggunakan Microsoft Excel Solver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi alat berat yang direkomendasikan pada pekerjaan galian terdiri atas 2 unit excavator dan 5 unit dump truck pada Disposal Area A serta 1 unit excavator dan 3 unit dump truck pada Disposal Area B. Pada pekerjaan timbunan digunakan 1 unit bulldozer, 1 unit water tanker, dan 1 unit vibratory roller. Hasil optimasi menghasilkan biaya sebesar Rp1.673.757.374,46, lebih rendah dibandingkan kondisi eksisting sebesar Rp2.032.740.000,00, sehingga diperoleh penghematan biaya sebesar 17,66%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Linear Programming mampu menghasilkan kombinasi alat berat yang lebih efisien sesuai dengan kondisi lapangan.
  28. ANALISIS KEPADATAN TANAH MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) PADA PROYEK PENIMBUNAN AREA WELLPAD (PENGEBORAN MINYAK) BANGKO & BALAM ROKAN HILIR PROVINSI RIAU

    Penelitian ini berjudul "Analisis Kepadatan Tanah Menggunakan Metode Dynamic Cone Penetrometer (DCP) pada Proyek Penimbunan Area Wellpad (Pengeboran Minyak) Bangko & Balam Rokan Hilir Provinsi Riau". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan daya dukung tanah berdasarkan nilai California Bearing Ratio (CBR) yang diperoleh melalui pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP), serta membandingkan daya dukung tanah antara Area Bangko Field dan Area Balam Field. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengujian lapangan menggunakan alat DCP. Pengujian dilakukan pada masing-masing empat titik (spot) di Bangko Field dan Balam Field. Data primer berupa kedalaman penetrasi dan jumlah tumbukan dianalisis untuk memperoleh nilai DCP Index (DCPI), kemudian dikorelasikan dengan nilai CBR menggunakan persamaan empiris. Metode pengujian mengacu pada ASTM D6951. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Bangko Field (Bangko #10) diperoleh nilai CBR rata-rata pada Spot 1 sebesar 12,9%, Spot 2 sebesar 14,1%, Spot 3 sebesar 12,8%, dan Spot 4 sebesar 13,5%. Sementara itu, pada Balam Field (Balam #188) diperoleh nilai CBR rata-rata pada Spot 1 sebesar 18,8%, Spot 2 sebesar 16,4%, Spot 3 sebesar 23,6%, dan Spot 4 sebesar 21,2%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai CBR pada kedua area memenuhi spesifikasi yang digunakan dalam penelitian, sedangkan Balam Field memiliki daya dukung tanah yang lebih tinggi dibandingkan Bangko Field. Dengan demikian, karakteristik kekuatan tanah pada kedua lokasi berbeda sehingga perencanaan dan penanganan konstruksi perlu disesuaikan dengan kondisi daya dukung masing-masing area.
  29. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK RUANG PUBLIK PADA KAWASAN WADUK PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

    Waduk Pusong di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, semula dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi dalam praktiknya berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersantai, dan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kawasan tersebut sebagai ruang publik melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan data sekunder. Analisis dilakukan terhadap empat aspek, yaitu fungsi ruang, aktivitas pengguna, elemen fisik, dan kondisi lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Waduk Pusong memiliki karakter ruang publik hibrida, di mana fungsi utilitas berjalan bersamaan dengan fungsi sosial, rekreasi, dan ekonomi informal. Ruang publik ini terbentuk secara organik dari kebiasaan warga, didukung oleh aksesibilitas yang baik, kedekatan dengan pusat kota, dan daya tarik lanskap perairan, meski masih menghadapi persoalan sampah, keramba, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan bagi penataan kawasan yang menyeimbangkan fungsi teknis dan fungsi publik waduk.
  30. IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK RUANG PUBLIK PADA KAWASAN WADUK PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

