Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PENGUJIAN ASPAL PEN 60/70 DENGAN TAMBAHAN FILLER SEMEN DALAM CAMPURAN ASPAL PANAS (AC-WC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL

Submitted
October 18, 2026
Published
2026-10-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filler semen terhadap karakteristik campuran Aspal Beton Lapis Aus (AC-WC) yang menggunakan aspal penetrasi 60/70 melalui pengujian Marshall. Filler merupakan salah satu material penyusun campuran aspal yang berfungsi mengisi rongga antarbutir agregat dan meningkatkan stabilitas campuran. Dalam penelitian ini digunakan aspal Pen 60/70, agregat kasar, agregat halus, dan filler semen dengan variasi kadar filler tertentu. Benda uji dibuat menggunakan metode pencampuran aspal panas (hot mix) dan selanjutnya dilakukan pengujian Marshall untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta parameter volumetrik berupa Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Hasil pengujian digunakan untuk mengetahui perubahan karakteristik campuran akibat penambahan filler semen serta menentukan kadar filler yang menghasilkan kinerja campuran AC-WC yang paling optimal dan memenuhi persyaratan spesifikasi yang berlaku. Penambahan filler semen diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan kekakuan campuran serta menghasilkan campuran yang lebih mampu menahan beban lalu lintas dan deformasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penggunaan semen sebagai filler alternatif pada campuran aspal panas AC-WC.

References

  1. 1. Brown, S. F. An Introduction To The Analytical Design Of Bituminous Pavement, University of Nottingham, London.
  2. 2. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga. (1998). Jilid Tiga Spesifikasi Umum. Padang: Perencanaan dan Pengawasan Teknik Jalan dan Jembatan Propinsi (P3T. Prop) Sumatera Barat.
  3. 3. Dinas Prasarana Jalan Propinsi Sumatera Barat. (2004). Campuran Beraspal Panas. Padang: Pusat Litbang Prasarana Transportasi Departemen KIMPRASWIL.
  4. 4. Edward. (1988). Filler Bahan Pengisi untuk Campuran Aspal.
  5. 5. Ermizon Isra. (2007). Penelitian Aspal 60/70.
  6. 6. Fredy. (1999). Campuran Yang Memiliki Kelelehan Rendah.
  7. 7. Laston Untuk Jalan Raya. (2001).
  8. 8. Laboratorium Rekayasa Jalan Institut Teknologi Bandung. (2001). Modul Praktikum Mix Design (Perencanaan Campuran Beraspal). Bandung: Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung.
  9. 9. Nazir, Moh. (1983). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  10. 10. Sarjono Djoko Untung. (1979). Konstruksi Jalan Raya. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
  11. 11. Sartono Wardhani. (1999). HOTMIX. Yogyakarta: Pelatihan Teknisi – EEDP 1999 Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  12. 12. Sudarsono. (1985). Rencana Campuran (Mix Design) Untuk Aspal Beton. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum Jakarta.
  13. 13. Sukirman, Silvia. (1999). Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova.
  14. 14. SNI, AASHTO. Standar yang Digunakan Pemeriksaan Material.
  15. 15. Spesifikasi Bina Marga (Jenis IV). (2006). Petunjuk Pelaksanaan Laston.
  16. 16. Spesifikasi Bina Marga. (1989). Petunjuk Pelaksanaan Campuran Beraspal untuk Jalan Raya.
  17. 17. The Asphalt Institute. (1996). Karakteristik Perbandingan Material Gradasi Jenis Superpave dan Laston Jenis IV.

Similar Articles

31-40 of 294

You may also start an advanced similarity search for this article.