Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TES METODE WIDAL DAN TUBEX TEST PADA PASIEN SUSPEK DEMAM TIFOID DI RSU SUFINA AZIZ MEDAN

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan insidensi yang cukup tinggi. Untuk mendiagnosis penyakit ini, pemeriksaan laboratorium yang umum digunakan adalah tes Widal dan Tubex test. Namun, kedua metode ini memiliki perbedaan dalam hal akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan tes Widal metode slide dan metode Tubex test pada pasien suspek demam tifoid, serta menganalisis perbandingan hasil di antara kedua metode tersebut di RSU Sufina Aziz Medan tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium RSU Sufina Aziz Medan pada 16 Januari hingga 16 Februari 2025. Populasi dan sampel penelitian melibatkan 60 pasien suspek demam tifoid yang diambil menggunakan teknik total sampling dari data pasien yang tersedia. Karakteristik sampel menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (55%) dan berada pada rentang usia 1-20 tahun (72%). Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, tes Widal menunjukkan hasil positif sebanyak 40 pasien (67%) dan negatif 20 pasien (33%). Sementara itu, Tubex test menunjukkan hasil positif sebanyak 46 pasien (77%) dan negatif 14 pasien (23%). Terdapat perbedaan hasil antara tes Widal dan Tubex test pada pasien suspek demam tifoid di RSU Sufina Aziz Medan, di mana Tubex test memberikan hasil positif yang lebih banyak dibandingkan tes Widal. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa Tubex test memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan tes Widal dalam mendeteksi infeksi akut demam tifoid.

Keywords

Demam Tifoid, Tes Widal, Tes Tubex, Perbandingan Diagnostik

PDF

References

  1. Amir, A. S., Nurrachmat, H., & Kartika, A. I. (2018). Uji Konfirmasi Widal Positif O Titer 1/160 dengan Rapid Test IgM Anti Salmonella typhi pada Penderita Suspek Demam Tifoid. In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus (Vol. 1).
  2. Aini, A., & Ustiawaty, J. (2023). Profil Lama Demam Penderita suspek demam tifoid terhadap hasil Widal dan anti Salmonella typhi IgM. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 4(1), 1-13.
  3. Adisasmito, A. (2016). Penggunaan antibiotik pada terapi demam tifoid anak di rsab harapan kita. Sari Pediatri, 8(3), 174. https://doi.org/10.14238/sp8.3.2006.174-80
  4. Gunawan, D. P. H., & Marwoto, D. H. (2019). penelitian penyakit menular di indonesia bagian timur.
  5. Hayati, S. and Ikhsani, A. (2021). Vaksinasi sebagai pencegahan resistensi antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi. Jurnal Kesehatan Tambusai , 2(3), 276 -283. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i3.2376
  6. Herman, H., Nurhadaya, N., Muawwana, M., & Nasir, M. (2021). Profil pemeriksaan uji Widal berdasarkan karakteristik penderita demam tifoid. Jurnal Media Analis Kesehatan, 12(2), 163-168.
  7. Hadi, Santriani, D. (2020). Karakteristik Penderita Demam Tifoid di RS. Ibnu Sina Kota
  8. Ismoedijanto, I. (2016) Demam pada Anak, Sari Pediatri, 2(2), p. 103. doi: 10.14238/sp2.2.2000.103-8.
  9. Ilham, I., Nugraha, J., & Puwanta, M. (2017). Deteksi IgM Anti Salmonella Serovar Typhi dengan Pemeriksaan Tubex TF dan Typhidot-M Jurnal Biosains Pascasarjana, 19(2), 127.
  10. J, Bandari, D. (2020) Typhoid Fever, Updated 2020 Nov 23. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557513/. Jurnal Medical Profession, 3(3), pp. 220–225.
  11. Kasim, V. N. A. (2020) Peran Imunitas Pada Infeksi Salmonella Typhi. Gorontalo: C.V Athra Samudra.
  12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2016). Rekomendasi IDAI mengenai Pemeriksaan Penunjang Diagnostik Demam Tifoid, (June)
  13. Laode P. S. I. M., Nasruddin H., Sudam Z., Nurlelly., & Syahrial E. (2021). Karakteristik pasien demam tifoid di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, Wal’afiati Hospital Journal, 02(02), 141-148
  14. Marleni, M; Yuliani, I; Wisman, T. T. (2014). Ketepatan Uji Tubex TF dalam Mendiagnosis Demam Tifoid Anak pada Demam Hari ke-4, Jurrnal Kedokteran dan Kesehatan, 1(1), pp. 7–11.
  15. Pelczar and Chan. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: UI Press.
  16. Rahmat, W., Akune, K. and Sabir, M. (2019). Demam Tifoid dengan Komplikasi Sepsis: Pengertian, Epidemiologi, Patogenesis, dan Sebuah Laporan Kasus.
  17. Staf Pengajar FKUI. 1994. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Bina Rupa Aksara.
  18. Sholikhah, H. H., & Sustini, F. (2013). Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tentang Food Borne Disease pada Anak Usia Sekolah di SDN Babat Jerawat I Kecamatan Pakal Kota Surabaya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(4), 351– 362.
  19. Saputra, Kurnia Rois, D. (2017). Hubungan pengetahuan, sikap dan kebiasaan makan dengan gejala demam thypoid pada mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat universitas halu oleo tahun 2017, 2(6), pp. 1–7.
  20. Saraswati, N. A., AR, J. and Ulfa, M. (2012). Karakteristik Tersangka Demam Tifoid Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Periode Tahun 2010. Palembang.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-20 of 66

You may also start an advanced similarity search for this article.