Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN BERBASIS KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DALAM MENGARAHKAN PERILAKU KERJA KARYAWAN PADA UNIT PELAYANAN APOTEK

Dea Tri Lestari
Universitas Bina Sarana Informatika
Dhea Angelita
Universitas Bina Sarana Informatika
Maurra Auliea An Nissa
Universitas Bina Sarana Informatika
Aliviany Saptarini Noor
Universitas Bina Sarana Informatika

Published 2026-07-05

Keywords

  • sistem pengendalian manajemen,
  • key performance indicator,
  • perilaku kerja,
  • apotek.

How to Cite

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN BERBASIS KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DALAM MENGARAHKAN PERILAKU KERJA KARYAWAN PADA UNIT PELAYANAN APOTEK . (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/mjtc2714

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of Key Performance Indicator (KPI)-based management control systems (MCS) in aligning and controlling employee work behavior in a pharmacy service unit. The study employs a descriptive qualitative approach with a case study strategy. Data were obtained through documentary review of daily employee KPI assessment records, supported by observation of work patterns and operational incident notes. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification, with source triangulation applied to maintain the credibility of the findings. The results indicate that the KPI system in the pharmacy functions as a detector, assessor, and effector of work behaviour, consistent with the classic management control framework. The study also finds that the system's effectiveness is still constrained by inconsistent data recording on certain days, delayed follow-up on identified deviations, and the still-limited integration of KPI outcomes with reward and coaching mechanisms. As a qualitative descriptive study, this research does not involve statistical testing but focuses on interpreting the patterns and meaning behind the behavioral control data already documented by pharmacy management. Keywords: management control system; key performance indicator; work behavior Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem pengendalian manajemen (SPM) berbasis Key Performance Indicator (KPI) dalam mengarahkan dan mengendalikan perilaku kerja karyawan pada unit pelayanan apotek. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan apotek sebagai unit usaha jasa kesehatan untuk memastikan setiap lini operasional mulai dari kasir, gudang, admin pelayanan daring, hingga bagian keuangan bekerja selaras dengan standar pelayanan dan target organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui telaah dokumen berupa rekapitulasi penilaian KPI harian karyawan, didukung observasi pola kerja dan catatan kejadian operasional. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem KPI di apotek berfungsi sebagai instrumen deteksi, penilai, dan pengarah perilaku kerja sebagaimana kerangka detector, assessor, dan effector dalam teori pengendalian manajemen. Ditemukan pula bahwa efektivitas sistem ini masih dibatasi oleh inkonsistensi pengisian data pada hari-hari tertentu, keterlambatan tindak lanjut atas temuan penyimpangan, serta belum optimalnya integrasi hasil KPI dengan mekanisme penghargaan dan pembinaan. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif sehingga tidak dimaksudkan untuk melakukan pengujian statistik, melainkan untuk memaknai pola dan makna di balik proses pengendalian perilaku kerja yang telah didokumentasikan oleh manajemen apotek. Kata Kunci: sistem pengendalian manajemen; key performance indicator; perilaku kerja; apotek.

References

  1. 1. Adhitama, S., & Aulia, D. R. R. (2017). Analisis penerapan sistem pengendalian manajemen
  2. dengan model four levers of control di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai. Jurnal
  3. Info Artha, 1(1), 35–46.
  4. 2. Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik,
  5. sumber, dan waktu pada penelitian pendidikan sosial. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian &
  6. Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 146–150.
  7. 3. An'ars, M. G. (2022). Sistem informasi manajemen berbasis Key Performance Indicator (KPI)
  8. dalam mengukur kinerja guru. Jurnal Data Mining dan Sistem Informasi, 3(1), 8.
  9. https://doi.org/10.33365/jdmsi.v3i1.1940
  10. 4. Anggraini, L. D. (2019). Pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja
  11. karyawan. Jurnal Akuntanika, 5.
  12. 5. Anita, N. (2023). Pengaruh Key Performance Indicator (KPI) dan lingkungan kerja terhadap
  13. kinerja karyawan Tazbiya Brands. Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen, 1(4), 140–151.
  14. https://doi.org/10.59581/jrim-widyakarya.v1i3.1440
  15. 6. Anthony, R. N., & Govindarajan, V. (2009). Sistem pengendalian manajemen (Jilid 1).
  16. Salemba Empat.
  17. 7. Bianco, R. A., Nurcahyawati, V., & Soebijono, T. (2023). Aplikasi penilaian kinerja karyawan
  18. menggunakan metode Key Performance Indicator. JIK: Jurnal Ilmu Komputer, 16(1), 1–9.
  19. 8. Dewi, M. S., Yuniati, R. A. N., & Akseptori, R. (2020). Pengukuran kinerja dengan perspektif
  20. keuangan dan pelanggan. Prosiding Nasional dan Call for Paper Sustainable Competitive
  21. Advantage, 7(5), 1–13.
  22. 9. Diana, K., Tandah, M. R., & Basuki, M. (2019). Pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian
  23. di
  24. Apotek
  25. Kota
  26. Palu.
  27. Jurnal
  28. https://doi.org/10.33096/jifa.v11i1.504
  29. 10.
  30. Ilmiah
  31. As-Syifaa,
  32. 11(1),
  33. 45–54.
  34. Dipura, S., & Soediantono, D. (2022). Benefits of Key Performance Indicators (KPI) and
  35. proposed applications in the defense industry: A literature review. International Journal of
  36. Social and Management Studies, 3(4), 23–33.
  37. 11.
  38. Hayati, I. (2021). Gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Apotek Mulia Sehat
  39. Kabupaten Tegal [Laporan penelitian].
  40. 12.
  41. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
  42. 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Kemenkes RI.
  43. 13.
  44. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods
  45. sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
  46. 14.
  47. Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi praktik
  48. pembuatan proposal dan laporan penelitian). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada
  49. Masyarakat UPN "Veteran" Yogyakarta.
  50. 15.
  51. Setiawan, F., & Ardiansah, T. (2023). Rancang bangun sistem kepegawaian menggunakan
  52. metode Key Performance Indicator untuk rekomendasi kenaikan jabatan. Journal of Artificial
  53. Intelligence and Technology Information, 1(3), 130–137.
  54. 16.
  55. Simatupang, A., Rahman, A., Hasibuan, J., Telaumbanua, J., Hutabarat, A., Edison, G.,
  56. Pateh, Y. Y., & Tewu, M. L. D. (2022). Manajemen risiko berbasis Key Performance Indicator
  57. pada
  58. credit
  59. union.
  60. Jurnal
  61. https://doi.org/10.33541/mr.v3i1.4484
  62. 17.
  63. Manajemen
  64. Risiko,
  65. 3(1),
  66. Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  67. 18.
  68. 42–68.
  69. Warganegara, T. L. P., Wahyuningsih, F., & Narundana, V. T. (2021). Analisis kinerja
  70. karyawan berdasarkan Key Performance Indicator dengan menggunakan metode Human
  71. Resources Scorecard (HRSC) pada PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Karang. Jurnal Ilmiah
  72. Magister Manajemen, 4, 73–81.