Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS 'AISYIYAH YOGYAKARTA

Abstract

Status gizi lebih merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat pada kelompok usia remaja dan dewasa muda, termasuk mahasiswa. Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, gula, dan natrium diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya status gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi lebih pada mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji diperoleh menggunakan kuesioner Semi Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ), sedangkan status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48 responden (51,61%) memiliki kebiasaan sering mengonsumsi makanan cepat saji dan 45 responden (48,39%) memiliki kebiasaan jarang mengonsumsi makanan cepat saji. Sebanyak 35 responden (37,63%) mengalami status gizi lebih dan 58 responden (62,37%) tidak mengalami status gizi lebih. Hasil analisis hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi lebih menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 4,4685 dengan p-value sebesar 0,035 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi lebih pada mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Mahasiswa disarankan membatasi konsumsi makanan cepat saji dan menerapkan pola makan bergizi seimbang, sedangkan pihak universitas diharapkan meningkatkan edukasi gizi melalui program promosi kesehatan. Peneliti selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain yang berhubungan dengan status gizi agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif

Keywords

makanan cepat saji, Q-FFQ, status gizi lebih, mahasiswa

PDF

References

  1. Aliyah, H. M., Andriyani, & Lusida, N. (2025). Analisis pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap resiko obesitas pada kalangan remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(4), 41–55.
  2. Anggraini, C. D., Herviana, H., & Rizma, A. (2024). Pengetahuan dan frekuensi konsumsi fast food pada kelompok usia dewasa muda di Kepulauan Riau. Nutrition Scientific Journal, 3(2), 81–88. Available at: https://doi.org/10.37058/nsj.v3i2.13953
  3. Azizah, T. (2023) Hubungan kualitas tidur dengan sttaus gizi pada mahasiswa di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Skripsi S1 Gizi. Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
  4. Badriyah, L., & Pratiwi, R. I. R. (2024). Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi dan Hiperglikemia di Indonesia. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 8(1), 33–38. Available at:https://doi.org/10.22487/ghidza.v8i1.1021
  5. Daryanti, M. S. (2018). Hubungan kebiasaan makan dengan indeks massa tubuh pada mahasiswi tingkat satu program studi bidan pendidik di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Jurnal Kebidanan, 7(1), 7-13. Available at: https://doi.org/10.26714/jk.7.1.2018.7-13
  6. Efendi, H. N., Laili, A. N., & Fairosi, M. (2025). Dampak konsumsi makanan cepat saji terhadap kesehatan metabolik mahasiswa di era food delivery online. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 3(2), 706–714. Available at: https://doi.org/10.61722/jssr.v3i2.6292
  7. Febytia, N. D., & Dainy, N. C. (2022). Hubungan kualitas tidur, asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa gizi UMJ. Jurnal Gizi Dietetik, 1(3), 204–209. Available at: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizidietetik
  8. Hasbibiani. (2025). Analisis pola konsumsi makanan cepat saji dan dampaknya terhadap status gizi mahasiswa di masa kuliah daring. KESTERI: Jurnal Ilmu Kesehatan Terpadu Indonesia, 1(1). Available at: https://sihojurnal.com/index.php/kesteri/article/view/882
  9. Hilmi, F., Indriani, V., Sutanto, W. H., & Desnamrina, K. C. (2024). Analysis of perceptions and likes for chicken nugget products among consumers in North Kayong, West Kalimantan. Jurnal Peternakan Integratif.
  10. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Diakses pada 16 Maret 2026, https://www.kemkes.go.id
  11. Maharani, A. F. (2024). Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji (fast food) dan minuman kekinian pada mahasiswa Poltekkes TNI AU Adisutjipto. Skripsi Diploma III, Program Studi Gizi, Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta.
  12. Maillet, M. A., & Grouzet, F. M. E. (2023). Understanding changes in eating behavior during the transition to university from a self-determination theory perspective: A systematic review. Journal of American College Health, 71(2), 422–439.
  13. Maslakhah, N. M., & Prameswari, G. N. (2022). Pengetahuan Gizi, Kebiasaan Makan, dan Kebiasaan Olahraga dengan Status Gizi Lebih Remaja Putri Usia 16-18 Tahun. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition , 2(1), 52–59. Available at: https://doi.org/10.15294/ijphn.v2i1.52200
  14. Multazami, L. P. (2022). Hubungan stres, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Nutrizione (Nutrition Research and Development Journal).
  15. Munasiroh, D., Nurawali, D. O., Rahmah, D. A., Suhailah, F., & Yusup, I. R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada mahasiswa. An -Nadaa: Jurnal Kesehatan, 6(2). Available at: https://doi.org/10.31602/ann.v6i2.268
  16. Murdoko, I. W. S., & Frisca. (2023). Hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara di masa pandemi COVID-19. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(Suplemen).
  17. Nanda, C. A., Puspitasari, D. I., Widiyaningsih, E. N., & Mardiyati, N. L. (2023). Hubungan frekuensi konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja. Pontianak Nutrition Journal, 6(1). Available at: http://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/PNJ/index
  18. Nareswari, K. N., Muwakhidah, & Hidayati, L. (2025). Hubungan durasi screen time media sosial dan peran teman sebaya terhadap frekuensi konsumsi fast food pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 150–158
  19. Ngizan, F. N., & Iqbal, M. (2023). Hubungan gaya hidup “nongkrong”, aktivitas sedentary, dan konsumsi minuman manis dengan status gizi pada mahasiswa. Jurnal Nutrisia.
  20. Nisa, K., & Sari, R. K. (2025). Hubungan aktivitas fisik, pola makan, dan kecukupan energi dengan kejadian gizi lebih. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3).

Similar Articles

1-10 of 254

You may also start an advanced similarity search for this article.