Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 1 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT DI SEKITAR TPA CIANGIR RW 04/RT 04 KOTA TASIKMALAYA

DOI:
https://doi.org/10.2238/s08h6q94
Submitted
June 27, 2026
Published
2026-06-27

Abstract

Manajemen limbah padat tetap menjadi isu krusial di Kota Tasikmalaya, khususnya di area sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ciangir. Operasional TPA ini memiliki implikasi signifikan, baik terhadap kualitas lingkungan maupun kehidupan warga yang bermukim di sekitarnya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak eksistensi TPA Ciangir pada komunitas serta menganalisis persepsi publik terkait pengelolaannya di RW 04/RT 04 Kelurahan Mugarsari, Kota Tasikmalaya. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada 15 partisipan. Data diolah menggunakan uji validitas, uji reliabilitas Cronbach's Alpha, analisis korelasi Pearson, dan koefisien determinasi. Temuan riset mengindikasikan bahwa penduduk masih merasakan efek dari TPA, khususnya terkait ketidaknyamanan dan degradasi lingkungan. Instrumen penelitian terbukti reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha 0,702. Analisis korelasi menghasilkan nilai r sebesar 0,106, menandakan adanya hubungan yang sangat lemah antara dampak TPA dengan persepsi masyarakat terhadap pengelolaannya. Koefisien determinasi 1,12%menunjukkan bahwa persepsi publik lebih banyak dipengaruhi oleh faktorfaktor eksternal di luar ruang lingkup variabel penelitian. Oleh karena itu, peningkatan mutu pengelolaan TPA menjadi esensial guna meminimalkan dampak lingkungan dan memperkuat keyakinan masyarakat terhadap kinerja TPA.

References

  1. [1] A. Damanhuri dan T. Padmi, Pengelolaan Sampah Terpadu. Bandung: Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung, 2019.
  2. [2] S. Slamet, Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2018.
  3. [3] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 2008.
  4. [4] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pedoman Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Jakarta: KLHK, 2020.
  5. [5] A. Yuliani, A. S. Samosir, dan M. R. Fahlevi, “Persepsi masyarakat terhadap keberadaan tempat pemrosesan akhir sampah dan pengaruhnya terhadap kondisi lingkungan,” Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 20, no. 2, pp. 145–153, 2022.
  6. [6] D. A. N. Sari dan M. R. Hidayat, “Analisis persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan akibat tempat pemrosesan akhir sampah,” Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 28, no. 1, pp. 45–53, 2022.
  7. [7] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2022.
  8. [8] Times Indonesia, “Cemari 132 Kolam Ikan Warga, Air Lindi TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Diduga Jadi Penyebab,” 2026. [Online]. Available: https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/595599/cemari-132-kolam-ikan-warga-curiga-air-lindi-tpa-ciangir-kota-tasikmalaya-jadi-penyebab⁠�. [Accessed: 26-Jun-2026].

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 233

You may also start an advanced similarity search for this article.