Articles
Peran Ekonomi Islam dalam Mewujudkan Kesejahteraan Berkelanjutan: Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) dan Maqashid Syariah
Published 2026-07-19
Keywords
- Ekonomi Islam,
- Maqashid Syariah,
- ZISWAF,
- Sustainable Development Goals (SDGs),
- Kesejahteraan Berkelanjutan
How to Cite
Peran Ekonomi Islam dalam Mewujudkan Kesejahteraan Berkelanjutan: Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) dan Maqashid Syariah. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/wy2z4539
Abstract
Pembangunan ekonomi global saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menekankan aspek keberlanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam konteks tersebut, ekonomi Islam menawarkan sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip keadilan, kemaslahatan (maslahah), serta keseimbangan antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi Islam dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, Al-Qur'an, hadis, dan berbagai publikasi resmi, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memiliki keterkaitan yang kuat dengan SDGs melalui penerapan maqashid syariah, penguatan instrumen ZISWAF, serta sistem keuangan syariah berbasis bagi hasil. Mekanisme tersebut berkontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan, pengurangan kemiskinan, penurunan kesenjangan sosial, serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif. Namun, implementasi ekonomi Islam di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi ekonomi syariah, belum optimalnya pengelolaan instrumen keuangan sosial Islam, serta terbatasnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, penguatan literasi, percepatan digitalisasi, dan peningkatan kolaborasi antarlembaga menjadi strategi penting untuk mengoptimalkan kontribusi ekonomi Islam dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.References
- [1] H. Z. Mustofa, A. Wahyudi, and S. Marpuah, 'BRIDGING THE GAP BETWEEN MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH AND THE SDGs: CHALLENGES AND OPPORTUNITIES FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT,' J. Ekon. dan Bisnis Islam (Journal Islam. Econ. Business), vol. 11, no. 1, pp. 49–81, 2025, doi: 10.20473/jebis.v11i1.62689.
- [2] A. N. Rohim and F. Yetty, 'Contribution of Islamic economy in achieving Sustainable Development Goals (SDGs),' Rev. Islam. Soc. Financ. Entrep., vol. 4, no. 1, pp. 56–69, 2025, doi: 10.20885/risfe.vol4.iss1.art5.
- [3] N. K. Khanifa, 'Penguatan Peran Ziswaf dalam Menyongsong Era SDGs: Kajian Filantropi BMT Tamzis Wonosobo,' Cakrawala J. Stud. Islam, vol. 13, no. 2, pp. 149–168, 2018, doi: 10.31603/cakrawala.v13i2.2329.
- [4] M. Ash-Shiddiqy, M. Sobirin, and M. Ahalla Tsauro, 'Optimizing The Role of ZISWAF in Empowering Community Economies: Challenges, Opportunities and Strategies for Increasing Public Awareness,' Ikonomika, vol. 10, no. 1, p. 25, 2025, doi: 10.24042/ijebi.v10i1.20760.
- [5] B. Harahap, T. Risfandy, and I. N. Futri, 'Islamic Law, Islamic Finance, and Sustainable Development Goals: A Systematic Literature Review,' Sustain., vol. 15, no. 8, 2023, doi: 10.3390/su15086626.
- [6] A. F. Isman and U. Kaltsum, 'The relevance of sustainable development goals ( SDGs ) in maqā ṣ id al- sharī ‘ ah dimensions,' vol. 4, no. 2, pp. 125 –136, 2022, doi: 10.21580/jiemb.2022.4.2.13185.
- [7] P. Swastika, D. Ambarwati, Y. Yunarti, and R. D. Putra, 'INTEGRATING SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS AND MAQÂSHID AL -SYARÎ ‘ AH : A Conceptual Framework for Islamic Sustainable Development,' vol. 30, no. 1, pp. 13–26, 2026.
- [8] S. Septriani, A. Armelly, R. A. Ekaputri, H. Hadiyanto, S. Sunoto, and R. Nopiah, 'The Effect of Government Expenditure on Poverty in Indonesia,' vol. 1, no. 2, pp. 205–211, 2023, doi: 10.2991/978-94-6463-328-3_25.
- [9] A. Azwar and Abur Hamdi Usman, 'Aligning Indonesia's economic goals with SDGS: Strengthening Qur'anic principles in Islamic finance,' J. Ekon. Keuang. Islam, vol. 11, no. 1, pp. 80–99, 2025, doi: 10.20885/jeki.vol11.iss1.art6.
- [10] M. Sari and A. Asmendri, 'Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA,' Nat. Sci., vol. 6, no. 1, pp. 41–53, 2020, doi: 10.15548/nsc.v6i1.1555.
- [11] Abdurrahman, 'Metode penelitian kepustakaan dalam pendidikan Islam. Adabuna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran,' J. Pendidik. dan Pemikir., vol. 3, pp. 102–113, 2024.
- [12] N. A. Prihantoro, 'Analisis Isi Buku Teks Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kurikulum 2013 Kelas Vii Smp/Mts,' Indones. J. Soc. Stud., vol. 1, no. 1, p. 1, 2017, doi: 10.26740/ijss.v1n1.p1-10.
- [13] M. A. Algifari and R. Andrini, 'Maqasid Syariah dalam Pengembangan Ekonomi Islam (Analisis Komprehensif dan Implementasi),' JoSES J. Sharia Econ. Sch., vol. 2, no. 3, pp. 95–100, 2024.
- [14] N. Wulandari, A. Aziz, and Wartoyo, 'Integrating Maqaṣid al-Shariah into the Sustainable Development Goals: A Comparative Analysis from an Islamic Economic Perspective,' JEKSYAH Islam. Econ. J., vol. 5, no. 02, pp. 116–128, 2025, doi: 10.54045/jeksyah.v5i02.2837.
- [15] M. Rahmawati and M. Yazid, 'SYARIAH,' pp. 41–52.
- [16] S. Siregar, M. Ridwan, H. I. Siregar, and M. F. Rahmadana, 'Proposed Model of Sharia Bank Share Ownership Through Waqf Funds,' J. Ecohumanism, vol. 3, no. 4, pp. 2659–2669, 2024, doi: 10.62754/joe.v3i4.3784.