Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

Akad Syariah sebagai Instrumen Kelembagaan Ekonomi Pembangunan: Analisis Inklusi Keuangan dan Pembiayaan UMKM di Indonesia

Diah Puspita Sari
Universitas Ahmad Dahlan
Aprilia Salsabila Khoerunnisa
Universitas Ahmad Dahlan
Nuraeni Berliana Shafitri
Universitas Ahmad Dahlan

Published 2026-07-08

Keywords

  • Maqashid syariah,
  • akad muamalah,
  • etika bisnis Islam,
  • ekonomi digital,
  • UMKM

How to Cite

Akad Syariah sebagai Instrumen Kelembagaan Ekonomi Pembangunan: Analisis Inklusi Keuangan dan Pembiayaan UMKM di Indonesia. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/7hnq4c23

Abstract

Abstract Islamic economics relies on three pillars: philosophical orientation (maqashid al-shariah and falah), legal-contractual frameworks (muamalah), and Islamic business ethics. Existing literature often addresses these dimensions in isolation, creating a gap in understanding their integration within the digital economy. This study synthesizes these three pillars to analyze their role in fostering consumer trust and supporting Islamic financial inclusion and digital MSME financing in Indonesia. Utilizing a library research approach and 2025–2026 national economic data, the findings indicate that maqashid provides the evaluative framework, muamalah contracts define the legal structure, and ethics act as the operational mechanism for building trust in digital environments. Despite significant growth evidenced by a 10.49% increase in Shariah banking assets as of March 2026 structural barriers in contract design and public literacy persist. This research concludes that integrating these three dimensions is essential for sustainable and inclusive economic development. Abstrak Ekonomi Islam bertumpu pada tiga dimensi utama: orientasi filosofis (maqashid syariah dan falah), legalitas kontrak (akad muamalah), dan mekanisme operasional etika bisnis (sifat Nabi). Selama ini, ketiga aspek tersebut sering dikaji secara terpisah, menciptakan celah dalam penerapan ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan mensintesiskan ketiga dimensi tersebut untuk menjelaskan pembentukan kepercayaan konsumen serta perannya dalam mendukung inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM digital di Indonesia. Dengan metode studi pustaka dan analisis data ekonomi nasional 2025-2026, ditemukan bahwa maqashid syariah berfungsi sebagai kerangka evaluatif, akad sebagai struktur legal, dan etika bisnis sebagai katalis kepercayaan dalam interaksi digital. Meskipun berkontribusi pada pertumbuhan aset perbankan syariah sebesar 10,49% (Maret 2026), masih terdapat hambatan struktural pada desain akad dan literasi publik. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiganya adalah kunci bagi pembangunan ekonomi inklusif yang berkelanjutan.

