Articles
Published 2026-07-23
Keywords
- harga pokok produksi,
- harga jual,
- activity based costing,
- biaya overhead,
- jasa epoxy lantai
How to Cite
ANALISIS ACTIVITY BASED COSTING DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK JASA EPOXY LANTAI. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/ygwddw04
Abstract
Persaingan usaha jasa konstruksi, khususnya penerapan epoxy lantai, menuntut perusahaan mampu menetapkan harga jual yang kompetitif melalui perhitungan biaya pokok yang tepat. PT Elang Timur Sinergy selama ini menghitung harga pokok produksi (HPP) secara konvensional dengan membebankan biaya overhead secara merata, sehingga berpotensi menghasilkan informasi biaya yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perhitungan HPP jasa epoxy lantai dengan metode perusahaan, menghitung HPP menggunakan metode Activity Based Costing (ABC), serta membandingkan hasil kedua metode tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada satu proyek epoxy lantai seluas 1.000 m². Hasil penelitian menunjukkan metode perusahaan menghasilkan total HPP sebesar Rp130.000.000,00 (Rp130.000,00 per m²), sedangkan metode ABC menghasilkan HPP sebesar Rp123.916.666,67 (Rp123.916,67 per m²), atau selisih Rp6.083.333,33 (4,68%). Selisih tersebut menunjukkan bahwa metode konvensional perusahaan mengalami overcosting karena biaya overhead dibebankan tanpa mempertimbangkan aktivitas yang benar-benar dikonsumsi setiap proyek. Metode ABC terbukti mampu mengalokasikan biaya overhead secara lebih proporsional berdasarkan cost driver masing-masing aktivitas, sehingga menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat. Dengan demikian, metode Activity Based Costing dapat dijadikan dasar yang lebih tepat bagi PT Elang Timur Sinergy dalam menentukan harga jual yang kompetitif serta mendukung pengendalian biaya dan pengambilan keputusan manajemen.References
- Cooper, R., & Kaplan, R. S. (1991). Profit priorities from activity-based costing. Harvard Business Review, 69(3), 130–135.
- Dunia, F., Abdullah, W., & Sasongko, C. (2018). Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat.
- Garrison, R. H., Noreen, E. W., & Brewer, P. C. (2013). Managerial Accounting (14th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
- Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2018). Cost Management: Accounting and Control (6th ed.). Boston: Cengage Learning.
- Kaplan, R. S., & Cooper, R. (1988). Measure costs right: Make the right decisions. Harvard Business Review, 66(5), 96–103.
- Mulyadi. (2016). Akuntansi Biaya (5th ed.). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
- Mursyidi. (2010). Akuntansi Biaya: Conventional Costing, Just In Time, dan Activity Based Costing. Bandung: Refika Aditama.
- Riwayadi. (2017). Akuntansi Biaya: Pendekatan Activity Based Costing. Jakarta: Mitra Wacana Media.
- Salman, K. R. (2016). Akuntansi Biaya. Jakarta: Indeks.
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Supriyono, R. A. (2017). Akuntansi Biaya: Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok. Yogyakarta: BPFE.