Penurunan (settlement) pada lantai sistem penahanan sekunder (secondary containment) fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Area Operasional Tambang Gurimbang telah menimbulkan celah antara lantai containment dan pondasi tangki, dengan deformasi lapangan yang teramati berkisar antara 8,6 cm hingga 24 cm. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik tanah eksisting terhadap terjadinya settlement tersebut serta merumuskan rekomendasi teknis perbaikan tanah yang sesuai. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif-analitis melalui evaluasi data Cone Penetration Test (CPT) dan parameter geoteknik, pemodelan struktur pondasi eksisting menggunakan perangkat lunak AFES (Automatic Foundation Engineering System), serta pemodelan deformasi tanah menggunakan PLAXIS dengan model material Mohr-Coulomb. Hasil analisis AFES menunjukkan bahwa struktur pondasi tangki eksisting masih berada dalam kondisi stabil terhadap seluruh kombinasi pembebanan operasional (kondisi kosong, operasi, dan uji hidrostatik), sehingga settlement yang terjadi bukan disebabkan oleh kegagalan struktur. Hasil pemodelan PLAXIS menunjukkan deformasi vertikal maksimum sebesar 26 cm, sejalan dengan deformasi lapangan sebesar 24 cm pada Titik A dan 22,5 cm pada Titik B, dengan galat rata-rata model numerik terhadap kondisi aktual sebesar 11,95%. Penyebab utama settlement teridentifikasi sebagai karakteristik tanah lempung plastisitas tinggi (High Plasticity Clay/CH) yang memiliki kompresibilitas tinggi dan permeabilitas rendah, sehingga memicu konsolidasi jangka panjang di bawah beban statis tangki. Berdasarkan temuan tersebut, metode Deep Soil Mixing (DSM) direkomendasikan sebagai solusi perbaikan tanah untuk meningkatkan kekakuan dan daya dukung lapisan tanah lunak serta mengurangi potensi differential settlement pada area containment.
References
1. American Petroleum Institute, API Standard 650: Welded Tanks for Oil Storage, 13th ed. Washington, DC, USA: API, 2020.
2. American Petroleum Institute, API Standard 653: Tank Inspection, Repair, Alteration, and Reconstruction, 5th ed. Washington, DC, USA: API, 2021.
3. J. E. Bowles, Foundation Analysis and Design, 5th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 1997.
4. R. B. J. Brinkgreve et al., PLAXIS 2D Reference Manual. Delft, Netherlands: Bentley Systems, 2023.
5. B. M. Das and K. Sobhan, Principles of Geotechnical Engineering, 9th ed. Boston, MA, USA: Cengage Learning, 2018.
6. H. C. Hardiyatmo, Mekanika Tanah 2, Edisi Ketujuh. Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press, 2018.
7. F. Ibrahim, G. S. Sandjaja, and A. Kawanda, "Studi kasus perbandingan analisis penurunan akibat timbunan di Tangerang, Banten," Jurnal Mitra Teknik Sipil, vol. 2, no. 2, pp. 85–94, 2019.
8. F. Kirsch and A. Bell, Ground Improvement by Deep Soil Mixing. Boca Raton, FL, USA: CRC Press, 2013.
9. D. N. Mahpud, I. N. Hamdhan, and V. F. Trestyawan, "Analisis penurunan tanah kondisi eksisting pada tangki minyak di Kalimantan Timur menggunakan model 2D," in Prosiding Seminar Nasional dan Diseminasi Tugas Akhir FTSP Institut Teknologi Nasional Bandung, Bandung, Indonesia, 2023, pp. 679–684.
10. Mutamakin and S. Anwar, "Analisa penurunan pondasi tangki timbun air baku 54-T-101B di PT Pertamina Refinery Unit VI Balongan dengan melakukan penyelidikan tanah," Jurnal Konstruksi, vol. 5, no. 1, pp. 27–36, 2016.
11. National Fire Protection Association, NFPA 30: Flammable and Combustible Liquids Code. Quincy, MA, USA: NFPA, 2021.
12. K. Terzaghi, R. B. Peck, and G. Mesri, Soil Mechanics in Engineering Practice, 3rd ed. New York, NY, USA: John Wiley & Sons, 1996.
13. I. Thusyanthan and H. Enriquez, "Design guidance for evaluating storage tank settlements and acceptable tank settlement criteria," in Proc. 20th Int. Conf. Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ICSMGE), Sydney, Australia, 2022.