Pendidikan kejuruan di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih menghadapi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja, yang ditunjukkan oleh tingginya angka pengangguran lulusan SMK. Work Based Learning (WBL) menjadi pendekatan yang diyakini mampu menjembatani kesenjangan tersebut melalui pembelajaran langsung di lingkungan kerja, dengan keterlibatan industri sebagai mitra. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi WBL pada pendidikan kejuruan, peran keterlibatan industri di dalamnya, serta pengaruhnya terhadap kesiapan kerja siswa SMK, melalui sintesis temuan dari berbagai artikel ilmiah terpublikasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) terhadap delapan artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang tahun 2019–2025, bersumber dari basis data Google Scholar, ResearchGate, dan jurnal terindeks SINTA/Scopus, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi relevansi tema WBL, keterlibatan industri, dan kesiapan kerja siswa vokasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi WBL di SMK umumnya berwujud praktik kerja lapangan, magang, dan pembelajaran berbasis proyek industri, yang efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas keterlibatan industri dalam sinkronisasi kurikulum, pembimbingan, dan evaluasi bersama. WBL terbukti berkontribusi terhadap peningkatan hard skills, soft skills, dan employability skills siswa, meskipun pengaruhnya terhadap kesiapan kerja tidak selalu bersifat langsung, melainkan dimediasi oleh faktor seperti efikasi diri dan identitas vokasional. Tantangan utama meliputi keterbatasan mitra industri, kesenjangan kompetensi, serta lemahnya monitoring dan evaluasi program. Penguatan kemitraan sekolah-industri, sinkronisasi kurikulum, dan digitalisasi pembelajaran vokasi menjadi strategi kunci untuk mengoptimalkan implementasi WBL ke depan.
References
Aini, L. N., & Wulandari, R. N. A. (2024). Menuju karir sukses: Studi deskriptif kesiapan kerja, work-based learning, dan employability skills pada siswa. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 2877–2888.
Qalbi, Z. Z., Rachmawati, R. C., & Wardani, S. (2025). Penerapan project based learning untuk mengukur keterampilan kerja siswa SMK. Media Penelitian Pendidikan: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, 19(1), 155–159.
Rahdiyanta, D., Nurhadiyanto, D., & Munadi, S. (2019). The effects of situational factors in the implementation of work-based learning model on vocational education in Indonesia. International Journal of Instruction, 12(3), 307–324. https://doi.org/10.29333/iji.2019.12319a
Sobari, M., Wahyudin, D., & Dewi, L. (2023). Keterlibatan industri dalam pengembangan kurikulum pada tingkat SMK. Jurnal Education and Development, 11(3), 230–238. https://doi.org/10.37081/ed.v11i3.4771
Stephen, O. O., & Festus, O. O. (2022). Utilization of work-based learning program to develop employability skill of workforce (craftsmen) in construction industry towards industrial development. Indonesian Journal of Educational Research and Technology, 2(3), 179–188. https://doi.org/10.17509/ijert.v2i3.43970
Subekti, S. (2019). The implementation of work-based learning for the development of employability skills of vocational secondary school students through teamwork activity. Innovation of Vocational Technology Education, 15(1), 35–42. https://doi.org/10.17509/invotec.v15i1.16058
Suyitno, S., Nurtanto, M., Jatmoko, D., Widiyono, Y., Purwoko, R. Y., Abdillah, F., Setuju, & Hermawan, Y. (2025). The effect of work-based learning on employability skills: The role of self-efficacy and vocational identity. European Journal of Educational Research, 14(1), 309–321. https://doi.org/10.12973/eu-jer.14.1.309
Thapa, H. S. (2024). Development of employability skills through work-based learning. Journal of Technical and Vocational Education and Training, 18(1), 102–111. https://doi.org/10.3126/tvet.v18i1.62750