Inspeksi jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan menjaga keandalan dan kontinuitas penyaluran tenaga listrik. Metode inspeksi menggunakan teropong masih memiliki keterbatasan, antara lain kualitas visual yang kurang optimal, jangkauan pengamatan yang terbatas, serta potensi terjadinya human error. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode inspeksi menggunakan drone dan teropong dalam mengidentifikasi kondisi komponen jaringan serta objek berbahaya pada jalur transmisi SUTT 150 kV PLTU 3 Bengkayang–Gardu Induk (GI) Singkawang. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dengan memanfaatkan drone DJI Mavic Air 2 dan metode inspeksi manual menggunakan teropong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inspeksi menggunakan drone menghasilkan kualitas visual yang lebih baik sehingga seluruh komponen utama, meliputi isolator, konduktor, arcing horn, jumper GSW, dan jumper joint, dapat diamati dengan lebih jelas dibandingkan metode teropong. Pada identifikasi objek berbahaya, drone berhasil mendeteksi 16 objek vegetasi, sedangkan metode teropong hanya mendeteksi 10 objek, sehingga efektivitas deteksi metode teropong mencapai 62,5% dibandingkan drone. Selain itu, drone mampu mengidentifikasi satu vegetasi yang melanggar batas ruang bebas ROW (Right of Way) dengan jarak terhadap konduktor yang tidak memenuhi ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan drone lebih efektif dibandingkan metode inspeksi menggunakan teropong karena memberikan kualitas visual yang lebih baik, meningkatkan akurasi identifikasi objek berbahaya, mendukung pengukuran ROW, mengurangi potensi human error, serta meningkatkan efisiensi inspeksi jaringan transmisi SUTT 150 kV.
References
[1] Muhtar, D., & Harintaka. (2019). Pemetaan Rigth of Way (ROW) Menggunakan Wahana Udara Tanpa Awak Untuk Perencanaan Pengembangan Jalur Transmisi SUTT 150kV.
[2] Putra, D. N. (2021). Inspeksi dan Pemeliharaan Jaringan Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro.
[3] Zheng et al., 'State-of-the-Art Review on the Application of Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) in Power Line Inspections: Current Innovations, Trends, and Future Prospects,' Drones, vol. 9, no. 4, pp. 265, 2025. https://doi.org/10.3390/drones9040265
[4] Busch, D. D. (2023). David Buschs DJI Mavic Air 2/25 Guide to Drone Photography. UK: Group UK.
[5] Pamudji, N. (2014). Buku PDM Pengawasan dan Asesmen SUTT/SUTET. Jakarta: PT. PLN Persero.
[6] Springer Nature, 'Drone-based fault recognition in power systems: a systematic review of intelligent methods,' Discover Applied Sciences, May 2025. https://doi.org/10.1007/s42452-025-06774-z
[7] Kementrian Energi dan Sumber Daya Manusia. (2021). Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2021. (710). Retrieved from www.peraturan.go.id
[8] Li et al., 'Design and Application of a UAV Autonomous Inspection System for High-Voltage Power Transmission Lines,' Remote Sensing, vol. 15, no. 3, pp. 865, 2023. https://doi.org/10.3390/rs15030865
[9] Dewan et al., 'A Drone Based Transmission Line Components Inspection System with Deep Learning Technique,' Energies, vol. 13, no. 13, pp. 3348, 2020 (Correction: November 2023). https://doi.org/10.3390/en13133348
[10] Pendekatan Geospasial Menggunakan LiDAR dan Drone untuk Identifikasi Objek Bahaya pada Koridor SUTT/SUTET,' 2023. https://sinta.eng.unila.ac.id/prosiding