Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PENDAPATAN, DAN ASUPAN GIZI DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI PROTEIN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAPASA KOTA MAKASSAR

Abstract

Kurang Energi Protein (KEP) pada balita masih menjadi masalah gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, dan asupan gizi dengan kejadian KEP pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kapasa Kota Makassar Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 92 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,001), pendapatan keluarga (p = 0,018), dan asupan gizi balita (p = 0,024) dengan kejadian KEP. Balita yang berasal dari keluarga dengan pengetahuan ibu, pendapatan, dan asupan gizi yang lebih baik memiliki risiko KEP yang lebih rendah.Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, dan asupan gizi berhubungan signifikan dengan kejadian KEP pada balita. Peningkatan edukasi gizi dan pemberdayaan keluarga perlu dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita dan menurunkan kejadian KEP.

Keywords

Pengetahuan ibu, Pendapatan, Asupan gizi, Kurang Energi Protein, Balita

PDF

References

  1. Aliah Istiqomah, Kristin Masmur S, Ribby Aurellia Amali, & Sulis Tiawati. (2024). Terhadap Peran Gizi Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita. Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 2(2), 67–74. https://doi.org/10.57213/antigen. v2i2.260
  2. Adiputra, I, M, S., Trisnadewi, N, W., Oktaviani, N, P, W., Munthe, S, A., Hulu, V, T., Budiastutik, I., Faridi, A., Ramdany, R., Fitriani, R, J., Tania, P, O, A., Rahmiati, B, F., Lusiana, S, A., Susilawaty, A., Sianturi, E., & Suryana. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yayasan Kita Menulis, 43–50
  3. Afifah, L. (n.d.). Hubungan Pendapatan, Tingkat Asupan Energi dan Karbohidrat dengan Status Gizi Balita Usia 2-5 Tahun di Daerah Kantong Kemiskinan. Amerta Nutrition, 3(3), 183.
  4. Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. (n.d.). Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutrition, 1(4), 341–350.
  5. Fauzi, Y., & Sari, F. M. (2024). Hubungan Pengetahuan Dan Pendapatan Dengan Kepemilikan Sarana Pembuangan Air Limbah. 12(1), 160–167.
  6. Febriyanti, D., Mumpuni, R. Y., & Raharjo, P. (2024). Penerapan Basic Feeding Rules Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Di Wilayah Puskesmas Janti Kecamatan Sukun. Nursing News : Jurnal
  7. Gantini, T., Hendrawan, H., & Barkah, M. R. (2024). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita di Desa Bojong Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. AGRITEKH (Jurnal Agribisnis Dan Teknologi Pangan), 4(2), 99 107. https://doi.org/10.32627/agritekh. v4i2.888
  8. Hati Baculu, E. P., Juffrie, M., & Helmyati, S. (2016). Faktor risiko gizi buruk pada balita di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Dietetics), Nutrition 3(1), and 51. https://doi.org/10.21927/ijnd.201 5.3(1).51-59
  9. Kementerian. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf. In Lembaga Penerbit Balitbangkes (p. hal 156). https://repository.badankebijakan. kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/La poran Riskesdas Nasional.pdf 2018
  10. Nurhayati, L., Mardiah, W., & Setyorini, D. (2020). Status Gizi Dan Asupan Zat Gizi Makronutrien Anak Stunted Dan Tidak Stunted 1-3 Tahun. Jurnal Kesehatan, 11(2), 83–92. https://doi.org/10.38165/jk.v11i2. 206
  11. Sabrina, A., & Srisantyorini, T. (2025). Determinan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Proyek. 16(3), 25–31. Https://Doi.Org/10.5455/Mnj.V1i2.644xa
  12. Santosa, J. G. B. (2024). Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pt X. 2(4).
  13. Sukowati, & Widarta. (2025). Pengaruh Beban Kerja , Stres Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention ( Studi Kasus Mahasiswa Kelas Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta ). 9(2022), 5569– 5577.
  14. Sumantri, S., Utami, T. N., & Astuty, D. A. (2024). Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Instalasi Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan. 10(2), 315–323.
  15. Syaputra, B., & Lestari, P. W. (2021). Pengaruh Waktu Kerja Terhadap Kelelahan Pada Pekerja Konstruksi Proyek X. 1, 103–107.
  16. Wicaksono, H. P., Lestantyo, D., & Setyaningsih, Y. (2024). Kelelahan Yang Terjadi Pada Pekerja Konstruksi. 7(5), 1254–1258.
  17. William, I., & Mahacandra, M. (2021). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kelelahan Pekerja Staging Industri Dengan Metode Subjective Self Rating Test Pada Pt Medan Sugar Industry.
  18. Wirda, Batubara, H., & Rahmawati, R. (2023). Pengukuran Tingkat Kelelahan Dan Beban Kerja Mental Operator Forklift Menggunakan Metode Ifrc Dan Nasa Tlx Di Pt . Xyz. 7(3), 67–74.
  19. Yusup, M., Ito, Y. R., & Wishnu Uzma, A. . (2025). Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders ( Msds ) Pada Karyawan Universitas X. 5(2), 16– 26.

Similar Articles

1-10 of 240

You may also start an advanced similarity search for this article.