Operasi pemboran bertujuan untuk membentuk jalur penghubung antara formasi produktif dan permukaan melalui lubang sumur (wellbore). Dalam kegiatan ini, tujuan utama desain casing adalah memperoleh rangkaian casing yang kuat, aman, dan mampu menjaga integritas sumur selama tahap pemboran maupun produksi. Beberapa faktor yang memengaruhi perencanaan casing meliputi diameter casing, panjang casing, tekanan yang bekerja pada casing, serta berbagai jenis pembebanan. Beban yang harus diperhitungkan dalam desain casing mencakup burst, collapse, tension, joint strength, dan biaxial, serta mempertimbangkan nilai safety factor yang sesuai. Dalam proses desain, setiap rangkaian casing dievaluasi terhadap seluruh beban tersebut untuk memastikan bahwa kapasitas casing mampu memenuhi persyaratan operasional pada setiap kedalaman. Berdasarkan hasil perhitungan beban burst, collapse, tension, joint strength, dan biaxial, serta verifikasi nilai safety factor, dapat ditentukan grade casing yang sesuai untuk digunakan. Pada desain ini dipilih surface casing berukuran 13⅜ inci dengan grade P-110, berat 68 ppf, dan sambungan BTC ; intermediate casing berukuran 9⅝ inci dengan grade P -110, berat 47 ppf, dan sambungan BTC ; serta tubing berukuran 3½ inci dengan grade L-80, berat 9,2 ppf, dan sambungan SLA.
References
[1] Rubiandini, R. (2012). Teknik Operasi Pemboran Volume 1. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung (ITB).
[5] Bourgoyne, Adam T. Jr, dkk. “Applied Drilling Engineering”. USA: SPE Textbook Series, First Printing, Richardson, Texas. 1986.
[6] Donald K. Smith, & Jean T. Couzen. (1998). Casing Design and Practices. New Jersey: Prentice Hall.
[7] American Petroleum Institute. (2018). API Technical Report 5CT3: Calculating Performance Properties of Pipe Used as Casing and Tubing. Washington, DC: American Petroleum Institute.
[8] Drilling Manual. (2021). Drilling Engineering Manual: Casing Design, Well Control, and HPHT Well Planning. Houston, Texas: Drilling Manual Publishing.
[9] Paryadi. (2001). Teknik Pemboran Migas dan Perencanaan Casing Sumur. Yogyakarta: Jurusan Teknik Perminyakan
[10] Noviandy, F. (2015). Evaluasi Dan Optimasi Perencanaan Casing Pada Operasi Pemboran Sumur X-9, Prabumulih Pt. Pertamina Ep. Seminar Nasional Cendekiawan 2015, 326–331.
[11] Shadizadeh, S. R. (2010).Casing Design Criteria and Standards in Oil and Gas Wells.Journal of Petroleum Science and Engineering, 72(3-4), 123-130.
[12] Joore, P. L. (1974). Casing Design and Practice. Netherlands: Kluwer Technical Books.
[13] Rahman, S.S. Chilingarian, G.V., “Casing Design Theory and Practice”,. Elsevier. Amsterdam, Netherlands. 1995. (Chapter 1, 2, 3).
[14] Mendonca, L. (2014). Model Perencanaan Casing Pada Pengeboran Eksplorasi Sumur X Dengan Surface 8-1/2 “ Lapangan Y Lepas Pantai. Jurnal Ilmiah Mtg, Vol. 7, No. 1, Januari 2014, 7(1).
[15] Hills, J. O. (1984). Casing Design. Houston, Texas: Gulf Publishing Company.
[16] B.S. Aadnoy, T. Soteland, Rogaland U., and B. Ellingsen. “Casing Point Selection at Shallow Depth”. SPE/IADC Drilling Conference, February 28– March 03, New Orleans, Louisiana. 1989.
[17] O. Utsalo, O. Olamigoke, “An Excel Based Casing Design Application”, SPE Nigeria Annual International Conference and Exhibition, 05 – 07 Agustus, Lagos, Nigeria. 2014.
[18] Moroni, Luigi., Alain Denax, “Re-design of Casing Program Due to Enhanced Shale and Salt Stability”, SPE/IADC Middle East Drilling Technology Conference & Exhibition, 26 – 28 October, Manama, Bahrain. 2009.