HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PENGETAHUAN GIZI, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA DI UNIVERSITAS X BANDUNG
Abstract
Kelompok mahasiswa berada pada tahap dewasa awal yang cukup rentan mengalami penyimpangan status gizi seiring dengan pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi zat gizi yang belum tentu seimbang. Penjajakan awal yang dilakukan pada mahasiswa Institut Kesehatan Immanuel Bandung mendapati bahwa 12,8% di antaranya tergolong berstatus gizi kurang berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Artikel ini disusun untuk mengungkap keterkaitan antara tingkat asupan energi, pengetahuan gizi, dan kebiasaan merokok dengan status gizi mahasiswa di Institut Kesehatan Immanuel Bandung. Rancangan penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 89 mahasiswa dilibatkan sebagai responden melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data asupan energi dijaring menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan pengetahuan gizi dan kebiasaan merokok digali melalui kuesioner terstruktur; status gizi ditentukan dari hasil pengukuran berat dan tinggi badan. Hubungan antarvariabel diuji menggunakan Chi-Square dengan pendekatan Monte Carlo. Karakteristik responden didominasi kelompok usia 20-25 tahun (80,9%) dan berjenis kelamin perempuan (65,2%). Proporsi terbesar responden memiliki asupan energi kategori normal (58,4%), pengetahuan gizi kategori kurang (44,9%), tergolong perokok ringan (44,9%), serta berstatus gizi normal (64,0%). Hasil uji statistik memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan energi dan status gizi (p=0,000) maupun antara pengetahuan gizi dan status gizi (p=0,002), sementara kebiasaan merokok tidak terbukti berhubungan secara signifikan dengan status gizi (p=0,869). Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa asupan energi dan pengetahuan gizi turut menentukan status gizi mahasiswa, sedangkan kebiasaan merokok belum menunjukkan keterkaitan yang bermakna pada populasi yang diteliti.Keywords
asupan energi, pengetahuan gizi, kebiasaan merokok, status gizi, mahasiswa
References
- Almatsier, S. (2019). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
- Arieska, P. K., & Herdiani, N. (2020). Hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan status gizi. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 203-211.
- Astuti, R. W., & Puspitasari, D. I. (2024). The relationship between perceived body image, frequency of fast food consumption, and nutritional status. Jurnal Kesehatan (JK), 17(2), 141-150.
- Cicekli, I., & Eskin, S. G. (2025). High prevalence and co-occurrence of modifiable risk factors for non-communicable diseases among university students: a cross-sectional study. Frontiers in Public Health, 12, 1-13.
- Kamilah, L., & Riyadi, H. (2024). Hubungan tingkat stres, emotional eating, dan pengetahuan gizi dengan konsumsi makanan cepat saji mahasiswa IPB. Jurnal Gizi dan Dietetik, 3(3), 156-163.
- Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman terkait konsumsi rokok dan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
- Kintan Nawangsasi, B., Rahmawati, Y. D., & Wahyani, A. D. (2023). The relationship of nutritional knowledge and energy intake to nutritional status of students of Muhadi Setiabudi Brebes University. Jurnal Ilmu Gizi, 1(1).
- Laras Puji Multazami. (2022). Hubungan stres, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Nutrizione (Nutrition Research and Development Journal), 2, 1-9.
- Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
- Permenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Puji, L., Program, M., Gizi, S., & Masyarakat, K. (2022). Hubungan stres, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Nutrizione.
- Rafadhil, R. N. (2024). Hubungan merokok dan pola konsumsi gizi dengan status gizi pada mahasiswa di Universitas Diponegoro (Skripsi). Universitas Diponegoro.
- Rahmiwati, A., Wulandari, M. M. S., Sari, I. P., & Etrawati, F. (2025). Hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik terhadap status gizi mahasiswa Universitas Sriwijaya: Studi cross-sectional. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 6(2), 269.
- Rambing, C. J. E., Bolang, A. S. L., Kawengian, S. E. S., & Mayulu, N. (2021). Asupan energi dan status gizi mahasiswa saat pandemi COVID-19. Jurnal Biomedik (JBM), 13(2), 175.
- Rispaneli, L., Syahrial, & Resmiati. (2022). Hubungan body image, food habit, aktivitas fisik, dan asupan makanan dengan status gizi mahasiswi. Jurnal Gizi Terapan Indonesia, 1(1), 1-9.
- Sari, A. F. P., Pamungkasari, E. P., Lanti, Y., & Dewi, R. (2022). Relationship of appetite, body image, and energy intake with body mass index in undergraduate students in Surakarta. Disease Prevention and Public Health Journal, 16(1), 1-7.
- Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721-2731.
- Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2014). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
- Tania, V., & Soeyono, R. D. (2021). Hubungan antara konsumsi rokok dengan asupan makanan dan status gizi pada mahasiswa Fakultas Teknik Unesa. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 4(2), 640-648.
- Yunawati, I., Salma, W. O., Jufri, N., Mutmaina, I., & Ahmad, N. (2025). Gambaran status gizi pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Media Ilmiah Kesehatan Indonesia, 3(1), 40-44.