Perusahaan Umum (Perum) BULOG memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga ketersediaan dan kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat. Salah satu titik kritis dalam menjaga mutu beras terletak pada proses penyimpanan di gudang, yang rentan terhadap penurunan kualitas akibat berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab penurunan kualitas beras selama proses penyimpanan di pergudangan Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, serta merumuskan upaya pengendalian yang dapat diterapkan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala gudang dan staf terkait, serta studi dokumentasi selama kegiatan magang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kualitas beras dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu serangan hama pascapanen, kondisi lingkungan gudang (suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara), serta lamanya umur simpan akibat penyaluran yang tidak menentu. Perum BULOG telah menerapkan sejumlah upaya pengendalian, antara lain Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang meliputi pencegahan, monitoring rutin, spraying, dan fumigasi, serta penerapan metode First In First Out (FIFO) dalam pengelolaan persediaan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Warehouse Management System (WMS) dengan sensor suhu dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT) serta penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO) untuk meningkatkan efektivitas pemantauan dan menekan risiko penurunan mutu beras selama penyimpanan.
References
Astuti, L. P. (2019). Strategi pengelolaan hama pascapanen.
Budijanto, S., & Kusnandar, F. (2010). Penentuan umur simpan tortilla dengan metode akselerasi berdasarkan kadar air kritis serta pemodelan ketetapan sorpsi isotherminya.
Harahap, & Rakhmasdiah, K. (2016). Uji beberapa konsentrasi tepung daun sirih hutan (Piper aduncum L.) untuk mengendalikan Sitophilus zeamais pada biji jagung di penyimpanan.
Kusnandar, F., Khonza, M., & Budijanto, S. (2017). Perubahan mutu beras analog jagung selama penyimpanan dan penentuan umur simpannya dengan metode Arrhenius.
Lubis, H., Fitriyani, A., & Prayitno, M. H. (2023). Sistem informasi persediaan barang jadi menggunakan metode First In First Out (FIFO) pada PT Rubberman Indonesia.
Pambudi, R., & Fathurrohman, Y. E. (2020). Analisis penyimpanan beras melalui Perum BULOG Sub Divre Pekalongan terhadap kestabilan harga.
Pitaloka, A. L., Santoso, L., & Rahadian, R. (2012). Gambaran beberapa faktor fisik penyimpanan beras, identifikasi dan upaya pengendalian serangga hama gudang.
Sam, A. A. R., Idrus, M., & Afiah, N. (2023). Analisis pengelolaan persediaan pada beras Bulog (studi kasus Perum BULOG Cabang Makassar).
Sari, L., Sokarina, A., & Suryantara, A. B. (2023). Studi etnometodologi: pengendalian persediaan beras Bulog.
Setyaningrum, H., Himawan, T., & Astuti, L. P. (2017). Identifikasi serangga yang berasosiasi dengan beras dalam simpanan.
Wachidah, L. N., & Luturlean, B. S. (2019). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Perum BULOG Divisi Regional Jawa Barat.