Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA MASYARAKAT DI WILAYAH PUSKESMAS RANTAU PANJANG KIRI

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar glukosa darah sewaktu pada masyarakat di wilayah Puskesmas Rantau Panjang Kiri. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan 30 responden melalui teknik total sampling. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu dilakukan menggunakan darah kapiler dan glukometer pada Februari–Maret 2026. Hasil menunjukkan 18 responden (60,0%) memiliki kadar glukosa <200 mg/dL dan 12 responden (40,0%) memiliki kadar ≥200 mg/dL. Kadar ≥200 mg/dL ditemukan pada 41,2% perempuan dan 38,5% laki-laki, serta pada 40,0% usia 18–29 tahun, 30,0% usia 30–39 tahun, 44,4% usia 40–49 tahun, dan 100% usia ≥50 tahun. Kesimpulannya, sebagian besar responden memiliki kadar glukosa <200 mg/dL, namun 40,0% memiliki kadar ≥200 mg/dL yang memerlukan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Keywords

Diabetes Melitus, Glukosa Darah Sewaktu, Masyarakat

PDF

References

  1. Adli, F. K. (2021). Diabetes Melitus Gestasional : Diagnosis dan Faktor Risiko. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1545–1551.
  2. Alauddin. (2023). Stres kronis dan faktor lingkungan terhadap peningkatan prevalensi diabetes melitus di masyarakat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(2), 112–118.
  3. American Diabetes Association (ADA). (2026). Standards of care in diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S1–S291.
  4. American Diabetes Association Professional Practice Committee. (2026). Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S15–S32.
  5. Benhalima, K., et al. (2021). Pathophysiology of Gestational Diabetes Mellitus and Its Long-Term Consequences for Mother and Offspring. International Journal of Molecular Sciences, 22(14), 7702.
  6. Dania, Ardiansyah, & Arjuna. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Puding Besar Kabupaten Bangka tahun 2023. Nursing Science Journal (NSJ), 5(1), 48–55.
  7. Diwanta, R., et al. (2024). Hubungan pola makan tidak sehat dengan risiko diabetes melitus tipe 2. Jurnal Gizi Klinis Indonesia, 20(3), 145–152.
  8. Harahap, M., et al. (2023). Analisis komplikasi mikroangiopati pada pasien diabetes melitus kronis. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(2), 88–95.
  9. Harbuwono, D. S., et al. (2021). Penilaian risiko hiperglikemia pada populasi dewasa di pelayanan kesehatan tingkat pertama Cilegon, Banten. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 8(2), 75–82.
  10. Hidayatullah, A., et al. (2022). Hubungan kejadian dislipidemia dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2. Jurnal Metabolik dan Lipid, 14(1), 34–41.
  11. International Diabetes Federation (IDF). (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). Brussels, Belgium: International Diabetes Federation.
  12. James, W. D., & Elston, D. M. (2020). Macrovascular complications and cardiovascular risk in diabetes mellitus. London: Elsevier Health Sciences.
  13. Jati, R. A., Muchtar, F., & Salsabila, S. (2023). Faktor risiko aktivitas fisik pada kejadian diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari tahun 2023. Koloni: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(2), 328–334.
  14. Kautzky-Willer, A., et al. (2026). Sex and gender differences in metabolic homeostasis and diabetes mellitus. Endocrine Reviews, 47(2), 210–235.
  15. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  16. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Strategi nasional deteksi dini dan pengelolaan penyakit tidak menular di pelayanan kesehatan primer. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
  17. Khairunnisa, K., et al. (2022). Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu (KGDS) dan Konseling Diabetes Melitus kepada Lansia di Kampung Jawa Baru Kecamatan Banda Sakti. Jurnal Vokasi, 6(2), 133–137.
  18. Kurniawati, A., & Wahyuni, S. (2023). Hubungan Kadar HbA1c dengan Profil Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Analis Kesehatan Sains, 12(1), 12–18.
  19. Lestari, R., Suryani, N., & Prasetyo, A. (2023). Skrining glukosa darah sewaktu sebagai upaya deteksi dini dan pemetaan risiko diabetes melitus pada masyarakat. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 11(1), 45–52.
  20. Lestari, M., & Wijaya, A. (2023). Evaluasi Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial dan Tes Toleransi Glukosa Oral pada Pasien Risiko Tinggi Diabetes. Jurnal Ilmiah Kesehatan Kedokteran, 11(2), 112–119.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

131-140 of 187

You may also start an advanced similarity search for this article.