Manajemen Evaluasi Pelatihan Guru Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Model CIPP di Kota Jayapura

Authors
  • Ayu Dwi Jayanti Mase Putri

    Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia
    Author
  • Talabudin Umkabu

    Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia
    Author
  • Susi Ani Nuzum Nikmah

    Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia
    Author
Keywords:
Evaluasi pelatihan, Guru bimbingan dan konseling, Manajemen pendidikan, Model CIPP, Papua
Abstract
Pelatihan guru bimbingan dan konseling (BK) perlu dievaluasi secara menyeluruh agar penyelenggara memperoleh informasi tentang kesesuaian program dengan kebutuhan, kesiapan sumber daya, kualitas pelaksanaan, dan hasil yang dicapai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen evaluasi pelatihan guru BK oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua di Kota Jayapura berdasarkan model Context, Input, Process, Product (CIPP), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas satu penanggung jawab program, dua fasilitator/evaluator, dan dua guru BK peserta pelatihan. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; keabsahan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik serta pengecekan kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pelatihan dipetakan oleh pemerintah pusat dan diverifikasi di tingkat daerah, sementara materi Tujuh Jurus BK Hebat dinilai relevan dengan kebutuhan peserta. Kesiapan fasilitator, materi, dan sarana mendukung pelaksanaan pelatihan yang mencakup penyampaian materi, diskusi, praktik, dan tugas. Namun, keterbatasan waktu membatasi pendalaman materi. Peserta melaporkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta memperoleh kesempatan menerapkan hasil melalui On the Job Learning (OJL). Pendampingan dan pemantauan pascapelatihan masih perlu diperkuat. Temuan ini menyarankan pemetaan kebutuhan yang lebih spesifik, penyesuaian durasi, serta tindak lanjut terstruktur untuk menjaga keberlanjutan hasil pelatihan.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Daft, R. L. (2022). Management (14th ed.). Cengage Learning.

Kirkpatrick, J. D., & Kirkpatrick, W. K. (2021). Kirkpatrick’s four levels of training evaluation. ATD Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Noe, R. A. (2020). Employee training and development (8th ed.). McGraw-Hill Education.

Stufflebeam, D. L., & Zhang, G. (2017). The CIPP evaluation model: How to evaluate for improvement and accountability. Guilford Press.

Diniyah, U., Hidayah, N., & Wahyuni. (2024). Strategi peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling: Tinjauan systematic literature review. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2). https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5696

Sianturi, R., Luthfillah, N., Zakiyyah, H., & Wulandari, R. (2022). Status profesi guru bimbingan dan konseling di sekolah. Journal of Education Research, 3(2), 42–47. https://doi.org/10.37985/jer.v3i2.75

Cover Image
Downloads
Published
2026-11-04
Section
Articles

How to Cite

Manajemen Evaluasi Pelatihan Guru Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Model CIPP di Kota Jayapura. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(12). https://journal.cib.institute/index.php/sindoro/article/view/6168

Similar Articles

1-10 of 493

You may also start an advanced similarity search for this article.