FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPASA KOTA MAKASSAR
Abstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi pada balita. Berdasarkan data Puskesmas Kapasa, kasus diare pada balita meningkat dari 71 kasus pada tahun 2024 menjadi 95 kasus pada tahun 2025. Kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan ibu, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian diare (ρ-value = 0,001), kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare (ρ-value = 0,002), serta kondisi SPAL dengan kejadian diare (ρ-value = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, dan kondisi SPAL merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta perbaikan sanitasi lingkungan untuk menurunkan kejadian diare pada balita.Keywords
diare, balita, pengetahuan, cuci tangan pakai sabun, SPAL
References
- Ainun, N. R., Mannyullei, S., & Amqam, H. (2021). Hasanuddin Journal of Public Health. Hasanuddin Journal of Public Health, 3(1), 99–114.
- Andriani, D., & Pawenang, E. tunggal. (2023). Higeia Journal Of Public Health Research And Development Kejadian Diare pada Balita di Desa Sedo (Desa yang Mendapat Bantuan Pamsimas). 7(1), 154–163.
- Apriadi Siregar, P., Agus Tantri, D., Mawarni, D., Al Hafizh Marpaung, F., & Nafsiah Purba, H. (2023). Epidemiologi Penyakit Diare. JK: Jurnal Kesehatan, 1(1), 36–42.
- Dan, E., Mencuci, K., Dengan, T., Apriyanti, R., Lestari, I. P., & Nurvinanda, R. (2025). Di Wilayah Kerja Puskesmas Bakam Tahun 2024. 6(November), 2630–2638.
- Darmawan, D. F., Narwati, N., Rachmaniyah, R., & Pramudita, J. J. (2023). Pengaruh sanitasi dasar rumah terhadap kejadian diare pada balita: Studi kasus di Puskesmas Sememi Surabaya Tahun 2023. Jurnal Higiene Sanitasi, 4(1), 1–9.
- Dewitasari, N. P. (2025). Persebaran Kasus Diare Pada Balita Berdasarkan Status Gizi Buruk, Stbm Dan Kepadatan Penduduk Di Jawa Timur Tahun 2021, 2022 Dan 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 708–717.
- Febriyanti, D., & Triredjeki, H. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diare Akut Dehidrasi Sedang. Jurnal Perawat, 6(1), 42–45.
- Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
- Hamzah, S. R., Hamzah, B., Gobel, A., & Gaib, I. (2025). Bungko Kota Kotamobagu Diarrhea Prevention Education for Toddlers in Bungko Village , Kotamobagu City. 2, 39–46.
- Hani, Y., Rok hayati, E., & Putra, D. A. (2022). Hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita di wilayah Kecamatan Jebres Surakarta. Plexus Medical Journal, 1(6).
- Hendriani, D. P., & Ernawati. (2023). Tingkat pengetahuan ibu kejadian diare pada balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4, 6511–6515.
- Herawati, H., Anwar, A., & Setyowati, D. L. (2020). Hubungan Sarana Sanitasi, Perilaku Penghuni, dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) oleh Ibu dengan Kejadian Pendek (Stunting) pada Batita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru, Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 7.
- Hidayah, N., & Wijayanti, Y. (2023). Hubungan kondisi sanitasi rumah dan praktik saniter dengan kejadian diare. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 4(1), 15–23.
- Joniyan Syahputra, Y., Priyo Hastono, S., & Author, C. (2025). Determinan Kejadian Diare Pada Balita di Jawa Barat (Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia 2023). Jusindo, 7(2), 1403–1414.
- Katarina Ratnawati, Christina Ririn Widianti, & Deni Lusiana. (2024). the Relationship Between the Level of Parental Knowledge and the Incidence of Diarrhea in Children Under Five Years of Age in Hospital Inpatient Rooms. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja, 9(2), 238–247.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
- Kesumawardani, N. U., Wirakesuma, T., & Yudastoro, F. D. (2025). Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 5(1), 454–460.
- Kurniawan, Y. S., Priyangga, K. T. A., Krisbiantoro, P. A., & Imawan, A. C. (2021). Open access Open access. Journal of Multidiciplinary Applied Natural Science, 1(1), 1–12.
- Mela Falita, C., Zakaria, R., & Zahara, M. (2023). Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 9(2), 2615–109.
- Muttaqin, A. (2025). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Angke Kecamatan Tambora Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2024. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 9(1), 104–116.