    Waduk Pusong di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, semula dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi dalam praktiknya berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersantai, dan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kawasan tersebut sebagai ruang publik melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan data sekunder. Analisis dilakukan terhadap empat aspek, yaitu fungsi ruang, aktivitas pengguna, elemen fisik, dan kondisi lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Waduk Pusong memiliki karakter ruang publik hibrida, di mana fungsi utilitas berjalan bersamaan dengan fungsi sosial, rekreasi, dan ekonomi informal. Ruang publik ini terbentuk secara organik dari kebiasaan warga, didukung oleh aksesibilitas yang baik, kedekatan dengan pusat kota, dan daya tarik lanskap perairan, meski masih menghadapi persoalan sampah, keramba, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan bagi penataan kawasan yang menyeimbangkan fungsi teknis dan fungsi publik waduk.
  31. ANALISIS PENERAPAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUKSI DIVISI CUTTING DI PT. WB

    Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pengendalian kualitas, jenis cacat dominan, akar penyebab, serta usulan perbaikan pada proses cutting plate baja di PT. WB menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan data produksi April 2024–Maret 2025 (2.758 unit; 43 unit cacat) serta observasi dan wawancara dengan Manager QC, inspector, operator, dan supervisor. Hasil menunjukkan proses belum sepenuhnya terkendali dan belum kapabel, dengan satu titik (Juni) di luar batas kendali serta Cp = 1,320 dan Cpk = 0,940 (di bawah 1,33). Dimensi tidak sesuai (41,86%) dan permukaan kasar/slag (30,23%) menyumbang 72,09% cacat dengan akar penyebab utama pada faktor Method dan Man, serta RPN tertinggi 180 dan 168. Usulan perbaikan meliputi standardisasi parameter cutting, peningkatan konsistensi kerja operator, kalibrasi alat ukur, dan preventive maintenance mesin cutting.
  32. OPTIMASI YIELD MINYAK PIROLISIS LIMBAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) BERDASARKAN WAKTU REAKSI DAN PERSENTASE KATALIS MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY

    Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan volume sampah yang terus meningkat, salah satunya adalah sampah plastik. Limbah sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan yang serius karena sulit terurai secara alami serta berpotensi mencemari air, tanah, dan ekosistem laut. Salah satu upaya pengelolaan limbah plastik yang efektif adalah mengonversi plastik berjenis High Density Polyethylene (HDPE) menjadi bahan bakar minyak melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi operasi yang optimum terhadap yield minyak pirolisis dengan mempelajari pengaruh waktu reaksi dan persentase katalis menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Proses pirolisis dilakukan dalam reaktor fixed-bed semi-batch dengan temperatur tetap 350˚C dengan massa umpan 500 g, variasi waktu 30, 60, dan 90 menit, serta persentase berat katalis 5%, 7,5%, dan 10%. Hasil optimasi RSM menunjukkan bahwa kondisi optimum yang diperoleh adalah pada waktu 90 menit dan persentase katalis 7,845% dengan yield minyak pirolisis prediksi sebesar 22,356%. Hasil verifikasi penelitian pada kondisi optimum tersebut menghasilkan yield minyak sebesar 21,4542%. Karakteristik bahan bakar minyak (densitas, viskositas, specific gravity, ˚API, dan bilangan asam) mengindikasikan kesesuaian dengan fraksi minyak tanah (kerosene), dengan densitas 0,7946 g/cm3, viskositas 2,305 mm2/s, specific gravity 0,7954, ˚API 46,4, dan bilangan asam 0,504 mg KOH/g.
  33. KOMPARASI METODE NAÏVE BAYES DAN SUPPORT VECTOR MACHINE PADA ANALISIS SENTIMEN PENGGUNA APLIKASI TIKTOK

