Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

Analisis Pengendalian Kualitas untuk Mengurangi Cacat Produk Mukena Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di CV Jaya Karyana Sejahtera

DOI:
https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-490
Submitted
October 13, 2026
Published
2026-10-13

Abstract

CV. Jaya Karyana Sejahtera merupakan perusahaan manufaktur di bidang konveksi yang menerapkan sistem produksi make to order. Dalam proses produksi mukena pada periode November 2025 hingga Februari 2026, perusahaan menghadapi permasalahan kualitas dengan ditemukannya rata-rata persentase cacat produk sebesar 5,43%, yang mana angka ini melampaui standar batas toleransi perusahaan sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan, menentukan prioritas risiko kegagalan, dan menganalisis akar penyebab kecacatan menggunakan alat pengendalian kualitas. Metode yang digunakan meliputi Diagram Pareto, Fishbone Diagram, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil analisis Diagram Pareto menunjukkan bahwa 'Jahitan Tidak Rapi' merupakan jenis cacat yang paling dominan, menyumbang 48,03% dari total kecacatan. Evaluasi menggunakan FMEA menempatkan ketidakstabilan pengaturan tensi benang dan sekoci pada mesin jahit sebagai prioritas perbaikan tertinggi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 688. Lebih lanjut, analisis FTA mengungkapkan bahwa kecacatan ini diakibatkan oleh kombinasi kegagalan sistemik yang saling berkaitan, yaitu lemahnya preventive maintenance mesin, menurunnya konsentrasi visual operator akibat kelelahan lembur dan pencahayaan redup, serta ketiadaan pelatihan terstandar. Usulan perbaikan yang direkomendasikan mencakup penerapan Standard Operating Procedure (SOP) harian untuk pemeliharaan mesin, pembuatan modul pelatihan khusus pekerja, penyesuaian jam lembur untuk mencegah kelelahan, serta penambahan lampu kerja (task lighting) di area penjahitan.

References

  1. [1] Akmal, R. S., Sutrisno, S., & Jibril, A. (2025). Analisis Risk Priority Number (RPN) Dalam Menentukan Tingkat Kegagalan Mesin Cold Storage. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3), 1245–1254.
  2. [2] Amalia Safitri, D. (2025). Analisis Resiko Operasional Produksi Pada Home Industry Konveksi Dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA).
  3. [3] Chandrahadinata, D., Jianul Hayat, E., & Fauzi, H. (2025). Perancangan Perbaikan Kualitas Produk Busana Muslim Menggunakan Metode Six Sigma Dmaic. Jurnal Kalibrasi, 23(2), 159–165.
  4. [4] Dahlia, A., & Profita, A. (2024). Penerapan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk Menganalisis Risiko Kecacatan pada Produk Plywood. Jurnal Teknik Industri (JATRI), 2(1), 71–83.
  5. [5] Garvin, D. A. (1988). Managing quality: The strategic and competitive edge. Simon and Schuster.
  6. [6] Gaspersz, V. (2001). Total quality management. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
  7. [7] Heizer, J. H., & Render, B. (2009). Operations Management. Pearson Prentice Hall.
  8. [8] Krisnaningsih, E., Gautama, P., & Syams, M. F. K. (2021). Menggunakan Metode Fta Dan Fmea. Jurnal InTent, 4(1), 41–54.

Similar Articles

1-10 of 199

You may also start an advanced similarity search for this article.