References

  1. [1]
  2. A. W. Zein, D. Anggraini, H. I. Y. Harahap, and T. W. Sabrina, “Falah Sebagai Tujuan
  3. Akhir dalam Ekonomi Islam: Prespektif Kesejahteraan Dunia dan Akhirat,” JIS J. Islam. Stud.,
  4. vol. 2, no. 3, pp. 132–142, 2024, [Online]. Available:
  5. https://yptb.org/index.php/jis/article/view/1098
  6. [2]
  7. Didi Suardi, “Makna Kesejahteraan Dalam Sudut Pandang Ekonomi Islam,” Islam. Bank.
  8. J. Pemikir. dan Pengemb. Perbank. Syariah, vol. 6, no. 2, pp. 321–334, 2021.
  9. [3]
  10. [4]
  11. Jaharudin, “Pengantar Ekonomi Islam,” vol. 6, no. 0, pp. 167–186, 2025.
  12. A. Mujiyana and E. Bella, “AL-AFKAR : Journal for Islamic Studies Pelaku Ekonomi Islam :
  13. Kajian Komparatif Pemikiran Khurshid Ahmad Dan Monzer Khaf,” vol. 7, no. 3, pp. 1351–1363,
  14. 2024, doi: 10.31943/afkarjournal.v7i3.995.Islamic.
  15. [5]
  16. N. Handayani, “Ekonomi makro islam menurut umar chapra: relevansi dalam mencapai
  17. pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” vol. 2, pp. 347–361, 2026.
  18. [6]
  19. F. Fadllan, “GADAI SYARIAH; Perspektif Fikih Muamalah dan Aplikasinya dalam
  20. Perbankan,” IQTISHADIA J. Ekon. Perbank. Syariah, vol. 1, no. 1, pp. 30–41, 2014, doi:
  21. 10.19105/iqtishadia.v1i1.364.
  22. [7]
  23. D. Afrina, “Rasionalitas Muslim Terhadap Perilaku Israf Dalam Konsumsi Perspektif
  24. Ekonomi Islam,” EkBis J. Ekon. dan Bisnis, vol. 2, no. 1, p. 23, 2019, doi:
  25. 10.14421/ekbis.2018.2.1.1088.
  26. [8]
  27. Jamaluddin, “Transaksi Jual Beli Amanah dan Mu’tadah Dalam Fiqh Muamalah Maliyyah
  28. dan Hukum Islam,” vol. 4, no. 2, pp. 141–165.
  29. [9]
  30. F. Amaliyah, A. Hamid, and A. D. Azizah, “Implementasi Akad Syirkah Pada Usaha
  31. Kemitraan Ternak Ayam Perspektif Hukum Islam,” el hisbah J. Islam. Econ. Law, vol. 1, no. 2,
  32. pp. 241–256, 2021, doi: 10.28918/el_hisbah.v1i2.4507.
  33. [10] E. Sinambela, R. Chudriana, B. W. Tambusay, M. Yusuf, and I. Harahap, “Implementasi
  34. Akad Syirkah Dalam Ekonomi Islam ( Studi Kasus Usaha Peternakan Ayam Boiler Pola kemitraan
  35. Di Kecamatan Silinda ) Implementation of Syirkah Contracts in Islamic Economics ( Case Study
  36. of Boiler Chicken Farming Business Partnership pattern in,” Ekon. J. Ilmu Ekon. dan Stud.
  37. Pembang. Vol., vol. 23, no. 1, pp. 201–209, 2023.
  38. [11] L. Yanthiani, “MORAL VALUE OF IJARAH AND UJRAH: REVIEW OF RAHN CONCEPT IN
  39. ISLAM,” vol. 08, no. 01, pp. 1–9, 2020.
  40. [12] H. Rafsanjani, “Dalam transaksi bisnis,” Masharif Al-Syariah, vol. 1, no. 1, pp. 101–129,
  41. 2016.
  42. [13] indah purbasari and sri rahayu, “Analisis Penerapan Akad Rahn (Gadai) Dan Pengenaan
  43. Biaya Adminitrasi Rahn Di Pegadaian Syariah ( Studi Empiris Dikantor Cabang Pegadaian Syariah
  44. Pamekasan),” J. Huk. Ekon. Islam , vol. 1, no. 1, pp. 145–170, 2017.
  45. [14] Adil Alfarizi Nst and Imsar Imsar, “Analisis Fiqih Muamalah dalam Transaksi Jual Beli
  46. Online Menurut Perspektif Hukum Islam dan Syariah,” J. Ilm. Ekon. Akuntansi, dan Pajak, vol.
  47. 2, no. 3, pp. 191–201, 2025, doi: 10.61132/jieap.v2i3.1543.
  48. [15] A. Ghafur, K. Wijaya, and L. Hidayati, “JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPEKTIF FIKIH
  49. MUAMALAH,” vol. 2, no. 1, pp. 306–312, 2024.
  50. [16] H. Herman and A Edeth Fuari Anatasya, “Perlindungan Konsumen Online Dalam
  51. Perspektif Maqāṣid al-sharī‘ah: Studi Sosio-Legal di Indonesia,” QISTHOSIA J. Syariah dan Huk.,
  52. vol. 6, no. 1, pp. 50–60, 2025, doi: 10.46870/jhki.v6i1.1552.
  53. [17] U. Ulpariyeh, T. Toyiburahman, and M. Maryani, “KONTRIBUSI BANK SYARIAH DALAM
  54. PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS),” J. Islam. Econ. Sch.,
  55. vol. 4, no. 1, pp. 41–52, 2023.