    Perkembangan media sosial menjadikan TikTok sebagai salah satu platform yang banyak digunakan masyarakat untuk menyampaikan opini, pengalaman, dan persepsi melalui berbagai konten. Banyaknya opini pengguna menghasilkan data teks yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kecenderungan sentimen terhadap aplikasi TikTok. Oleh karena itu, diperlukan metode klasifikasi yang mampu mengidentifikasi sentimen pengguna secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja metode Naïve Bayes dan Support Vector Machine (SVM) dalam mengklasifikasikan sentimen pengguna aplikasi TikTok ke dalam tiga kategori, yaitu positif, netral, dan negatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik web scraping dari platform X/Twitter dalam bahasa Indonesia dengan jumlah 2.013 data tweet. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, preprocessing yang terdiri dari cleaning, case folding, tokenizing, normalisasi, filtering, dan stemming, kemudian pelabelan data, pembobotan kata menggunakan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), pembagian data latih dan data uji sebesar 70%:30%, klasifikasi menggunakan Naïve Bayes dan SVM, serta evaluasi menggunakan Confusion Matrix dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naïve Bayes memperoleh accuracy sebesar 75,66%, sedangkan SVM memperoleh accuracy sebesar 80,46%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa SVM memiliki performa klasifikasi yang lebih tinggi dibandingkan Naïve Bayes. Namun, kedua metode masih mengalami kendala dalam mengklasifikasikan sentimen negatif karena distribusi data yang tidak seimbang.
  34. PENGARUH WAKTU PIROLISIS TERHADAP YIELD BIO-OIL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS

    Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan dalam jumlah besar dari kegiatan industri minyak kelapa sawit. TKKS menjadi salah satu fokus pemanfaatan limbah karena ketersediaannya melimpah serta kandungan hemiselulosa 22,8 %, selulosa 45,9%, dan lignin 16,5 % yang dapat dimanfaatkan menjadi bio-oil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pirolisis terhadap karakteristik bio-oil dengan proses pirolisis. Penelitian ini diawali dengan pengecilan ukuran TKKS sampai 10 mesh dan pengeringan pada suhu 110°C selama 3 jam. Proses pirolisis dilakukan pada variasi waktu 30, 60, 90, 120 dan 150 menit dan suhu 550°C. Produk yang dihasilkan dianalisa karakteristik dan GC-MS. Hasil analisa bio-oil yield tertinggi diperoleh pada waktu pirolisis 150 menit sebesar 36,25 %, densitas 1,137 g/ml, viskositas 1,993 cSt, pH 3,2 dan kadar air 92,284 %. Uji Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukkan bio-oil didominasi dari degradasi lignoselulosa seperti fenol, asam organik dan furan.
  35. Rancang Bangun Game Animasi Interaktif 'Balap Hitung' di TK Al-Amanah Berbasis Web

    Pembelajaran berhitung di TK Al-Amanah masih dilakukan secara konvensional melalui ceramah, buku tulis, dan lembar kerja anak sehingga kurang menarik dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini merancang dan membangun game animasi interaktif 'Balap Hitung' berbasis web dengan animasi, mekanisme balapan kompetitif, dan sistem reward bagi anak usia 4–6 tahun. Sistem dikembangkan dengan metode Waterfall menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, serta diuji dengan white box (basis path) dan black box yang seluruhnya memberikan hasil 'Sesuai'. Kuesioner terhadap 11 siswa dan 3 guru menunjukkan persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan, daya tarik tampilan, dan kebermanfaatan game. Peningkatan kemampuan berhitung belum diukur melalui tes sehingga perlu diverifikasi pada penelitian lanjutan. Dengan demikian, game ini layak digunakan sebagai media pembelajaran tambahan di TK Al-Amanah.
  36. UJI KEBERADAAN SALMONELLA DAN SHIGELLA PADA IKAN GORENG

    Penelitian ini bertujuan mengamati perubahan mutu ikan goreng selama tujuh hari penyimpanan pada suhu ruang serta mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella dan Shigella pada sampel pangan. Penelitian dilaksanakan pada 14–21 Januari 2025 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala. Sampel ikan goreng diamati secara organoleptik berdasarkan tekstur, aroma, rasa, dan warna selama tujuh hari penyimpanan pada suhu ruang. Deteksi Salmonella dan Shigella dilakukan menggunakan media Salmonella-Shigella Agar (SSA) dan inkubasi pada suhu 37°C. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan mutu sampel seiring bertambahnya lama penyimpanan. Pada hari pertama ikan goreng masih bertekstur keras, beraroma gurih, terasa asin, dan berwarna coklat keemasan. Mulai hari keempat perubahan terlihat lebih jelas berupa pertumbuhan jamur, aroma masam, dan perubahan warna. Pada hari ketujuh tekstur menjadi sangat lunak, warna kuning pucat, serta muncul aroma sangat masam dan sedikit bau busuk. Uji SSA dinyatakan negatif terhadap Salmonella dan Shigella karena tidak ditemukan karakter koloni yang menjadi indikator kedua genus tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu ruang dalam waktu lama menyebabkan penurunan mutu ikan goreng, sedangkan pada kondisi pengujian yang dilakukan tidak terdeteksi Salmonella dan Shigella.
  37. ANALISIS ALIRAN MATERIAL GRANULAR PADA SCREW CONVEYOR MESIN BRIKET MENGGUNAKAN DISCRETE ELEMENT METHOD (DEM)

