Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPASA KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti serta Aedes albopictus. Gejala klinis utamanya berupa demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus selama dua hingga tujuh hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Teknik penentuan sampel ini menerapkan metode probability sampling melalui pendekatan simple random sampling, dimana jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.660 kartu keluarga yang terindentifikasi status kejadian DBDnya dan tidak berstatus DBD, hasil perhitungan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel yaitu sebanyak 95 responden. Instrumen penelitian mengunakan kuesioner dan data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi tempat penampungan air bersih dengan kejadian DBD dengan nilai p-value = 0,558 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi drainase/SPAL dengan kejadian DBD dengan nilai p-value = 0,685. Sementara itu, terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan PSN 3M Plus dengan kejadian DBD dengan nilai p-value = 0,031. Dapat disimpulkan bahwa kondisi tempat penampungan air bersih dan kondisi drainase/SPAL bukan merupakan faktor yang berhubungan secara statistik dengan kejadian DBD pada wilayah kerja Puskesmas Kapasa khususnya di Kelurahan Kapasa, sedangkan penerapan PSN 3M Plus merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD pada wilayah kerja Puskesmas Kapasa. Meskipun demikian, masyarakat diharapkan tetap menjaga kondisi tempat penampungan air, drainase/SPAL, serta menerapkan PSN 3M Plus secara rutin untuk mencegah terbentuknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Keywords

Demam Berdarah Dengue, tempat penampungan air bersih, drainase/SPAL, PSN 3M Plus.

PDF

References

  1. Asbon, N., Purwanto, M., Studi, P. S., Masyarakat, K., Kesehatan, F., Kader Bangsa, U., & Penulis, K. (n.d.). Hubungan Sanitasi Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2022.
  2. Aurora, A. N., Sangkai, M. A., & Widuri, P. D. (2025). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 2024. Jurnal Surya Medika, 11(3), 363–371. https://doi.org/10.33084/jsm.v11i3.12075
  3. Avidsyah, M. A., Asrina, A., Idris, F. P., Epidemiologi, P., Masyarakat, F. K., & Indonesia,U.M.(2024).16.+Muhammad+Andariza+Avidsyah+14120190018+(1) (1). 5(2), 321–330.
  4. Balqis, N., Elmayati, & Salami. (2023). Hubungan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan kejadian DBD ( demam berdarah dengue ). Jurnal Sains Riset (JSR), 13(September), 583–589. https://doi.org/10.47647/jsr.v10i12
  5. Febrianti, N., Sakufa, A., Nur, K., Kesehatan Masyarakat, P., & Bhakti Husada Mulia Madiun, S. (2023). Relationship Of Environmental Sanitation With Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) At Working Area Mojopurno Health Center. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2).
  6. Hidayatullah, M. L. . & N. M. (2024). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu. Jurnal Healthy Mandala Waluya, 43–53.
  7. Ibrahim, E., Ishak, H., Natsir, M. F., & Mallongi, A. (2026). Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PSN 3M Plus dan Konsep Rumah Sehat untuk Pencegahan DBD Community Empowerment in the Implementation of PSN 3M Plus and the Healthy Home Concept for Dengue Prevention. 3(1), 1–7.
  8. Meliana, D., Ikbal Arif, M., Studi Sanitasi Lingkungan, P., Kesehatan Lingkungan, J., Kesehatan Kemenkes Makassar, P., Kesehatan Lingkungan Jl Wijaya Kusuma No, J. I., & Makassar, K. (n.d.). Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang Factors Associated with the Occurrence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Anggeraja Community Health Center Working Area, Enrekang Regency.
  9. Muhaeminah, N., & Wulandari, R. A. (2026). Pengaruh Faktor Iklim Terhadap Kejadian Demam Berdarah ( DBD ) di Jakarta Pusat Tahun 2014-2023 The Influence of Climate Factors on Dengue Fever ( DHF ) Incidence in Central Jakarta 2014-2023 World Health Organization ( WHO mencatat peningkatan kasus Dema. 5(1) Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. 2(1), 306–312.
  10. Rakhmani, A. N., & Zuhriyah, L. (2024). Knowledge, attitudes, and practices regarding dengue prevention among health volunteers in an urban area–Malang, Indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 57(2), 176 –184. https://doi.org/10.3961/jpmph.23.484
  11. Sari, E., & Bahrina, I. (2025). Hubungan pemberantasan sarang nyamuk (3M Plus) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Baru. Jurnal Promotif Preventif, 8(1), 80–85.
  12. World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue. World Health Organization.
  13. Yulianti, & Hidayani, W. R. (2022). The Relationship between Environmental Sanitation and the Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Indonesia. Journal of Public Health Sciences, 1(02), 71–88. https://doi.org/10.56741/jphs.v1i02.83

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 

Similar Articles

1-10 of 100

You may also start an advanced similarity search for this article.