Ruang pamer sebagai media informasi dan edukasi publik berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses pengembangan kota. Namun, perancangannya masih belum optimal dalam mengintegrasikan fungsi informasi dan edukasi serta merespons konteks lingkungan dan karakter lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pendekatan kontekstual sebagai dasar perancangan Jogja Planning Gallery yang mengintegrasikan fungsi ruang pamer dan edukasi publik mengenai pengembangan Kota Yogyakarta.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi visual dan studi literatur terhadap lima preseden bangunan, yaitu Ningbo Urban Planning Exhibition Center, Bengbu Museum and Urban Planning Exhibition Center, BMW Guggenheim Lab, Guangzhou Urban Planning Exhibition Hall, dan Shanghai Urban Planning Exhibition Center. Analisis difokuskan pada prinsip permeability, legibility, richness, dan visual appropriateness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip tersebut meningkatkan aksesibilitas, orientasi pengguna, pengalaman ruang, serta keterkaitan bangunan dengan konteks lokal. Penelitian ini menghasilkan strategi perancangan kontekstual sebagai acuan pengembangan Jogja Planning Gallery.