    Screw conveyor merupakan salah satu komponen penting pada mesin briket yang berfungsi memindahkan material biomassa secara kontinu. Karakteristik aliran material di dalam screw conveyor dipengaruhi oleh geometri screw, termasuk pitch dan clearance antara ujung flight dengan casing. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi pitch dan clearance terhadap pola pergerakan partikel, kecepatan, laju aliran massa, dan gaya kontak serbuk kayu menggunakan Discrete Element Method (DEM). Model tiga dimensi dibuat menggunakan SolidWorks dan disimulasikan menggunakan Ansys Rocky. Pitch divariasikan sebesar 40, 50, dan 60 mm, sedangkan clearance divariasikan sebesar 1, 2, dan 3 mm. Kecepatan putar dijaga konstan pada 60 rpm. Data kuantitatif dianalisis pada interval waktu 12–15 s. Hasil menunjukkan bahwa average velocity tertinggi tercatat pada variasi P40-C3 sebesar 0,06745 m/s, sedangkan nilai terendah terdapat pada P40-C2 sebesar 0,03682 m/s. Pada tabel hasil simulasi, average mass flow tertinggi sebesar 0,00074669 t/jam diperoleh pada P40-C1 dan terendah sebesar 0,00020066 t/jam pada P40-C3. Nilai average normal force tertinggi tercatat pada P40-C3 sebesar 0,47956 N. Hasil ini menunjukkan bahwa kecepatan partikel yang tinggi tidak selalu diikuti oleh laju aliran massa yang tinggi, sehingga evaluasi kinerja screw conveyor perlu mempertimbangkan beberapa parameter secara bersamaan.
  38. DIGITALISASI MONITORING KESEHATAN WARGA BINAAN LANJUT USIA MELALUI SIGAP LANSIA SEBAGAI INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA LOMBOK BARAT

    Warga Binaan lanjut usia merupakan kelompok rentan yang memerlukan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis, penurunan fungsi fisik, dan berbagai gangguan kesehatan dibandingkan warga binaan usia produktif. Dalam praktik penyelenggaraan pelayanan kesehatan di lembaga pemasyarakatan, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan tingginya beban kerja menyebabkan pelayanan masih berorientasi pada penanganan setelah muncul keluhan (kuratif), sehingga pemantauan kesehatan secara berkala belum terlaksana secara optimal dan terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut berpotensi menghambat deteksi dini terhadap penurunan kondisi kesehatan warga binaan lanjut usia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi SIGAP LANSIA (Sistem Gerak Aktif Pemantauan Lansia) sebagai inovasi digital berbasis QR Code dalam meningkatkan efektivitas monitoring kesehatan warga binaan lanjut usia di Lapas Kelas IIA Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara, konsultasi dengan mentor dan petugas kesehatan, serta dokumentasi hasil implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan QR Code mempermudah proses pencatatan hasil monitoring, menghasilkan dokumentasi digital yang sistematis, meningkatkan efisiensi pelaksanaan kontrol kesehatan, serta mendukung deteksi dini terhadap perubahan kondisi kesehatan warga binaan lanjut usia. Inovasi ini memberikan alternatif pelayanan kesehatan yang sederhana, mudah diterapkan, dan berpotensi direplikasi pada berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang preventif, efektif, dan berkelanjutan.
  39. Analisis Titik Rawan Kecelakaan (Blackspot) pada Ruas Jalan Bypass (Simpang Surau Gadang – Simpang Taman) Kota Bukittinggi Menggunakan Metode AEK, UCL, dan CUSUM

