HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU ( AD RANDOM) DAN KADAR GULA DARAH YANG DITUNDA 2-3 JAM PADA PASIEN IGD DI RSU DELIA BINJAI
Abstract
Penomena peningkatan kadar glukosa darah di pagi hari pada penderita diabetes disebut Dawn phenomeona atau fenomena fajar. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup hormon insulin untuk mengontrol glukosa darah. Ketepatan dalam pemeriksaan glukosa darah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti persiapan sampel, pengumpulan sample (sampling), prepasi sample,dan metode pemeriksaan yang di gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (ad random) dan kadar glukosa darah yang di tunda 2-3 jam padan pasien IGD di Rsu Delia Binjai. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Rsu Delia Binjai selama dua bulan (Januari-februari 2025). Dengan menggunakan desain kuantitatif komparatif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 20 orang pasien dari seluruh populasi dari ruang IGD yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode stick. Data yang di peroleh dianalisis dengan menggunakan uji paired T-Test. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan kadar glukosa darah sewaktu dengan kadar glukosa darah yang ditunda selama 2–3 jam, dengan nilai p-value sebesar 0,000 pada tingkat signifikansi 0,05.Keywords
Perbandingan, Glukosa Darah, Serum
References
- Agustin, Y. (2018). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah Sewakti Pada Serum Yang Diperiksa dan yang Ditunda Selama 2 Jam Menggunakan Tabung Vakum Gel Separator Tahun 2018. Poltekkes Kemenkes Palembang.
- Alifatunnisa, H. (2024). Prototipe Alat Pengukur Kadar Glukosa darah Non-Invasive Berbasis Iot (Thingspeak). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.
- Almaliah, I dan Sudrajat, A. 2024. Perbandingan Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah Segera dan Ditunda Selama 2 Jam dengan Metode Poct. Journal of Health Analysis Student. 1 (1): 51-56.
- American Diabetes Association. (2021). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. ADA.
- American Diabetes Association. (2021). Pharmacologic Approach to Glycemic Treatment: Standards of Medical Care in Diabetes. 44(1): S111-S124.
- Amir, S. M. J., Wungouw, H., dan Pangemanan, D. (2015). Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Bahu Kota Manado. EBiomedik, 3(1). https://doi.org/10.35790/ebm.v3il.6505.
- Apriani dan Umami, Alfita.(2018). Perbedaan Kadar Glukosa Darah Pada Plasma EDTA dan Serum Dengan Penundaan Pemeriksaan.Jurnal Vokasi Kesehatan.
- Auer, M.K., dkk. (2020). Glycemia and insulin resistance in transgender men. Journal of Endocrinology.
- Bataha, Yolanda B. 2017. “Kadar Glukosa darah pada Pasien Diabetes Melitus.” 5.
- Bell, N. R. (2017). Better Decision Making in Preventive Health Screening. Canadian Family Physician, 63, 521–524.
- Deby, A.M., Weny, I.W dan Widya, A.L. 2024. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Glukosa darah dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Medical Scope Journa. 6(1): 116-123.
- Fahmi, N. F., Firdaus, N., dan Putri, N. (2020). Pengaruh Waktu Penundaan terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu Dengan Metode Poct Pada Mahasiswa. Ilmiah Ilmu Keperawatan, 11(2), 2–11.
- Fahriza, M. R. (2019). Faktoryang Mempengaruhi Penyebab Terjadinya Diabetes Milletus. https://doi.org/https://doi.org/10.31219/osf.io/v82ea
- Jiwintarum, Y., Fauzi, I., Diarti, M. W., dan Santika, I. N. (2019). Penurunan Kadar Glukosa darah Antara yang Melakukan Senam Jantung Sehat dan Jalan Kaki. Jurnal Kesehatan Prima, 13(1), 1. https://doi.org/10.32807/jkp.v13i1.192
- Kahar, H. (2018). Peningkatan Mutu Pemeriksaan di Laboratorium Klinik Rumah Sakit Indonesia Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 12 (1), 38-40.
- Kamelia, R. (2023). Berapa Kadar Glukosa darah yang Normal Berdasarkan Usia. Tirto.Id.tirto.id/berapa-kadar-gula-darah-yang-normalberdasarkanusiaguDk.
- Kasimo, E.R. 2020. Perbedaan Glukosa Serum dan Darah Plasma NaF dengan Penundaan 12 Jam pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 16 (1): 20–24.
- Kim, M. J., Lee, H., Kim, E. H., Cho, M. H., Shin, D. W., Yun, J. M., dan Shin, J. H. (2017). Disparity in Health Screening and Health Utilization According to Economic Status. Korean Journal of Family Medicine, 38(4), 220–225. https://doi.org/10.4082/kjfm.2017.38.4.220.
- Kumalasari, D., Aji, B.W dan Dhiah, N. 2024. Perbandingan Hasil Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Dengan dan Tanpa Hapusan Kapas Kering Metode Enzimatik Glucose Oxidase. Jurnal Kesehatan Tambusai. 5(3): 7911-7918.
- Lutfi, D.U.H. (2020). Analisis Kadar Glukosa Pada Kentang Rebus (Solanum tuberosum) sebagai Pengganti Nasi Bagi Penderita Diabetes Melitus Dengan Menggunakan Spektrofotometri 1. Jurnal Media Laboran, 10, 26–32.