Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KEJANG DEMAM BERULANG PADA PASIEN ANAK DI RS BHAYANGKARA HASTA BRATA BATU

Abstract

Kejang demam berulang pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu. Pengetahuan orang tua tentang penanganan kejang demam berperan penting dalam mencegah kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian kejang demam berulang pada pasien anak di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak dengan riwayat kejang demam yang berobat di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu, dengan sampel sebanyak 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berisi 20 pertanyaan dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi -Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik, dan sebagian besar anak tidak mengalami kejang demam berulang. Pada kelompok pengetahuan kurang, sebagian besar anak (60,0%) mengalami kejang demam berulang, sedangkan pada kelompok pengetahuan cukup dan baik, sebagian besar anak (93,3% dan 92,3%) tidak mengalami kejang demam berulang. Hasil uji Chi -Square menunjukkan nilai p = 0,010 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian kejang demam berulang pada anak. Semakin baik tingkat pengetahuan orang tua, semakin kecil kemungkinan anak mengalami kejang demam berulang. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi kesehatan bagi orang tua, khususnya ibu sebagai pengasuh utama anak, guna mencegah kejadian kejang demam berulang.

Keywords

pengetahuan orang tua, kejang demam berulang, anak

PDF

References

  1. Al-Hammouri, M. M., Rababah, J. A., Jamahneh, O. M., Kasem, A., & Suliman, M. M. (2024). Uncertainty, knowledge, and anxiety of mothers concerning febrile seizure: A comparison between affected and unaffected mothers. Journal of Pediatric Nursing, 78, e411-e416. https://doi.org/10.1016/j.pedn.2024.08.002
  2. Hidayah, N., et al. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kejadian kejang demam pada anak. Jurnal Keperawatan Anak, 11(1), 12-18.
  3. Katimenta, K. Y., Nugrahini, A., & Wati, M. K. (2024). Hubungan motivasi dengan perilaku orang tua dalam pencegahan kejang demam berulang pada balita. Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 12(1), 45-52.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman penatalaksanaan kejang demam pada anak. Jakarta: Kemenkes RI.
  5. Listiyanti, V. A., Adi, G. S., & Putri, D. S. R. (2021). Hubungan motivasi ibu dengan perilaku pencegahan kejang demam berulang. Jurnal Kesehatan, 10(2), 88-95.
  6. Liu, Y., et al. (2024). Psychometric evaluation of the Chinese version of the febrile convulsion knowledge scale for parents/caregivers: Translation and validation study. BMC Nursing.
  7. Miguna, S., Bintang, M. R., & Rekozar, S. S. L. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan penanganan kejang demam. Zona Kedokteran, 12(3), 123-130.
  8. Ng, H. L., Li, H., Jin, X., & Wong, C. L. (2023). Parental knowledge, attitudes, and practices towards childhood fever among South-East and East Asian parents: A literature review. PLOS ONE, 18(9), e0290172. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0290172
  9. Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  10. Oktavirela, Purwaningsih, H., & Zulfatunnisa, N. (2024). Hubungan pengetahuan orang tua dengan penanganan kejang demam. Jurnal Profesi Kesehatan, 8(2), 55-62.
  11. Rice, S. A., Muller, R. M., Jeschke, S., Herziger, B., Bertsche, T., Neininger, M. P., & Bertsche, A. (2022). Febrile seizures: Perceptions and knowledge of parents of affected and unaffected children. European Journal of Pediatrics, 181(4), 1487-1495. https://doi.org/10.1007/s00431-021-04335-1
  12. Siallagan, R., Hutabarat, J., Simanjuntak, M., & Manurung, S. (2024). Pengetahuan orang tua tentang kejang demam pada anak. Jurnal Keperawatan, 15(1), 33-40.
  13. Souhuwat, S., Handayani, & Hijriyati, Y. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan upaya penanganan kejang demam pada anak di Desa Hutumuri. Universitas Binawan.
  14. Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  15. Toksoz, F., Acikgoz, A., Mutlu, F. S., & Sayik, D. (2023). Febrile convulsion knowledge scale for parents/caregivers: A validity and reliability study. Journal of Pediatric Nursing. https://doi.org/10.1016/j.pedn.2023.10.023
  16. World Health Organization. (2023). Childhood neurological disorders and febrile seizures. Geneva: WHO.

Similar Articles

1-10 of 226

You may also start an advanced similarity search for this article.