Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH JENIS ANTIKOAGULAN DAN KONSENTRASI ERITROSIT TALASEMIA TERHADAP DERAJAT AGLUTINASI CROSSMATCH GEL TEST

Abstract

Pasien Talasemia memerlukan transfusi darah berulang untuk mempertahankan kadar hemoglobin, sehingga berisiko mengalami alloimunisasi yang dapat memengaruhi kompatibilitas transfusi. Jenis antikoagulan dan konsentrasi suspensi eritrosit merupakan faktor teknis yang diduga dapat memengaruhi derajat aglutinasi pada pemeriksaan crossmatch metode gel test. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis antikoagulan K₂EDTA dan natrium sitrat 3,2% serta variasi konsentrasi eritrosit 1%, 1,5%, dan 2% terhadap derajat aglutinasi. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan komparatif. Sampel terdiri atas lima pasien Talasemia di Rumah Sakit TK.II Dustira. Sampel darah diperlakukan menggunakan kedua jenis antikoagulan dan dibuat suspensi eritrosit pada tiga konsentrasi, kemudian diperiksa dengan gel test. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji homogenitas, dan uji Friedman. Hasil menunjukkan sebagian data tidak berdistribusi normal, sedangkan data homogen dengan nilai signifikansi 0,277. Uji Friedman menghasilkan Chi-Square 9,167 dengan nilai signifikansi 0,103 (p>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan bermakna pada derajat aglutinasi antarperlakuan. Meskipun terdapat kecenderungan peningkatan reaksi aglutinasi pada konsentrasi eritrosit yang lebih tinggi, variasi antikoagulan dan konsentrasi 1%, 1,5%, serta 2% tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap derajat aglutinasi crossmatch metode gel test.

Keywords

talasemia, antikoagulan, konsentrasi eritrosit, crossmatch, gel test

PDF

References

  1. 1. Harmening DM. Modern Blood Banking and Transfusion Practices. 7th ed. Philadelphia: F.A. Davis; 2018.
  2. 2. Zalpuri S. Red blood cell alloimmunization and transfusion reactions. Haematologica. 2017;102(12):2030–7.
  3. 3. Taher AT, Musallam KM, Cappellini MD. Thalassemia. Lancet. 2018;391(10116):155–67.
  4. 4. Fasano RM, Chou ST. Red blood cell alloimmunization in transfused patients. Blood. 2016;127(24):2805–12.
  5. 5. Lapierre Y. The gel test: a new way to detect red cell antigen–antibody reactions. Transfusion (Paris). 2017;57(3):463–70.
  6. 6. Chou ST. Transfusion practices for patients with hemoglobinopathies. Blood. 2018;132(17):1781–90.
  7. 7. Kaur G, Basu S, Kaur R. Influence of anticoagulants on blood bank testing. Asian J Transfus Sci. 2016;10(1):1–6.
  8. 8. Zini G. Pre-analytical variables in hematology. Int J Lab Hematol. 2015;37(S1):1–10. doi:10.1111/ijlh.12354.
  9. 9. AABB. Standards for Blood Banks and Transfusion Services. 32nd ed. Bethesda: AABB; 2020.
  10. 10. McCullough J. Transfusion Medicine. 5th ed. Oxford: Wiley-Blackwell; 2019.
  11. 11. Scharberg EA, Rink G, Portegys J, Rothenberger S. Comparison of two column agglutination tests for red blood cell antibody testing. Transfus Med Hemother. 2018;45(6):403–9. doi:10.1159/000492001.
  12. 12. Fung MK, Eder AF, Spitalnik SL, Westhoff CM. Technical Manual. 21st ed. Bethesda (MD): AABB Press; 2023.
  13. 13. Taher AT, Musallam KM, Cappellini MD. β-Thalassemias. N Engl J Med. 2021;384(8):727–43. doi:10.1056/NEJMra2021838.
  14. 14. Vichinsky E. Transfusion complications in thalassemia syndromes. Hematology Am Soc Hematol Educ Program. 2021;2021(1):381–9. doi:10.1182/hematology.2021000243.
  15. 15. Muliyah P. Analisis incompatible pada pemeriksaan uji silang dengan metode gel test. Journal GEEJ. 2020;7(2):5–13.
  16. 16. Srihartaty, Uswiyanti O. Karakteristik pasien transfusi darah dengan hasil uji silang serasi inkompatibel di UTD PMI Kabupaten Bekasi. Ensiklopedia of Journal. 2021;3(5):287–93.
  17. 17. Dubey A, Sonker A, Chaudhary RK. Comparative evaluation of gel column agglutination and erythrocyte magnetized technology for red blood cell alloantibody titration. Immunohematology. 2015;31(1):1–6.

Similar Articles

1-10 of 146

You may also start an advanced similarity search for this article.