Ramadhan Azriel Dwiky Rabbani, Radhia Jatu Noviarsita Sakti, Moch. Khamim (Author)
Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung Ruas Akses Bandara Dhoho Kediri Seksi 2 mencakup pekerjaan tanah dan struktur dengan volume besar, sehingga pemilihan dan pengelolaan alat berat yang kurang tepat berpotensi menimbulkan pemborosan biaya dan keterlambatan pekerjaan. Permasalahan tersebut muncul akibat ketidaksesuaian jenis alat dengan kondisi pekerjaan, produktivitas alat yang belum optimum, serta tingginya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi item pekerjaan yang menggunakan alat berat, menentukan jenis dan tipe alat, menghitung produktivitas dan biayanya, menyusun beberapa alternatif kombinasi, serta menentukan kombinasi alat berat paling optimum pada pekerjaan galian, timbunan, borepile, pilecap, kolom, dan perkerasan kaku. Metode penelitian meliputi penyusunan Work Breakdown Structure, perhitungan volume pekerjaan berdasarkan shop drawing, perhitungan produktivitas dan biaya alat berat mengacu pada Permen PUPR No. 8 Tahun 2023 dan HSPK Jawa Timur 2025, penyusunan alternatif kombinasi alat, serta optimasi program linier metode simpleks berbantuan LINDO (Linier Interactive Discrete Optimizer) 6.1, dengan mempertimbangkan kendala produktivitas, area kerja, ketergantungan antaralat, dan ketidaknegatifan variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pekerjaan pada proyek ini terdiri atas pekerjaan galian sebesar 201.039,99 m³, timbunan sebesar 278.394,41 m³, bore pile sebesar 25.414,58 m³, pile cap sebesar 25.642,77 m³, kolom sebesar 2.775,99 m³, dan perkerasan kaku sebesar 27.706,3 m³. Produktivitas masing-masing alat berat bervariasi tergantung jenis dan kapasitasnya; sebagai contoh, Excavator SANY135C memiliki produktivitas sebesar 81,122 m³/jam dengan biaya sewa sebesar Rp457.063,82/jam. Hasil optimasi menunjukkan kombinasi alat berat paling optimum dengan biaya sebesar Rp4.096.108.081,11 untuk pekerjaan galian, Rp9.201.871.073,08 untuk timbunan, Rp9.812.600.753,87 untuk bore pile, Rp12.742.801.953,52 untuk pile cap, Rp3.749.948.451,30 untuk kolom, dan Rp7.349.791.111,53 untuk perkerasan kaku, sehingga total biaya alat berat optimum untuk keseluruhan proyek sebesar Rp46.953.121.424,41. Hasil ini membuktikan bahwa program linier metode simpleks mampu menghasilkan kombinasi alat berat yang efisien dari segi biaya tanpa mengabaikan target produktivitas dan durasi pekerjaan, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan objektif dalam perencanaan proyek jalan tol berskala besar.