    Ruas Jalan Bypass Simpang Surau Gadang – Simpang Taman Kota Bukittinggi sepanjang 1,703 km merupakan jalur arteri dengan mobilitas kendaraan tinggi yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian kuantitatif ini bertujuan mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (blackspot) dengan memadukan data resmi kepolisian dan data pengalaman pengguna jalan hasil wawancara/verifikasi lapangan. Data sekunder berupa 13 kejadian kecelakaan Satlantas Polres Bukittinggi periode 2022–2025 digunakan sebagai dasar perhitungan, sedangkan 10 kejadian hasil wawancara menjadi data penunjang. Ruas tinjauan dibagi menjadi empat segmen (±500m) dan dianalisis bertahap dengan metode Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK), Upper Control Limit (UCL), dan Cumulative Sum (CUSUM). Hasilnya, Segmen 1 (STA 0+000–0+500; AEK=33) dan Segmen 3 (STA 1+000–1+500; AEK=39) melampaui UCL sebesar 24,66 sehingga ditetapkan sebagai blackspot. Hasil ini konsisten dengan CUSUM yang bernilai positif pada kedua segmen (Ci=14,25 dan 18,75). Kedua segmen bertepatan dengan defisiensi geometrik dan perkerasan: tidak adanya bahu jalan, marka pudar, lubang, permukaan bergelombang, dan median rusak. Data penunjang juga mengungkap simpang tiga STA 1+703 tanpa Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sebagai titik kritis tambahan. Rekomendasi meliputi perbaikan marka, pembuatan bahu jalan, penambalan dan rekonstruksi perkerasan, perbaikan median, serta pemasangan APILL.
  40. EVALUASI KARAKTERISTIK GEOMETRIK JALAN TERHADAP RISIKO KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PANORAMA – JEMBATAN BATAS KOTA (JALAN BINUANG), NGARAI SIANOK, BUKITTINGGI

    Ruas Jalan Panorama – Jembatan Batas Kota (Jalan Binuang), Ngarai Sianok, Bukittinggi memiliki topografi berbukit, tikungan tajam, dan perubahan elevasi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik geometrik jalan terhadap standar Bina Marga, mengidentifikasi tingkat risiko keselamatan dengan metode Road Safety Audit (RSA), dan menganalisis indikasi keterkaitan antara ketidaksesuaian geometrik dengan lokasi kecelakaan. Penelitian dilakukan pada ruas sepanjang 1,945 km (STA 0+000 – STA 1+945) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan evaluatif. Parameter yang ditinjau meliputi radius tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, kelandaian (grade), jarak pandang henti, jarak pandang menyiap, dan lebar badan jalan. Data geometrik diperoleh dari survei lapangan, Google Earth, dan Strava, sedangkan data kecelakaan tahun 2022–2026 diperoleh dari Satlantas Polres Kota Bukittinggi. Hasil menunjukkan bahwa 4 dari 4 tikungan memiliki radius dan superelevasi di bawah standar, 3 dari 4 tikungan tidak dilengkapi lengkung peralihan yang dibutuhkan, 4 dari 4 titik tidak memenuhi jarak pandang henti dan jarak pandang menyiap, 2 dari 4 titik memiliki grade melebihi batas maksimum (STA 1+233 dan STA 1+382), dan 4 dari 9 segmen memiliki lebar badan jalan di bawah standar minimum. RSA menghasilkan 10 temuan, 9 di antaranya berisiko tinggi. STA 1+233, STA 1+382, dan STA 1+816 diklasifikasikan sebagai titik rawan (black spot) prioritas tinggi. Terdapat indikasi keterkaitan antara ketidaksesuaian geometrik dengan area kecelakaan tercatat, khususnya di sekitar STA 0+527, sedangkan STA 1+382 menjadi prioritas penanganan preventif karena akumulasi ketidaksesuaiannya tertinggi. Keterkaitan ini bersifat deskriptif dan belum menunjukkan hubungan sebab-akibat.
  41. ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN IDENTIFIKASI BLACKSPOT TERHADAP KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN SIMPANG KOTO DALKO–SMA AGAM CENDIKIA, MANINJAU KABUPATEN AGAM

