GAMBARAN KADAR BILIRUBIN SEBELUM DAN SESUDAH FOTOTERAPI PADA BAYI BARU LAHIR DI RSU DELIA LANGKAT
Abstract
Ikterus neonatorum merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar bilirubin dalam darah sehingga menyebabkan perubahan warna kuning pada kulit, sklera, dan membran mukosa bayi baru lahir. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah komplikasi akibat hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin sebelum dan sesudah pemberian fototerapi pada bayi baru lahir di RS Delia Langkat tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Sampel penelitian terdiri atas empat bayi baru lahir yang menjalani fototerapi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kadar bilirubin sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh bayi mengalami penurunan kadar bilirubin setelah fototerapi dengan rerata penurunan sebesar 2,5 ± 0,8 mg/dL atau 16,3% dari kadar bilirubin awal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fototerapi memberikan gambaran penurunan kadar bilirubin pada bayi baru lahir dengan ikterus neonatorum. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah dalam mendukung penatalaksanaan ikterus neonatorum di fasilitas pelayanan kesehatan.Keywords
Bayi Baru Lahir, Bilirubin, Fototerapi, Ikterus Neonatorum
References
- Bahar, M., Melani, S.I. & Yurman. (2022). Gambaran Hasil Bilirubin Indirect pada Bayi Umur 0–14 Hari di Rumah Sakit Gading Medika Kota Bengkulu. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 4(2), 160–167.
- Dinengsih, S. & Chairunnisa, A. (2024). Efektivitas Fototerapi dan Sinar Matahari terhadap Kadar Bilirubin pada Neonatus. Professional Health Journal, 5(2), 531–541.
- Hariyono, M.A., Widodo, S. & Kurniawan, A. (2020). Monitoring Bayi Bilirubin pada Alat Phototherapy Menggunakan Modul Kamera OV7670 Berbasis Internet of Things. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi, 5(1), 47–56.
- Idhil, A.N.I.I., Irawan, Y., Rachman, A. & Hidayat, R. (2020). Sistem Monitoring Inkubator Bayi Multifungsi dengan Fototerapi dan Ayunan Mekanis Berbasis ESP32. Jurnal EECCIS, 14(3), 115–119.
- Krisnanto, P.D. (2019). Efektivitas Pijat/Sentuhan Bayi terhadap Kadar Bilirubin Ikterik di Ruang Bayi RS Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 6(2), 585–591.
- Lamdayani, R., Anggeriani, R. & Nopia, E. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir. Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma'arif Baturaja, 7(1), 50–64.
- Manihuruk, F.N. & Situmorang, R.F.R. (2019). Pemeriksaan Bilirubin Total pada Bayi Neonatus di Rumah Sakit Ibu dan Anak Stella Maris Medan Tahun 2019. The Indonesian Journal of Medical Laboratory, 1(1), 11–18.
- Miguna, S., Ipaljri, A. & Arafah, L. (2022). Pengaruh Efektivitas Fototerapi terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total pada Bayi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Tahun 2021–2022. Zona Kedokteran, 13(1), 336–341.
- Munir, Z. (2023). Literatur Review: Pengaruh Fototerapi terhadap Neonatus dengan Hiperbilirubin. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(2), 23–38.
- Murniati, A., Kurniati, F.D. & Kusumasari, R.R.V. (2024). Penerapan Fototerapi untuk Mengatasi Ikterik Neonatus pada Bayi. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 8(2), 47–52.
- Priyulida, F. (2021). Sosialisasi Penggunaan Sensor BH1750 Berbasis Mikrokontroler sebagai Fototerapi pada Penderita Hiperbilirubinemia (Bayi Kuning). Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 1–6.
- Rohima, I., Mulyanti, S. & Nurlina, F. (2023). Penerapan Pemberian Fototerapi Dapat Menurunkan Derajat Ikterik pada Neonatus dengan Hiperbilirubin di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Journal of Nursing Practice and Science, 2(2), 219–224.
- Wati, M.T., Handoko, G. & Suhartin. (2023). Pengaruh Fototerapi terhadap Derajat Ikterus pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 215–220.
- Yuyun, A.K. (2021). Rancang Bangun Sensor BH1750 Berbasis Mikrokontroler sebagai Fototerapi pada Penderita Hiperbilirubinemia (Bayi Kuning). Jurnal Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, 3(2), 55–62.