    Kerusakan perkerasan jalan dapat menurunkan tingkat pelayanan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN), serta mengidentifikasi faktor pendukung kecelakaan pada ruas jalan Simpang Koto Dalko-SMA Agam Cendikia, Maninjau, Kabupaten Agam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa hasil survei kondisi kerusakan perkerasan jalan dan data sekunder berupa data kecelakaan lalu lintas. Analisis kondisi perkerasan dilakukan menggunakan metode PCI, sedangkan identifikasi lokasi blackspot dilakukan menggunakan metode EAN melalui perhitungan Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dan perbandingan dengan Batas Kontrol Atas (BKA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PCI pada segmen yang dianalisis berada pada rentang 82-100 dengan kondisi perkerasan secara umum termasuk kategori Excellent (Sangat Baik). Jenis kerusakan yang dominan adalah retak memanjang dan lubang. Berdasarkan analisis EAN terdapat 9 segmen yang teridentifikasi sebagai blackspot, yaitu segmen 1, 11, 16, 21, 23, 30, 35, 41, dan 42. Faktor human error, hambatan samping, dan kondisi kendaraan merupakan faktor pendukung yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Secara umum, kondisi perkerasan jalan masih baik, namun lokasi blackspot memerlukan penanganan keselamatan secara terpadu melalui pemeliharaan perkerasan dan peningkatan fasilitas keselamatan jalan.
  42. ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN JALAN SITINGKAI – BATANG PALUPUAH, KABUPATEN AGAM MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DAN SDI (SURFACE DISTRESS INDEX)

    Jalan merupakan prasarana transportasi yang berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Seiring bertambahnya umur perkerasan dan meningkatnya beban lalu lintas, kondisi jalan akan mengalami penurunan yang ditandai dengan berbagai jenis kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan pada Ruas Jalan Sitingkai – Batang Palupuah, Kabupaten Agam, menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI). Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan mengidentifikasi serta mengukur kerusakan perkerasan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata PCI sebesar 63,17 dengan kategori Baik, sedangkan nilai rata-rata SDI sebesar 25,42 dengan kategori Baik. Kerusakan yang ditemukan meliputi retak kulit buaya, lubang, dan amblas. Metode PCI memberikan penilaian yang lebih rinci dibandingkan SDI karena mempertimbangkan jenis, tingkat keparahan, dan luas kerusakan. Berdasarkan hasil penelitian, ruas jalan memerlukan pemeliharaan rutin untuk mempertahankan kondisi perkerasan.
  43. IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS WEBSITE PADA CAFE ARBOREA JAKARTA

    Penelitian ini mengusulkan penerapan sistem informasi penjualan berbasis web untuk Café Arborea Jakarta. Manajemen manual data penjualan dan pesanan saat ini di Café Arborea menyebabkan inefisiensi, seperti kesalahan pencatatan, dan membatasi akses ke data analisis bisnis yang penting. Selain itu, kegiatan promosi kurang optimal, hanya mengandalkan media sosial tanpa sistem terintegrasi, sehingga sulit bagi pelanggan untuk mengakses menu, harga, dan informasi promosi dengan mudah. Pengembangan sistem informasi penjualan berbasis web disajikan sebagai solusi yang cocok untuk mengintegrasikan kegiatan operasional, mulai dari manajemen pesanan hingga manajemen data penjualan dan penyajian menu dan informasi promosi. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk menyusun dan mengelola data penjualan secara akurat, menyediakan akses online ke menu, harga, dan informasi promosi untuk pelanggan, dan mengoptimalkan upaya promosi melalui platform berbasis web terintegrasi. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pengembangan sistem akan mengikuti metode Waterfall, yang melibatkan tahapan berurutan dari analisis persyaratan hingga desain sistem dan perangkat lunak. Pendekatan ini memastikan proses pengembangan terstruktur. Manfaat yang diharapkan termasuk peningkatan manajemen dan analisis data penjualan untuk pemilik kafe, peningkatan kenyamanan pelanggan dalam mengakses informasi, dan keunggulan kompetitif yang lebih kuat untuk Café Arborea di industri kuliner. Sistem akan melayani tiga kategori pengguna yaitu admin, owner, dan pengguna terdaftar, dengan peran dan tingkat akses khusus untuk masing-masing.